Menerima nya

☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘

"Asyiiik.....bentar lagi aku akan sekolah "

"Iya ,aku juga. Pasti akan ketemu teman teman baru ,aku akan jadi anak yang baik nanti nya "

"Iya....aku juga sudah menyiapkan peralatan sekolah sedari dulu, sudah ngak sabar untuk sekolah "

Mia tersenyum mendengar ucapan anak anak kecil yang berusia lima dan enam tahunan itu,mereka begitu bersemangat memikirkan untuk sekolah dan belajar. Sedari kecil memang bu Yanti dan ibu Dahlia sudah memberikan pelajaran yang baik untuk anak nya, mereka bersikap seperti orang tua yang memang menyayangi anak nya seperti anak kandung.

Dan karena itu lah Mia begitu menyukai kehidupan di panti, kedua orang tua Mia yang meninggal karena kecelakaan longsor di puncak membuat nya bisa berada disini. Saat itu usia nya masih lima tahunan ,dia ingat semua nya .

Mia bersama kedua orang tua nya pergi menuju puncak dimana rumah nenek nya berada ,mereka ingin mengunjungi keluarga nya disana menggunakan bus . Tapi ternyata bus nya terbalik ke jurang ,kedua orang tua Mia beserta penumpang lainnya meninggal sebagian hanya meninggalkan dirinya dan beberapa lainnya

Saat ini hanya dirinya yang tidak terluka sedikit pun ,karena ibu nya melindungi tubuh nya di dalam pelukan begitu juga dengan ayah nya hingga dia merasa terhimpit dan sulit bernafas.

Setelah kejadian itu, pihak berwajib membawa Mia pada nenek dan kakek nya juga pada keluarga besar ayah dan ibu nya tapi tak ada satu pun yang mau menerima nya . Mereka malah mengangkat tangan, hal itu dilihat oleh pak Dahlan dan akhirnya disini lah Mia berada .

Kedua orang tua Mia bukan lah orang berada ,mereka tidak memiliki apa pun. Hanya rumah kontrakan dan beberapa tabungan yang ngak banyak, ayah nya bekerja sebagai buruh bangunan sedangkan ibu nya tidak bekerja sama sekali sehingga penghasilan bulanan mereka hanya habis untuk keperluan saja

Tabungan itu dipakai pak Dahlan untuk masuk sekolah Mia ,dia juga membayar seluruh biaya sekolah dan makan Mia selama ini tanpa menghitung nya sama sekali. Seketika Mia rindu dengan sosok ayah yang sangat dia sayangi itu,bukan ayah kandung tapi bagi nya pak Dahlan adalah segala nya.

Mia tidak begitu ingat dengan ayah kandung nya karena pak Dahlan selalu membujuk nya saat dia merajuk dan memberikan apa pun yang dia inginkan ,walaupun dia tau bukan hanya dirinya saja tapi kasih sayang pak Dahlan pada nya terasa nyata .

Air mata mengalir dengan deras di kedua pipi nya ,Mia terisak dan hal itu di lihat jelas oleh anak anak yang tadi bersemangat bercerita mengenai sekolah nya nanti kini mendekati Mia dan memeluk nya membuat Mia semakin menangis keras.

"Kak....kenapa menangis ? Apa ada yang sakit ?" tanya salah satu dari mereka tapi Mia semakin menangis dan tersedu

Mia melepaskan pelukan nya dari anak anak itu,kemudian menatap wajah mereka satu persatu dengan bibir yang sudah tersenyum dan air mata yang masih mengalir di pipi nya.

"Kalian tenang saja ,kakak akan membuat kalian sekolah. Jadi kalian harus bisa belajar dengan baik dan dapatkan beasiswa untuk kuliah ,kakak yakin kalian pasti bisa " ucap mia membuat semua mata anak anak itu melotot, mereka merasa bingung tapi Mia tak perduli dan kembali memeluk tubuh mereka secara bersamaan

Mia langsung berpikir, ada baik nya dia membantu dan menerima takdir nya . Dia rasa dia akan baik baik saja dengan hidup nya, pak Rano juga baik . Kalau untuk putra nya ,dia tau kalau pria tua itu hanya khawatir dengan keadaan putra nya yang belum menikah di usia matang sehingga memilih untuk menjodohkan nya.

