Setelah membaca pesan yang di kirim paman Hu, Lian Yue keluar dari ruang obrolan. Dia kembali menelusuri berita tentang keadaan dunia yang sekarang dia tempati kembali. Tiba-tiba dia ingin melihat keadaan kantor tuan Han. Dia ingin mengetahui Kekayaan Tuan Han. Terlihat senyum misterius terlihat jelas di bibir merah miliknya . Dia ingin tahu seberapa besar kekayaan Keluarga itu. Namun sebelum jemari tangannya bekerja , tiba - tiba dia melihat ada notifikasi pesan masuk. ternyata pesan dari paman Nan . Dengan segera Dia membatalkan Niatannya.
"Lebih baik aku melakukan itu dengan memakai Laptop di rumah..." ucapnya dalam hati. lalu dia membuka pesan dari Paman Nan.
Dan isi pesan tersebut. hanya menanyakan keadaan Dia. Karena Bibi Jum sampat khawatir tentang keadaannya. Membaca pesan tersebut Lian Yue merasakan kehangatan mengalir di dalam hatinya . Sejak kehidupan pertamanya sampai kehidupan sekarang, hati dua paruh baya tersebut sangat tulus. Dan dia bertekad akan membawa keduanya hidup bersama Dia jika mereka mau. Setelah membalas pesan dari Paman Nan, Lian Yue memasukkan kembali Ponselnya kedalam tas sekolahnya.
Sedangkan Guru Matematika yang sejak tadi berdiri di belakang yang sedang melihat keadaan muridnya yang sedang mengerjakan Soal, berjalan dengan cepat kearah Meja guru. Dia penasaran dengan jawaban murid wanita Lian Yue . Dia memang mendengar dari guru Kimia dan Fisika kalau gadis ini memiliki Nilai sempurna untuk kedua pelajaran tersebut. Dan Berita tentang kepandaian gadis ini telah menjadi pembicaraan di ruang Guru. dan juga perubahan murid di kelas XI C yang kini terlihat lebih bersemangat dalam menerima pelajaran di bandingkan saat mereka masih berada di kelas X. Namun dia merasa tidak percaya saat Gadis itu hanya membutuhkan waktu tidak sampai 30 menit dalam mengerjakan soal-soal tersebut. sebab sebagian kecil dari soal itu, dia sisipkan soal pelajaran untuk kelas XII. Karena itulah Dia ingin segera melihatnya. Dan saat Dia sampai di meja Guru, Dia segera mengambil lembar soal milik Lian Yue . Namun betapa terkejutnya Dia saat Dia melihat hasil ujian Lian Yue. Matanya membola dengan wajah tak percaya saat melihat lembar kertas jawaban di tangannya . semua jawaban Lian Yue membuat dia sangat kaget tak percaya.
"Ini tidak mungkin...." ucapnya perlahan. Dia kembali melihat jawaban Yang di buat Lian Yue. Di sana juga tertulis cara menyelesaikan jawabannya. dari mulai soal yang muda sampai Soal yang Sulit. Dan cara mengerjakan jawaban itu membuat Dia kembali tertegun . Semua jawaban betul semua. Dan cara yang di lakukan Lian Yue terlihat lebih sederhana.
"Anak ini...Dia Ternyata memiliki otak jenius. Soal yang ku buat ini, selain belum aku terangkan rumus nya, soal- soal ini aku sisipkan soal- soal untuk anak kelas XII. Dan dia mengerjakannya dengan mudah..." Ucapnya dalam hati . Dia semakin kagum saat melihat Rumus yang di gunakan Lian Yue tidak pernah atau tidak ada di dalam fikiran Guru Gin.
"Aku harus memberitahukan masalah ini pada kepala Sekolah. Ini adalah berita yang sangat baik bagi kepala sekolah. Apalagi sebentar lagi Ada Olimpiade Nasional. Bukankah ada peluang besar bagi Sekolah ini untuk merebut juara umum..." ucapnya dalam hati.
Membayangkan apa yang ada di otaknya, bapak Guru Gin tersenyum dengan gembira. Dia tidak melihat kalau murid yang lain kebingungan mengerjakan soal yang Dia buat. Dan saat pikirannya kembali ke kenyataan, dia melihat murid- muridnya terlihat kebingungan menjawab soal yang dia berikan. Melihat itu dia hanya bisa meminta maaf dalam hati. Hingga saat waktu pelajaran miliknya hampir habis, Dia melihat semua murid terlihat lesu. Setelah waktu tinggal 10 menit lagi, Dia berkata.
