Lima Tahun Kemudian

Dulu Esson berpikir segala masalah bisa kelar dengan uang. Namun, kenyataannya tidak. Ada beberapa masalah yang tetap tak berujung meski dengan uang yang melimpah. Tentang Carla contohnya.

Lima tahun penuh Esson mencari jejak Carla, tetapi nihil. Jangankan sosoknya, sedikit petunjuk tentangnya saja tidak ada. Esson seperti orang bodoh yang selalu menemui jalan buntu.

Entah ke mana Carla. Esson sudah mencari di seluruh penjuru kota, bahkan sampai ke luar negeri, tetapi takdir tetap tidak mempertemukannya dengan Carla. Wanita itu seolah raib ditelan bumi.

Sebuah fakta yang akhirnya membuat Esson menyerah. Walau hati masih terpaut, tetapi ada masa depan yang harus dirajut. Tiga puluh tujuh tahun bukan usia yang muda, terlebih untuk tetap melajang dan menunggu wanita yang tak pasti akan kembali atau tidak.

Itu sebabnya Esson pun berhenti mencari Carla dan menikah dengan wanita lain. Bukan orang asing yang ia pilih, melainkan wanita yang telah ia kenal sebelumnya.

Tessa Aulia Wijaya, sahabat dekat Carla. Wanita yang kini menjadi pelabuhan terakhir Esson. Meski cinta masih belum mekar sepenuhnya, tetapi Esson sudah yakin memilih Tessa sebagai wanita yang hubungannya sah secara agama dan negara.

'Aku belum sepenuhnya mencintai kamu, pun belum sepenuhnya menghapus perasaan untuk Carla. Tapi, kamu adalah satu-satunya wanita yang pantas menjadi istriku. Jadi apa kamu bersedia menikah denganku dan menua bersamaku?'

Kata-kata Esson kala itu, ketika ia dan Tessa sudah dua bulan menjalin hubungan. Bukan tanpa alasan. Tessa adalah wanita yang selalu ada setelah Carla menghilang. Wanita itu pula yang dengan sabar mengobati luka yang ditorehkan Carla.

Tessa bukan wanita genit, apalagi penggoda yang selalu menjurus ke arah ranjang. Dia adalah wanita terhormat, bermartabat, dan pandai menjaga sikap. Dia adalah cerminan wanita yang memang pantas menyandang gelar Nyonya Esson.

'Cinta bisa tumbuh seiring waktu, bahkan cinta bisa mekar karena kebiasaan. Aku tahu, tidak mudah bagimu menghapus nama Carla. Tapi, aku percaya suatu saat kamu akan bisa. Aku bahagia menjadi wanita pilihanmu, Esson, dan aku bersedia menikah denganmu.'

Jawaban bijak Tessa yang membuat Esson makin yakin untuk menikah dengannya.

Lantas, pesta pernikahan pun disiapkan dengan matang. Gaun, cincin, gedung, dan konsepnya tidak kalah mewah dengan rencana pernikahan yang gagal dulu. Bahkan, cincin yang Esson persembahkan untuk Tessa pun tidak kaleng-kaleng, yakni cincin yang dibuat langsung oleh desainer ternama dari Paris. Harganya miliaran dan hanya ada satu dalam setiap negara.

Kini, pernikahan tersebut sudah dua bulan berjalan. Mengingat usia keduanya yang sangat matang—Esson 37 tahun dan Tessa 33 tahun, mereka tidak lagi menunda momongan. Sejak awal menikah langsung merencanakan kehamilan.

Tuhan pun merestui jalan yang mereka pilih. Satu bulan setelah menikah, Tessa mengandung anak Esson, dan sekarang kehamilan tersebut sudah berusia satu bulan. Kehidupan yang sangat indah, bukan?

"Sayang, nanti malam aku ada undangan makan dengan owner Hotel Sakura. Sepertinya mereka juga ingin bekerja sama untuk pengembangan restoran yang akan didirikan di sebelah hotel. Jadi, pulangku sedikit telat," ucap Esson sebelum berangkat ke kantor.

Sikapnya manis dan hangat, persis seperti sikapnya dulu terhadap Carla. Memang itulah Esson, selalu meratukan wanitanya.

