2. Di Jodoh - Jodohkan

Seusai sholat magrib berjamaah di Masjid. Keluarga besar Pak Karto berkumpul untuk makan malam bersama. Seperti biasa, saat ada perayaan khusus, mereka akan makan nasi kuning bersama - sama.

"Nasi kuning buatan Uti memang paling the best." Puji Aksa yang nampak lahap makan nasi kuning buatan Bu Lastri.

"Alhamdulillah, nak putu Uti seneng. (Alhamduliah, kalau cucu Uti senang.)" Jawab Bu Lastri sambil tersenyum.

"Kalian berdua kok lama di makam? Apa main dulu setelah dari makam?" Tanya Runi.

"Mas Arsha ngajak lihat cewek cantik di pondok, Bun." Gurau Aksa yang membuat Kakaknya melotot.

"Astaghfirullah. Lambemu lho, Sa. Iso - isone fitnah. (Mulutmu lho, Sa. Bisa - bisanya fitnah.)" Omel Arsha yang membuat Aksa tertawa.

"Cewek cantik yang mukanya adem itu ya, Mas? Yang kayak wajah keturunan orang arab?" Tanya Sifa.

"Lho, kok Bunda tau?" Tanya Aksa.

"Memang cantik ya, Mas. Itu keponakan dari menantunya Pak Kiyai. Baru pindah ke sini, kayaknya baru satu mingguan. Bapaknya keturunan Arab tuh, Mas. Mereka juga punya rumah di Madinah karna punya agen travel haji dan umroh yang terkenal juga." Cerita Sifa.

"Iya, itu sekolah di SMA tempatku, Nda. Mas Arsha tuh sering merhatiin dia diem - diem." Ujar Aksa. Sementara Arsha hanya bisa geleng - geleng menanggapi ocehan kembarannya.

"Tapi kok dia malah pindah ke desa terpelosok gini, Nda?" Tanya Aksa.

"Mmm kalo itu, Bunda gak tau pasti. Cuma kata anaknya Pak Kiyai sih karna dia pingin ikut ngajar di Pondok." Jawab Sifa.

"Oh, ini lagi ngomongin Mbak Raina ya? Wih, Mbak Raina itu Hafizah loh, Mas. Sudah hafal tiga puluh juz, suaranya merdu lagi. Dia itu sering juara MTQ. Kemarinnya dia yang nyimak Tasmi' ku." Kata Raka yang memang sering berada di Pondok untuk mengaji.

"Oo, jadi namanya Raina." Kata Aksa yang baru mengetahui nama gadis itu.

"Kalo Yanda sih, udah Yanda pepet terus itu. Jangan sampe lepas pokoknya, Mas." Agil ikut mengompori.

"Dasar kompor kowe ki, Gil! (Dasar kompor kamu itu, Gil!)" Sergah Abi.

"Lho, In Syaa Allah anak baik - baik loh, Mas. Emang gak mau punya mantu hafizah? Sopo reti keseret melu neng suwargo, ra ketang neng teritisane. (Siapa tau terseret ikut ke surga, walaupun hanya di pinggirannya.)" Sahut Agil yang membuat mereka semua tertawa.

"Haduh, ra keroso. Akung wes ape nompo putu mantu. (Haduh, gak kerasa. Akung sudah mau punya cucu mantu.)" Kekeh Pak Karto.

"Aku belum mau nikah lho, Kung. Aksa tuh yang gonta - ganti pacar." Sergah Arsha yang membuat Pak Karto tertawa.

"Mumpung belum nikah, Mas. Jadi puas - puasin dulu gonta - ganti cewek. Biar bener - bener tau, tipe kita tuh yang gimana." Ujar Aksa.

"Prinsipmu tuh aneh, Sa!" Kata Arsha sambil geleng - geleng kepala.

"Mau pacaran boleh, tapi harus tau batasan, Mas. Jangan sampe karna pacaran, kalian jadi males - malesan." Ujar Runi.

