Suami Dan Anak Ku Bukan Untuk Ku

Suami Dan Anak Ku Bukan Untuk Ku

Benci

seorang anak laki-laki tersungkur ke aspal yang basah akibat guyuran hujan deras, tubuhnya limbung karena dorongan anak laki-laki lainnya. Entah sudah berapa pukulan dan berapa makian yang ia terima, seperti biasa perlakuan tidak menyenangkan itu didapatkannya setiap pulang sekolah.

"Ah... dasar payah! Kenapa masih saja seperti itu, menyebalkan sekali." Gumam seorang gadis cilik dari jauh.

Kepalanya menggeleng berulang kali melihat lelaki yang sepertinya mau mati disana, kakinya terayun selangkah demi selangkah hingga akhirnya ia berlari.

"Berhenti kalian!" Jeritnya hingga membuat gerombol preman cilik itu menoleh padanya.

Lagi.... Wanita kecil itu yang membantunya, seperti sudah tidak asing lagi ketika keributan itu terjadi maka peri kecil itu pun hadir.

"Kau tidak lelah membelanya terus menerus?"

"Kau tidak lelah melakukan ini terus padanya, siapa kalian apa kalian akan menjadi orang jahat ketika besar nanti?"

"Menurutmu dia pantas dibela, berhenti melakukan ini dan biarkan kami dengan urusan kami saja!"

Gadis itu hanya mendengus kesal dan membangunkan bocah lelaki lemah di sampingnya, sebenarnya sudah sangat malu ia terhadap gadis di hadapannya.

"Pergi kalian! Jangan lagi melakukan ini, kalian tidak boleh menyakiti dia terus menerus!"

"Alah.... Lemah ya lemah saja, kau tidak perlu membelanya!"

"Sebaiknya kau jangan berteman dengan dia, dia hanya akan menyusahkan hidup mu saja!"

"Aku bilang pergi sekarang juga! Sekali lagi kalian lalukan ini sama Raja, aku akan buat kalian dikeluarkan dari Sekolah ini."

Empat sekawan itu menatap jengkel pada anak lelaki yang sudah sangat kesakitan karena ulah mereka, dengan mulut yang terus mengejek korbannya mereka pergi meninggalkan keduanya.

"Terimakasih, Claire."

"Terimakasih terus saja terimakasih, apa tidak ada yang bisa kamu lakukan setelah kejadian ini terulang terus dan terus?" Omelnya seraya berjalan sedikit menjauhi lelaki itu.

Claire adalah anak kelas 4 SD, sedangkan lelaki yang dibantunya itu Raja yang duduk dikelas 6 SD. Entah apa yang dimakan Raja setiap harinya, karena sepertinya apa pun itu tidak membuatnya bertenaga.

Claire rasanya sudah muak dengan perkelahian yang tanpa perlawanan itu, Claire merasa jika Raja adalah adik kelasnya bukan kakak kelasnya. Lagi pula bagaimana bisa seorang wanita selalu melindungi seorang lelaki, bukankah itu tidak seharusnya terjadi.

"Claire...."

"Diamlah, apa kau tidak mendengar cerita ku selama ini? Aku sudah katakan jika seorang laki-laki itu harus kuat, kau harus lawan mereka bukankah kau ini sudah lebih besar dari pada aku?"

"Maaf, Claire. Aku sudah berusaha untuk itu, tapi tidak mampu melakukannya sampai sekarang."

Lagi Claire mendengus kesal, lelaki di hadapannya memang lemah pantas saja gerombolan itu terus membully nya setia hari. Claire menarik tangan Raja untuk segera pergi saja, gerimis sepertinya tidak mau berhenti sampai saat ini.

Claire mengantarkan Raja pulang ke rumahnya, dengan begitu Claire bisa memastikan jika brandal cilik itu tidak mengganggu Raja lagi. Sampai di depan gerbang rumah Raja, Claire melepaskan genggaman tangannya, rasanya sekarang sudah aman untuk meninggalkan Raja.

"Masuklah, ceritakan semua pada Papa kamu. Minta saran dia harus seperti apa kamu menghadapai preman kecil itu!"

"Kenapa kamu seperti ini?"

