Evan juga mulai mengocok kartunya secara perlahan-lahan. Terlihat tangan Evan yang masih begitu kaku dalam mengocok dan bahkan sampai membuat kartu terburai.
"Ini... apa dia benar-benar bisa bermain kartu, apa modal nekad saja," pikir Yohana melihat itu.
Sebelumnya Evan memang sangat jago dalam bermain dadu dan berhasil mengalahkan teknik istimewa miliknya, namun dalam bermain kartu ini, Evan tampak seperti seorang pemula. Lantas bagaimana dia bisa memiliki nyali untuk menantang Miswan bertanding, pikir Yohana.
Evan kembali menyusun kartu yang terburai dan mengocoknya kembali. Setelah selesai mengocok, Evan meletakkan kartunya di atas meja dan meminta Miswan untuk memotongnya.
Miswan mulai meletakkan telapak tangannya pada tumpukan kartu dan bersiap untuk memotongnya. Kembali Miswan mengeluarkan tekniknya dengan menjentikkan jarinya dengan cepat. Beberapa kartu langsung masuk ke dalam celah lubang jaket lengannya.
Tidak ada satupun orang yang melihat teknik tersebut terkecuali Evan. Evan dapat melihatnya dengan sangat jelas sekali menggunakan mata api miliknya.
Dengan kemampuan tembus pandang miliknya, Evan dapat mengetahui dengan jelas letak beberapa kartu yang dia sembunyikan di balik lengan jaketnya. Tapi berpura-pura bahwa dia tidak tahu apa-apa dan biarkan semuanya berjalan normal.
Kemudian Miswan memotong kartu tersebut dan meletakkannya di atas meja. Evan juga menumpukkan kembali potongan kartu dan mulai membaginya.
"Bocah ini benar-benar pemula dan tidak memiliki teknik curang apapun, beraninya menantang ku," pikir Miswan.
Miswan sembari tadi terus menatap setiap pergerakan dari Evan. Dari mulai mengocok sampai membagikan kartu, sama sekali tidak ada yang istimewa di sana.
"Taruhan sudah di tetapkan," ujar Evan setelah selesai membagikan kartunya.
"Langsung buka kartu saja, akhirnya juga sudah di tentukan" sambung Evan.
"Ucapanmu bagus, akhirnya memang sudah di tentukan," balas miswan dengan penuh rasa percaya diri.
Miswan memegang kartu miliknya bersiap untuk membukanya. Dia kembali menjentikkan jarinya, sehingga satu kartunya langsung masuk ke dalam lubang lengan jaketnya dan sebuah kartu keluar menggantikannya.
Proses itu terjadi begitu cepat tanpa di sadari semua orang. Miswan juga langsung membuka kartu miliknya di atas meja. Terlihat dua buah kartu Miswan dengan angka 5 dan 3 yang berarti bernilai 8.
"Kartunya delapan, itu nilai yang cukup besar sekali," ujar salah seorang di sana.
"Entah berapa kartu milik pemuda itu, paling tidak nilai kartunya harus 9 jika ingin menang," ujar pria yang lain.
"Nilai 9 adalah yang terbesar dan paling sulit di dapatkan, apa mungkin kartu miliknya benar-benar 9?" ujar orang yang lain lagi.
Yohana sendiri juga tidak bisa tenang dan panik. Nilai 8 itu sangatlah besar sekali, jika Evan tidak mendapatkan nilai 9, maka sudah di pastikan kalah, atau paling tidak harus mendapatkan nilai 8 juga, agar pertandingan seri dan di l…
BANGKITNYA MATA API MEMBARA
episode 49 PEMENANG AKHIR
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 111 Episodes
Comments
Hiu Kali
otornya masih malu-malu... lepaskan semua 10rb kata yang sudah jadi thoor... biarkan adegan evan bersama dua wanita super cantik menghibur pembaca setiamuuh...
2025-06-29
4