“Sahira?!” Suara Zander memecah keheningan yang mencekam.
Ia berlari, seolah hanya nalurinya yang mendorongnya, melewati Mauren, Daren, dan Raymond. Wajah mereka tegang oleh kecemasan. Hanya Balchia yang tetap di tempatnya, senyum tipis, dingin, dan penuh rahasia menghiasi bibirnya.
Brak! Pintu kamar terbuka. Zander membeku di ambang pintu, matanya menangkap kengerian yang membeku di udara. Sahira terduduk di lantai, bergetar hebat. Di dekatnya, Mauren menutup mulut dengan kedua tangannya, matanya membelalak ketakutan. Sosok pembantu mereka tergeletak tak bergerak, sebilah pisau menusuk perutnya.
“Tuan… sa… saya…” lirih Sahira, suaranya pecah, matanya memancarkan ketakutan yang dalam. Zander berlutut, menarik Sahira ke dalam pelukannya. Ia mencoba memberikan kehangatan, meredakan trauma yang mengguncang setiap inci tubuh Sahira.
“Sahira, demi Tuhan, apa yang terjadi?” tanya Mauren, suaranya bergetar. Ia dengan cepat mengambil kedua bayi yang untungnya tertidur pulas di tempat tidur.
Saat Balchia melangkah masuk, Zander merasakan kekhawatiran yang mendalam. Ia takut Balchia akan menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan Sahira. Namun, yang terjadi justru di luar dugaannya.
Balchia menghampiri Sahira, menyela pelukan Zander dengan gerakan yang dibuat lembut. “Sahira, kau terluka? Apa dia menyerangmu? Ya ampun, pembantu itu!” serunya dengan nada yang dibuat cemas dan berlebihan.
'Apa benar Balchia berubah?' batin Zander penuh keraguan. Kepedulian Balchia terasa seperti topeng yang sangat rapi.
“Zander,” lanjut Balchia, nada suaranya berubah menjadi penuh perhitungan. “Rumah ini tidak aman untuk Sahira. Pembantu itu jelas mengincarnya. Kau harus memulangkannya ke suaminya secepatnya, atau belikan saja dia rumah di luar sana. Jika Sahira terus di sini, pembantu lain bisa saja melakukan hal yang sama.” Balchia mengusap pipi Sahira yang sedikit bernoda darah. Gerakan itu terasa dingin dan tanpa emosi.
“Kau setuju kan, Sahira?” tanya Balchia, menuntut persetujuan.
“Chia,…
Ibu Susu Untuk Anak Mafia Dingin
BAB 14 Aku Merindukannya!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 64 Episodes
Comments