Keesokan paginya, Madeline terbangun lebih dulu.
Cahaya matahari yang menembus tirai mewarnai kamar dengan rona keemasan, dan untuk sesaat, ia mengira semua yang terjadi hanyalah mimpi.
Namun saat ia sedikit menoleh dan melihatnya di sana, di sampingnya, tidur dengan damai, dada telanjangnya terlihat di balik selimut—ia tahu itu nyata.
Itu benar-benar terjadi. Setiap ciuman, setiap sentuhan, setiap bisikan di kulitnya…
Ia merasakan berat lengan Liam yang masih melingkari tubuhnya. Madeline tetap dalam posisi itu selama beberapa detik, memandangi wajahnya.
Ada sesuatu yang begitu lembut pada pria yang biasanya begitu percaya diri itu saat tertidur: rahangnya tampak rileks, bibirnya sedikit terbuka, sehelai rambut jatuh menutupi dahinya.
Dengan sangat hati-hati, Madeline melepaskan diri dari pelukannya dan duduk di pinggir ranjang. Ia meraih jubah tidurnya, membungkus tubuhnya yang masih sensitif, lalu menuruni tangga tanpa alas kaki.
Di dapur, ia mulai menyiapkan sarapan. Aroma kopi yang baru diseduh memenuhi udara, dan Madeline tak bisa menahan senyum yang muncul dengan sendirinya. Kulitnya masih terasa geli, seolah tangan Liam masih membelainya. Ia menyentuh bibirnya, mengingat kembali ciumannya, dan menghela napas pelan.
Ia sedang menyajikan telur ketika mendengar suara langkah kaki menuruni tangga. Tak perlu melihat, ia tahu siapa itu. Suaranya berbeda—penuh keyakinan. Liam.
Ia memeluk Madeline dari belakang tanpa berkata apa-apa, melingkarkan tangannya ke pinggangnya, lalu mengecup perlahan lekukan lehernya.
"Selamat pagi…" gumamnya dengan suara serak khas orang yang baru bangun.
"Selamat pagi juga untukmu," balas Madeline tanpa menoleh, berusaha tetap tenang meski sensasi dingin merambat di punggungnya.
"Harumnya menggoda…"
"Kamu lapar?"
"Sangat..." jawabnya, sebelum mencium pundaknya sekali lagi dan melepaskan pelukan untuk duduk di salah satu bangku dapur.
Keduanya sarapan dalam keheningan beberapa menit, hanya diiringi tatapan hangat dan senyum yang tak dise…
Usia Bukan Masalah
Episode 7
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 21 Episodes
Comments