Pagi itu, Kayla baru tiba di kampus usai satu bulan magang. Rambutnya di kuncir sederhana, wajahnya sedikit lebih gelap karena matahari desa, tapi matanya bersinar lebih tajam dari sebelumnya.
Ia masuk ke ruang dosen untuk menyerahkan laporan tertulis magangnya.
“Silakan duduk, Kayla,” ucap Dosen Pembimbing, Dr. Iqbal, sambil membolak-balik laporan.
Kayla duduk tenang.
Beberapa detik hening, lalu Dr. Iqbal menatapnya tajam. “Laporan ini… luar biasa.”
Kayla menunduk. “Saya hanya menulis apa yang saya alami, Pak.”
“Bukan hanya tulisanmu. Tapi tindakanmu di lapangan. Aku mendapat kabar dari dinas kesehatan dan bidan desa.” ujar Dr. Iqbal dengan kagum
Kayla kaget.
“Dan semalam, seseorang dari media lokal menghubungi fakultas. Mereka ingin wawancara kamu, karena ceritamu dianggap inspiratif.” jelas Dr. Iqbal lagi
“Media?” Kayla nyaris berbisik. Karena ia merasa tidak percaya
“Iya. Mereka bahkan menulis: ‘Gadis Muda Selamatkan Nyawa dengan Arang Kelapa’.” jawab Dr. Iqbal
Kayla tersenyum lemah. “Saya… hanya melakukan apa yang saya bisa.”
Dalam seminggu, nama Kayla mulai terdengar. Ia diundang ke acara talk show kampus, dijadikan cover majalah internal FK, dan bahkan diajak ke seminar nasional mahasiswa kedokteran.
Tapi Kayla tetap sederhana. Ia tetap datang kuliah lebih pagi, duduk di barisan tengah, mencatat pelajaran dengan pulpen hitamnya yang sama.
Di asrama mahasiswi, Sera masuk ke kamarnya sambil membawa majalah.
“Hei! Kau lihat ini?” serunya sambil menunjuk cover: "Kayla Putri Anindya Menyembuhkan Tanpa Fasilitas”
“Aku lihat…” ujar yang lain
Sera menatapnya. “Kenapa kamu nggak sombong sih?”
Kayla yang sedang berkunjung ke asrama tertawa. “Karena saat aku kehilangan pasien pertama… semua tepuk tangan rasanya tak berarti.”
Sera tersenyum. “Kamu tahu? Kamu adalah alasan kenapa aku tetap semangat kuliah di sini.” dan itu di setujui oleh yang lain
Suatu hari, setelah seminar nasional, seorang dosen senior mendatangi Kayla.
“Nona Kayla,” ucapnya sambil menjabat tan…
Kayla Anak Yang Tak Diinginkan
Bab 10 Yang Terpencil Tak Selalu Kecil
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 53 Episodes
Comments
Mutiara Nisak
kayla....1 nama 1 kata ,laksana matahari yg akan menyinari seluruh bumi,kayla ...yg dulu hanyalah seorang anak bayi perempuan cantik yg tdk d harapkan,akan menjadi seseorang yg d harapkan d masa depan,teruslah bersinar untuk semua orang dan ttp lah jd dirimu sendiri ....
2025-07-04
2
Lisa
Bagus banget ceritanya..persahabatan yg solid..meskipun berjauhan tp tetap kompak & sehati..kagum banget sama Kayla..meskipun dia dokter berprestasi tp tetap sederhana..
2025-07-03
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Rina kamu hrs bangkit 💪💪
2025-08-19
0