Sandi menatap Alna dengan penuh tanya saat wanita itu tersenyum sembari melihat ponsel. Dari wajahnya, nampak sekali bahwa Alna tengah senang. Ini adalah hal yang sudah lama tidak dia lihat dari Alna. Bahkan dulu saat masih bersama ia jarang sekali melihat ekspresi wajah Alna yang sedemikian ini.
"Sorry Al, aku keluar ya. Kayaknya kamu lagi sibuk itu sama hape."
"Eh, hahaha nggak kok. Ah iya, Sand. Soal Indi, kamu pelan-pelan aja ya. Jangan buru-buru. Dan buat dia percaya. Aku seneng kalau kamu beneran punya niat serius sama temen aku itu. Tapi aku nggak bakalan tinggal diam kalau kamu sampai ngelakuin apa yang pernah Bimo lakuin."
Sandi langsung menggelengkan kepalanya dengan erat. Dia jelas tidak akan seperti itu. Dia bukan pria yang matanya celamitan.
"Aku nggak akan kayak gitu, sumpah."
"Nggak usah bersumpah, Sand. Cukup buktiin aja."
Anggukan kepala dari Sandi menandakan bahwa dia setuju dengan ucapan Alna. Dia tidak akan berjanji, bersumpah atau apapun itu. Yang perlu dia lakukan hanyalah memberi bukti dan meyakinkan Indi bahwa dia benar-benar tulus dan serius.
Sandi kemudian pamit undur diri, meksipun sebenarnya dia penasaran siapa yang mampu membuat Alna tersenyum lebar tanpa beban itu. Akan tetapi dia bukanlah siapa-siapa yang berhak bertanya.
Hanya saja Sandi sangat merasa bersyukur jika Alna benar-benar sudah tidak lagi merasa terpuruk dengan gagalnya pertunangan dirinya dan Bimo.
"Bim ... Bim, Alna sebaik itu kok ya kamu tinggalin begitu. Tapi bener yang dikatakan Alna, mereka nggak jodoh. Dan salah satu cara menunjukkan mereka nggak jodoh ya seperti ini."
Sandi melenggang pergi sembari menatap langit. Takdir orang sungguh rahasia. Pun dengan jodoh.
Pasangan yang sudah bersama dalam waktu yang lama ternyata tidak selalu memiliki takdir indah bersama. Dan yang baru datang malah bisa jadi pemenang.
"Semoga kalian menemukan kebahagiaan masing-masing." Doa tulus Sandi ucapkan bagi kedua orang yang merupakan temannya itu.
Di ruangannya, Alna masih menatap pon…
Disakiti Tentara Dicintai Ugal-ugalan Oleh Mafia
Tentara dan Mafia 58
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 71 Episodes
Comments
Lilis mulyati
heran aja kok ya orng sperti Bimo bsa lulus seleksi sbgai trnyta si orng plin plan dan melakukan sesuatu dngan terburu2 alias gegabah yg pda akhirnya membuat dirinya sndri hncur karna tndakan dirinya sndri alias kebodohannya itu
2025-04-11
0
GiZaNyA
selamat yaa Bimo... akhirnya berhasil merried juga sama Mila dan segala rahasia nya.. 😁
iya Bim.. si Yusuf yang bikin Alna lari kaya orang ngejar target tangkapannya... sebahagia ituuu Alna ke Yusuf.. 😁
2025-04-11
0
Mineaa
mak jleb kan bim, tepat d jantung.....huuh....rasain...., nantikan kesakitan yang berikut nya.....sakit tapi tak berdarah..... nyesek kan..., untung kamu jauh di sana, kalau deket sini......udah tak geprek kamu.....
2025-04-11
0