Kontras Takdir

Masalah terus datang menghampiri Amanda tanpa jeda. Ia terus dipaksa berfikir untuk memikirkan jalan keluar dari setiap masalahnya.

Dengan segala tekanan yang ia hadapi, baik dari muridnya sendiri, para wali murid bahkan dari kepala sekolah sudah sangat menggerus otak dan batinnya.

Dan, sekarang ia terlihat sangat lelah untuk memikirkan semuanya. Terlebih, semuanya tak ada yang berjalan lancar sesuai keinginannya. Baik disekolah maupun dalam kehidupannya sendiri.

"Apa aku tidak pantas untuk bahagia?"

Amanda adalah anak yatim piatu, dari kecil dia dibesarkan dalam panti asuhan. Dan, sekarang ia hidup sebatang kara dalam kosan kecil pinggiran kota.

Walau terkadang merasa sepi karena tak adanya keluarga, setidaknya ia sempat merasa bahagia saat bertemu dengan seorang laki-laki yang kini telah menjadi mantan pacaranya.

Laki-laki itu sangat baik, sampai membuat Amanda merasa nyaman didekatnya. Dia juga orang yang membuat Amanda tak merasa kesulitan lagi selama tinggal di kota. Mengingat dulu ia sempat merasa frustasi ketika pindah ke kota besar, karena dia hanyalah gadis desa yang datang untuk menimba ilmu dan mencari pengalaman hidup.

Meski kebahagian itu hanya bertahan selama 5 tahun, mengingat hubungan mereka kandas ditengah jalan, ketika kedua orang tua mantanya tak pernah menyukainya yang merupakan seorang anak yatim piatu.

Niat mereka untuk menikah pun terpaksa pupus, karena tak adanya restu. Hal itu sempat membuat Amanda terpukul dan juga sedih.

Walau mantannya itu baik, namun karena sikapnya yang tak bisa tegas dihadapan ibunya yang selalu merendahkannya, membuat Amanda terpaksa untuk melepaskannya. Karena jika terus bertahan, hanya akan membuat mereka saling menyakiti satu sama lain.

Dan, kini ia pun kembali sendiri. Menyisahkan sisa luka yang amat perih. Bagi Amanda yang sudah terlanjur mencintai.

...

Ditempat yang jauh berbeda dengan milik Amanda yang sunyi dan hampa. Kehangatan terpancar di dalam rumah yang dihuni oleh dua orang tua yang masih terlihat awet muda bersama dengan dua anak mereka yang usianya berbanding cukup jauh.

Rumah itu terasa sangat hangat dan penuh keakraban antar satu sama lain. Membuat semua orang iri melihat kedekatan mereka yang penuh cinta.

"Kakak bawain kamu buah, nanti dimakan ya." Ucap laki-laki yang bernama Reihan pada adiknya yang terpaut jarak 16 tahun darinya itu.

"Wow, buah apa tuh?" Sang adik yang baru turun dari kamarnya nampak antusias mendengar sang kakak membawakan buah untuknya.

Seketika langsung menghampiri sang kakak untuk melihat buah yang dia bawakan untuknya.

"Buah stroberi kesukaan kamu." Jawabnya sembari mengelus puncak kepala sang adik dengan penuh kasih sayang.

"Wow, buahnya keliatan segar banget." Raisa terlihat sumringah melihat buah stroberi yang dibelikan oleh kakaknya.

Saking senangnya, ia sampai memeluk sang kakak. Reihan pun membalas pelukan sang adik dengan penuh hangat.

"Kamu sesenang itu sama buah stroberi ya..." Reihan tak menyangka adiknya begitu senang hanya karena buah yang ia bawakan sebagai hadiah.

"Iya dong, kan ini buah kesukaanku." Jawab Raisa melepaskan pelukannya dan beralih ke arah buah yang dibawakan oleh Reihan.

Ia mulai membukanya dan mencoba untuk memakannya satu.

"Em, ini benar-benar enak banget kak." Ujar Raisa yang merasa bahagia setelah mencicipi rasanya.

Reihan hanya bisa tersenyum melihat ekspresi wajah Raisa yang sumringah hanya karena memakan buah.

"Kamu harus segera menikah, jangan memanjakan adikmu terus." Ujar sang mama melihat anak laki-lakinya itu tak kunjung menikah di usianya yang sudah menginjak 32 tahun.

"Iya, nanti kalau sudah waktunya." Balas Reihan yang mengalihkan pandangan pada sang mama, yang sebelumnya menatap ke arah adiknya.

"Itu terus jawaban kamu." Mama Reihan terlihat sudah pasrah pada jawaban sang anak yang terus mengelak ketika disuruh menikah.

"Sabar, nanti Reihan bakal menikah kok. Tapi, tidak sekarang ya.." Jawab Reihan memeluk sang mama untuk menenangkannya.

"Kalau kamu tidak mencari pasangan, gimana kamu mau menikah, coba?" Ucap sang mama melihat anaknya yang sekarang masih menjomblo.

Mendengar hal itu Reihan hanya bisa tersenyum sembari memeluk tubuh mamanya.

Mereka terlihat bahagia dan saling melempar candaan tapa canggung satu sama lain. Saling bergantung dan saling melindungi satu sama lain.

Berbanding terbalik dengan Amanda yang harus menyimpan dan mengatasi semua masalahnya seorang diri, tanpa adanya support dan perlindungan dari keluarga terdekat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!