Penyerangan (1)

Malam semakin larut dengan bulan yang bersinar cukup indah malam ini. Tampak sepasang kekasih sedang berjalan di taman dengan cahaya bulan dan juga bintang.

"Kamu pasti sudah tahu keputusanku bukan?" tanya Sebastian dengan menatap ke arah Anne.

"Apa kamu marah?" tanyanya.

Wanita itu hanya diam dengan memandang langit sebelum akhirnya kini menatap ke arah Sebastian.

"Aku marah? Tentu saja tidak, aku tahu bahwa kamu akan memilih untuk tetap setia di sisi yang mulia pangeran Rion."

Anne tersenyum lembut lalu mengelus wajah Sebastian dengan lembut.

"Kamu adalah kesatria yang sangat terhormat Ian, aku jatuh cinta padamu karena sikap kesatriamu ini jadi kenapa aku harus marah dengan sikap yang sangat kusuka ini," jelas Anne.

"Tapi... bagaimana jika aku tidak kembali?" tanya Sebastian dengan tatapan sayu.

"Aku akan menunggumu karena kamu pasti akan kembali," jawab Anne dengan penuh percaya diri.

Sebastian tersenyum kecil lalu menggenggam tangan Anne yang ada di pipinya.

"Tidak, jika aku tidak kembali maka kamu jangan menungguku lagi. Carilah seseorang yang baik ya, seseorang yang sangat mencintaimu dan bisa membahagiakanmu di masa depan Anne," pinta Sebastian. Ia tahu pasti bahwa ketika besok dia berada di sisi Rion maka dia akan di kecam sebagai penghianat. Sangat sulit bagi mereka untuk bisa selamat dengan lawan sebuah Kekaisaran.

Tidak ada jawaban dari Anne kecuali menatap Sebastian dengan mata bulatnya.

"Katakan sesuatu jangan menatapku seperti itu," pinta Sebastian.

Dengan menahan tangisnya Anne mencoba untuk kembali tersenyum.

"Aku akan tetap menunggumu karena kamu pasti akan kembali," gumamnya.

Sebastian menatap wanita itu dengan pandangan yang sulit di artikan. Tapi sedetik kemudian ia langsung memeluk erat Anne.

"Jika kamu seperti itu maka aku akan berusaha untuk kembali," bisiknya di telinga Anne.

"Hmm kamu harus menepatinya," jawab wanita tersebut dengan membalas pelukan dari Sebastian.

Sedangkan di tempat lain tepatnya di kamar Rion, tampak Alana menatap pria itu lalu tersenyum kecil.

"Besok adalah hari penentuannya, kali ini aku akan bertaruh untukmu," gumamnya lalu mengambil tangan Rion dan menciumnya beberapa kali.

"Kamu kapan akan sadar, kami semua membutuhkanmu Rion termasuk aku, ternyata begitu berat melihatmu seperti ini," gumam Alana.

"Bahkan air mataku sudah kering untuk menangisimu di setiap harinya," lanjut Alana dengan suara yang begitu pelan.

"Aku merindukanmu...."

Tanpa di sadari Alana terdapat air mata mengalir di sudut mata Rion.

Suasana benar-benar hening tanpa ada suara sedikitpun. Malam itu benar-benar menjadi moment paling menegangkan bagi beberapa orang. Mereka harus siap untuk menjalani hari esok yang menjadi penentu bagi mereka.

Hingga pagi hari telah tiba dan matahari telah terbit dengan begitu sempurna. Semua prajurit di kediaman Rion telah siap dengan jubah besi mereka. Bahkan di kamar Rion saja Alana telah sedia dengan pedangnya.

'Tampaknya kali ini aku harus mengeluarkan kemampuan ku," gumamnya dengan melihat bilah tajam pada pedangnya.

Sedangkan sesuai dengan prediksi Robin dimana saat ini kaisar telah meminta pasukannya untuk memusnahkan kediaman Rion. Bahkan pria itu mengutus putra mahkota yang baru untuk menjadi pimpinan pasukan.

"Ternyata dari awal dia memang berniat untuk menghancurkan semuanya," gumam Robin lalu menutup matanya sejenak.

"Rencananya masih seperti awal bukan? Kita akan berjuang sekuat tenaga?" tanya Sebastian masih dengan sifat jenakanya yang aneh.

"Huh, ya lakukan apapun yang kau suka. Tugas kita adalah menyelamatkan yang mulia bagaimana pun keadaanya. Jadi kita harus memberikan waktu untuk Alana bisa membawa yang mulia pergi dari istana ini," jelas Robin.

Mendengar hal tersebut Sebastian mengangguk patuh.

"Baiklah, jika hanya waktu maka itu tidak akan begitu susah," jawab Sebagai lalu keluar dari ruangan Robin tanpa mengatakan apapun.

"Kali ini semuanya bergantung pada Anda nona Alana," gumam Robin dengan terus memperhatikan prajurit-prajurit istana yang sudah mulai mencoba untuk menghancurkan pagar.

"Cepat hancurkan! Habisi semua orang yang ada disini karena mereka adalah para penghianat kekaisaran ini!" perintah Glen.

Mendengar hal tersebut membuat pasukannya semakin semangat untuk mendobrak masuk istana Rion.

Hingga akhirnya beberapa saat kemudian pagar itu telah hancur bertepatan dengan ratusan tanah yang menyerang pasukan Glen.

"TERUS PANAH! DAN UNTUK TIM PENYERANG BERSIAPLAH UNTUK MENYERANG!" perintah Sebastian.

