ASTAFARI

ASTAFARI

ASTAFARI 0: [The beginning of everything ]

*****

Angin malam berhembus lembut, tapi ada getir yang tertinggal di ujung setiap hembusannya. Ia menyapu rambut seorang gadis bernama Hanasta yang tergerai, menggoyangkan ujung-ujung daun yang menggigil di kejauhan, seolah turut merasakan dingin yang bersarang di dada gadis itu. Suara alam seperti ditelan diam, hanya semilir angin yang menjadi saksi percakapan lirih antara dua hati yang saling mencintai.

Udara dingin menusuk perlahan, tidak menyakitkan, tapi cukup membuat siapa pun sadar bahwa malam ini berbeda. Malam yang membawa kegelisahan, tetapi juga kehangatan kecil dari tatapan Ghifari yang tak pernah lepas dari Hanasta.

"Bukankah angin malam ini begitu kuat? Apa kau tidak merasa dingin, Hasta." Tanyanya dengan memandang lekat wajah yang sejak tadi menatap lurus kedepan.

Hanasta menggelengkan kepalanya kecil seraya berkata "Tidak." Tanpa mau berucap satu kata pun.

"Bukankah sejak tadi aku berbicara sendiri? Itu menyebalkan, kau hanya menjawabnya dengan gelengan kepala saja. Apa kau tidak menganggap keberadaan ku saat ini?" Tatapan Ghifari terus tertuju pada wajah cantik yang berada tepat disebelahnya, ia tahu bahwa kekasihnya sedang tidak dalam kondisi mood yang bagus.

Tetapi... ia akan berusaha untuk bisa mengembalikan mood kekasihnya, bagaimanapun caranya. Sekalipun ia harus banyak bicara, ia akan lakukan selama kekasihnya itu mau kembali bersuara.

Dunia memang kejam untuk gadis kecil sepertimu, tetapi dengan kau yang masih mampu bertahan di dunia ini. Itu sudah cukup memberitahu dunia, bahwa kau kuat. Aku ingin memberikan segala sesuatu yang terbaik untukmu, Hanasta. Agar kau dapat tersenyum sepanjang hidupmu...

"Bagaimana jika aku menghajar kembaranmu itu? Aku jago dalam bertarung!" tawar Ghifari, membuat Hanasta menoleh sebentar.

"Jangan terluka, jangan sampai terluka." Balas Hanasta, yang pada akhirnya gadis itu mengucapkan sedikit kata untuk membalas setiap perkataan kekasihnya.

Laki-laki itu kemudian berbicara kembali dengan raut wajah tengilnya. "Hidupmu tidak seru, tidak ada keributan. Bagaimana jika aku--"

"Wahhh, sepertinya tembok datar ini sudah retak. Kini ia mulai banyak bicara sampai telingaku pun di buat berdenyut sakit mendengarnya," Hanasta memotong cepat ucapan kekasihnya, sambil menatap penuh keheranan pada sang kekasih yang terlihat tengil.

Sebab tingkah menyebalkan Ghifari itu sangat jarang, biasanya hanya wajah datar dan senyuman paksa yang diperlihatkan olehnya kepada semua orang, bahkan terkadang iapun termasuk kedalam salah satunya yang di diamkan dan di cueki Ghifari.

"Aku ingin menonjok kembaranmu!"

"Bagaimana jika aku saja?"

"Tidak," tolaknya cepat. "Karena aku juga akan terluka. Bukankah kau tidak ingin aku terluka? Jadi aku tidak bisa menyakitimu, karena separuh aku adalah kamu."

Empat mata itu saling memandang, tak ada satu pun dari empat mata itu yang berkedip. Bahkan ketika angin menerpa kedua wajah sepasang itu, kelopak mata tersebut tetap terbuka kokoh dengan memandang satu sama lain.

"Jika aku pergi--"

"Aku akan menculikmu lebih dulu, lalu mengurungmu di dalam istanaku agar kau tidak bisa pergi dariku. Bahkan jika Tuhan yang memisahkan kita, aku akan meminta padanya agar aku dapat pergi bersamamu. Tetapi jika kepergianmu itu karena seseorang, aku akan menghancurkan mereka sampai garis keturunannya tak tersisa."

"Jangan pernah meninggalkanku dalam kondisi apapun, bahkan jika kau berada dalam kondisi duka maupun luka. Tetaplah bersamaku, Hanasta..."

