DEMAM TINGGI

Grace mGrace mendorong keras tubuh Ethan, wajahnya kemerahan karena menahan marah. Tangannya tergenggam erat seraya gematar. Pada akhirnya sebuah tamparan mendarat di wajah Ethan.

Semua orang yang ada di sana, terperanjat, siapa yang tidak kenal Tuan Muda Mo. Mereka langsung berbisik-bisik melihat tampang Ethan saat ini.

“Apa dia sedang mencari mati, berani menyinggung Tuan Muda Mo!”

“Tamat sudah wanita itu!”

Wajah Ethan pun menjadi tidak enak dipandang, kuping pria itu ikut memerah, karena kemarahan yang memuncak. Sarah langsung merangkul Ethan, “Kau ini kenapa, mengapa begitu kasar!”

Grace menaikan dagunya, “Apa selingkuhanmu ini tidak memberitahumu?”

Lagi-lagi perkataan pedas Grace menuai bisik-bisik. “Selingkuhan, aku pikir istrinya!”

“Anak muda sekarang, tidak lihat apakah pacarnya sudah menikah atau belum!”

“Pantas saja wanita itu menampar suaminya?”

Sarah merasa serba salah, lalu dia segera berkata ketika Ethan menatapnya, “A-aku kira kak Grace sedang bercanda, karena sengaja mau menarik perhatian kak Ethan!”

Salah satu perawat senior berkata mencibir Sarah, “Kalaupun dia mau menarik perhatian suaminya apa salahnya!”

“Ya betul, kau adalah orang luar, kenapa jadi ikut mengatur rumah tangga mereka!”

Saat ini Grace tidak memiliki tenaga untuk mengikuti permainan Sarah. Dia mundur selangkah, lalu berkata kepada Ethan. “Jenazahnya sudah dibersihkan, wasiat kakek ingin dikremasi, tidak mau diawetkan, jadi jenazahnya ada di pendingin ruang!”

“Proses kremasi, sedang aku urus!” kata Grace lagi sembari melangkah pergi.

Ethan menghempaskan rangkulan tangan sarah, dia segera pergi ke pendingin ruang tempat menyimpan jenazah yang tidak diawetkan dengan formalin.

Ethan tertegun melihat tubuh kakeknya terbaring kaku, diselimuti kain putih rapi yang hanya menyisakan wajah pucat dengan garis-garis keriput yang dulu selalu tersenyum hangat padanya. “Kek…” suaranya parau, nyaris tak terdengar. Ada penyesalan yang menghimpit, ada rindu yang takkan pernah terjawab lagi. Semua kesempatan berbincang, bercanda, dan sekadar duduk bersama kini terkubur bersama dinginnya ruangan itu.

Di tengah sunyi, Dia berdiri hening. Air matanya akhirnya jatuh, deras, seakan tak sanggup lagi ditahan. Sarah mencoba mendekat, “Kak Ethan…!”

Merasa mereka sudah terlalu lama di pendingin ruangan itu, Sarah pun memberanikan diri berkata, “Kak sebaikanya kita pergi dari sini, ini terlalu dingin. Bukankah baru saja sembuh dari Flu!”

Tanpa di duga, Ethan menarik kasar Sarah dan mendorongnya sampai ke dinding, ada kemarahan di binar mata pria itu. Namun, kembali melembut ketika melihat Sarah ketakutan.

Ethan mengulurkan tangannya, sambil merapikan rambut Sarah seraya berkata, “Ayo kita pulang!”

Sarah mengangguk lega, lalu mengandeng tangan Ethan lagi, “Ya, ayo kita pulang!”

Pada saat ini Grace sudah ada di Rumah Tua keluarga Mo, Rumah Leluhur. Sebelum di kremasi, jenazah Kakek Mo akan disembahyangi dulu. penghormatan terakhir sebelum jenazah dikremasi.