"Seperti ini apa?"

"Kamu terus saja membantu ku, kamu tidak takut sama sekali bahkan meski mereka pernah membuat kamu terluka juga."

Claire mendelik, lalu apa yang harus dilakukannya jika melihat seseorang yang sedang kesusahan. Claire enggan menjawab dan memilih pergi begitu saja meninggalkan Raja, melihat punggung yang semakin menjauh itu membuat mata Raja panas.

Claire tidak tahu jika setiap Claire membantunya, itu membuat Raja sedih. Raja merasa terluka sendiri, merasa dirinya sama sekali tidak berguna. Bagaimana bisa seorang Claire yang jelas umurnya dibawah Raja justru selalu bisa membantunya, sedangkan Raja jangankan untuk membantu Claire, untuk menyelamatkan dirinya sendiri pun tidak mampu.

*

"Claire, kamu sudah pulang, seragam kamu basah ayo ganti baju dulu Nak."

"Iya Bu sebentar ya aku ganti baju dulu."

Tak perlu waktu lama Claire kembali Setelah berganti pakaian, berkumpul bersama papa dan mamanya di meja makan. Setelah kehujanan sepertinya memang enak makan makanan yang hangat, Claire tersenyum ketika Papanya tersenyum padanya.

Cukup lama mereka bersama menikmati hidangan yang disiapkan sang mama, hingga akhirnya Papa memulai pembicaraan. Claire tidak tahu jika ternyata mereka akan pindah kota meninggalkan rumah yang selama ini mereka tinggali.

"Kenapa kita harus pergi?" Tanya Claire yang benar-benar tak pernah membayangkan hal tersebut.

"Sekolah ku belum selesai jadi bagaimana kita bisa pergi? Aku tidak mau pindah Sekolah, Sekolah yang sekarang membuatku nyaman" Tambah Claire tanpa ragu.

"Claire kita itu tidak bisa tinggal di rumah ini lagi, kita akan pindah besok sebaiknya sekarang kamu siapkan pakaian kamu yang mau dibawa, urusan sekolah biar Papa sama Mama yang urus nantinya kamu akan mendapatkan sekolah yang terbaik sama seperti sekolah yang sekarang."

Claire termangu mencerna semua kalimat yang didengarnya, apa bisa seperti itu tapi kenapa Claire justru teringat sosok Raja. Jika Claire tidak ada untuk selamanya, siapa yang akan membantu Raja ketika brandal cilik itu menyakiti Raja lagi.

Claire menatap kedua orang tuanya bergantian, tapi bagaimana pun Claire tidak bisa membantah orang tuanya. Claire belum bisa melakukan semuanya sendiri, jelas saja Claire masih sangat atau bahkan akan selalu sangat membutuhkan orang tuanya.

"Claire." Panggil Ellena sang Mama.

"Kapan kita pergi?"

"Besok siang, besok pagi kamu masih bisa ke Sekolah. Kamu bisa pamit dulu sama teman-teman kamu di sana, tapi kami tidak bisa merubah keputusan."

Claire tersenyum tipis seraya mengangguk, sepertinya Claire bisa menemui Raja terlebih dahulu. Claire harus bisa memperingatkan lelaki itu untuk menjadi kuat, Raja tidak boleh selamanya jadi lelaki lemah.

"Ya sudah, aku ke kamar dulu ya mau bereskan barang dulu."

"Iya, maaf ya kalau Papa sama Mama mengganggu kenyamanan kamu."

"Tidak apa-apa." Tandas Claire seraya berlalu meninggalkan meja makan.

Sampai di kamar Claire terduduk di tempat tidurnya, kemana Claire akan pergi kenapa Claire tidak pertanyakan itu. Tapi apa itu penting untuk Claire, lagi pula selagi orang tuanya ada bersama Claire maka semua pasti akan baik-baik saja.

Claire mengangguk pasti lantas membereskan semua barang sesuai perintah orang tuanya, Claire meraih buku kecil dan pencilnya. Tangan mungilnya itu berhasil membuat kata demi kata hingga menjadi rangkaian kalimat, Claire tersenyum setelah kembali membacanya.