Kehidupan Mia hanya seputar bekerja dan panti ,dia ngak pernah jatuh cinta atau pun memiliki kekasih saat bersekolah. Dari SMP ,Mia sudah bekerja menjadi cleaning service di sekolah TK keluarga Wijaya hingga saat ini .

Tidak ada yang memaksa nya ,Mia mau melakukan semua nya sendiri . Dia suka melakukan nya karena dengan kesibukan itu ,Mia bisa membantu keuangan panti. Bukan hanya dirinya saja, hampir semua anak panti seperti itu dan dia hanya mengikuti jejak anak terdahulu saja.

Mungkin karena pak Dahlan dan bu Dahlia yang baik pada mereka ,bahkan keduanya sebenar nya melarang hal itu tapi tetap saja mereka melakukan nya. Apalagi saat pak Dahlan sakit dan memerlukan uang untuk biaya perobatan nya, bu Dahlia bahkan menjual toko mereka untuk menambah pembayaran pengobatan itu

Mia menarik nafas nya dengan panjang, kemudian menghapus jejak air mata di wajah nya. Dia berdiri dengan tersenyum membuat anak anak itu terdiam, mereka terkejut dan masih memandangi tubuh Mia yang berjalan masuk kedalam rumah panti yang ngak begitu besar itu.

Tok....tok...tok....

Mia mengetuk pintu kamar ibu Dahlia, dia tau kalau saat ini ibu Dahlia masih berada didalam kamar nya. Dia ingin berbicara dengan segera ,karena dia tau kalau seminggu lagi akan masuk pembelajaran bagi anak anak baru dan sampai saat ini anak anak belum melakukan pendaftaran sama sekali

"Masuk saja ,pintu nya ngak ibu kunci " ucap ibu Dahlia, terdengar jelas suara nya serak dan pasti nya dia habis menangis

Mia membuka pintunya dan tersenyum, dia berjalan mendekati bu Dahlia yang tersenyum dan menatap ke arah nya . Mia jongkok di depan ibu Dahlia, di kaki ibu Dahlia karena dia sedang duduk di pinggiran tempat tidur .

"Hei ....duduk lah disana ,jangan di bawah seperti ini. Ada sayang ? kamu butuh sesuatu ?" ucap ibu Dahlia seperti biasa nya, membuat air mata Mia kembali mengalir

"Eh....sayang ,kenapa menangis ? Ada apa ? apa terjadi sesuatu ?" tanya ibu Dahlia ,dia langsung terlihat kebingungan

Mia memeluk tubuh bu Dahlia ,dia masih menangis tersedu . Dia tau selama ini bu Dahlia begitu menyayangi nya dan yang lainnya seperti pak Dahlan ,hanya saja dia lebih dekat dengan pak Dahlan.

"Aku mau bu ,aku akan menikahi anaknya pak Rano. Aku ingin mereka bersekolah dengan baik ,aku akan menjadi menantu yang baik hiks hiks hiks " ucap Mia membuat kedua mata bu Dahlia melotot ,bibir nya ikut bergetar kemudian mereka menangis bersama sambil berpelukan.

Tubuh keduanya bergetar ,begitu juga dengan bu Yanti yang kini sudah berdiri didepan pintu . Dia mendengar semuanya ,dia berjalan masuk dan berjalan mendekati keduanya . Dia merangkul kedua nya sambil menangis, suasana dikamar menjadi terasa hangat dan suara isak tangis ketiga nya semakin terdengar tapi untung nya bu Yanti sudah menutup pintu kamar itu sehingga para penghuni panti ngak ada yang mendengar nya.

bersambung

Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Eka

Eka

semoga mia ada ora g baik yg menolong dan bisa hidup bahagia mia kamu benar2 berkorban demi anak2 panti semoga kamu nantinya tetap bisa hidup bahagia mia

2026-05-02

0

🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀

🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀

dia hidupnya udah di titik gak mikirin diri sendiri lagi..luar biasa.. disaat orang2 seusia dia masih mikirin diri sendiri, dia udah berpikir berjuang utk orng lain

2025-09-21

0

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

mulia banget mia berkorban demi adik-adiknya dipanti asuhan, agar bisa bersekolah...

