"Nduk, nanti sore kamu mbecek ke tempat Mbok Yah ya, sama Dimas juga. Tapi sebelumnya, mbecek dulu ke tempat Buk Salamah, di desa sebelah itu." Pesan Uti sebelum Laras berangkat bekerja.
Seperti acara pernikahan di desa pada umumnya, para tetangga akan saling bahu membahu untuk menyiapkan acara pernikahan itu.
Uti pun tak ketinggalan. Di usianya yang tak lagi muda, Uti selalu di percaya untuk mengurus masalah makanan setiap ada tetangga yang menyelenggarakan pesta.
Terkadang, Uti bahkan sampai membawa baju ganti agar tak repot wari - wiri pada saat waktu mandi.
"Banyak banget undangannya. Sehari ini masak ada tiga, Ti." Keluh Laras.
"Memang musim, Nduk. Memangnya kemana kok tiga? Undangan Uti cuma tempat Mbok Yem dan Bu Salamah tok." Tanya Uti.
"Ketempat temen kantorku, Ti. Dia juga nikah hari ini. Makanya aku bawa ganti, biar dari kantor bisa langsung kondangan." Jawab Laras sambil menunjukkan Totebag berisi pakaian dan alat makeup.
"Lha mau mandi di mana? Di kantor?." Tanya Uti lagi.
"Enggak, mandi di tokonya Mas aja, Ti. Kan kondangannya sama Mas juga." Kata Laras.
"Uti sama Ibuk di tempat Mbok Yem, kan?." Tanya Laras.
"Iyo, to. Uti karo Ibuk e Dimas yo rewang. Iki yo nggowo salin, kesel nak wara - wiri. ( Iya, to. Uti sama Ibuk nya Dimas ya rewang. Ini bawa ganti juga, capek kalau wara - wiri)." Kata Uti.
"Uti bawa aja kunci rumahnya kalo gitu. Biar aku langsung ke tiga tempat aja, gak usah pulang ke rumah dulu." Ujar Laras.
"Yowes nak no. (Yasudah kalau gitu)." Jawab Uti.
Laras pun berpamitan ketika mendengar Dimas mulai memanaskan mobilnya. Karna akan pergi ke kondangan, Dimas membawa mobilnya ke toko kali ini.
Padahal biasanya ia dan Laras lebih sering menggunakan motor, entah motor Dimas atau motor Laras, tergantung mood mereka.
"Jadi bawa ganti, Ay?." Tanya Dimas yang kemudian meraih totebag Laras dan meletakkannya di bangku baris ke dua.
"Iya, Mas. Gak sempet pulang deh, Uti minta tolong mbecek tempat Bu Salamah juga setelah kita tempat Mbak Ranti. Setelah itu, langsung ke tempat Mbok Yah sekalian nyusul Uti dan Ibuk." Kata Laras.
"Ibuk nitip mbecek tempat Bu Salamah kalo gitu, Nduk." Kata Bu Asih.
"Ibuk juga di undang to?." Tanya Dimas.
"Iyolah wong konco pengajian. (Iyalah orang teman pengajian)." Jawab Bu Asih…
Jodohku Tetanggaku
61. Mas Usahakan Kebahagiaanmu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 100 Episodes
Comments
Ghiffari Zaka
heeeeemmm yo wes Yo wes,seng lagi sayang2 Ngan...AQ minggir lah....😬😬
2025-12-05
1
Ima Kristina
Masyaallah beruntung banget wanita yang punya suami modelan Dimas
2025-10-27
1
Endang Sulistia
pantesan rezeki Dimas lancar jaya...orangnya Baek bnget
2025-11-20
1