Jejak Langkah Naila

Jejak Langkah Naila

01. Saat langit runtuh

Suara tawa Ayah masih terngiang di kepalaku. Ayah selalu punya cara membuatku lupa bahwa hidup kami serba sederhana. Kadang hanya dengan segelas teh manis dan cerita lucunya di teras rumah, dunia terasa cukup. Aku, Naila, anak keempat dari tujuh bersaudara, adalah anak yang paling dekat dengannya.

“Kalau sudah besar nanti, kamu harus jadi orang yang kuat, ya, Nak,” ucap Ayah sambil menepuk bahuku sore itu.

Aku hanya mengangguk, tak pernah menyangka kata-kata itu akan menjadi pesan terakhir yang begitu membekas.

Hari itu, Ayah pergi bersama Kak Niko untuk melamar seorang gadis bernama Siska, anak pedagang di rumah sakit swasta kota A. Segalanya berjalan seperti biasa, sampai tiba-tiba kabar buruk itu datang: Ayah pingsan di jalan.

Orang-orang bilang wajahnya pucat, tangannya gemetar, lalu jatuh begitu saja. Kak Niko panik dan membawanya ke UGD. Hasil pemeriksaan bahwa tekanan darah tinggi, pembuluh darah di kepalanya pecah.

Di rumah, aku sedang bermain ketika mendengar bisikan tetangga.

“Katanya ayahnya Naila masuk rumah sakit… kritis.”

Dadaku seperti diremas. Aku berlari pulang mencari Mama dan Tidak ada. Kutemukan Mama di rumah tetangga, sedang membantu memasak untuk selamatan.

“Ma, Ayah… Ayah masuk rumah sakit!” kataku terbata.

Mama menoleh, wajahnya tenang tapi matanya bergetar. “Jangan bercanda, Naila. Ayahmu baik-baik saja. Dia pergi sama Kak Niko.”

Aku ingin berteriak, tapi suaraku tercekat. Perasaan tak enak mulai merayapi tubuhku.

Malam itu, teman Kak Niko datang. “Cepat siap-siap, Bu. Ikut saya.”

Tapi tidak ada yang berani jujur tentang kondisi Ayah. Hanya tatapan mata yang membuatku makin gelisah.

Kak Miko, Kak Nela, dan Kak Mila yang tinggal di kota B sudah dikabari. Mereka segera pulang. Sementara aku dan Kak Keyla ditinggal di rumah, hanya bisa saling menatap, tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Pagi buta, Kak Nela datang. Ia hanya meletakkan sebungkus nasi di meja.

“Ini, makan dulu sebelum sekolah.”

Aku heran. “Tumben Kakak pulang? Kakak mau ke mana?”

Kak Nela tersenyum tipis. “Ke rumah sakit.”

Aku ingin ikut, tapi ia pergi tanpa menjelaskan. Aku dan Keyla akhirnya tetap berangkat sekolah, pura-pura biasa, meski kepala penuh tanda tanya.

Malam pun tiba. Jam dinding menunjukkan pukul sepuluh ketika suara ketukan keras di pintu memecah keheningan. Aku dan Keyla belum tidur. Dengan hati-hati kubuka pintu, kulihat tetangga berdiri dengan wajah muram.

“Naila… sabar ya. Ayahmu… sudah nggak ada.”

Dunia seketika runtuh. Suara mereka seperti gema jauh yang tak ingin kudengar.

“Tidak… tidak mungkin,” bisikku. Tangisku pecah, dada sesak.

Dua jam kemudian, suara sirine ambulans mengantar pulang tubuh Ayah. Mama terduduk di lantai, seperti kehilangan separuh jiwanya. Tangannya gemetar, matanya kosong. Aku hanya bisa menatapnya, berharap semua ini hanya mimpi buruk.

Padahal dulu, aku dan Laila sering diajak Ayah ke tempat kerjanya di kota. Padahal aku baru benar-benar mengerti arti kasih sayang Ayah. Tapi kini… Tuhan mengambilnya. Sungguh Tuhan tidak adil.

Sejak malam itu, sifat ceria yang selalu melekat padaku ikut terkubur bersama kepergian Ayah. Aku belajar diam, belajar kuat, meski di dalam hati aku hanya anak kecil yang ingin dunia tetap sama yang dunia di mana Ayah masih ada.

