DCMGA 4

" Ayraaaaaa" teriak Zahira.

Alfarezeel yang berada di dekat sang adik segera membungkam mulut adiknya dengan tangannya.

" berisik dek, ada tamu juga" bisik Alfarezeel.

Zahira menepis tangan kakaknya kemudian mendekat ke arah Ayra, ia meletakkan nampan di atas meja kemudian menarik Ayra kemudian memeluknya Kegirangan.

Ayra tampak canggung, karena di dekatnya ada Bu Nyai Siti, namun Zahira tak melepas pelukannya.

Zahira melepaskan pelukannya pada Ayra, kemudian mengamati wajah Zahira yang menahan malu, "Ra loe gak inget sama gue?" pertanyaan yang muncul dari mulut Zahira.

" ehmm inget kok Ra" jawab Ayra sambil menundukan kepalanya.

" terus kok loe kayak gak seneng gitu ketemu gue?" tanya Zahira kembali.

" sejujurnya gue seneng Ra, tapi malu di lihat bu nyai Siti di belakang kita, gue kan masih punya malu Ra"Jawab Ayra yang membuat Alfarezeel tertawa.

" memang kamu di kenal gak punya malu yaa" ejek Alfarezeel.

" kakak diem dech" sahut Zahira.

Bu nyai Siti serasa mendapatkan hiburan dari mereka, ia senang jika cucu- cucunya akur, ia tak mempersalahkan sifat bar- bar sang cucu, asal tidak melenceng dari agama.

" Sudah duduk Zahira, kamu lagian gak kenal tempat juga" tengah Bu Nyai Siti.

" Silahkan duduk lagi Nak Ayra"Bu Nyai Siti mempersilahkan Ayra untuk duduk kembali.

" Iya Bu Nyai sebelumnya terima kasih, sudah pesen lagi di toko kami, saya senang jika anda repeat order di Aka Bakery" ujar Ayra menyampaikan rasa terima kasihnya.

Bu Nyai Siti ingin membalas ucapan Ayra namun, suara Zahira kembali menggema " ohh my god, ternyata Aka bakery itu punya loe Ra, tuh kan apa gue bilang, kalo loe buka toko roti pasti bakal laris" cerocos Zahira.

Zahira kemudian berbalik memghadap ke bu nyai Siti " Jiddah inget gak? temen Hira yang pintar buat kue, yang Hira sering cerita, ini orangnya Jiddah" imbuh Zahira sambil merangkul Ayra yang duduk di sampingnya.

" wahh benarkah? memang lidah jiddah gak bisa di tipu, jiddah kayak familliar sama rasa di toko kue kamu, walau ada perbedaan sedikit, memang dunia sempit yaa gak nyangka ternyata kamu juga teman cucu jiddah, yang sering di ceritakan dulu" Jawab Nyai Siti.

" Terima kasih bu Nyai jika anda senang dengan kue- kue di toko saya." Balas Ayra.

" panggil jiddah saja nak, seperti Zahira" balas Nyai Siti.

" i- iyya ji- jidaah" ucap Ayra gugup.

" Wahh gue seneng banget bisa ketemu sama loe lagi Ra, masih awet juga loe sama Kak Lucas" ujar Zahira .

" Iyaa Ra, sudah lama kita gak ketemu" sahut Ayra.

Sedangkan Lucas ikut dengan Alfarezeel duduk di depan teras dari pada ia bosen, menunggu 2 sahabat yang sedang temu kangen.

Dulu Ayra dan Zahira di julukan Dou Ra saat di kampus, dua sohib yang kemana- mana selalu berdua dan tak terpisahkan.

" Anda juga teman adik saya?" tanya Alfarezeel pada Lucas.

" bukan gus saya kakak tingkat mereka" jawab Lucas.

 " ohh ... perkenalkan nama saya Alfarezeel, biasa di panggil Al" Alfarezeel kemudian memperkenalkan diri.

" saya Lucas, salam kenal Gus Al" Lucas menjabat tangan Alfarezeel.

" panggil Al saja, itu usah ada embel- embel Gus" ujar Alfarezeel berhenti di depan bangku yang berada di pinggir lapangan asrama putra.

" Silahkan duduk lucas" Alfarezeel mempersilhkan Lucas duduk.

" terima kasih, wahh pondok yaa besar juga yaaa"

" Alhamdulilah, oh yaa kamu kesibukannya ngapain?" tanya Alfarezeel basa basi.

" Saya Dokter di rumah sakit As Syifa" jawab Lucas.

" Wahh dunia sempit yaa, itu rumah sakit kakek saya, pemilik pesantren ini juga" jawab Alfarezeel.

" wah suatu ke hormati saya bisa bertemu dengan pak idris, karena tidak semua dokter bisa bertemu dengan beliau, walau saya belom pernah bertemu dengan beliau, setidaknya saya pernah ke rumahnya, bukan begitu Al" jawab Lucas.

