Ruang kerja Raymond Holland gelap hanya diterangi lampu meja berwarna keemasan. Di atas meja, botol whiskey setengah kosong tergeletak dengan gelas kristal yang meninggalkan bercak jari. Asap cerutu melayang di udara, menempel di dinding kayu jati yang mahal.
Raymond duduk di kursinya dengan wajah muram, matanya merah karena amarah yang belum padam sejak pertemuan bisnis sore tadi. Ia teringat lagi tepuk tangan meriah yang diberikan untuk Davian Meyers. Tepuk tangan yang seharusnya menjadi miliknya.
Tangannya mengepal, memukul meja keras. "Brengsek! Anak kemarin sore itu berani mempermalukanku di depan semua orang penting!"
Gelas whiskey bergetar, sebagian isinya tumpah ke atas meja. Raymond mengangkatnya lalu meneguk dalam sekali, membiarkan panas alkohol mengikis sedikit rasa malu yang masih membakar kepalanya. Namun rasa itu tidak pergi, malah berubah menjadi dendam yang kian menguat.
Pintu ruang kerjanya diketuk. Dua pria masuk, berpakaian hitam rapi, wajah keras, mata dingin. Mereka adalah tangan kanan Raymond yang sering mengurus 'pekerjaan kotor.'
Raymond bersandar di kursi, mengangkat dagu. "Kalian tahu kenapa kupanggil malam ini."
Salah satu pria mengangguk. "Davian Meyers."
Senyum miring muncul di bibir Raymond. Puas dengan jawaban sari bawahannya ini. "Betul. Bocah itu pikir dia bisa mempermalukanku di panggung bisnis? Tidak ada yang bisa menertawakan Raymond Holland tanpa konsekuensi. Aku ingin kalian bergerak. Cari celah keuangan Meyers Corporation. Jika tidak ada, ciptakan. Sebarkan isu, skandal, kebangkrutan, apa saja. Aku ingin kepercayaan investor padanya runtuh sebelum dia sempat menghirup kemenangan."
Pria kedua menimpali dengan suara rendah, "Apa perlu melakukan sabotase proyek juga?"
Raymond mengetuk jari di meja, lalu mengangguk pelan. "Ya. Tapi lakukan bersih. Tidak ada jejak. Aku ingin dia berlutut di depanku, kehilangan segalanya, dan menyadari siapa raja sebenarnya."
Mereka mengangguk patuh. Raymond mengangkat gelasnya sekali lagi, seperti…
IBU SUSU PUTRIKU WANITA GILA
BAB 16. LICIK
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 64 Episodes
Comments
Ir
Raymond kata gua mah malu Raymond, sebelum lu membuat skandal untuk Davian, Davian udah tau lebih dulu kebusukan mu, satu kali kamu tampar Davian, maka Davian akan membalas mu lima kali atau mungkin lebih 😏😏
2025-08-25
1
Ima Kristina
akin seru bacanya Thorr menghibur banget pokoknya lanjut kakaaa
2025-09-16
1
Katherina Ajawaila
plases thour jgn SMP olivea du culik, 🙃
2025-09-21
1