Menggoda Ayah Dari Wanita Yang Merebut Tunanganku

Menggoda Ayah Dari Wanita Yang Merebut Tunanganku

Menggoda 01

Drap drap drap

Hosh hosh hosh

"Dhe ... Dhea!!!"

Seorang wanita dengan langkah terburu-buru, ditambah nafasnya yang tersengal memanggil temannya. Wanita yang dipanggil dengan nama Dhea itu membalikkan tubuhnya sambil keningnya berkerut.

"Apaan sih, Met? Ini udah malam lho. Brisik tau kedengeran para tetangga. Kita nggak tinggal di komplek perumahan mewah. Kita ini tinggal di kampung yang tetangganya saling deketan. Jadi kalau kamu teriak-teriak begitu, bakalan ganggu warga yang lain," cerocos Dhea. Wanita yang tangannya saat ini tengah sibuk dengan mixer dan adonan kue itu berkata kepada temannya yang bernama Meta dengan mata melotot.

"Maap maap. Sini Dhe. Taruh dulu itu alat perang dan amunisi mu. Ada sesuatu yang penting, dan kamu kudu tau," ucap Meta serius.

"Met, ngomong langsung aja napa sih. Jangan kayak gini, aku jadi deg-deg an ini," sahut Dhea.

Sebenarnya teman sekaligus partner nya dalan usaha toko kue yang dirintisnya itu bukanlah tipe orang yang ribet. Meta akan bicara ceplas-ceplos, apa adanya. Tapi kali ini Meta nampak terlihat sangat hati-hati. Dan itu membuat Dhea tidak tenang.

"Acara pernikahanmu, tinggal sebulan lagi kan? Batalkan!"

Apa?

Saking terkejutnya dengan ucapan Meta, Dhe bahkan langsung bangun bangkit dari posisi duduknya.

Tentu saja Dhea bingung mengapa Meta tiba-tiba berkata demikian. Selama ini, Meta adalah orang yang paling tahu tentang perjalanan cintanya bersama Jayan Harshil, pria yang sudah bertunangan dengannya selama 1 tahun. Jadi bagaimana bisa tiba-tiba Meta berkata bahwa ia harus menggagalkan rencana pernikahan yang sudah diimpikan sejak lama?

"Kamu gila ya, Met. Kamu kerasukan setan mana? Bisa-bisanya ngomong kayak gitu ke aku. Met, kamu tahu kan kalau aku cinta sama Jayan. Kamu juga tahu kalau pernikahan ini udah aku impikan sejak lama. Semua udah siap Met, gedung, undangan, baju, semua udah siap. Jangan ngomong hal yang bikin aku nggak tahu harus bersikap kek gimana ma kamu. Kamu udah ku anggap lebih dari cuman sekedar temen dan rekan. Lebih dari itu, tapi bisa-bisanya kamu ngomong kek gini ke aku."

Marah, kecewa, dan rasa sejenisnya. Itu lah yang saat ini dirasakan oleh Dhea kepada Meta. Tadi Dhea yang berkata untuk bicara dengan pelan agar tidak berisik, tapi saat ini dia malah yang bicara paling keras.

Semua itu karena perkataan Meta yang memintanya untuk membatalkan pernikahan secara tiba-tiba.

Sreeet

"Dhe, dengerin aku dulu. Aku tahu ini kayak yang tiba-tiba banget. Tapi, kalau kamu udah dengerin cerita aku, aku yakin kamu bakal ngikutin apa yang aku katakan tadi. Sini, kita duduk. Sorry, aku ngomong nggak jelas," ucap Meta. Ia merangkul wanita cantik yang tinggi badannya lebih tinggi dari pada dirinya.

Meta yang hanya memiliki tinggi badan 157cm, merasa seperti botol yakult jika dibanding dengan Dhea yang punya tinggi 169cm.

"Nah, dengerin aku ya Dhe. Jadi kenapa aku bilang kayak gitu tadi, itu ... ."

Meta mulai bercerita. Dia menceritakan semuanya tanpa ada yang dilewatkan. Dirinya juga tidak menambah atau mengurangi isi cerita berdasarkan apa yang dia lihat dan juga didengarnya.

"Nggak, aku sama sekali nggak percaya. Nggak mungkin Jayan begitu, Met. Kita udah lama bersama. Bahkan persiapan pernikahan udah hampir rampung. Nggak, aku nggak percaya. Meski kamu temen yang udah aku anggep kayak saudara, tapi aku nggak percaya sama omonganmu,"ucap Dhea. Ia menggelengkan kepalanya dengan sangat kuat.

Meta tentu paham akan reaksi Dhea. Dia sudah menduga bahwa Dhea akan menanggapi semua yang ia ceritakan dengan tanggapan seperti itu.