"Semoga saja lelaki lemah itu bisa mengerti maksud tulisan ini, tulisan aku tidak jelek kan kalau kayak gini." Gumam Claire dan kembali meneruskan kegiatan merapikan barangnya.

*

Bel Sekolah tanda istirahat telah tiba, semua murid berhamburan ke setiap penjuru Sekolah untuk menikmati waktu istirahatnya. Claire memilih duduk di halaman belakang kelasnya, Claire malas makan atau melakukan kegiatan lainnya dihari terakhirnya saat ini.

"Kamu sakit?" Suara yang didengarnya membuat senyum Claire merekah.

"Kenapa di sini?" Tanya Raja seraya ikut duduk.

"Tidak apa-apa, mau saja."

Raja mengangguk dan memberikan satu cup minuman rasa anggur pada bocah cilik di sampingnya, Claire kembali tersenyum lantas menerima minumannya. Beberapa saat keduanya sama-sama diam bertahan dengan pikiran masing-masing, hingga akhirnya Claire menoleh dan menatap beberpa luka yang masih terlihat di wajah Raja.

"Lukanya masih sakit?"

"Sedikit, tapi sudah bukan masalah."

"Kamu sudah bicara dengan Papa kamu, bagaimana pendapatnya tentang kamu yang selalu saja lemah?"

Tak ada jawaban, Raja hanya merespon dengan senyuman saja. Claire mengangguk dan merogoh saku bajunya, Claire mengeluarkan kotak kecil yang disiapkannya untuk Raja.

"Terima ini."

"Ini apa?"

"Kamu boleh membukanya ketika nanti sampai di rumah, kamu harus mengerti apa maksudnya dan kamu harus melakukannya."

Raja diam dengan menatap Claire, ingin Raja membuka kotaknya sekarang tapi Claire melarangnya. Setelah cukup berbincang akhirnya mereka kembali ke kelas, Raja tidak tahu jika Claire justru langsung pulang karena harus melakukan perjalanan yang sudah dijadwalkan.

Sepulang sekolah kejadian serupa terjadi lagi, langkah Raja di hadang oleh preman cilik itu. Raja hanya bisa menunduk tanpa berani menatap mereka, melihat lemahnya Raja justru membuat mereka bangga dan tertawa lepas.

"Sekarang tidak akan ada yang membelamu lagi, malaikat penolong mu sudah tidak ada lagi."

"Apa maksud mu?"

"Dasar bodoh! Kau fikir dia akan selalu membela mu, dia pasti lelah berteman dengan lelaki lemah seperti dirimu."

Keributan itu terjadi begitu saja, seperti biasa Raja hanya pasrah menerima perlakuan tidak baik itu. Tapi pikiran Raja justru tertuju pada Claire, benar sekali wanita itu tidak datang membantunya kali ini.

"Rasakan itu dasar lemah, teruslah menjadi seperti itu karena kau sangat lucu dan menggemaskan. Ingatlah, siapa pun tidak ada yang mau membantu mu karena hanya wanita bodoh itu yang rela membantu mu dan melukai dirinya sendiri. Menyedihkan!"

Mereka meninggalkan Raja begitu saja setelah puas dengan segala tingkah sok hebatnya itu, entah akan tumbuh jadi apa mereka semua jika kecilnya saja seperti itu. Raja mengeluarkan kotak yang diberikan Claire tadi, Raja tidak bisa menunggu sampai di rumah hingga Raja membukanya sekarang.

"Untuk Raja. Sampai kapan pun kamu tidak akan menjadi kuat jika dirimu tidak menginginkan itu, jadi lemah itu bukanlah dosa, tapi jadi kuat itu pilihan. Kamu bukan hidup untuk hari ini saja, jatah hidup mu pasti panjang diberikan Tuhan."

"Untuk Raja. Hari ini harus jadi hari terakhir kamu menjadi lemah, besok dan seterusnya kamu harus memilih untuk menjadi kuat. Karena Raja, aku tidak bisa membantu kamu lagi setelah hari kemarin, aku akan pergi karena aku harus pindah rumah dan itu artinya kita tidak akan bisa bertemu lagi."

