“HUAAAAHHHH….” Suara Verrint menguap yang baru saja bangun dari tidur lelapnya. Tubuh Verrint pun kemudian dibawa oleh kakinya menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya juga. Tangan Verrint pun masih mengucek-ngucek matanya yang belum bisa terbuka lebar.
15 menit kemudian Verrint pun keluar dari dalam kamarnya dan langsung menuju ke meja makan yang tidak jauh dari kamarnya. Sambil menyandang tasnya, Verrint berjalan oleng ke meja makan itu. Biar pun sudah di guyur oleh air pada saat Verrint mandi, tapi Verrint masih saja belum bisa membuka matanya dengan sempurna.
“Tumben Rint, jam segini kamu udah siap mau berangkat ke sekolah?” tanya mbak Yunar heran. “Biasanya juga jam segini kamu baru mandi.” Lanjutnya.
“Huaaahhh…” Verrint kembali menguap. “Emangnya aku gak boleh berubah yah, jadi aku harus bangun siang terus.” Ucap Verrint dengan nada orang yang mengantuk.
“Ya nggak gitu juga sih, Rint. Tapi mbak aneh aja liatnya. Tapi bagus kok, jadi mbak gak usah capek-capek ngebangunin kamu lagi.” Jawab mbak Yunar.
“Ya udah ah… aku berangkat.” Ucap Verrint sambil beranjak dari tempat duduknya itu dan kemudian berjalan menuju pintu depan rumahnya.
“Iya, hati-hati yah, Rint.” Ucap mbak Yunar sambil tersenyum dan mengelangkan kepalanya.
***
Verrint berjalan menuju kantin SMA Valensi melalui koridor sekolahnya itu. Pagi ini SMA Valensi terlihat masih sangat sepi dan tenang. Tidak seperti biasanya, suasana yang ramai dan berisik selalu menyambut kedatangan Verrint yang selalu datang pada saat SMA Valensi telah dipenuhi oleh para siswa yang memenuhi sekolahnya.
Memang sih, hari ini Verrint datang ke sekolahnya pagi sekali. Langkah Verrint terhenti setelah Verrint sampai di kantin sekolahnya. Kemudian Verrint pun duduk disalah satu bangku kantin yang berada di pojok kantin itu.
Pandangan Verrint terlihat kosong, dan sesekali mulut Verrint pun menguap karena merasa ngantuk. Tak lama kemudian ada seseorang yang menghampiri Verrint dan kemudian d…
Verrint
BAB 6
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 47 Episodes
Comments