Aku tidak akan membiarkanmu terluka, sedikitpun. Bahkan jika aku gagal melindungimu, maka aku akan melukai diriku sendiri seperti apa yang kau dapatkan. Luka-luka itu... aku akan melukai diriku lebih dari luka yang kau dapatkan.

Karena separuh hidupku adalah kamu, Hanasta.

"Bagaimana jika aku terluka karenamu? Atau, luka yang ku dapatkan karenamu? Apa yang akan kau lakukan, Fari?" tanya Hanasta.

"Jika kedua tanganku yang melukaimu, maka aku akan melukai diriku juga. Lebih dari luka yang aku torehkan kepadamu, namun jika lisanku yang melukaimu hingga hatimu terasa sakit. Maka aku akan membuat bibir ini tak dapat lagi untuk berbicara. Kau boleh membalasku, tetapi jangan meninggalkanku, karena kepergianmu adalah luka yang akan menghancurkan seluruh hidupku,"

"Tetaplah bersamaku."

Balas lukamu, namun jangan membalasnya dengan cara pergi dariku. Aku pastikan hidupku akan hancur tanpamu, kau separuh duniaku. Hanasta, jangan pergi.

Bahkan jika kau melukaiku, aku tidak pernah berniat untuk pergi darimu. Ghifari, namun jika kau sendiri yang memintaku untuk pergi meninggalkanmu, maka aku akan meninggalkanmu. Jadi... jangan pernah memintaku untuk meninggalkanmu, karena aku akan benar-benar meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi padamu.

"Kau sangat mencintaiku yaaa..." Hanasta tertawa kecil saat berhasil melihat perubahan pada raut wajah Ghifari, setelah mendengar pertanyaan yang ia lontarkan tadi begitu konyol terdengar di telinga Ghifari.

"Kau masih bertanya? Pertanyaan bodoh macam apa itu..." Kesalnya, tak habis fikir didalam situasi deep saat ini, Hanasta masih mempertanyakan pertanyaan konyol yang sangat menyebalkan baginya.

"Ayolah sayang..." ledek Hanasta, "aku hanya bergurau, aku tau kau mencintaiku bahkan lebih dari diriku sendiri dan lebih dari aku yang mencintaimu, jadi jangan mengambek ya..."

"Mau pulang tidak? Jika tidak aku akan membawamu pulang ke rumahku. Akan lebih baik jika kita tinggal bersama saja, agar aku dapat terus melihat wajahmu dan terus mendengar suaramu yang manis."

"Betapa manisnya lisanmu dalam menggoda, tetapi aku tidak ingin pulang ke rumahmu. Karena ada seseorang yang tengah menanti kepulanganku saat ini, jadi... pulangkan aku ya Tuan Muda Sagara." Ujarnya meminta.

"Lain kali aku tidak ingin memulangkanmu, aku akan membawamu pergi bersamaku. Itu jauh lebih baik dari pada kau harus pulang kedalam kandang musang itu," gerutu Ghifari kesal, mengingat kembali bagaimana keluarga kekasihnya yang ia anggap bagai iblis.

"Apa aku termasuk musang juga?"

"Tidak!" jawabnya dengan cepat, "mari kita cepat pulang agar pria tua itu tidak menghukum mu. Dan ingatlah sayang, jika ia menyakitimu maka mengadu lah padaku. Jika kau diam dan aku melihat bekas luka di tubuhmu, sekecil biji kurma saja. Maka aku akan benar-benar menghan---"

Hanasta menarik cepat pergelangan tangan Ghifari. "Baiklah sayang, ayo kita pulang."

Cintamu terlalu besar, Fari. Terkadang aku takut dan berfikir mungkinkah itu akan bertahan untuk selamanya? Atau ia akan memudar seiring berjalannya waktu. Aku harap itu tetap bertahan sampai nafas terakhirku berhembus... aku ingin cintamu tak pernah habis untukku. Aku ingin kau terus mencintaiku, karena cinta yang paling besar didunia ini hanyalah cintamu yang baru pertama kali aku dapatkan dalam hidupku. Teruslah seperti itu, Fari...

"Aku mencintaimu."

"Kau mengatakan sesuatu?" tanyanya memastikan.

"Aku mencintaimu."

"Tetapi aku jauh lebih mencintaimu, sayang."