"Iya, Sayang. Kamu hati-hati ya, kerjanya jangan terlalu diforsir."

"Siap, Sayang." Esson menjawab sembari memeluk Tessa dan mendaratkan ciuman mesra di keningnya. Sungguh, sikap seorang suami yang romantis dan penyayang.

Usai mengantar kepergian Esson, Tessa tersenyum sendiri sambil mengusap perutnya yang masih rata. Tak pernah disangka ia berhasil menjadi istri Esson, bahkan sebentar lagi akan menjadi ibu dari anak lelaki itu. Dulu hal ini tak pernah berani ia impikan selagi masih ada Carla.

"Semoga kita selalu bahagia, Esson," batin Tessa.

Lantas, ia kembali ke kamar dan meneruskan bacaan buku yang belum rampung. Sejak hamil dia memang fokus di rumah dan menjaga kandungannya.

Namun, Tessa juga tak keberatan. Melepaskan karier bukanlah apa-apa jika imbalannya adalah seorang Esson Barnard.

_________

Sesuai dengan jadwal yang telah diagendakan, malam ini Esson datang ke Hotel Sakura guna menghadiri undangan makan malam dari sang pemilik hotel.

Dengan didampingi tangan kanannya, Esson melangkah memasuki hotel dengan penuh wibawa dan karisma. Beberapa karyawan yang menyambutnya pun menunduk hormat, tahu bahwa Esson adalah tamu besar sang atasan.

Sesampainya di ruangan yang telah disediakan untuk mereka makan malam, Esson tertegun dalam beberapa saat. Perhatiannya tercuri penuh pada bunga-bunga segar yang tertata di setiap sudut ruangan.

"Bunga ini ...," batin Esson.

Pikirannya tak lagi di sana, tetapi berkelana pada masa silam. Konsep rangkaian bunga yang ada di hadapannya saat ini, mengingatkan Esson pada ciri khas sentuhan tangan seseorang. Carla Aurora.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

ken darsihk

ken darsihk

Kalau memang itu rangkai an bunga yng membuat Carla ,nggak akan berpengaruh apa2 kan Son untuk diri mu
Jangan lupa Son ada Tesa yng menunggu mu di rumah , dan calon anak mu

2025-04-29

2

Uba Muhammad Al-varo

Uba Muhammad Al-varo

apak ini awal pertemuan kembali antara esson dengan Carla dan misteri nya juga belum terungkap apa yang sebenarnya terjadi pada Carla /Sob/🤔🤔🤔