"Aku tahu kamu nggak akan langsung percaya sama aku. Tapi itu semua nyata. Awalnya aku pun nggak percaya, tapi setelah lihat sendiri, aku jadi percaya,"ucap Meta. Dia tidak berusaha meyakinkan Dhea, karena memang apa yang ia ucapkan adalah sesuatu yang tidak mudah akan diterima oleh Dhea.

"Huffffft, oke. Katakan, dimana kamu lihat itu. Dan kapan kamu lihatnya? enggak enggak, sejak kapan kamu denger Jayan kayak gitu?" tanya Dhea. Dia berusaha berpikir dengan realistis. Jika memang Jayan mengkhianatinya, maka dia harus tahu dengan mata dan kepalanya sendiri. Meski sebenarnya hatinya terus berkata bahwa semua yang dikatakan Meta adalah bohong. Ya, Dhea berharap bahwa Meta salah.

"Sudah dari sebulan yang lalu, dan aku nyoba nyari tahu karena awalnya kan aku juga denger dari omongan orang. Lalu, aku ngelihat sendiri Jayan lagi ciuman sama cewek. Cewek itu, Juniornya di kampus, Dhe,"sahut Meta.

Jantung Dhea berdegup kencang. Tunangannya itu memang sedang menempuh pendidikan magisternya. Meskipun dia sudah bekerja di sebuah perusahaan, tapi dia masih bertekad menempuh pendidikan. Dan Dhea tentu saja mendukungnya karena Jayan berkata itu untuk masa depan mereka agar menjadi lebih baik.

"Kamu, nglihat dia ciuman dimana, Met?"

"Ehmmm itu, di parkiran apartemennya?"

"Kapan? Hari ini kah? Atau tadi banget pas kamu teriak-teriak manggil aku?"

Meta terdiam, dia tahu bagaimana sifat dari temannya itu. Jika dia menjawab iya bahwa baru saja melihat Jayan dan wanita lain, maka Meta pasti akan langsung menghampirinya. Maka dari itu Meta memilih diam.

Akan tetapi diamnya Meta malah membuat Dhea mendapatkan jawaban.

Sreet

Slap

Tap tap tap

Dhea melepaskan celemek yang dipakai, lalu melemparkannya ke meja dan bergegas pergi meninggalkan rumah.

"Dhe, tunggu Dhe. Ini udah malem. Kamu nggak boleh ke sana dengan emosi begini,"ucap Meta. Dia berusaha menahan temannya itu.

"Nggak, aku harus kesana. Aku harus lihat sendiri perbuatan Jayan. Aku nggak bisa begini,"sahut Dhea. Dia mengabaikan apa yang dikatakan oleh temannya itu.

Klak

Bruuummm

Dengan menggunakan motornya, Dhea pergi ke tempat dimana sang tunangan tinggal. Sebuah apartemen yang mereka beli bersama untuk ditinggali setelah menikah nanti. Dengan dalih ingin fokus mengerjakan tesis S2 nya, Jayan meminta izin kepada Dhea untuk menempatinya lebih dulu.

"Brengsek kamu Jayan kalau sampai apa yang dikatakan sama Meta itu bener. Awas kamu, kamu nggak tahu ya siapa aku,"geram Dhea.

Sepanjang jalan emosi gadis berusia 25 tahun itu meluap-luap. Meskipun begitu, dalam hatinya dia masih berusaha untuk berpikir positif.

Ckiit

Drap drap drap

Dhea memarkirkan motornya. Namun dia tidak melepaskan helm yang dipakainya. Dengan langkah yang sedikit terburu-buru dia menuju apartemen miliknya dan Jayan di lantai 7.

Karena itu adalah apartemen bersama, maka Dhea pun tahu kunci pintu apartemen yang merupakan rangkaian dari 6 angka.

135790

Itu lah nomor pin yang digunakan untuk membuka pintu apartemen.

tut tut tut tut tut tut

Enam kali Dhea memencet nomor yang ada di pintu sesuai dengan nomor pin yang dipakai dan terbuka.

Tap tap tap

Degh degh degh

Dengan perasaan yang campur aduk dan dada yang berdegup kencang, Dhea perlahan berjalan masuk. Dia terus masuk walau tubuhnya bergetar mendengar suara tawa seorang wanita di dalam sana.

Suara tawa yang nampak renyah dan riang yang menandakan bahwa wanita itu nampak bahagia.

Blaaak

"Jadi begini kamu gunain apartemen kita ya,Jayan? Sungguh sangat luar biasa sekali ya?"

"D-Dhea?"

TBC

Hay, karya baru aku ini semoga teman-teman lebih bisa konsisten buat baca ya.

Kalau memang lebih suka untuk banyak bab nya dulu, temen-temen boleh tunggu saat karya udah lebih dari 40 bab.

Kegagalan othor yabg terus menerus cukup membuat othor jadi down mood dan hampir nyerah buat bikin karya baru.

