Malam itu langit gelap tanpa bintang, hanya sinar lampu gudang yang redup menerangi jalanan berdebu di pinggiran kota. Dari luar, bangunan tua itu terlihat tenang, seolah hanya gudang biasa yang sudah lama ditinggalkan. Namun Rachel tahu betul, di balik dinding beton itu, puluhan senjata otomatis siap menyalak, dijaga oleh puluhan orang bayaran keluarga Ford.
Ledakan kecil tiba-tiba mengguncang sisi timur gudang. Api membumbung sesaat, disusul jeritan panik. Para penjaga berlarian ke arah ledakan, sebagian mengangkat senjata, sebagian berteriak memberi aba-aba.
“Itu umpan kita berhasil,” bisik Maximilian dengan senyum tipis, sambil memberi kode dengan dua jari.
Rachel, Maximilian, Richard, dan Juan melesat dari sisi barat, menyusup lewat pintu besi yang sudah dilumuri cairan pemotong. Engsel pintu berdecit lirih, nyaris tertelan oleh hiruk pikuk kepanikan di luar. Begitu masuk, mereka langsung dihadang tiga penjaga bersenjata.
“Ambil posisi!” seru Rachel cepat.
Maximilian melepaskan tembakan presisi dengan senapan laras panjang, peluru menghantam kepala penjaga pertama. Richard bergerak ke depan, melempar granat asap. Asap putih pekat langsung memenuhi ruangan, membuat musuh batuk dan kehilangan pandangan.
Rachel merunduk, lalu berguling ke sisi kiri, tembakannya meledak cepat. DOR! DOR! Dua penjaga ambruk bersamaan, tubuh mereka terhempas ke dinding.
“Rachel! Di kiri!” teriak Juan.
Refleks, Rachel memutar tubuhnya, pistolnya terangkat, menyalak dua kali. Peluru menghantam dada musuh yang hendak mengarahkan senapan ke arahnya. Tubuh pria itu jatuh dengan suara keras, darah mengalir membasahi lantai beton.
Napas Rachel memburu, dadanya naik turun cepat, tapi sorot matanya tetap tajam. Ia tidak sekadar bertempur demi kemenangan malam itu. Ada kehidupan yang harus ia lindungi, yaitu bayi dalam kandungannya, masa depan keluarganya, dan kehormatan keluarga Salvador.
Tiba-tiba, suara familiar terdengar dari belakang. “Rachel!”
Rachel menoleh, matanya membelalak. Dari bali…
Pertukaran Jiwa: CEO Kejam Menjadi Istri Teraniaya
Bab 55
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 65 Episodes
Comments
partini
good job 👍👍👍👍
Thor kenal author Nana tidak
2025-09-27
2
Esther
lanjut.
Kandungan aman Rachel?😁
2025-09-27
2
Hasanah Purwokerto
Seru tp tegang..
Perlahan lahan, kemenangan itu terlihat nyata...
💪💪💪💪💪🤔
2025-09-27
2