"Selesai tidak selesai, kumpulkan semua soal Dan jawaban kalian... " Ucap Guru Gin dengan tenang.
"Pak... Kami rasa soal yang bapak berikan hari ini sangat sulit. Dan kami merasa kalau pelajaran yang membahas tentang soal ini belum bapak terangkan... " Ucap Hanzhan sang ketua kelas.
"Benarkah...? Kalau begitu dalam pertemuan kita selanjutnya kalian ujian susulan dan anggap saja hari ini sebagai pelatihan untuk kalian semua dalam menyelesaikan soal- soal dari bapak. Hasil dari ujian sekarang, tidak akan bapak masukkan di dalam buku Nilai kalian, tapi jika ada yang bisa mendapatkan Nilai baik , Nilai tersebut akan bapak jadikan tambahan Nilai ujian kalian minggu depan. Bagaimana.. Apakah kalian setuju...? " Ucap Guru Gin dengan wajah gembira. Mendengar ucapan sang Guru, tentu saja mereka secara kompak berseru.
"Setujuu.. kami Sangat setuju pak....! " Seru mereka dengan gembira.
"Ya sudah bapak akhiri pertemuan kita, ingat pertemuan kita minggu depan, kita adalan ulangan kembali . Dan saat itu, kalian harus benar benar belajar . Karena Bapak tidak memberi toleransi bagi Nilai yang jelek. Dan satu lagi, Tadi Bapak telah memeriksa hasil ujian Hua Lian Yue , Dan Nilainya sempurna. Jadi minggu depan Lian Yue tidak usah ikut ujian...ya sudah bapak pergi dulu selamat siang anak-anak...." Ucap Guru Gin sambil membawa soal ujian Dan juga tas kerja miliknya berjalan keluar kelas .
"Siang pak..."jawab mereka serempak. Setelah kepergian sang Guru, Semua murid menatap Lian Yue dengan tatapan semakin kagum. Sedangkan Lian Yue sendiri tetap tenang di bangkunya. Namun karena tatapan mereka itu, membuat Lian Yue jenga sendiri.
" Ada apa dengan kalian...? " Ucapnya sambil menatap mereka satu persatu.
"Yue... Bagaiman bisa kau menjawab soal tadi. Dan kami yakin pak Gin belum pernah menjelaskan soal tadi.. ?" Tanya Hanzhan si ketua kelas.
" Benar kata ketua kelas Yue...kami rasa kami belum pernah menerima penjelasan soal- soal tadi dari pak Gin.." Kata Hu Ling murid wanita teman sekelasnya. Mendengar pertanyaan teman-teman nya, Lian Yue terdiam sejenak. Dan tak lama terdengar ucapan nya.
"Oo itu..soal-soal dari pak Gin tadi kebetulan aku pelajari dari buku yang aku pinjam di perpustakaan.. " Ucap Lian Yue berbohong. Mendengar penjelasan Lian Yue, terlihat mereka terdiam. Lalu tak berapa lama, terdengar suara sang ketua kelas kembali.
"Yueyue... Apakah kau mau membantu kami untuk memberi sedikit pelajaran pada kami semua, ma.. Maksudku kami ingin kamu menjelaskan soal - soal yang kami tidak tahu cara penyelesaiannya..." Ucap Hanzhan sang Ketua kelas. Mendengar ucapan ketua kelas mereka, seketika wajah murid yang lain berbinar senang
"Benar Yue... Kami harap kau mau membantu kami belajar...? " Ucap salah satu murid wanita yang di setujui oleh yang lain. Tentu saja Lian Yue kaget. Namun Dia tak bisa menghindar atau menolak mereka, Saat melihat kesungguhan mereka, akhirnya Lian Yue berkata.
"Baiklah... tapi dengan satu syarat, kalian harus benar - benar mau belajar... " Ucap Lian Yue.
Mendengar kesanggupan Lian Yue, mereka tertawa gembira. Tak lama guru selanjutnya…
KEMBALI KE MASA LALU
KEKECEWAAN SULYN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 143 Episodes
Comments
Bunda melin Nabila
kok shbtnya manggil kak c thor sm c yu tang buknya mrka seumurn ya sekelas jga kn
2025-08-04
2
Frando Wijaya
hmm....di pikirkn lg...apakh Dunia nyata tiap tmpt sekolah ada saingan ya? saingan yg gw maksud...spa tmpt sekolah terbaik ya?
2026-05-10
0
Frando Wijaya
itu krn lo kondisi buta cinta....mkany lo gk peduli julukan lo sendiri sampe2 lo kna mslh sendiri
2026-05-10
0