"Kalo aku, belum mau pacaran kok, Bun. Aksa aja itu mulutnya ngelantur." Jawab Arsha.

"Bilang aja kalo suka, Mas. Tenang aja, aku dukung kok. Bener kata Yanda, siapa tau kita semua keseret masuk surga karna tiap hari denger dia muroja'ah." Kata Aksa.

"Ra kuat, Sa. Ra kuat wong siji nyeret uwong sak mene akehe. (Gak kuat, Sa. Gak kuat orang satu menyeret orang segini banyaknya.)" Sahut Arsha yang memecah tawa mereka semua.

"Kamu aja yang deketin, Sa. Kalo Masmu gak mau." Kata Agil yang kembali mengompori keponakannya.

"Iya ya, Yanda. Apa tak deketin aja ya?" Jawab Aksa sambil melirik ke arah Kakak kembarannya.

"Iya lah! Masmu kayaknya gak tertarik sama Raina." Timpal Agil yang ikut melihat air wajah Arsha.

"Jangan mau kalah dong, Mas Arsha. Mas Aksa aja ceweknya banyak." Kata Ashoka yang ikut bicara.

"Iya, Mas. Rugi kalo gak dapetin cewek cantik kayak Mbak Raina. Adem banget kalo lihat, Mas. Kayak lantai Masjid. Mana ngajinya pinter lagi, Maa Syaa Allah." Raka ikut menimpali.

"Ibun sama Romo pasti setuju kalo dapet mantu sholeha kayak gitu. Istri idaman lho, Mas, paket lengkap." Kata Aksa.

"Belum tentu. Walaupun seorang hafizah, kalau akhlak dan adabnya buruk, udah pasti Ibun tolak mentah - mentah." Sahut Runi.

"Mana ada. Anaknya lho sopan banget, Bun. DI sekolah aja, gak berani nyalip gurunya." Kata Aksa.

"Kayaknya kamu deh, Sa, yang lebih merhatiin." Celetuk Abi.

"Ya kan aku lihatin dia karna penasaran, Mo. Spek cewe kayak apa sih dia, sampe bisa bikin Masku gak kedip lihat dia." Kata Aksa yang berkilah.

"Uwes to, Mas Arsha, sikat wae. Ojo ngasi ucul bocahe. Opo meneh nak pinter leh ngaji ngono kuwi. Beehh, In Syaa Allah ayem uripmu, Nang. (Sudah to, Mas Arsha, sikat saja. Jangan sampai lepas anaknya. Apa lagi kalau pintar mengajinya seperti itu. Beehh, In Syaa Allah tenang hidupmu, Nak.)" Ujar Agil.

"Biar bisa ngerukyah Aksa sama Yanda tiap hari, ya." Sahut Arsha yang membuat mereka tertawa.

"*Jiiiangkrik. Pancene titisan Mas Abi tenan. Di kandani malah ng*ece! (Jiiiaangkrrik. Emang titisan Mas Abi bener. Di bilamgin malah meledek.)" Pisuh Agil sambil terkekeh.

...****************...

"Mo..."

"Dalem, Sayang?" Jawab Abi yang nampak masih sibuk dengan pekerjaannya.

"Ibun kepikiran Arsha deh." Ujar Runi.

"Kenapa, Bun? Ada yang salah sama Arsha? Kelihatannya dia baik - baik aja." Jawab Abi yang kini mengalihkan perhatian pada Istrinya.

"Itu beneran Arsha lagi jatuh cinta?" Tanya Runi.

"Wajar lah, Bun. Namanya juga remaja, masih fasenya cinta monyet." Jawab Abi.

"Tapi beda banget sama Aksa loh, Mo. Kalo Aksa kan lebih terbuka, maksudnya ya kita sama - sama tau lah, kalo anak Romo itu play boy." Kekeh Runi.

