20. pelakor harus di lawan biar nggak ngelunjak.

“Tuan, proyek di cabang Surabaya butuh tinjauan...” Julio membuka pintu ruangan Abraham dengan tergesa, membawa setumpuk berkas di tangannya. Ucapannya cepat, tapi kata-kata itu terhenti di udara.

Matanya membelalak, tubuhnya membeku. Berkas di tangannya terlepas, kertas-kertas berserakan di lantai. Pemandangan di hadapannya sungguh di luar dugaan. Sang bos yang terkenal dingin, tegas, dan hampir tidak pernah memperlihatkan sisi pribadinya, kini tengah mencium bibir istrinya.

Hanum sontak mematung, sementara Abraham cepat-cepat melepaskan ciumannya, wajahnya berubah tegang. Matanya langsung menatap Julio dengan sorot tajam, seolah ingin membekukan pria itu di tempat.

“Julio,” suara Abraham rendah, namun jelas bergetar menahan amarah. Julio, yang masih terperangah, buru-buru tersenyum kaku, mencoba mencairkan suasana.

“Maaf, maaf sekali, Tuan … saya tidak bermaksud mengganggu. Silakan lanjutkan saja … saya … saya pura-pura tidak melihat apa-apa.”

Hanum menunduk cepat, wajahnya memerah, jantungnya berdetak tak karuan. Sementara Abraham, tatapannya semakin dingin menohok Julio, membuat pria itu terdiam sejenak.

Namun bukannya menunggu instruksi, Julio justru dengan cepat memunguti berkas-berkasnya yang berserakan, lalu berjalan mundur ke arah pintu. “Saya … saya permisi dulu, Tuan.”

“Julio!” panggil Abraham, nada suaranya dalam dan memerintah. Namun pria itu sudah lebih dulu menyingkir, buru-buru keluar dari ruangan. Pintu tertutup kembali, menyisakan keheningan yang menekan.

Abraham mendengus kesal, jemarinya mengetuk meja dengan kasar. “Astaga…” desisnya, berdecak. Dia merasa wajahnya panas, bukan karena marah semata, melainkan juga malu. Baru saja ia kehilangan kendali di depan Hanum, dan sekarang malah tertangkap basah oleh tangan kanannya sendiri.

Hanum, yang sejak tadi menunduk, menggigit bibir bawahnya menahan rasa salah tingkah. Dia tidak tahu harus berkata apa. Perasaannya masih bergetar karena ciuman tadi, dan kini ditambah rasa malu karena ada orang lain ya…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

good job Hanum.. harusnya memang seperti itu.. mempertahankan hal yg memang menjadi hakmubitu suatu keharusan.. apa lagi suami.. harus jd istri yg tangguh krn punya suami seperti Abraham itu pasti banyak godaannya, jd incaran para pelakor yg makin menjamur tanpa urat malu..

2026-06-26

0

Deera__

Deera__

Nahh looohh liat yg GK hrusnya kauu liatt . ngileerr ntarr kau Jul🤣🤣🤣 kaburrr sana sblum disemproot dan gajimu dipotong🤣🤣🤣🤣

2026-01-09

0

ken darsihk

ken darsihk

Hebat Num ya harus nya seperti itu , istri nya Abraham Biantara harus mempunyai kharisma 👍👍