2025-04-29

2

Aditya hp/ bunda Lia

Aditya hp/ bunda Lia

pasti ketemu Carla tidak sengaja dan tabir itu akan terbuka

2025-04-29

2

lihat semua
Episodes
1 Membatalkan Pernikahan
2 Kehilangan Jejaknya
3 Alvero Barnard
4 Sahabat Carla
5 Lima Tahun Kemudian
6 Carla Kembali!
7 Amarah Esson
8 Keterkejutan Vero
9 Ternyata
10 Flash Back
11 Ajakan Menikah
12 Diabadikan Seseorang
13 Kehadiran Esson
14 Hampir Hilang Kendali
15 Apakah Hanya Pelarian?
16 Menemui Carla
17 Sikap Tenang Carla
18 Pengakuan Vero
19 Mendapatkan Jawaban
20 Amarah Esson
21 Dua Hati yang Rapuh
22 Rahasia Carla
23 Mengaku di Hadapan Tessa
24 Tekad Vero
25 Terjebak Dilema
26 Berbagi Luka
27 Cinta Adalah Kekikhalasan
28 Gilang
29 Rencana Licik Gilang
30 Maukah Bekerja Sama Denganku?
31 Deal!
32 Dua Ratus Juta
33 Tiba-Tiba Pulang
34 Bicara Empat Mata
35 Lelaki Tak Tahu Diri
36 Benang Merah
37 Penentu Permainan
38 Mabuk?
39 Salah Tingkah
40 Kedatangan Zayn
41 Sabotase
42 Jebakan Gila
43 Kalah Telak
44 Thomas Mendadak Hilang
45 Hutang Dulu
46 Gerimis dan Hati yang Menangis
47 Pertemuan Singkat
48 Ungkapan Cinta, Lagi
49 Kabar Buruk?
50 Kamu Pantas Dicintai
51 Kabar Baik dari Vero
52 Berhenti Memanggilku 'Mbak'
53 Permintaan Carla
54 Dinner?
55 Sleeping Together
56 Tamu Asing
57 Cemburu
58 Rencana Perjalanan
59 Sedikit Licik
60 Cemburu Lagi
61 Perkara Seikat Bunga
62 Telepon Dari Rumah
63 Duka
64 Pemakaman
65 Dipaksa Dewasa
66 Mulai Sedikit Merespon
67 Sejuta Sesal
68 Dipecat
69 Rencana Ke Bandung
70 Proyek Dari Paman
71 Tinggal Bersama
72 Harley
73 Senyuman yang Tak Nyaman
74 Pengkhianat Lagi
75 Tawaran Kedua
76 Esson Makin Membaik
77 Terlihat Wajah Aslinya
78 Siapa yang Terjebak?
79 Mendapatkan Kartu
80 Pengkhianat
81 Langkah Terakhir
82 Dibawa Ke Ranah Hukum
83 Palsu
84 Bersaksi
85 Keadaan Terbalik
86 Tikus Liar
87 Keputusan Final
88 Kita Sudahi Saja
89 Pergi
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Membatalkan Pernikahan
2
Kehilangan Jejaknya
3
Alvero Barnard
4
Sahabat Carla
5
Lima Tahun Kemudian
6
Carla Kembali!
7
Amarah Esson
8
Keterkejutan Vero
9
Ternyata
10
Flash Back
11
Ajakan Menikah
12
Diabadikan Seseorang
13
Kehadiran Esson
14
Hampir Hilang Kendali
15
Apakah Hanya Pelarian?
16
Menemui Carla
17
Sikap Tenang Carla
18
Pengakuan Vero
19
Mendapatkan Jawaban
20
Amarah Esson
21
Dua Hati yang Rapuh
22
Rahasia Carla
23
Mengaku di Hadapan Tessa
24
Tekad Vero
25
Terjebak Dilema
26
Berbagi Luka
27
Cinta Adalah Kekikhalasan
28
Gilang
29
Rencana Licik Gilang
30
Maukah Bekerja Sama Denganku?
31
Deal!
32
Dua Ratus Juta
33
Tiba-Tiba Pulang
34
Bicara Empat Mata
35
Lelaki Tak Tahu Diri
36
Benang Merah
37
Penentu Permainan
38
Mabuk?
39
Salah Tingkah
40
Kedatangan Zayn
41
Sabotase
42
Jebakan Gila
43
Kalah Telak
44
Thomas Mendadak Hilang
45
Hutang Dulu
46
Gerimis dan Hati yang Menangis
47
Pertemuan Singkat
48
Ungkapan Cinta, Lagi
49
Kabar Buruk?
50
Kamu Pantas Dicintai
51
Kabar Baik dari Vero
52
Berhenti Memanggilku 'Mbak'
53
Permintaan Carla
54
Dinner?
55
Sleeping Together
56
Tamu Asing
57
Cemburu
58
Rencana Perjalanan
59
Sedikit Licik
60
Cemburu Lagi
61
Perkara Seikat Bunga
62
Telepon Dari Rumah
63
Duka
64
Pemakaman
65
Dipaksa Dewasa
66
Mulai Sedikit Merespon
67
Sejuta Sesal
68
Dipecat
69
Rencana Ke Bandung
70
Proyek Dari Paman
71
Tinggal Bersama
72
Harley
73
Senyuman yang Tak Nyaman
74
Pengkhianat Lagi
75
Tawaran Kedua
76
Esson Makin Membaik
77
Terlihat Wajah Aslinya
78
Siapa yang Terjebak?
79
Mendapatkan Kartu
80
Pengkhianat
81
Langkah Terakhir
82
Dibawa Ke Ranah Hukum
83
Palsu
84
Bersaksi
85
Keadaan Terbalik
86
Tikus Liar
87
Keputusan Final
88
Kita Sudahi Saja
89
Pergi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!