"Untuk Raja. Aku tidak akan tahu seperti apa hidup kamu setelah hari ini, dan aku juga tidak tahu seperti apa hidup aku setelah hari ini. Suatu hari jika kita bertemu lagi, aku mau melihat Raja yang kuat, Raja yang hebat. Karena saat itu aku yang akan membutuhkan bantuan kamu, kamu harus janji ya harus jadi Raja yang kuat."

Tak terasa air mata Raja menetes begitu saja, kenapa Raja tidak membukanya lebih awal mungkin Raja bisa berterimakasih untuk terakhir kalinya. Jika saja Raja membuka lebih awal, mungkin juga Raja bisa menahan Claire untuk tidak pergi.

"Aku janji, jika besar nanti aku akan menemui kamu dengan Raja yang kuat." Gumam Raja seraya mengusap air matanya.

Lukanya bertambah dan sakit sekali, Raja bangkit dan berjalan lemah menuju rumahnya. Kemana Claire pergi kenapa dia tidak menuliskan tujuan kepergiannya, kenapa dia pergi apa karena lelah harus terus menolong Raja yang lemah selama ini.

"Maaf dan terimakasih Claire, suatu hari kita akan bertemu lagi. Aku janji aku akan jadi penolong kamu dalam hal apa pun, hanya aku!"

Episodes
1 Benci
2 Bukankah Harus
3 Ketika Dewasa
4 Sebatas Memberi Anak
5 Tidak Mau Tahu
6 Tidak Tahu Malu
7 Setelah 12 Tahun
8 Mainan
9 Nyaris Saja
10 Bisa Aku Menolak?
11 Salah
12 Seperti Ini Takdir Ku
13 Sesuai
14 Cepat Sembuh Ya
15 Kita Harus Punya
16 Coba Dulu
17 Berakhir
18 Buruk Sekali
19 Gaduh
20 Suka Suka Claire
21 Harus Sama-sama
22 Jangan Pergi
23 Musuh Lama
24 Berikan Aku Semua
25 Berhasil
26 Akhirnya
27 Jangan Pernah Berpikir Itu
28 Bersama
29 Tak Paham
30 Aku Menunggu
31 Terwujud
32 Lebih Pahit
33 Jadi Buruk
34 Heboh
35 Tersisih
36 Aku Salah
37 Segalanya
38 Salah Paham
39 Ini Salah
40 Darah
41 Kalap
42 Biarkan Saja
43 Masih Bersama
44 Tidak Seperti Itu
45 Maaf
46 Kita Akan Bersama
47 Harus
48 Sesuka Hati
49 Masing-masing
50 Tidak Selalu Buruk
51 Ini Baik-baik Saja?
52 Jangan Salahkan
53 Berhasil?
54 Sudah Cukup
55 Tiba-tiba Saja Berduka
56 Harus Dapat
57 Semoga Bisa Berubah
58 Akhiri Semua
59 Sepakat
60 Terlalu Lama
61 Sebaiknya Masuk
62 Bertemu
63 Tak Sangka
64 Kita Akan Bekerja Sama
65 Busuk!
66 Biarkan Saja
67 Jadi Kenyataan?
68 Apa Pantas?
69 Tunggu Dia!
70 Penyesalan
71 Mau Bagaimana Lagi
72 Jangan Tunda
73 Semoga Saja
74 Serba Salah
75 Lepas
76 Sadar Diri
77 Gagal
78 Siapa Sangka
79 Ada Pilihan?
80 Ternyata Bisa
81 Lebih Baik
82 Bersama
83 Berdua
84 Puas
85 Bodoh
86 Jangan Marah
87 Lupa Diri
88 Mulai
89 Terulang
90 Terbuka
91 Coba Dulu
92 Lakukan
93 Jujur Atau Tidak
94 Akan Berusaha
95 Semua Akan Berubah
96 Kita Bersama
97 Hadiah Istimewa
98 Aman
99 Andai Saja
100 Selalu Saja
101 Tidak Seharusnya
102 Jangan Sampai
103 Semua Salah
104 Berakhir
105 Tidak Mau
106 Masih Tentang Harapan
107 Bertemu
108 Sudah Membaik
109 Jangan Berubah
110 Tidak Mungkin
111 Memang Harus Jadi Nyata
112 Tetap Tidak
113 Jangan Sampai
114 Masih Mengalah
115 Lebih Singkat
116 Coba Saja
117 Gagal
118 Selalu Sama
119 Malu
120 Menyebalkan
121 Maju Dulu Saja
122 Biarkan Saja
123 Tidak Seharusnya
124 Berakhir
125 Harus Bagaimana
126 Sulit
127 Hanya Kita
128 Jangan Sampai Terjadi
129 Tak Mengerti
130 Jelas Sekali
131 Jangan Berubah
132 Masih Suka
Episodes

