"Kolonel Pandu, dimana keberanian yang sempat kau tunjukan di depanku tadi, huh?! Kenapa tiba-tiba wajahmu pucat, apa sekarang kau sudah sadar seberapa besar kesalahanmu kepadaku," tanya Vivan dengan ekspresi datar dan dingin yang sangat jelas di wajahnya, jangan lupa dengan senyum meremehkan yang begitu kentara di bibirnya.
Vivan lantas melangkahkan kakinya semakin mendekat kepada Pandu, memutarinya dan memberikan aura mengintimidasi yang sangat kuat, berusaha mempermainkan mental Pandu agar semakin mudah dia kuasai. Pandu sendiri, meskipun hatinya mulai diliputi dengan ketakutan, akan tetapi dia berusaha untuk tetap tenang, sadar jika dia mungkin tidak akan berhasil menghadapi situasi ini jika tetap mempertahankan rasa panik berlebih dalam dirinya.
'Taro ... Sebenarnya kamu kemana, Taro? Kenapa tidak menjawab panggilanku sejak tadi, apa yang sudah terjadi di dunia modern sana, apa ada seseorang yang sudah mengotak-atik sistem itu,' pikir Titan berusaha menebak-nebak apa yang terjadi pada sistem ciptaannya.
Pandu berulangkali berusaha memanggil sistem Taro, tapi tetap saja tidak ada jawaban. Sedangkan di depannya, Vivan sudah mulai mendekat dan dia sadar bahwa dirinya harus mempersiapkan cara untuk lepas dari pria itu.
'Aku harus memikirkan cara mengulur waktu sampai sistem Taro kembali dan bisa membantuku, tapi bagaimana caranya?! Lagi pula, kenapa juga sistem itu menghilang di waktu yang tidak tepat seperti ini, padahal, sebelumnya semua aman-aman saja, kenapa tiba-tiba mati!'
Di dimensi yang berbeda, Rai yang ditahan anak buah guru Ello hanya bisa menunggu waktu sampai mereka semua pergi, baru dia bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Titan dan Lilia.
'Ayolah, cepat pergi dari sini,' gumamnya dengan penuh harap, Rai cukup sadar kalau mereka semua tidak ada yang tahu apa yang sedang dihadapi oleh Titan dan Lilia di dunia paralel itu, bukan tidak mungkin kalau saat ini mereka sedang dalam bahaya, karenanya dia terus berharap agar guru Ello dan anak buahn…
Ruang Ajaib Antagonis Kesayangan
Bab 45 : Sistem Kembali
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
seharusnya tadi si vivan di bunuh aja...huh...
2025-10-31
0
Hariyanti
kenapa ga dibantai dulu baru pulang 😞
2026-02-26
0
Nursanti Ani
tidak bs apa2 tanpa sisten
2025-11-15
0