▪︎▪︎▪︎▪︎
"Apa jenis kelamin Cucu kami?" .
"Mereka, selamat Tuan, Nyonya, mereka berdua sangat tampan. Sangat mirip dengan Ayah mereka." Saut perawat dengan senyum seraya menoleh ke arah Zach.
"Ah, terima kasih." Semua yang ada disana berterima kasih dan bersyukur akan hal itu.
"Kalian semua dengar kan, cucu Mami laki-laki." Girangnya tak terkira. Lain halnya Zach, ia masih tampak murung dengan kabar bahagia itu.
"Kenapa Nak? Papi perhatikan kau sepertinya tidak bahagia." Papi menghampiri Zach yang masih saja diam tanpa respon apapun.
"Zach, Zachery." Panggil Papi lagi.
"Ah, ya Pi. Ada apa?" Seakan tersentak akan panggilan Papinya.
"Jangan tunjukkan raut tidak senang mu itu, kasihan mereka. Bisa saja nanti anak-anak mu berpikir bahwa Ayahnya tidak menginginkan mereka." Tukas Papi.
"Bukan Pi. Sama sekali Zach tidak ada rasa untuk seperti itu, Zach hanya masih mencemaskan Celo itu saja." Jawabnya jujur.
"Lihat dan sapa lah mereka." Titah Papi.
"Ya Pi." Bergegas ia menuju ruang dimana bayi kembarnya akan diberi perawatan.
^^^^
Dengan langkah besarnya, Zach menghampiri ruangan inkubator dimana bayinya dibawa tadi. Meski hanya dari luar jendela kaca, Zach sudah sangat bahagia bisa melihat kedua putra telah lahir ke dunia ini.
"Selamat datang ke dunia ini putra-putra Daddy. Sebentar lagi kita akan pulang ke rumah kita bersama Mommy ya nak." Tak bisa lagi di bendung, air mata mengalir deras di wajah Zach.
Entah karena ikatan batin atau apa, serempak kedua bayi mungil itu menoleh, mereka memiringkan kepala kecilnya ke arah Zach. Seperti tersenyum kearah Daddy mereka, menunjukkan mereka kuat dan akan terus berjuang.
"Terima kasih nak." Ia menempelkan telapak tangannya ke dinding kaca besar, berharap si kembar bisa merasakan kehadirannya.
Sebenarnya Zach sangat bahagia, bahkan sampai-sampai ia tidak bisa mengekspresikannya. Hanya saja, ia masih belum tenang sebelum melihat lansung ibu dari anak-anaknya memang baik-baik saja.
^^^^
Pintu ruang operasi kembali terbuka dua perawat mendorong Celo menggunakan ranjang pasien. Setelah kurang lebih empat puluh lima menit menunggu, akhirnya Celo dipindahkan ke ruang perawatan.
"Bagaimana keadaan putri saya?" Tanya Mami.
"Celo baik-baik saja Bibi, sekarang dia masih dalam pengaruh obat bius pasca operasi caesar barusan." Nate menjawab semua pertanyaan Mami begitu ia menggiring Celo ke kamar inap.
"Syukurlah." Mereka semua mengikuti kemana Celo dibawa.
"Sebaiknya, jangan ramai-ramai dulu. Kalian bisa bergantian untuk menemuinya nanti saat sudah terbangun." Imbuh Nate melihat beberapa keluarga Zach masih disana.
"Baiklah Dokter." Sebagian besar dari mereka undur diri dan hanya menyisakan Papi, Mami juga Chris saja. Sementara Bryan, pria itu ikut Eric mengatasi para pengacau-pengacau itu.
"Zach dimana paman?" Nate celingak celinguk mencari keberadaan sahabatnya.
"Paman menyuruhnya untuk menemui putra mereka."
"Ah baguslah." Ujar Nate.
"Mi, sebaiknya Mami…
Your Wife Is Not Your Wife
Aldric dan Archie
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 141 Episodes
Comments
Anita Grace
mantap buat teman2 zhack yg ganteng2..nama2 mereka aja keren2...sayang nggak ada visualnya.tinggal membyangin aktor2 korea😁😁😁
2020-08-17
0
Enung Yuningsih
kaya nya two babies twins, blom di adzan-in sama daddy nya ya...
2020-07-08
0
Asniladimu
lanjut...
2020-07-01
0