“Ya Tuhan…” bisik Ibu Mega pelan begitu melihat foto Panji Sukmana terpampang di layar LED raksasa di tengah ballroom.
Ia menoleh cepat ke arah Risma yang berdiri di belakangnya. “Kamu lihat, Risma? Itu, Panji Sukmana! Kalau Irma bisa dekat dengan dia, keluarga kita bisa naik kelas. Aku nggak mau kalah dari Ibu-ibu komplek yang suka pamer menantu.”
Risma hanya tersenyum kecil, maklum dengan ambisi ibunya. Ia tahu betul, di balik dandanan dan sikap elegannya, Ibu Mega punya satu kelemahan besar—gengsi.
Namun, Ibu Mega sudah sibuk menatap ke sekeliling ruangan, matanya berputar cepat mencari seseorang. “Ngomong-ngomong, Irma ke mana, ya? Apa Arga nggak bilang ke dia kalau acara ini penting?” gumamnya. Di kepalanya, sudah terbayang andai saja Irma bisa bersanding dengan Panji Sukmana—betapa bahagianya dia.
“Anak itu sebenarnya di mana, sih? Katanya di Jepang, tapi kok seperti hilang kabar?” desisnya lagi sambil menegakkan badan. “Dia harus segera pulang! Kalau perlu, aku yang suruh langsung. Nggak masalah beda usia, yang penting Panji itu calon yang luar biasa.”
Suara orkestra mengalun lembut, diiringi penyanyi profesional yang membawakan lagu cinta klasik. Suasana pesta semakin mewah, namun bukan itu yang paling ditunggu para tamu. Semua mata menanti satu sosok—Panji Sukmana. Nama yang selalu jadi bahan pembicaraan karena ketampanan dan kekayaannya.
Di sisi lain ballroom, Ibu Saras tampak sibuk dengan ponselnya. Sudah beberapa kali ia mencoba menghubungi Panji, tapi panggilannya tak kunjung dijawab.
“Anak ini maunya apa, sih?” gerutunya kesal. “Kalau memang nggak mau datang, bilang saja! Aku sudah pasang layar di mana-mana buat perkenalan keluarga, masa dia nggak muncul juga?”
Suara seorang pria menyapanya dari samping. “Dengan Ibu Saras, ya?”
Saraswati mendongak, menatap pria paruh baya yang berdiri di hadapannya. Ia sempat menyipitkan mata, mencoba mengingat wajah itu. Di samping pria tersebut berdiri seorang perempuan muda berpenampilan sederhana, namun sopan.
“Per…
Janda Melati
jm 50
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 116 Episodes
Comments