Alfarezeel dan Lucas kemudian membahas tentang rumah sakit dan hal lainnya.

Sedang Ayra dan juga Zahira sedang membahas hal- hal yang mereka lewati selama ini.

" wahhh ternyata loe kerja di tempat abah juga yaa Ra, tau gitu gue juga masuk ke sana kemarin" Zahira berdecak kesal.

" lah emang kamu sekarang dimana?" tanya Ayra.

" di Good living Hospital"jawab Zahira .

Ayra menepuk lengan sang sahabat cukup keras "heh loe bersyukur, susah tau masuk sana, ini loe malah ngeluh" omel Ayra.

" emang loe mau masuk ke GL ?" tanya Zahira kesempatannya .

" mau sih ,tapi susah masuknya dari pada gue berharap, gue juga lagi ngambil Obstetri atau Ginekologi dan itu di tanggung semua sama Pak idris" jawab Ayra.

" wahh cocok masuk aja ke GL, gue bantu dech, wow jangan- jangan loe yang di maksud abah, dokter berprestasi itu, terus di beri hadiah abah buat ngambil spesialis"

" gue bangga sama loe, Ra, gue yakin kakak tiri plus emak tiri loe iri liat loe" imbuh Zahira yang mengetahui kisah hidup Ayra.

" hahahah masih ingat aja loe sama mereka" Ayra terkekeh.

" Assalamualaikum " Salam seseorang berjubah putih dan mengenakan sorban.

" Waalaikumsalam abah" .

" Dokter Ayra, kok bisa disini?" tanya Kiyai Idris yang telah mengenali Ayra.

" Iya pak, saya mengantar pesanan kue Bu Nyai Siti" jawab Ayra sambil menundukan kepalanya.

" Abah tau gak? Toko kue langganan jiddah itu Ayra yang punya, dan teman Hira yang selama ini Hira ceritakan juga ini, jangan- jangan Dokter yang abah maksud juga Ayra" Zahira terlalu bersemangat untuk mengenalkan sahabatnya pada keluarganya.

" wahh dunia sangat sempit ya... dia juga Dokter yang abah maksud Dokter Ayra Khansa Adiba, dokter muda yang berprestasi, berkompeten makanya Abah kasih dia hadia beasiswa " Jawab Kiyai Idris yang juga bangga terhadap prestasi Ayra.

" kalau begitu kalian lanjut ngoborolnya di ruang keluarga saja yaa... abah ada tamu tuh" lanjut kiyai Idris.

" saya pamit saja pak, masih ada yang saya urus, Ra gue pamit yaa" pamit Ayra.

"loh kok pamit, bukannya kalian sudah lama terpisah?" tanya kiyai idris.

" bah sih ngusir kita" gerutu Zahira.

" ehh bukan gara- gara itu kok Ra, aku masih harus nganter pesanan lain, takut telat" jawab Ayra cepat.

" ouwhhh begitu kalau begitu okay, tapi lain kali kita harus main yaa" sahut Zahira.

" iyaa Ra, kalau begitu saya pamit dulu pak idris, terima kasih atas segala kebaikan bapak dan keluarga bapak ke saya, saya tidak akan melupakan semua itu" ucapan Ayra setiap bertemu dengan Kiyia Idris.

" Panggil abah saja, kamu sudah saya anggap seperti cucu saya sendiri, kamu memang pantas mendapatkan itu semua nakk, jangan selalu ber kecil hati" Balas Kiyai Idris.

" Iya pa- ehh Abah, kalau begitu saya permisi dulu Assalamualaikum " pamit Ayra kemudian di antar keluar oleh Zahira.

Saat di luar Ayra melihat sang kekasih sedang berjalan ke arahnya bersama dengan lelaki yang ia tau adalah kakak Zahira,.dan bersama dua perempuan.

Yang salah satunya ia sangat mengenalinnya.

" Kak Naura"

Terpopuler

Comments

Ning Suswati

Ning Suswati

nah kaya dunia begitu sempit, kok muter2 nya di ayra, naura, kaya gk ada manusia lain dimuka bumi ini

2026-03-31

0

Dedeh Kuraisin

Dedeh Kuraisin

Zahira tu krna Aura adalah sahabatnya dan tau bagus perangainya Naura

2025-10-28

1

YuWie

YuWie

katanya suruh panggil Al..tapi kok penulia nyebutnya Alfarezeeel melulu ya..panjang amad