Episodes
1 01. Saat langit runtuh
2 02. Setelah kepergian
3 03. Memulai pertemanan kembali
4 04. Masa abu-abu selesai
5 05. Peraturan yang tidak bisa dibantah
6 06. Drama mendapatkan pekerjaan part 1
7 07. Drama mendapatkan pekerjaan part 2
8 08. Pekerjaan pertama
9 09. Habis Kontrak
10 10. Pulang Kampung
11 11. Berteman dengan Kaka Tingkat Sekolah
12 12. Perjalananan mendapatkan pekerjaan kedua
13 13. Masa Orientasi part 1
14 14. Masa Orientasi part 2
15 15. Bekerja dan Kuliah yang menguras tenaga
16 16. Memperbaiki Nilai dan Mancari pekerjaan baru
17 17. Proses mendapatkan pekerjaan baru
18 18. Pekerjaan baru dan mengatur waktu
19 19. Pekerjaan Baru dengan ekstra tenaga
20 20. Kuliah dan bekerja
21 21. Seorang Spesial yang ada di hidupku part 1
22 22. seseorang spesial yang ada dihidupku part 2
23 23. Manajemen waktu
24 24. Nongkrong bersama
25 25. Kuliah kembali
26 26. Bekerja menahan kantuk
27 27. Karyawan baru dalam timku
28 28. Nilai yang tidak muncul dari aplikasi
29 29. Mengisi surat keterangan yang menguras dompet
30 30. Sakit
31 31. Masuk kuliah kembali setelah beberapa hari izin
32 32. Foto Studio
33 33. Karyawan silih berganti
34 34. Masa tenang di akhir pekan
35 35. Kontrak kedua
36 36. Antara waktu, tubuh, dan mesin yang harus bertahan
37 37. Tubuh yang meminta pulang
38 38. Kepercayaan yang retak
39 39. Diam dan doa yang tak terdengar
40 40. Dilema
41 41. Diantara menunggu dan lelah
42 42. Jarak yang tak pernah di sepakati
43 43. Langkah yang Tetap Bergerak
44 44. Di Antara Data yang Belum Terbit
45 45.Kursor yang Berkedip, Pesan yang Tak Segera Dijawab
46 46. Malam yang Tidak Pernah Benar-Benar Gelap
47 47. Di Antara Bab dan Hujan
48 48. Revisi dan Napas Lega
49 49. Di Antara Angka, Waktu, dan Keyakinan
50 50. Di Antara Waktu, Revisi, dan Ambisi
51 51. Di Antara Waktu yang Terus Menyempit
52 52. Bertahan di Tengah Lelah yang Tak Pernah Selesai
53 53. Hal yang Paling Sulit untuk Dirangkum
54 54. Ketika Lelah Tak Lagi Berisik
55 55. Rumah yang Diam-Diam Menjadi Tempat Bertahan
56 56. Malam Pengumuman
57 57. Tangga Terakhir yang Tidak Boleh Ditinggalkan
58 58. Di Antara Nafas yang Tertahan
59 59. Surat yang Menunggu Senja Usai
60 60. Revisi, dan Hal-Hal yang Tidak Pernah Dijelaskan
61 61. Revisi yang Tidak Pernah Dituliskan dengan Jelas
62 62. Malam yang Tidak Pernah Benar-Benar Usai
63 63. Di Ujung Revisi, Aku Menemukan Diriku
Episodes

Updated 63 Episodes

1
01. Saat langit runtuh
2
02. Setelah kepergian
3
03. Memulai pertemanan kembali
4
04. Masa abu-abu selesai
5
05. Peraturan yang tidak bisa dibantah
6
06. Drama mendapatkan pekerjaan part 1
7
07. Drama mendapatkan pekerjaan part 2
8
08. Pekerjaan pertama
9
09. Habis Kontrak
10
10. Pulang Kampung
11
11. Berteman dengan Kaka Tingkat Sekolah
12
12. Perjalananan mendapatkan pekerjaan kedua
13
13. Masa Orientasi part 1
14
14. Masa Orientasi part 2
15
15. Bekerja dan Kuliah yang menguras tenaga
16
16. Memperbaiki Nilai dan Mancari pekerjaan baru
17
17. Proses mendapatkan pekerjaan baru
18
18. Pekerjaan baru dan mengatur waktu
19
19. Pekerjaan Baru dengan ekstra tenaga
20
20. Kuliah dan bekerja
21
21. Seorang Spesial yang ada di hidupku part 1
22
22. seseorang spesial yang ada dihidupku part 2
23
23. Manajemen waktu
24
24. Nongkrong bersama
25
25. Kuliah kembali
26
26. Bekerja menahan kantuk
27
27. Karyawan baru dalam timku
28
28. Nilai yang tidak muncul dari aplikasi
29
29. Mengisi surat keterangan yang menguras dompet
30
30. Sakit
31
31. Masuk kuliah kembali setelah beberapa hari izin
32
32. Foto Studio
33
33. Karyawan silih berganti
34
34. Masa tenang di akhir pekan
35
35. Kontrak kedua
36
36. Antara waktu, tubuh, dan mesin yang harus bertahan
37
37. Tubuh yang meminta pulang
38
38. Kepercayaan yang retak
39
39. Diam dan doa yang tak terdengar
40
40. Dilema
41
41. Diantara menunggu dan lelah
42
42. Jarak yang tak pernah di sepakati
43
43. Langkah yang Tetap Bergerak
44
44. Di Antara Data yang Belum Terbit
45
45.Kursor yang Berkedip, Pesan yang Tak Segera Dijawab
46
46. Malam yang Tidak Pernah Benar-Benar Gelap
47
47. Di Antara Bab dan Hujan
48
48. Revisi dan Napas Lega
49
49. Di Antara Angka, Waktu, dan Keyakinan
50
50. Di Antara Waktu, Revisi, dan Ambisi
51
51. Di Antara Waktu yang Terus Menyempit
52
52. Bertahan di Tengah Lelah yang Tak Pernah Selesai
53
53. Hal yang Paling Sulit untuk Dirangkum
54
54. Ketika Lelah Tak Lagi Berisik
55
55. Rumah yang Diam-Diam Menjadi Tempat Bertahan
56
56. Malam Pengumuman
57
57. Tangga Terakhir yang Tidak Boleh Ditinggalkan
58
58. Di Antara Nafas yang Tertahan
59
59. Surat yang Menunggu Senja Usai
60
60. Revisi, dan Hal-Hal yang Tidak Pernah Dijelaskan
61
61. Revisi yang Tidak Pernah Dituliskan dengan Jelas
62
62. Malam yang Tidak Pernah Benar-Benar Usai
63
63. Di Ujung Revisi, Aku Menemukan Diriku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!