Karena banyak pasien yang harus dia tangani, membuat Bella ingin merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Baru saja ingin memejamkan matanya...
"Hei, anak bodoh buka pintunya..." teriak seseorang sambil menggedor pintunya dengan keras.
Bella ingin sekali tidak buka pintunya, tapi dia takut orang pada terganggu dengan ulah tamu yang tida dia undang.
"Heran, sudah tua tapi tidak punya etika datang ke rumah orang!" sindir Bella sambil menatap tamunya dengan tajam.
Tanpa dikasih ijin yang punya rumah, Juwita dan Derry tampak tidak mempedulikan Bella yang diam menatap mereka dengan kebencian.
"Kamu harus ikut dengan kami pulang!" perintah Juwita padanya.
"Ck... Bukannya kalian senang aku keluar dari rumah? Kenapa kalian suruh aku balik?" tanya Bella dengan sinis.
"Tidak usah perlu bertanya!" jawab Juwita dengan kesal. Sebenarnya apa yang dikatakan Bella benar. Tapi karena suaminya mulai membatasinya untuk penggunaan kartunya, sampai dia membawa Bella. Apalagi belakangan ini bisnis suaminya mulai merosot dan untuk membangkitkan usaha suaminya, suaminya ingin menikahkan Bella pada anak rekan suaminya.
"Tidak! Kalian pikir aku mau tinggal bersama kalian?"
"Kami tidak tanya pendapatmu! Kalau kamu tidak ikut pulang, barang-barang berharga ibu mu akan kami jual!"
Sesampainya dirumah ayahnya, ayahnya langsung memeluknya. Tentu saja membuat Bella terkejut. Pelukan yang sangat dia. Rindukan, sejak ibunya meninggal.
"Sayang kamu kemana saja?" tanya Sanjaya dengan bahagia saat melihat putrinya yang menghilang beberapa tahun.
Bella hanya tampak diam saja, dia tidak mau tampak bahagia karena ayahnya memeluknya. Sanjaya langsung mengajak Bella ke kamarnya, dimana kamarnya tampak masih sama dan bersih.
Nana dan Angga tampak sangat sepi karena Bella yang tiba-tiba mengabari mereka tengah malam kalau dia pulang paksa sama ibu tirinya.
"Ger, apa ada kabar dari Bella lagi kapan.dia balik?" tanya Nana yang sangat merindukan sahabatnya itu
"Belum! Tapi perasaan ku tidak enak. Kenapa mama…
HOME SWEET HOME
Pulang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 28 Episodes
Comments
Nisa Nisa
pemilihan kata jg kacau, masa Nana dan Angga tampak sepi.. awalnya td kukira kehilangan kata lg ternyata setelah dibaca ulang maksudnya mungkin merasa sepi. Authornya harusnya lebih teliti dan belajar tata bahasa lagi. Walaupun ini novel online setidaknya nyaman dibaca gk harus ngulang dan memikirkan kira2 apa maksud kalimatnya.
2025-11-02
0
Nisa Nisa
menang hanya mengangguk.. harusnya menganggukkan kepalanya
kesalahan macam ini banyak sekali bertebaran di novel ini
2025-11-02
0
Nisa Nisa
kalau dia pulang paksa?? harusnya kalau dia dipaksa pulang
apakah ini novel luar yg di translate oleh google??
2025-11-02
0