Alasan tradisi ini dilakukan untuk memberi penghoramtan terakhir dan mendoakan arwah agar tenang, menunjukan bakti anak atau keturunan kepada orang tua atau leluhur. Dan, diyakini sebagai bekal rohani agar arwah tidak merasa “ditinggalkan” sebelum menuju ke alam berikutnya.

Asap dupa mengepul perlahan, di bawah lampu aula leluhur yang temaram. Di tengah aula duka, peti kayu cokelat gelap berdiri tenang, dijaga lilin merah yang menyala di kedua sisinya. Bayangan nyala api bergetar di dinding, seolah ikut berduka.

Seorang biksu tua berdiri di depan altar, jubah kuningnya terlipat rapi. Dia mengangkat lonceng kecil, suaranya lirih melantunkan sutra "Namo Amituofo… Namo Amituofo…"

Suara itu bergema, bercampur dengan pukulan kayu ikan yang berirama”tok… tok… tok…” menciptakan suasana sakral, seakan membuka jalan di antara dua dunia.

Jenazah Kakek Mo tiba bersamaan dengan Ethan dan Sarah. Jenazah pun diletakan di dalam peti. Ethan dan Sarah memberikan pernghormatan terakhir mereka.

Di meja altar, persembahan tertata rapi. buah pir, jeruk, arak, teh panas, nasi putih dengan sepasang sumpit yang ditancapkan tegak. Di sisi lain, setumpuk uang kertas arwah menunggu untuk dibakar. Asapnya kelak akan membawa bekal bagi sang jiwa di perjalanan panjang menuju dunia leluhur.

Seorang kerabat maju, menyalakan sebatang dupa, lalu membungkuk dalam-dalam ke arah peti jenazah. Tangannya bergetar, matanya basah. Setelah dia mundur, tamu berikutnya melangkah dengan langkah berat, mengikuti tradisi penghormatan terakhir.

Tamu berdatangan dari segala penjuru. Tangisan lirih terdengar bersahut-sahutan, namun di sela itu doa biksu tak berhenti, mengalun lembut menuntun jiwa yang telah pergi.

Ethan dan Grace menyambut para tamu yang datang dengan tanpa henti. Saat ini Wajah Grace nampak sangat pucat, seakaan tidak ada darah yang mengalir di wajahnya.

Grace yang berdiri di sisi Ethan terlihat sedikit terhuyung, lalu jatuh bersandar di bahu Ethan yang langsung menangkap tubuh istrinya itu. “Hei kau kenapa?”

Grace tak sadaran diri, Ethan langsung menggendongnya dan segera membawa ke kamar utama, kamarnya. Dengan perlahan dia meletakan tubuh istrinya, lalu meletakan tangannya di kening Grace.

“Demam… suhunya terasa tinggi!” imbuh pelannya.

Ethan segera memanggil dokter keluarga yang langsung memberikan infus kepada Grace. “Nyonya terlalu lelah, harus banyak beristirahat!”

Ethan mengangguk sambil melambaikan tangannya, Dokter pergi meninggalkan kamar utama. Pada saat ini kepala pelayan masuk ke kamar. Ethan menoleh seraya berkata, “Berikan dia makanan suplemen vitamin!”

Kepala pelayan mengangguk, segera menjalankan perintah Tuannya. Ethan pun kembali ke Aula leluhur. Sarah langsung mendekat, pada saat tadi dia melihat Ethan menggendong Grace hatinya sangat cemburu. Namun, semua harus dia tahan dalam hati.

“Kak, apakah Kak Grace baik-baik saja?” tanyanya dengan nada penuh perhatian.

“Ya, hanya kurang istirahat saja!” jawab datar Ethan sambil menyapa tamu yang baru saja datang.

Pada saat ini, Tuan dan Nyonya Li juga datang memberikan penghormatan terakhir. Sebagai besan tentu saja wajib hadir. Mereka dan sarah mendampingi Ethan untuk menerima tamu. Sungguh ini terlihat seperti potret keluarga yang bahagia, suami istri didampingi oleh mertua.