Updated 132 Episodes

1
Benci
2
Bukankah Harus
3
Ketika Dewasa
4
Sebatas Memberi Anak
5
Tidak Mau Tahu
6
Tidak Tahu Malu
7
Setelah 12 Tahun
8
Mainan
9
Nyaris Saja
10
Bisa Aku Menolak?
11
Salah
12
Seperti Ini Takdir Ku
13
Sesuai
14
Cepat Sembuh Ya
15
Kita Harus Punya
16
Coba Dulu
17
Berakhir
18
Buruk Sekali
19
Gaduh
20
Suka Suka Claire
21
Harus Sama-sama
22
Jangan Pergi
23
Musuh Lama
24
Berikan Aku Semua
25
Berhasil
26
Akhirnya
27
Jangan Pernah Berpikir Itu
28
Bersama
29
Tak Paham
30
Aku Menunggu
31
Terwujud
32
Lebih Pahit
33
Jadi Buruk
34
Heboh
35
Tersisih
36
Aku Salah
37
Segalanya
38
Salah Paham
39
Ini Salah
40
Darah
41
Kalap
42
Biarkan Saja
43
Masih Bersama
44
Tidak Seperti Itu
45
Maaf
46
Kita Akan Bersama
47
Harus
48
Sesuka Hati
49
Masing-masing
50
Tidak Selalu Buruk
51
Ini Baik-baik Saja?
52
Jangan Salahkan
53
Berhasil?
54
Sudah Cukup
55
Tiba-tiba Saja Berduka
56
Harus Dapat
57
Semoga Bisa Berubah
58
Akhiri Semua
59
Sepakat
60
Terlalu Lama
61
Sebaiknya Masuk
62
Bertemu
63
Tak Sangka
64
Kita Akan Bekerja Sama
65
Busuk!
66
Biarkan Saja
67
Jadi Kenyataan?
68
Apa Pantas?
69
Tunggu Dia!
70
Penyesalan
71
Mau Bagaimana Lagi
72
Jangan Tunda
73
Semoga Saja
74
Serba Salah
75
Lepas
76
Sadar Diri
77
Gagal
78
Siapa Sangka
79
Ada Pilihan?
80
Ternyata Bisa
81
Lebih Baik
82
Bersama
83
Berdua
84
Puas
85
Bodoh
86
Jangan Marah
87
Lupa Diri
88
Mulai
89
Terulang
90
Terbuka
91
Coba Dulu
92
Lakukan
93
Jujur Atau Tidak
94
Akan Berusaha
95
Semua Akan Berubah
96
Kita Bersama
97
Hadiah Istimewa
98
Aman
99
Andai Saja
100
Selalu Saja
101
Tidak Seharusnya
102
Jangan Sampai
103
Semua Salah
104
Berakhir
105
Tidak Mau
106
Masih Tentang Harapan
107
Bertemu
108
Sudah Membaik
109
Jangan Berubah
110
Tidak Mungkin
111
Memang Harus Jadi Nyata
112
Tetap Tidak
113
Jangan Sampai
114
Masih Mengalah
115
Lebih Singkat
116
Coba Saja
117
Gagal
118
Selalu Sama
119
Malu
120
Menyebalkan
121
Maju Dulu Saja
122
Biarkan Saja
123
Tidak Seharusnya
124
Berakhir
125
Harus Bagaimana
126
Sulit
127
Hanya Kita
128
Jangan Sampai Terjadi
129
Tak Mengerti
130
Jelas Sekali
131
Jangan Berubah
132
Masih Suka

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!