Waktu terasa cepat berlalu, tak terasa jam di dinding kantor menunjukkan pukul sebelas siang ketika Axel menutup laptopnya. Semua dokumen sudah ia tanda tangani, beberapa meeting siang ini ia limpahkan pada asisten pribadinya, Raka.
“Raka, tolong urus presentasi siang nanti. Aku harus pergi,” ujar Axel sambil merapikan jasnya.
Raka mengangguk. “Baik, Pak. Saya akan pastikan semuanya berjalan sesuai agenda.” Raka memang asisten pribadinya dari dulu. Elena hanya untuk membantu saja.
Axel menghela napas. Ia berdiri sejenak di depan jendela kantornya, memandangi langit kota yang masih mendung. Ada sesuatu di dadanya yang terasa berat, seperti firasat buruk yang enggan pergi. Tapi ia tahu, ia tak bisa menunda lebih lama. Dia harus ke rumah sakit, menemani Elena makan siang.
Axel turun ke basement, masuk ke mobil hitamnya yang sudah menunggu. Begitu mesin mobil menyala, ia segera mengecek pesan dari Rendi.
“Keadaan Elena stabil. Dia sudah lebih tenang pagi ini,” pesan singkat itu membuatnya sedikit lega.
Mobil keluar dari area gedung, masuk ke jalanan kota yang mulai ramai. Axel mengendarai dengan fokus, namun sesekali ia memikirkan kejadian tadi pagi dengan Aldi.
Tatapan Aldi masih terbayang jelas di kepalanya, tatapan penuh amarah dan dendam. Axel tahu sepupunya itu bukan tipe orang yang mudah menyerah. Dan itu membuatnya semakin waspada.
Baru sekitar sepuluh menit berkendara, perasaan Axel tiba-tiba tak enak. Ada sesuatu yang mengganggu.
Ia melihat dari spion tengah, sebuah mobil sedan abu-abu tampak mengikuti dari jarak yang sama sejak tadi.
Axel mengerutkan kening. “Aldi …,” gumam Axel pelan.
Ia mempercepat laju mobil, mengambil jalan alternatif yang agak sepi. Mobil sedan abu-abu itu tetap mengikutinya.
Axel mengepalkan tangan di setir. “Oke, kalau kau memang mau main-main denganku seperti ini.”
Ia berbelok ke jalan kecil yang jarang dilalui, sebuah area perkantoran yang jam segini sepi. Di ujung jalan, Axel menghentikan mobilnya mendadak.
Mobil di belakangnya juga…
Gigoloku Bossku
Bab Tiga Puluh Tiga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 94 Episodes
Comments
Ratih Tupperware Denpasar
aldi ini bener2 gambaran manusia egois , manja, mau menang sendiri, apa yg diinginknnya hrs terpenuhi. ingin tetep sama elena tapi ga menolak tubuh si lisa. pas dalam pelukan lisa bilang boswn sama elenq mqu cerai, pas didepan elena bilang ga ada hubungan sama lisa bilang menyesql.skr apa lagi rencana licik si aldi unt mempertahankan elena?
2025-09-24
0
julius
Tanggung Aldi. Semua bukti kejahatanmu sdh ditangan Axel. Kenapa ga sekalian kau bunuh si Axel lalu hancurkan hp dan semua rekamannya? Hasil akhirnya juga sama, tapi kalo Axel mati kau puas 😄🤣
2025-11-26
0
🌷Vnyjkb🌷
salah langkah dr awal dlm hdpmu,,, maka akann trsss salah melangkah , kecuali komit pd diri sendiri u berubah total, hanya Kamu pribadi yg bisa ak,, org lain tdk bisa merubahmu
2025-09-24
0