*****

Episodes
1 ASTAFARI 0: [The beginning of everything ]
2 ASTAFARI 01: [The Speranza Family]
3 ASTAFARI 02: [The Sagara Family]
4 ASTAFARI 03: [Anger]
5 ASTAFARI 04: [The commotion]
6 ASTAFARI 05: [Past memories]
7 ASTAFARI 06: [Hanasta has a fever]
8 ASTAFARI 07: [Hanasta's Departure]
9 ASTAFARI 08: [Looking for Hanasta]
10 ASTAFARI 09: [Finally found Hanasta]
11 ASTAFARI 10: [Don't want to go home]
12 ASTAFARI 11: [Change schools]
13 ASTAFARI 12: [The longed for hug]
14 ASTAFARI 13: [Guilty feeling]
15 ASTAFARI 14: [Is everything correct?]
16 ASTAFARI 15: [Your love is fake]
17 ASTAFARI 16: [Maitias's Awareness]
18 ASTAFARI 17: [Ghifari's annoyance]
19 ASTAFARI 18: [The Yetta Family]
20 ASTAFARI 19: [An explanation]
21 ASTAFARI 20: [Nico Yetta]
22 ASTAFARI 21: [Annoying situation]
23 ASTAFARI 22: [Ghifari's departure]
24 ASTAFARI 23: [Hanasta's Request]
25 ASTAFARI 24: [Hanasta's Departure]
26 ASTAFARI 25: [The chaos that ensued]
27 ASTAFARI 26: [A snap]
28 ASTAFARI 27: [Under the pouring rain]
29 ASTAFARI 28: [Five years later]
30 ASTAFARI 29: [Are you Ghifari?]
31 ASTAFARI 30: [Don't hate me Ghifari]
32 ASTAFARI 31: [One hundred years ago]
33 ASTAFARI 32: [Cassia's Hatred]
34 ASTAFARI 33: [The Atheris Family]
35 ASTAFARI 34: [Asking for an explanation]
36 ASTAFARI 35: [Little truth]
37 ASTAFARI 36: [Cassia runs away]
38 ASTAFARI 37: [The end of a hundred years ago]
39 ASTAFARI 38: [End of misunderstanding]
40 ASTAFARI 39: [The longed-for happiness ]
41 ASTAFARI 40: [The end of everything]
Episodes

Updated 41 Episodes

1
ASTAFARI 0: [The beginning of everything ]
2
ASTAFARI 01: [The Speranza Family]
3
ASTAFARI 02: [The Sagara Family]
4
ASTAFARI 03: [Anger]
5
ASTAFARI 04: [The commotion]
6
ASTAFARI 05: [Past memories]
7
ASTAFARI 06: [Hanasta has a fever]
8
ASTAFARI 07: [Hanasta's Departure]
9
ASTAFARI 08: [Looking for Hanasta]
10
ASTAFARI 09: [Finally found Hanasta]
11
ASTAFARI 10: [Don't want to go home]
12
ASTAFARI 11: [Change schools]
13
ASTAFARI 12: [The longed for hug]
14
ASTAFARI 13: [Guilty feeling]
15
ASTAFARI 14: [Is everything correct?]
16
ASTAFARI 15: [Your love is fake]
17
ASTAFARI 16: [Maitias's Awareness]
18
ASTAFARI 17: [Ghifari's annoyance]
19
ASTAFARI 18: [The Yetta Family]
20
ASTAFARI 19: [An explanation]
21
ASTAFARI 20: [Nico Yetta]
22
ASTAFARI 21: [Annoying situation]
23
ASTAFARI 22: [Ghifari's departure]
24
ASTAFARI 23: [Hanasta's Request]
25
ASTAFARI 24: [Hanasta's Departure]
26
ASTAFARI 25: [The chaos that ensued]
27
ASTAFARI 26: [A snap]
28
ASTAFARI 27: [Under the pouring rain]
29
ASTAFARI 28: [Five years later]
30
ASTAFARI 29: [Are you Ghifari?]
31
ASTAFARI 30: [Don't hate me Ghifari]
32
ASTAFARI 31: [One hundred years ago]
33
ASTAFARI 32: [Cassia's Hatred]
34
ASTAFARI 33: [The Atheris Family]
35
ASTAFARI 34: [Asking for an explanation]
36
ASTAFARI 35: [Little truth]
37
ASTAFARI 36: [Cassia runs away]
38
ASTAFARI 37: [The end of a hundred years ago]
39
ASTAFARI 38: [End of misunderstanding]
40
ASTAFARI 39: [The longed-for happiness ]
41
ASTAFARI 40: [The end of everything]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!