2026-04-04

0

lihat semua
Episodes
1 DCMGA 1
2 DCMGA 2
3 DCMGA 3
4 DCMGA 4
5 Bab 5
6 DCMGA 6
7 DCMGA 7
8 DCMGA 8
9 DCMGA 9
10 Bab 10
11 DCMGA 11
12 DCMGA 12
13 DCMGA 13
14 DCMGA 14
15 DCMGA 15
16 DCMGA
17 DCMGA 17
18 DCMGA 18
19 DCMGA 19
20 DCMGA 20
21 DCMGA 21
22 DCMGA 22
23 DCMGA 23
24 DCMGA 24
25 DCMGA 25
26 DCMGA 26
27 DCMGA 27
28 DCMGA 28
29 DCMGA 29
30 DCMGA 30
31 ÐCMGA 31
32 DCMGA 32
33 DCMGA 32
34 DCMGA 34
35 DCMGA 35
36 DCMGA 36
37 DCMGA 37
38 Bab 38
39 DCMGA 39
40 DCMGA 40
41 DCMGA 41
42 DCMGA 42
43 DCMGA 43
44 DCMGA 44
45 DCMGA 45
46 DCMGA 46
47 DCMGA 47
48 DCMGA 48
49 DCMGA 49
50 DCMGA 50
51 DCMGA 51
52 DCMGA 52
53 DCMGA 53
54 DCMGA 54
55 DCMGA 55
56 DCMGA 56
57 DCMGA 57
58 DVMGA 58
59 DCMGA 59
60 DCMGA 60
61 DCMGA 61
62 DCMGA 62
63 DCMGA 63
64 DCMGA 64
65 DCMGA 65
66 DCMGA 66
67 DCMGA 67
68 DCMGA 68
69 DCMGA 69
70 DCMGA 70
71 DCMGA 71
72 DCMGA 72
73 DCMGA 73
74 DCMGA 74
75 DCMGA 75
76 DCMGA 76
77 DCMGA 77
78 DCMGA 78
79 DCMGA 79
80 DCMGA 80
81 DCMGA 81
82 DCMGA 83
83 DCMGA 83
84 DCMGA 84
85 DCMGA 85
86 DCMGA 86
87 DCMGA 87
88 DCMGA 88
89 DCMGA 89
90 DCMGA 90
91 DCMGA 91
92 DCMGA 92
93 DCMGA 93
94 DCMGA 94
95 DCMGA 95
96 DCMGA 96
97 DCMGA 97
98 DCMGA 98
99 DCMGA 99
100 DCMGA 100
101 DCMGA 101
102 DCMGA 102
103 DCMGA 103
104 DCMGA 104
105 DCMGA 105
Episodes

Updated 105 Episodes

1
DCMGA 1
2
DCMGA 2
3
DCMGA 3
4
DCMGA 4
5
Bab 5
6
DCMGA 6
7
DCMGA 7
8
DCMGA 8
9
DCMGA 9
10
Bab 10
11
DCMGA 11
12
DCMGA 12
13
DCMGA 13
14
DCMGA 14
15
DCMGA 15
16
DCMGA
17
DCMGA 17
18
DCMGA 18
19
DCMGA 19
20
DCMGA 20
21
DCMGA 21
22
DCMGA 22
23
DCMGA 23
24
DCMGA 24
25
DCMGA 25
26
DCMGA 26
27
DCMGA 27
28
DCMGA 28
29
DCMGA 29
30
DCMGA 30
31
ÐCMGA 31
32
DCMGA 32
33
DCMGA 32
34
DCMGA 34
35
DCMGA 35
36
DCMGA 36
37
DCMGA 37
38
Bab 38
39
DCMGA 39
40
DCMGA 40
41
DCMGA 41
42
DCMGA 42
43
DCMGA 43
44
DCMGA 44
45
DCMGA 45
46
DCMGA 46
47
DCMGA 47
48
DCMGA 48
49
DCMGA 49
50
DCMGA 50
51
DCMGA 51
52
DCMGA 52
53
DCMGA 53
54
DCMGA 54
55
DCMGA 55
56
DCMGA 56
57
DCMGA 57
58
DVMGA 58
59
DCMGA 59
60
DCMGA 60
61
DCMGA 61
62
DCMGA 62
63
DCMGA 63
64
DCMGA 64
65
DCMGA 65
66
DCMGA 66
67
DCMGA 67
68
DCMGA 68
69
DCMGA 69
70
DCMGA 70
71
DCMGA 71
72
DCMGA 72
73
DCMGA 73
74
DCMGA 74
75
DCMGA 75
76
DCMGA 76
77
DCMGA 77
78
DCMGA 78
79
DCMGA 79
80
DCMGA 80
81
DCMGA 81
82
DCMGA 83
83
DCMGA 83
84
DCMGA 84
85
DCMGA 85
86
DCMGA 86
87
DCMGA 87
88
DCMGA 88
89
DCMGA 89
90
DCMGA 90
91
DCMGA 91
92
DCMGA 92
93
DCMGA 93
94
DCMGA 94
95
DCMGA 95
96
DCMGA 96
97
DCMGA 97
98
DCMGA 98
99
DCMGA 99
100
DCMGA 100
101
DCMGA 101
102
DCMGA 102
103
DCMGA 103
104
DCMGA 104
105
DCMGA 105

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!