2025-09-27

1

lihat semua
Episodes
1 01. Pengkhianatan
2 02. Ditinggalkan dan diceraikan
3 03. Sebulan kemudian
4 04. Dua Minggu kemudian
5 05. Bayangan itu masih tersimpan meskipun tak bisa disentuh lagi
6 06. Terpaksa menikah demi Anak
7 07. pesta pernikahan mantan suami
8 08. Dia istriku!
9 09. menyesal?
10 10. Dibuang tak terhina
11 11. Suami idaman banget!
12 12. Menyesal pun tiada artinya.
13 13. Kotak bekal
14 14. Kejar cinta suamimu, Hanum.
15 15. pelan pelan saja
16 16. Perasaan itu sulit untuk dicerna.
17 17. kau tetap istriku.
18 18. Calon pelakor
19 19. Mas!
20 20. pelakor harus di lawan biar nggak ngelunjak.
21 21. malam ini dia bintangnya.
22 22. Harus jadi istri yang setara dengan suami.
23 23. Suami istri itu tidur bersama bukan terpisah.
24 24. Ini rumah kita!
25 25. Pemilik Sketsa itu...
26 26. Aku iri pada anakku.
27 27. kecupan kening yang tertinggal.
28 28. Ulat Bulu ...
29 29. Alma?
30 30. pemandangan yang indah
31 31. Siapa gadis itu sebenarnya?
32 32. Tiba ... Tiba
33 33. Bayangan?
34 34. Hanum or Alma
35 35. Hanum, kamu rumahku.
36 36. Jangan berhenti mencoba.
37 37. berhenti menyebut nama Alma! karena istriku saat ini Hanum.
38 38. malam pesta ultah
39 39. Karma
40 40. Sampai kapan dia akan terus mencari Masalah.
41 41. Staf kecil
42 42. Restoran
43 43. Beberapa bulan kemudian
44 44. Disandera
45 45. Balasan untuk mereka
46 46. Hari yang manis
47 47. Hamil?
48 48.Dua hari berlalu
49 49. 5 bulan kemudian
50 50. Hanum
51 51. Rumah sakit
52 52. Galih
53 53. Bayi Kembar
54 54. Beberapa bulan berlalu.
55 55. Keesokan harinya
56 56. Masuk Sekolah
57 57. waktu terus berjalan
58 58. Semua akan sembuh pada waktunya
59 59. Kalau hari itu tidak ada perpisahan maka tidak ada pertemuan ini.
60 60. Semua akan indah pada waktunya
61 Pengumuman
62 Pengumuman
Episodes

Updated 62 Episodes

1
01. Pengkhianatan
2
02. Ditinggalkan dan diceraikan
3
03. Sebulan kemudian
4
04. Dua Minggu kemudian
5
05. Bayangan itu masih tersimpan meskipun tak bisa disentuh lagi
6
06. Terpaksa menikah demi Anak
7
07. pesta pernikahan mantan suami
8
08. Dia istriku!
9
09. menyesal?
10
10. Dibuang tak terhina
11
11. Suami idaman banget!
12
12. Menyesal pun tiada artinya.
13
13. Kotak bekal
14
14. Kejar cinta suamimu, Hanum.
15
15. pelan pelan saja
16
16. Perasaan itu sulit untuk dicerna.
17
17. kau tetap istriku.
18
18. Calon pelakor
19
19. Mas!
20
20. pelakor harus di lawan biar nggak ngelunjak.
21
21. malam ini dia bintangnya.
22
22. Harus jadi istri yang setara dengan suami.
23
23. Suami istri itu tidur bersama bukan terpisah.
24
24. Ini rumah kita!
25
25. Pemilik Sketsa itu...
26
26. Aku iri pada anakku.
27
27. kecupan kening yang tertinggal.
28
28. Ulat Bulu ...
29
29. Alma?
30
30. pemandangan yang indah
31
31. Siapa gadis itu sebenarnya?
32
32. Tiba ... Tiba
33
33. Bayangan?
34
34. Hanum or Alma
35
35. Hanum, kamu rumahku.
36
36. Jangan berhenti mencoba.
37
37. berhenti menyebut nama Alma! karena istriku saat ini Hanum.
38
38. malam pesta ultah
39
39. Karma
40
40. Sampai kapan dia akan terus mencari Masalah.
41
41. Staf kecil
42
42. Restoran
43
43. Beberapa bulan kemudian
44
44. Disandera
45
45. Balasan untuk mereka
46
46. Hari yang manis
47
47. Hamil?
48
48.Dua hari berlalu
49
49. 5 bulan kemudian
50
50. Hanum
51
51. Rumah sakit
52
52. Galih
53
53. Bayi Kembar
54
54. Beberapa bulan berlalu.
55
55. Keesokan harinya
56
56. Masuk Sekolah
57
57. waktu terus berjalan
58
58. Semua akan sembuh pada waktunya
59
59. Kalau hari itu tidak ada perpisahan maka tidak ada pertemuan ini.
60
60. Semua akan indah pada waktunya
61
Pengumuman
62
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!