Sarah merasa bangga hati tentunya, berhasil menggantikan posisi Grace, menerima tamu-tamu yang datang untuk melayat. Tepat dini hari, sampai di pagi harinya, para tamu masih berdatangan.

Alunsa sutra, puja puji doa pun selesai dibacakan, biksu menundukkan kepala dan berkata dengan suara rendah, “Segala doa telah dipanjatkan. Kini saatnya keluarga memberi penghormatan terakhir sebelum peti ditutup.”

Ethan dan keluarga lainpun memberikan penghormatan terakhir mereka lagi. Tak lama lagi, peti akan ditutup dan dibawa menuju krematorium. Pada saat ini Grace terbangun, melihat kepala pelayan baru saja meletakan sarapan di meja nakas, lalu dia melihat selang infus di tangannya.

“Apakah peti sudah ditutup?” tanya Grace sedikit terbata.

“Seharusnya sudah!” jawab si kepala pelayan.

“Tidak… tidak… Kakek Mo… Aku harus melihatnya!” kata Grace sembari mencabut selang infusnya dan berlari ke Aula leluhur.

Sesampainya di sana, Peti mati sudah mau ditutup. “Tunggu dulu!” teriak Grace sambil berlari kecil ke depan peti jenazah kakek Mo.

Grace berlutut di depan peti, sambil terisak. Tangannya gemetar ketika dia menunduk, keningnya menyentuh lantai dingin. "Kakek… maafkan jika aku belum sempat membalas semua kebaikanmu…" suaranya terputus oleh tangis.

Terpopuler

Comments

Nor Azlin

Nor Azlin

tinggalkan aja deh biar dia tau rasa selama ini pun kamu yang menjaga makan minumnya juga pakaian serta kerajaan dikantor yah ...kedua ibu juga ayah nya si Grace seolah-olah membutakan mata hati mereka terhadap anak sulung nya yah dasar keluarga toxic kenapa dari dulu tidak Sarah yang menikah sama dengan si Ethan nya yah ...apa kerana ancaman kakek nya yang ingin menyingkirkan diri nya dari warisan keluarga ...kenapa juga Sarah tidak mau menikah dengan Ethan kalau dia miskin yah dasar gila kedua2 nya yah haruskah memusnah masa depan Grace baru kalian menikah gitu ...jadi selepas selesai nya urusan kakek Mo cerai aja dengan si Ethan nya deh pergi jauh-jauh aja ...lanjutkan rhor