"Giliran play boy, anak Romo. Padahal Romo ini green flag loh. Ibun tuh dulu yang pacarnya banyak waktu SMA." Sergah Abi yang membuat Runi tertawa.

"Namanya orang itu kan wataknya beda - beda, Bun. Mungkin, Arsha gak pernah cerita karna memang dia gak punya pacar. Ibun juga denger sendiri tadi dia bilang kalo belum mau pacaran. Kayak Romo yang gak pernah pacaran waktu SMA." Imbuh Abi yang membuat Runi mencebik.

"Kayaknya Romo salah ngasih nama, deh. Ini yang kayak Segoro (lautan) malah Arsha. Orangnya tenang, adem, kalem, gak gedebak - gedebuk." Gelak Runi.

"Sekalinya marah, langsung bikin Tsunami." Sahut Abi.

"Itu gak tau kenapa yang satunya malah kelakuannya mirip Agil." Imbuh Abi sambil tertawa.

"Romo sih, dulu waktu aku hamil mereka, suka berantem sama Agil. Jadilah itu foto copy kalian berdua karna dari dalem perut kerjaannya dengerin Romo sama Yandanya gelut." Kata Runi.

"Nah kan, salah Romo lagi." Protes Abi yang membuat Runi kembali terkekeh.

Terpopuler

Comments

Faqisa Sakila

Faqisa Sakila

Lanjut thor..
smangat
setia mnunggu thor

2025-09-18

4

fsf

fsf

bener banget Runi dari dulu Abi sama Agil tuh gelut terus tp mereka saling mengasihi

2026-04-23

1

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍

𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩 𝙮𝙖 𝙍𝙪𝙣𝙞 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙠𝙚𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙠𝙖 𝙖𝙙𝙪 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙠𝙚𝙟𝙖𝙧 𝙠𝙚𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙘𝙖𝙝.🤣