2025-08-31

0

lihat semua
Episodes
1 Panti asuhan DAHLIA
2 Menerima nya
3 Syarat
4 Transaksi pernikahan
5 nasehat
6 pernikahan
7 Saras
8 Sah
9 Kenyataan
10 Kenyataan 2
11 terpesona
12 Bukti nyata
13 Perjanjian
14 Melindungi Saras
15 Barter
16 Setuju
17 memberitahukan
18 Menenangkan
19 kedatangan nyonya besar Admaja
20 penjelasan mia
21 Doa ibu
22 istri kedua
23 Kejelasan
24 Doa Saras
25 Berdiri sempurna
26 menikmati
27 penyatuan
28 Cairan pertama
29 cinta yang terlambat
30 penyakit turunan
31 keinginan pak Rano
32 Istri kedua
33 Cinta pandangan pertama
34 merasa bersalah
35 perlindungan daniel
36 Kedua kali nya
37 persiapan
38 Bertemu pengacara
39 cinta yang tulus
40 terkejut
41 janda lebih menggoda
42 sombong di balas sombong
43 terkejut
44 memberikan pelajaran
45 benar ada nya
46 menikah lah dengan ku ?
47 mencari tau
48 memberi pelajaran
49 Ngak akan melepaskan Saras
50 bertemu
51 nikah siri?
52 bersedia menikah dengan daniel
53 tak pantas untuk daniel
54 "Tolong periksa istri saya "
55 Positif
56 8 minggu
57 rencana pesta pernikahan
58 perhatian
59 Gugup
60 dicintai sangat dalam
61 Kepergian Mia
62 teman teman kerja mia
63 Tiwi & Mia
64 setahun berlalu
65 belanja bersama
66 bertemu
67 icip-icip
68 Flashback
69 Tak suka
70 termakan umpan
71 Virza penasaran
72 nasehat bik Susi
73 si bibik
74 perkenalan
75 peringatan
76 kabar
77 Tiwi pulang kampung
78 Sampai kampung
79 tamu tak di undang
80 prasangka
81 sesak di dada
82 Do'a bercanda
83 tamu tak di undang
84 tamu tak terduga
85 tamu tak terduga 2
86 Doa yang terkabul
87 Diterima
88 kabar baik
89 bayar hutang
90 pindahan
91 rumah baru
92 malam kedua
93 foto pernikahan
94 kedatangan zero
95 Bik mala khawatir
96 Kekesalan wiwid
97 taruhan
98 tertarik
99 penawaran
100 salah kamar
101 virgin???
102 Gairah anak majikan
103 menantang
104 gosip tetangga
105 salim
106 Virza pulang
107 Bahagia
108 hanya istri siri
109 calon pebinor
110 penasaran
111 Cemburu
112 Aku merindukan mu
113 Pilih dia atau aku ?
114 kedua kali nya
115 ancaman wiwid
116 berhenti bekerja
117 Saran bik mala
118 tidak ingin mengakui nya
119 Kekhawatiran ibu
120 kedatangan mia
121 bayangan masa depan
122 serangan mendadak
123 dugaan bik mala
124 surat peninggalan Tiwi
125 positif
126 Zero pulang
127 Kemarahan zero
128 Kemarahan Zero 2
129 pesta pernikahan Virza
130 perubahan Virza
131 Virza dan zero
132 flash back
133 kenyataan
134 curiga
135 kesal
136 khawatir
137 gara sakit
138 paket
139 kedatangan zero
140 yayah
141 Bahagia yang tak terhingga
142 kecupan rindu
143 Bubu gara
144 pria bucin
145 kenyamanan istri
146 Ara-virza
147 semua nya bahagia
148 pernikahan bersama (end)
149 Rahasia kakak ipar
