0o0__0o0
Dini hari yang lengang. Jalanan kota seakan tertidur, hanya diterangi lampu jalan yang redup dan sesekali diterpa angin dingin. Di tengah keheningan itu, sebuah ambulans melaju cepat, diapit oleh konvoi mobil pengawal.
Di dalamnya, suasana jauh lebih sunyi daripada jalanan di luar.
Lora terbaring tak berdaya di atas brangkar. Tubuhnya dipenuhi selang dan alat bantu.
Sementara layar monitor jantung terus berbunyi ritmis sebuah tanda tipis bahwa ia masih bertahan. Wajahnya pucat, seakan kehilangan semua cahaya kehidupan.
Rico duduk di samping Lora. Tatapan-nya tak pernah lepas dari wajah Lora. Setiap hembusan napasnya, sekecil apa pun, adalah nyawa bagi dirinya. Sesekali, matanya berkaca, tapi ia buru-buru menunduk, tak ingin terlihat rapuh di depan yang lain.
Ray, duduk tak jauh dari sana, hanya bisa mengepalkan tangan. Hatinya perih, diselimuti penyesalan karena terlalu lama menjauh dari adiknya. “Seandainya waktu bisa diputar,” batinnya lirih, “aku ingin memperbaiki semuanya.”
Mike, berdiri di dekat mereka, menatap Lora dengan sorot mata penuh tekad. Ia tahu beban di bahunya kini semakin berat. Perlahan ia menepuk bahu sang papa, mencoba memberi kekuatan.
“Papa tenang saja,” ujarnya rendah, hampir berbisik. “Aku akan menjaga Lora sebaik mungkin.”
Rico hanya mengangguk pelan. Air matanya sudah terlalu berat untuk ditahan. Baginya, Lora adalah bagian dari dirinya, dan kini bagian itu sedang direbut oleh keadaan.
Tak ada suara lain selain deru mesin ambulans dan bunyi monoton monitor jantung. Hingga akhirnya, kendaraan itu berhenti di depan bandara pribadi.
Dengan hati yang berat, Rico berdiri, ikut mengiringi tandu Lora yang didorong menuju pesawat. Di setiap langkah, hatinya terasa semakin hampa. Bayangan wajah Lora saat tertawa dulu berkelebat di kepalanya, membuat air matanya jatuh juga.
Ray, yang berjalan di sisi lain, hanya bisa menunduk. Ada banyak cerita yang ingin ia bagi dengan adiknya, tetapi semua terlambat. Ia hanya bisa berharap, suatu saat Lor…
LORA_Terjebak Jerat Papa Tiri
72. perpisahan dan kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 104 Episodes
Comments
Maryam Bellas
gws lora
2025-09-03
1
Maulana Abraham
aku di belakang kakian
2025-09-01
0
PaoLana MaLik
semangat buah kalian semua
2025-08-29
0