2025-11-20

0

Uthie

Uthie

si Ethan gak bisa liat mana rubah, mana intan! 😡

2025-10-16

1

Gia Nasgia

Gia Nasgia

kayaknya hanya kakek Mo yg membuat Grace bertahan🤔

2025-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 MENIKAHI PRIA YANG MENCINTAI ADIK-KU
2 AUTHOR
3 MINTA MAAF PADA SARAH!
4 TUAN BESAR MO
5 DEMAM TINGGI
6 ADA LALAT
7 SELUSIN PRIA
8 KUNCI KEKAYAAN
9 MINYAK PANAS
10 GIGOLO TAMPAN
11 BERCINTA
12 PIL KONTRASEPSI
13 DAUN BAWANG
14 SI MODEL TAMPAN
15 SEKRETARIS MEI
16 AYAM PANGGANG
17 TANTANGAN
18 A0A DIA ITU ROBOT?
19 TERPOTEK-POTEK
20 GAWAT INI GAWAT
21 SIAPA AKU?
22 PENGANTIN SIAPA?
23 SKANDAL
24 MATA MATA
25 BERINVESTASI
26 SATU SATUNYA SYARAT
27 DEWI BULAN DAN SANG DEWA PETIR
28 RAMUAN PENGUSIR NYAMUK
29 TRENDING TOPIK
30 TIKUS GUNUNG
31 TAMU YANG MENCURI PERHATIAN
32 SUMBER STRESS
33 CLBK
34 VILLA PARA MANTAN
35 MEMASAKMU
36 DASAR MESUM
37 SUKA... APAKAH AKU SUKA?
38 PERGI KE GUNUNG
39 SIAPA YANG TIDAK MAU
40 MEREKA BAGIANKU!
41 TEKA TEKI
42 RUMAH AMAN
43 MENYERAH
44 SAINGAN
45 BANK DARAH
46 CAP SAKTI
47 30 MENIT
48 PUSAT PERHATIAN
49 RUANG KOSONG
50 IGA BAKAR
51 BIAR TIDAK SEPI
52 QIPAO
53 OH YA AMPUN!
54 MAU BANGKRUT
55 ALTAR BATU
56 NODA
57 MELENGUH
58 PETI MATI
59 LAPOR POLISI
60 TERKESIMA
61 TARGET
62 DARAH KELUARGA
63 MODEL SAMPUL MAJALAH
64 EMBER DAN KAIN PEL
65 JIKA AKU MAU INGKAR JANJI
66 SOAL MELAMAR
67 PINDAHAN
68 SILSILAH KELUARGA
69 TUSUK KONDE
70 TRADISI
71 BISA TAMAT KITA!
72 KENCAN BUTA
73 FACIAL PELUNTUR CAT
74 PUCAT
75 AIR DINGIN
76 SI RUBAH TERBANG
77 PANGGILAN DARURAT
78 AURA MENGINTIMIDASI
79 HUTAN BELANTARA
80 SUNGAI YANG MENGAMUK
81 PORSELEN
82 KALUNG BULAN SABIT
83 ALIBI
84 KUCING TAK BERTUAN
85 RAHASIA BARU
86 SANGAT SAKIT
87 HAL YANG ANEH
88 CATWOMAN
89 DUA PESONA
90 AROMA VANILLA
91 TIDAK ADA DEBARAN ISTIMEWA
92 SEBUNGKUS COKLAT
93 MENIKAH
94 GAUN PENGANTIN
95 BONUS TIGA KALI LIPAT
96 HARI PERNIKAHAN
97 KAU AKAN MENIKAH HARI INI
98 TYPO BERTEBARAN
99 SEUMUR HIDUP
100 NYONYA JEVAN
101 NONA MUDA DALAM SANGKAR
102 PERNIKAHAN BISNIS
103 AKU PANTAS DIHUKUM
104 SIAPA KAU?
105 PARIT
106 NEGOSIATOR
107 SI KUCING MERAH
108 DARAH
109 KU IZINKAN BALAS DENDAM
110 REKAYASA LALU LINTAS
111 KITA TEMUKAN PELURUNYA
112 KOMA
113 KEADILAN
114 MINTA MAAF
115 TIGA DETIK
116 DASAR PELAKOR
117 TUNANGAN
118 MEMUKUL ADIKNYA
119 LIHAT SIAPA YANG AKU BAWA
120 AMI
121 KENCAN ROMANTIS
122 APA SEDANG MENGGODAKU
123 TIDAK BERIRAMA
124 MERINDUKAN SENTUHANNYA
125 PERJUANGAN MASIH PANJANG
126 RAJA GOMBAL
127 LELUHUR GURU
128 REKAMAN
129 SERANGAN BALIK
130 KETAGIHAN NATHAN
Episodes

