"Astaga!"
Hoek!
Lastri menutup mulut dan memuntahkan isi perut, rasa mual bergejolak saat melihat kondisi jasad tersebut. Sementara Ratih, hanya menghela napas pelan. Memang benar yang dikatakan Lastri, penjahat itu bukan mati di tangan manusia.
Di dalam sana ada Kang Sumar yang sedang menyiapkan perapian di luar ruangan bersama beberapa penjaga lainnya. Ratih melilau, tak ada sosok Wulan terlihat. Kemudian, matanya melirik Lastri yang masih membungkuk karena rasa mual.
Jangan-jangan apa yang dikatakan Lastri memang benar. Dia mati diguna-guna Wulan? Tapi apa mungkin Wulan bisa melakukannya tanpa ritual? Mungkin ada orang lain, tapi saya ingin melihat Lastri membuat kehebohan.
Ratih tersenyum licik, membiarkan Lastri memainkan perannya sebagai penyebar gosip. Apalagi Wulan memang tidak ada di tempat itu. Hal tersebut membuat kecurigaan semakin besar.
"Nyai, benar sesuai dugaan. Nyai Wulan tidak ada di sini," bisik Marni abdi pribadi Lastri setelah mengamati setiap orang.
Lastri mencibirkan bibir, perlahan berdiri setelah keadaannya membaik.
"Sudah saya duga. Memang dia pelakunya, jika dia tidak melakukannya maka seharusnya dia ada di sini, bukan?" gumamnya seolah-olah paling benar sendiri.
Ratih sudah menunggu hal itu, menunggu Lastri mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Nyai, Misnah sudah ada di kamarnya. Dia sedang bersiap untuk menghadap Nyai ke sini," bisik Sarti setelah menerima pesan dari pelayan lain di kediaman Ratih.
Ratih mendengus, acuh tak acuh dengan kabar yang dia dengar.
"Biarkan saja. Sebentar lagi akan ada pertunjukan menarik. Saya tidak ingin tertinggal," katanya sembari tersenyum sinis pada Lastri yang masih sedikit pucat.
"Baik, Nyai!" sahut Sarti diam-diam tersenyum jahat.
Sudah lama sekali dia tidak menyukai Misnah karena sikapnya yang sombong terhadap pelayan lain. Sudah beberapa kali ia tegur, tapi pelayan itu tetap tidak mau mendengar. Hukuman kali ini memang pantas dia dapatkan.
"Kang Sumar!" Lastri memanggil saat melihat Kang S…
Kemelut Di Istana Juragan
Bab 41
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 157 Episodes
Comments
Sandisalbiah
satu persatu para ular berbisa di sekitar juragan sudah mulai menggeliat menebarkan bisanya tp tetap akan ada dua kemungkinan yg terjadi... bisanya menyebar dan memangsa org yg jd targetnya atau justru memangsa diri mereka sendiri.. semangkin seru..
2025-11-04
1
Memyr 67
tambah tegang ini, gara gara lastri oon
2025-09-19
1
Ochyie Aguztina
lanjutttt💪
2025-09-18
1