Tampaknya kali ini pertumpahan darah tidak bisa lagi dihindarkan. Banyak korban jiwa yang jatuh dari kedua sisi.

"Sial, jika begitu maka aku akan kalah," gumam Glen saat melihat pasukan Rion yang benar-benar hebat dalam bertarung.

'Tapi walaupun begitu, akan datang untuk membantuku. Setelah itu mereka akan benar-benar ku habisi tanpa menyisakan seorangpun,' batinnya di akhir.

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Eka suci

Eka suci

kemana kah allana membawa Rion🤔

2025-05-30

0

Indri Lestari

Indri Lestari

yg banyak donk kak upnya

2025-05-30

0

lihat semua
Episodes
1 Menjadi pelayan
2 Penyerangan
3 Kecurigaan
4 Pelakor jaman dulu
5 Malam menegangkan
6 Menolong
7 Akan membantumu
8 Rencana
9 Dia penjahatnya
10 Lampion .
11 Persiapan
12 Sarapan bersama
13 Pesta perburuan
14 Cincin dimensi
15 Bertemu
16 Makanya jangan sok !
17 Perasaan romantis ? tidak.
18 Goa
19 Naga
20 Villain
21 Kembali
22 Kembali 2
23 Acara inti
24 Bunga abadi
25 Mimpi
26 Berhenti
27 Tragedi
28 Tidak berarti
29 Bayangan hitam
30 Misteri kematian Mona part 1
31 Misteri kematian Mona part 2
32 Perpustakaan
33 Penculikan?
34 Penculikan 2
35 Ketemu
36 Menginap
37 Ditinggal
38 Persembahan
39 Terjebak dimasa lalu
40 Masa lalu 1
41 Masa lalu 2
42 Masa lalu 3
43 Masa lalu 4
44 Semakin dekat
45 Ungkapan
46 Menggantikan
47 Kedatangan Kaisar Arnold
48 Kepergian
49 Pernikahan
50 Rona...
51 Akhir Hazel dan Rain
52 Pecat
53 Mengetahui
54 Daun gugur
55 Gosip istana
56 Mabuk
57 Tidak Akan Meninggalkan
58 Dasar keras kepala
59 Kesalahpahaman
60 Kepergok
61 Surat kaisar
62 Janji
63 Bukan hanya melihatku
64 Kencan
65 Taruhan
66 Sejak awal
67 Kemarahan kaisar
68 Kesempatan ke 2
69 Permainan di mulai
70 Menanam bunga
71 Rahasia tetap rahasia
72 Rencana masing-masing
73 Kutukan tidak hilang
74 Kue kacang yang manis
75 Calon putri mahkota
76 Tidak sadarkan diri
77 Pencabutan gelar
78 Penyelamat
79 Bisa berubah
80 Pilihan
81 Eksekusi
82 Penyerangan (1)
83 Buku takdir
84 Akhir yang berubah
85 Lanjutkan hidup tanpamu
86 Tidak ada cinta
87 Ingat tentangmu
88 Lebih baik
89 Kembali
90 Tinggal di sini
91 Hampir
92 Terbangkan lampion
93 THE END
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Menjadi pelayan
2
Penyerangan
3
Kecurigaan
4
Pelakor jaman dulu
5
Malam menegangkan
6
Menolong
7
Akan membantumu
8
Rencana
9
Dia penjahatnya
10
Lampion .
11
Persiapan
12
Sarapan bersama
13
Pesta perburuan
14
Cincin dimensi
15
Bertemu
16
Makanya jangan sok !
17
Perasaan romantis ? tidak.
18
Goa
19
Naga
20
Villain
21
Kembali
22
Kembali 2
23
Acara inti
24
Bunga abadi
25
Mimpi
26
Berhenti
27
Tragedi
28
Tidak berarti
29
Bayangan hitam
30
Misteri kematian Mona part 1
31
Misteri kematian Mona part 2
32
Perpustakaan
33
Penculikan?
34
Penculikan 2
35
Ketemu
36
Menginap
37
Ditinggal
38
Persembahan
39
Terjebak dimasa lalu
40
Masa lalu 1
41
Masa lalu 2
42
Masa lalu 3
43
Masa lalu 4
44
Semakin dekat
45
Ungkapan
46
Menggantikan
47
Kedatangan Kaisar Arnold
48
Kepergian
49
Pernikahan
50
Rona...
51
Akhir Hazel dan Rain
52
Pecat
53
Mengetahui
54
Daun gugur
55
Gosip istana
56
Mabuk
57
Tidak Akan Meninggalkan
58
Dasar keras kepala
59
Kesalahpahaman
60
Kepergok
61
Surat kaisar
62
Janji
63
Bukan hanya melihatku
64
Kencan
65
Taruhan
66
Sejak awal
67
Kemarahan kaisar
68
Kesempatan ke 2
69
Permainan di mulai
70
Menanam bunga
71
Rahasia tetap rahasia
72
Rencana masing-masing
73
Kutukan tidak hilang
74
Kue kacang yang manis
75
Calon putri mahkota
76
Tidak sadarkan diri
77
Pencabutan gelar
78
Penyelamat
79
Bisa berubah
80
Pilihan
81
Eksekusi
82
Penyerangan (1)
83
Buku takdir
84
Akhir yang berubah
85
Lanjutkan hidup tanpamu
86
Tidak ada cinta
87
Ingat tentangmu
88
Lebih baik
89
Kembali
90
Tinggal di sini
91
Hampir
92
Terbangkan lampion
93
THE END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!