Thariq menyilangkan kakinya, menatap tenang sang Ayah mertua. “Kita tak lagi sedang membahas bisnis, tak jua terlibat kerja sama. Lantas, apa Papa pikir saya bersedia diajak bernegosiasi seperti ini?”
Mendengar balasan Thariq, Sigit Wiguna menahan geram, tetapi berhasil disembunyikan dengan raut tenang. “Kalau kau lupa, kini Papa ingatkan! Almarhum kakek mu Alamsyah lah yang menjodohkan Arimbi, memintanya untuk menjadi cucu menantu di keluarga Alamsyah. Lantas dengan dirimu hendak menikah lagi, bukankah itu mengecewakan nya?”
Thariq tetap tenang menghadapi ancaman terselubung itu. “Mendiang kakek Alamsyah, hanya menjodohkan. Selebihnya, bukan lagi urusannya! Saya memiliki kendali penuh atas kehidupan dan keluarga yang saya bangun. Namun, tetap memberikan pilihan bila wanita pilihan Kakek … tak lagi sanggup lagi mendampingi, terlebih ingkar dari janjinya, dia boleh pergi atau tetap membersamai saya.”
“Arimbi, untuk terakhir kalinya … saya memberikanmu pilihan; Bertahan atau saya lepaskan. Pilihlah sekarang juga!” Thariq meletakkan map yang sudah di buka, terpampang nyata kertas putih bertinta hitam, yang mana terdapat bagian membutuhkan tanda tangan istri pertama.
Widya Mandala dan juga Sigit Wiguna saling pandang, sama-sama menyimpan emosi layaknya lava gunung Merapi.
‘Bila gagal mencegah pernikahan itu terjadi, biarkan saja mereka menikah!’ kalimat Adisty terngiang-ngiang di kepalanya.
Lengan Arimbi terulur meraih pena, jemari menggenggam erat alat tulis itu, sebulir air mata terjatuh. Ia sama sekali tidak menyangka mengalami momen menyakitkan ini.
‘Tega kau Thariq. Aku begitu mencintaimu, tapi sedikitpun tak ada artinya di matamu.’
Selesai! di atas materai telah tertera tanda tangan Arimbi Wiguna, istri pertama Thariq Alamsyah. Dia yang dulu begitu berambisi, menggunakan segala cara agar almarhum kakek Alamsyah sudi menjodohkan dirinya dengan cinta pertamanya, tapi sayangnya bertepuk sebelah tangan.
Hanya Arimbi yang mencintai dan selalu berusaha dekat dengan Tha…
AMBISI SANG ANTAGONIS
Asa : 15
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments
jumirah slavina
bughhh..." Jumi menabok mulut Arimba
2025-06-17
8
Secret Admire
kak cublik keren banget pokoknya.. biasanya baca novel udah bisa ketebak alurnya.. ini masih abu abu😂
2025-06-17
3
Secret Admire
sakit juga ya jadi Arimbi.. hiks...
2025-06-17
3