Sean baru keluar dari kamar mandi, tetapi mata birunya tidak menemukan keberadaan Clara. Pria itu terdiam sejenak, sebelum sebuah ingatan muncul di kepalanya.
“Sial! Aku salah menyebut Clara sebagai Luna, apa dia menyadarinya?” Panik Sean yang langsung meraih ponselnya yang tergeletak di lantai.
Sambil menghubungi Elios, Sean mencari Clara di balkon hotel dan ternyata wanita itu tidak ada di sana.
“Clara kabur! Lacak keberadaannya dan tutup semua akses keluar dari hotel!” Titah Sean kepada Elios yang baru mengangkat telepon darinya.
Sean menahan geramannya, pria itu segera memakai celananya dan untuk atasannya ia hanya memakai jas hitam miliknya, karena kemejanya tidak ada.
“Kau kira bisa kabur dariku, Clara?” Sean membuka pintu kamar hotel yang dipesannya dengan kasar.
Dengan langkah lebarnya, Sean berjalan ke arah lift untuk menemui Elios di bawah. Ia juga mengirim pesan kepada orangnya yang lain untuk mengecek cctv, lalu yang lain Sean suruh untuk mencari Clara di bandara.
Sedangkan di tempat yang sama, tetapi ruangan berbeda. Clara berhasil menyusup ke ruangan cleaning service yang ada di bagian belakang hotel, wanita itu sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian cleaning service yang ditemukannya di ruangan tersebut.
“Semoga mereka tidak bisa mengenaliku,” Clara sudah mengikat rambut panjangnya dan menutupinya dengan topi yang juga ia temukan di ruangan cleaning service.
Untuk wajahnya, Clara memang selalu membawa masker di dalam tas kecilnya dan benda itu sangat berguna untuk menutupi wajahnya.
Wanita itu berusaha untuk tetap tenang saat melewati beberapa penjaga yan merupakan orang-orang Sean.
“Tunggu!” Ucap seseorang yang membuat Clara terkejut.
Clara menoleh ke belakang, ternyata bukan dirinya yang disuruh berhenti. Wanita itu kembali melanjutkan langkahnya menuju gerbang kecil yang ada di belakang hotel.
Bagaimana Clara tahu tentang gerbang tersebut? Jawabannya adalah Clara sering melewati hotel ini dan ia sudah hafal di mana saja gerbang-gerbang di hotel ini.
Sebuah keberuntungan berpihak kepadanya, Clara melihat sebuah taksi yang melintas dan dengan cepat ia menghentikan taksi tersebut.
“Ke Bandara!” Kata wanita itu setelah memasuki taksi yang ternyata kosong.
Clara membuka topi dan masker yang membuatnya kesulitan untuk bernapas, wanita…
Antagonis Cantik Tawanan Mafia Kejam
Bagian empat puluh empat (revisi)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 94 Episodes
Comments
Widia Aldiev
wanita mana yg tak akan marah jika sang lelaki belum selesai dengan kisah masa lalunya Sean 😤😤😤
2025-11-13
1
Erna Masliana
ya iyalah.. coba Clara menyebut nama Aaron ketika naninu sama kamu apa rasanya..cih cowok pengecut gagal move on
2026-06-10
0
Siti Aisyah
iyaa lah bego...kamu mah sean...siapa yg gak akan marah..yg disebut wanita lain..
2026-04-26
0