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Panti asuhan DAHLIA
2
Menerima nya
3
Syarat
4
Transaksi pernikahan
5
nasehat
6
pernikahan
7
Saras
8
Sah
9
Kenyataan
10
Kenyataan 2
11
terpesona
12
Bukti nyata
13
Perjanjian
14
Melindungi Saras
15
Barter
16
Setuju
17
memberitahukan
18
Menenangkan
19
kedatangan nyonya besar Admaja
20
penjelasan mia
21
Doa ibu
22
istri kedua
23
Kejelasan
24
Doa Saras
25
Berdiri sempurna
26
menikmati
27
penyatuan
28
Cairan pertama
29
cinta yang terlambat
30
penyakit turunan
31
keinginan pak Rano
32
Istri kedua
33
Cinta pandangan pertama
34
merasa bersalah
35
perlindungan daniel
36
Kedua kali nya
37
persiapan
38
Bertemu pengacara
39
cinta yang tulus
40
terkejut
41
janda lebih menggoda
42
sombong di balas sombong
43
terkejut
44
memberikan pelajaran
45
benar ada nya
46
menikah lah dengan ku ?
47
mencari tau
48
memberi pelajaran
49
Ngak akan melepaskan Saras
50
bertemu
51
nikah siri?
52
bersedia menikah dengan daniel
53
tak pantas untuk daniel
54
"Tolong periksa istri saya "
55
Positif
56
8 minggu
57
rencana pesta pernikahan
58
perhatian
59
Gugup
60
dicintai sangat dalam
61
Kepergian Mia
62
teman teman kerja mia
63
Tiwi & Mia
64
setahun berlalu
65
belanja bersama
66
bertemu
67
icip-icip
68
Flashback
69
Tak suka
70
termakan umpan
71
Virza penasaran
72
nasehat bik Susi
73
si bibik
74
perkenalan
75
peringatan
76
kabar
77
Tiwi pulang kampung
78
Sampai kampung
79
tamu tak di undang
80
prasangka
81
sesak di dada
82
Do'a bercanda
83
tamu tak di undang
84
tamu tak terduga
85
tamu tak terduga 2
86
Doa yang terkabul
87
Diterima
88
kabar baik
89
bayar hutang
90
pindahan
91
rumah baru
92
malam kedua
93
foto pernikahan
94
kedatangan zero
95
Bik mala khawatir
96
Kekesalan wiwid
97
taruhan
98
tertarik
99
penawaran
100
salah kamar
101
virgin???
102
Gairah anak majikan
103
menantang
104
gosip tetangga
105
salim
106
Virza pulang
107
Bahagia
108
hanya istri siri
109
calon pebinor
110
penasaran
111
Cemburu
112
Aku merindukan mu
113
Pilih dia atau aku ?
114
kedua kali nya
115
ancaman wiwid
116
berhenti bekerja
117
Saran bik mala
118
tidak ingin mengakui nya
119
Kekhawatiran ibu
120
kedatangan mia
121
bayangan masa depan
122
serangan mendadak
123
dugaan bik mala
124
surat peninggalan Tiwi
125
positif
126
Zero pulang
127
Kemarahan zero
128
Kemarahan Zero 2
129
pesta pernikahan Virza
130
perubahan Virza
131
Virza dan zero
132
flash back
133
kenyataan
134
curiga
135
kesal
136
khawatir
137
gara sakit
138
paket
139
kedatangan zero
140
yayah
141
Bahagia yang tak terhingga
142
kecupan rindu
143
Bubu gara
144
pria bucin
145
kenyamanan istri
146
Ara-virza
147
semua nya bahagia
148
pernikahan bersama (end)
149
Rahasia kakak ipar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!