2026-01-13

1

lihat semua
Episodes
1 1. Arsha dan Aksa
2 2. Di Jodoh - Jodohkan
3 3. Kejadian Tiba - Tiba
4 4. Pemakaman
5 5. Dapat Izin
6 6. Suara Merdu
7 7. Modus Roti Bakar
8 8. Berkah Hujan
9 9. Harimau Penjaga
10 10. Kulkas Konslet
11 11. Perpisahan
12 12. Bertemu Raina
13 13. Salah Lihat?
14 14. Gerojogan Wungu
15 15. Pria Misterius
16 16. Terlambat
17 17. Hukum Adat
18 18. Pelaksanaan Hukuman
19 19. Kedekatan Kakak Beradik
20 20. Keberangkatan
21 21. Time Flies
22 22. Berbagi Tugas
23 23. Hujan dan Kenangan
24 24. Kesempatan Kedua
25 25. Ketempelan
26 26. Pembukaan MTQ
27 27. Penantian dan Doa
28 28. Datting or Meeting?
29 29. Keluarga Raina
30 30. Tak Mau Kehilangan
31 31. Kabar Mengejutkan
32 32. Kondisi Raina
33 33. Cinta Itu Buta
34 34. Preman Kesayangan
35 35. Bahagianya Berkumpul
36 36. Anti Rugi
37 37. Mahasiswa Hilang
38 38. Pertemuan
39 39. Mas Askara
40 40. Menggemaskan
41 41. Penasaran
42 42. Suara Buaya
43 43. Keluarga Rasa Sahabat
44 44. Bantuan Ibun
45 45. Porak Poranda
46 46. Pertaruhan
47 47. Harimau
48 48. Pria - Pria Bucin
49 49. Pak Sekdes
50 50. Sosok yang Menenangkan
51 51. Puting Beliung
52 52. Getun
53 53. Ningrat
54 54. Ikhlas
55 55. Sudah Kenal
56 56. Malam yang Hangat
57 57. Satpam Gagal
58 58. Pohon Mangga
59 59. Pahlawan
60 60. Harus Adil
61 61. Izin ke Dubai
62 62. Permintaan
63 63. Alasan Penolakan
64 64. Kabar Untuk Keluarga
65 65. Akad
66 66. Si Paling Jahil
67 67. Lapar
68 68. Berpamitan
69 69. Penyambutan
70 70. Si Pengganggu
71 71. Puncak Ritual
72 72. Cahaya Menyilaukan
73 73. Buka Puasa
74 74. Bertemu Calon Mertua
75 75. Balada Hadiah
76 76. Mata Air dan Lautan
77 77. Tasyakuran.
78 78. Keributan Di Balai Desa
79 79. Rasa Percaya
80 80. Ketegaran Sebesar Harapan
81 81. Keajaiban
82 82. Welas Asih
83 83. Ide Mencurigakan
84 84. Kumpul Keluarga
85 85. Bahagia bertubi - tubi
86 86. Hari H Lamaran
87 87. Jawaban Saira
88 88. Ngidam
89 89. Rindu Kekasih
90 90. Kepanikan
91 91. Waktu Menyembuhkan Luka
92 92. Bayi Tak Berdosa
93 93. Pelipur Duka
94 94. Gundul
95 95. Persiapan Ritual Bopo dan Biyung
96 96. Ritual Bersih Diri
97 97. Tempat Yang Menenangkan
98 98. Perjalanan Saira
99 99. Saling Melengkapi
100 100. Magnet Rezeki
101 101. H-1 Pernikahan Aksa dan Saira
102 102. Deep Talk Si Kembar
103 103. Tegang
104 104. Tangis dan Tawa
105 105. Resepsi Pernikahan
106 106. Demam
107 107. Langsung Pulang
108 108. Unduh Mantu
109 109. Madu Cinta
110 110. Kakak Posesif
111 111. Mata - Mata
112 112. Karma untuk Si Kepo
113 113. Persiapan Pesta Panen
114 114. Perayaan Pesta Panen
115 115. Bapak - Bapak Jahil
116 116. Balada Topeng
117 117. Kabar Bahagia yang Mendadak
118 118. Manja
119 119. Mimpi?
120 120. Wangsit
121 121. Kabar Bahagia Bertubi - tubi
122 122. Sashi dan Kolam
123 123. Aura CEO
124 124. Pemersatu Bangsa
125 125. Ayam Bakar
126 126. Kabar Kehamilan
127 127. Dua Dunia
128 128. Pertemuan Mengharukan
129 129. Sashi dan Laiba
130 130. Sugeng Rawuh, Calon Bopo
131 131. Sungai Kemuning
132 132. Upacara Tingkeban
133 133. Gelombang Cinta
134 134. Tak Kunjung Usai
135 135. Kelahiran Bayi Laki - Laki
136 136. Putra Istimewa
137 137. Anak Pintar!
138 138. Tolong!
139 139. Bayi Kembar
140 140. Bahagia
141 Pengumuman!
Episodes