Updated 130 Episodes

1
MENIKAHI PRIA YANG MENCINTAI ADIK-KU
2
AUTHOR
3
MINTA MAAF PADA SARAH!
4
TUAN BESAR MO
5
DEMAM TINGGI
6
ADA LALAT
7
SELUSIN PRIA
8
KUNCI KEKAYAAN
9
MINYAK PANAS
10
GIGOLO TAMPAN
11
BERCINTA
12
PIL KONTRASEPSI
13
DAUN BAWANG
14
SI MODEL TAMPAN
15
SEKRETARIS MEI
16
AYAM PANGGANG
17
TANTANGAN
18
A0A DIA ITU ROBOT?
19
TERPOTEK-POTEK
20
GAWAT INI GAWAT
21
SIAPA AKU?
22
PENGANTIN SIAPA?
23
SKANDAL
24
MATA MATA
25
BERINVESTASI
26
SATU SATUNYA SYARAT
27
DEWI BULAN DAN SANG DEWA PETIR
28
RAMUAN PENGUSIR NYAMUK
29
TRENDING TOPIK
30
TIKUS GUNUNG
31
TAMU YANG MENCURI PERHATIAN
32
SUMBER STRESS
33
CLBK
34
VILLA PARA MANTAN
35
MEMASAKMU
36
DASAR MESUM
37
SUKA... APAKAH AKU SUKA?
38
PERGI KE GUNUNG
39
SIAPA YANG TIDAK MAU
40
MEREKA BAGIANKU!
41
TEKA TEKI
42
RUMAH AMAN
43
MENYERAH
44
SAINGAN
45
BANK DARAH
46
CAP SAKTI
47
30 MENIT
48
PUSAT PERHATIAN
49
RUANG KOSONG
50
IGA BAKAR
51
BIAR TIDAK SEPI
52
QIPAO
53
OH YA AMPUN!
54
MAU BANGKRUT
55
ALTAR BATU
56
NODA
57
MELENGUH
58
PETI MATI
59
LAPOR POLISI
60
TERKESIMA
61
TARGET
62
DARAH KELUARGA
63
MODEL SAMPUL MAJALAH
64
EMBER DAN KAIN PEL
65
JIKA AKU MAU INGKAR JANJI
66
SOAL MELAMAR
67
PINDAHAN
68
SILSILAH KELUARGA
69
TUSUK KONDE
70
TRADISI
71
BISA TAMAT KITA!
72
KENCAN BUTA
73
FACIAL PELUNTUR CAT
74
PUCAT
75
AIR DINGIN
76
SI RUBAH TERBANG
77
PANGGILAN DARURAT
78
AURA MENGINTIMIDASI
79
HUTAN BELANTARA
80
SUNGAI YANG MENGAMUK
81
PORSELEN
82
KALUNG BULAN SABIT
83
ALIBI
84
KUCING TAK BERTUAN
85
RAHASIA BARU
86
SANGAT SAKIT
87
HAL YANG ANEH
88
CATWOMAN
89
DUA PESONA
90
AROMA VANILLA
91
TIDAK ADA DEBARAN ISTIMEWA
92
SEBUNGKUS COKLAT
93
MENIKAH
94
GAUN PENGANTIN
95
BONUS TIGA KALI LIPAT
96
HARI PERNIKAHAN
97
KAU AKAN MENIKAH HARI INI
98
TYPO BERTEBARAN
99
SEUMUR HIDUP
100
NYONYA JEVAN
101
NONA MUDA DALAM SANGKAR
102
PERNIKAHAN BISNIS
103
AKU PANTAS DIHUKUM
104
SIAPA KAU?
105
PARIT
106
NEGOSIATOR
107
SI KUCING MERAH
108
DARAH
109
KU IZINKAN BALAS DENDAM
110
REKAYASA LALU LINTAS
111
KITA TEMUKAN PELURUNYA
112
KOMA
113
KEADILAN
114
MINTA MAAF
115
TIGA DETIK
116
DASAR PELAKOR
117
TUNANGAN
118
MEMUKUL ADIKNYA
119
LIHAT SIAPA YANG AKU BAWA
120
AMI
121
KENCAN ROMANTIS
122
APA SEDANG MENGGODAKU
123
TIDAK BERIRAMA
124
MERINDUKAN SENTUHANNYA
125
PERJUANGAN MASIH PANJANG
126
RAJA GOMBAL
127
LELUHUR GURU
128
REKAMAN
129
SERANGAN BALIK
130
KETAGIHAN NATHAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!