Semoga temen-temen bisa membantu aku ya. Terimakasih

Terpopuler

Comments

RiriChiew🌺

RiriChiew🌺

aku selalu nunggu karya mu kak , mau tentang apapun juga pasti aku bacaa . tetap semangat yaa kak

2025-09-04

2

RiriChiew🌺

RiriChiew🌺

semoga karya yg ini bisaa lebih baik retensi nya dan gak gagal . 💪

2025-09-04

2

Ambu Purwa

Ambu Purwa

semangat keberhasilan itu dari awalnya psti sedikit gagal bahkan kecewa terus jangan bosan

2025-10-28

0

lihat semua
Episodes
1 Menggoda 01
2 Menggoda 02
3 Menggoda 03
4 Menggoda 04
5 Menggoda 05
6 Menggoda 06
7 Menggoda 07
8 Menggoda 08
9 Menggoda 09
10 Menggoda 10
11 Menggoda 11
12 Menggoda 12
13 Menggoda 13
14 Menggoda 14
15 Menggoda 15
16 Menggoda 16
17 Menggoda 17
18 Menggoda 18
19 Menggoda 19
20 Menggoda 20
21 Menggoda 21
22 Menggoda 22
23 Menggoda 23
24 Menggoda 24
25 Menggoda 25
26 Menggoda 26
27 Menggoda 27
28 Menggoda 28
29 Menggoda 29
30 Menggoda 30
31 Menggoda 31
32 Menggoda 32
33 Menggoda 33
34 Menggoda 34
35 Menggoda 35
36 Menggoda 36
37 Menggoda 37
38 Menggoda 38
39 Menggoda 39
40 Menggoda 40
41 Menggoda 41
42 Menggoda 42
43 Menggoda 43
44 Menggoda 44
45 Menggoda 45
46 Menggoda 46
47 Menggoda 47
48 Menggoda 48
49 Menggoda 49
50 Menggoda 50
51 Menggoda 51
52 Menggoda 52
53 Menggoda 53
54 Menggoda 54
55 Menggoda 55
56 Menggoda 56
57 Menggoda 57
58 Menggoda 58
59 Menggoda 59
60 Menggoda 60
61 Menggoda 61
62 Menggoda 62
63 Menggoda 63
64 Menggoda 64
65 Menggoda 65
66 Menggoda 66
67 Menggoda 67
68 Menggoda 68
69 Menggoda 69
70 Menggoda 70
71 Menggoda 71
72 Menggoda 72
73 Menggoda 73
74 Menggoda 74
75 Menggoda 75
76 Menggoda 76
77 Menggoda 77
78 Menggoda 78
79 Menggoda 79
80 Menggoda 80
81 Menggoda 81
82 Menggoda 82
83 Menggoda 83
84 Menggoda 84
85 Menggoda 85
86 Menggoda 86
87 Menggoda 87
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Menggoda 01
2
Menggoda 02
3
Menggoda 03
4
Menggoda 04
5
Menggoda 05
6
Menggoda 06
7
Menggoda 07
8
Menggoda 08
9
Menggoda 09
10
Menggoda 10
11
Menggoda 11
12
Menggoda 12
13
Menggoda 13
14
Menggoda 14
15
Menggoda 15
16
Menggoda 16
17
Menggoda 17
18
Menggoda 18
19
Menggoda 19
20
Menggoda 20
21
Menggoda 21
22
Menggoda 22
23
Menggoda 23
24
Menggoda 24
25
Menggoda 25
26
Menggoda 26
27
Menggoda 27
28
Menggoda 28
29
Menggoda 29
30
Menggoda 30
31
Menggoda 31
32
Menggoda 32
33
Menggoda 33
34
Menggoda 34
35
Menggoda 35
36
Menggoda 36
37
Menggoda 37
38
Menggoda 38
39
Menggoda 39
40
Menggoda 40
41
Menggoda 41
42
Menggoda 42
43
Menggoda 43
44
Menggoda 44
45
Menggoda 45
46
Menggoda 46
47
Menggoda 47
48
Menggoda 48
49
Menggoda 49
50
Menggoda 50
51
Menggoda 51
52
Menggoda 52
53
Menggoda 53
54
Menggoda 54
55
Menggoda 55
56
Menggoda 56
57
Menggoda 57
58
Menggoda 58
59
Menggoda 59
60
Menggoda 60
61
Menggoda 61
62
Menggoda 62
63
Menggoda 63
64
Menggoda 64
65
Menggoda 65
66
Menggoda 66
67
Menggoda 67
68
Menggoda 68
69
Menggoda 69
70
Menggoda 70
71
Menggoda 71
72
Menggoda 72
73
Menggoda 73
74
Menggoda 74
75
Menggoda 75
76
Menggoda 76
77
Menggoda 77
78
Menggoda 78
79
Menggoda 79
80
Menggoda 80
81
Menggoda 81
82
Menggoda 82
83
Menggoda 83
84
Menggoda 84
85
Menggoda 85
86
Menggoda 86
87
Menggoda 87

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!