Updated 141 Episodes

1
1. Arsha dan Aksa
2
2. Di Jodoh - Jodohkan
3
3. Kejadian Tiba - Tiba
4
4. Pemakaman
5
5. Dapat Izin
6
6. Suara Merdu
7
7. Modus Roti Bakar
8
8. Berkah Hujan
9
9. Harimau Penjaga
10
10. Kulkas Konslet
11
11. Perpisahan
12
12. Bertemu Raina
13
13. Salah Lihat?
14
14. Gerojogan Wungu
15
15. Pria Misterius
16
16. Terlambat
17
17. Hukum Adat
18
18. Pelaksanaan Hukuman
19
19. Kedekatan Kakak Beradik
20
20. Keberangkatan
21
21. Time Flies
22
22. Berbagi Tugas
23
23. Hujan dan Kenangan
24
24. Kesempatan Kedua
25
25. Ketempelan
26
26. Pembukaan MTQ
27
27. Penantian dan Doa
28
28. Datting or Meeting?
29
29. Keluarga Raina
30
30. Tak Mau Kehilangan
31
31. Kabar Mengejutkan
32
32. Kondisi Raina
33
33. Cinta Itu Buta
34
34. Preman Kesayangan
35
35. Bahagianya Berkumpul
36
36. Anti Rugi
37
37. Mahasiswa Hilang
38
38. Pertemuan
39
39. Mas Askara
40
40. Menggemaskan
41
41. Penasaran
42
42. Suara Buaya
43
43. Keluarga Rasa Sahabat
44
44. Bantuan Ibun
45
45. Porak Poranda
46
46. Pertaruhan
47
47. Harimau
48
48. Pria - Pria Bucin
49
49. Pak Sekdes
50
50. Sosok yang Menenangkan
51
51. Puting Beliung
52
52. Getun
53
53. Ningrat
54
54. Ikhlas
55
55. Sudah Kenal
56
56. Malam yang Hangat
57
57. Satpam Gagal
58
58. Pohon Mangga
59
59. Pahlawan
60
60. Harus Adil
61
61. Izin ke Dubai
62
62. Permintaan
63
63. Alasan Penolakan
64
64. Kabar Untuk Keluarga
65
65. Akad
66
66. Si Paling Jahil
67
67. Lapar
68
68. Berpamitan
69
69. Penyambutan
70
70. Si Pengganggu
71
71. Puncak Ritual
72
72. Cahaya Menyilaukan
73
73. Buka Puasa
74
74. Bertemu Calon Mertua
75
75. Balada Hadiah
76
76. Mata Air dan Lautan
77
77. Tasyakuran.
78
78. Keributan Di Balai Desa
79
79. Rasa Percaya
80
80. Ketegaran Sebesar Harapan
81
81. Keajaiban
82
82. Welas Asih
83
83. Ide Mencurigakan
84
84. Kumpul Keluarga
85
85. Bahagia bertubi - tubi
86
86. Hari H Lamaran
87
87. Jawaban Saira
88
88. Ngidam
89
89. Rindu Kekasih
90
90. Kepanikan
91
91. Waktu Menyembuhkan Luka
92
92. Bayi Tak Berdosa
93
93. Pelipur Duka
94
94. Gundul
95
95. Persiapan Ritual Bopo dan Biyung
96
96. Ritual Bersih Diri
97
97. Tempat Yang Menenangkan
98
98. Perjalanan Saira
99
99. Saling Melengkapi
100
100. Magnet Rezeki
101
101. H-1 Pernikahan Aksa dan Saira
102
102. Deep Talk Si Kembar
103
103. Tegang
104
104. Tangis dan Tawa
105
105. Resepsi Pernikahan
106
106. Demam
107
107. Langsung Pulang
108
108. Unduh Mantu
109
109. Madu Cinta
110
110. Kakak Posesif
111
111. Mata - Mata
112
112. Karma untuk Si Kepo
113
113. Persiapan Pesta Panen
114
114. Perayaan Pesta Panen
115
115. Bapak - Bapak Jahil
116
116. Balada Topeng
117
117. Kabar Bahagia yang Mendadak
118
118. Manja
119
119. Mimpi?
120
120. Wangsit
121
121. Kabar Bahagia Bertubi - tubi
122
122. Sashi dan Kolam
123
123. Aura CEO
124
124. Pemersatu Bangsa
125
125. Ayam Bakar
126
126. Kabar Kehamilan
127
127. Dua Dunia
128
128. Pertemuan Mengharukan
129
129. Sashi dan Laiba
130
130. Sugeng Rawuh, Calon Bopo
131
131. Sungai Kemuning
132
132. Upacara Tingkeban
133
133. Gelombang Cinta
134
134. Tak Kunjung Usai
135
135. Kelahiran Bayi Laki - Laki
136
136. Putra Istimewa
137
137. Anak Pintar!
138
138. Tolong!
139
139. Bayi Kembar
140
140. Bahagia
141
Pengumuman!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!