Malam itu Alana berusaha memejamkan matanya, namun tak bisa. Rasa penasaran tentang bagaimana kelanjutan perjodohan itu yang membuatnya tidak bisa tidur. Dalam pandangannya, Randy adalah orang yang sulit ditebak.
Pembawaannya tenang dan ramah, sikap yang sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan, tapi juga bukan seperti sebuah penolakan. Ia hanya seperti seorang cucu yang mengantar neneknya berkunjung ke rumah teman lama.
'Ya memang begitu kenyataannya, aku berharap apa lagi, sih?' batin Alana sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sementara itu, di rumah neneknya, Randy juga termenung di dalam kamarnya. Ia mengingat kembali acara perkenalan dengan Alana.
'Gadis itu tampak sangat penurut. Ia pasti tidak menolak untuk dijodohkan denganku karena itu keinginan neneknya, jadi posisinya sama denganku,' batin Randy.
Perlahan Randy merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan memejamkan matanya, namun ia berpikir bagaimana caranya memberitahu Alana bahwa ia sudah punya kekasih. Bagaimana reaksi Alana dan apakah kedua nenek tidak merasa sangat kecewa. Randy berharap Alana sudah punya kekasih dan gadis itu juga ingin mundur dari perjodohan ini.
'Aku harus segera mengajaknya berbicara empat mata untuk membahas pendapatnya tentang perjodohan ini,' ucap Randy dalam hati.
Tiba – tiba ponselnya berbunyi dan ada nama kekasihnya di layar.
“Hallo, sayang…” sapa Randy.
“Sayangku, bagaimana tadi acara perkenalannya? Apakah dia lebih cantik dari aku?” tanya suara di seberang sana sambil merajuk.
“Hmm… dia cantik, sayang..” sahut Randy menggoda Delia.
“Apa?? Lalu kamu suka dia, begitu?” sahut Delia dengan nada tinggi.
Randy tertawa, “ya tentu saja …, tentu saja aku lebih suka kamu, cantik…”
“Huh, dasar genit..” Delia tertawa, “ Bagaimana reaksi dia sama kamu? Pasti senang banget dijodohin sama pemuda tampan seperti kamu.”
“Entahlah, dia tampak polos, mungkin dia juga berada di posisi yang sama dengan aku,” sahut Randy.
“Kalau kalian sama – sama…
CINTA YANG TERSEMBUNYI
TIDAK BISA TIDUR
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 113 Episodes
Comments
@dadan_kusuma89
Alana, sebuah nama yang membawa sejuk seperti embun pagi, namun kini tengah dilingkupi kabut keraguan. Terimalah baris-baris ini sebagai teman bicaramu di kala sepi.
Saat ini, Randy sedang berdiri di pintu kedua. Ia datang kepadamu membawa beban perintah, bukan bekal asmara. Namun, janganlah engkau berkecil hati. Bakti adalah fondasi yang kokoh, seorang pria yang sanggup memuliakan janji neneknya, adalah pria yang memiliki akar kesetiaan di dalam dirinya.
Alana, jangan paksa kuncup mawar untuk mekar dengan tanganmu, karena kelopaknya akan koyak. Biarkan ia mekar karena hangatnya mentari yang engkau berikan setiap hari.
Alana, jodoh terkadang bukan tentang menemukan seseorang yang sudah mencintaimu, tapi tentang membangun cinta bersama seseorang yang bersedia tinggal. Jika Randy adalah takdirmu, maka waktu akan mengubah "perintah" itu menjadi "pilihan", dan mengubah "bakti" itu menjadi "rindu".
Tetaplah anggun dalam penantianmu, dan biarkan ketulusanmu menjadi jembatan yang meruntuhkan tembok keraguannya.
2025-12-30
1
@dadan_kusuma89
Alana, jika persahabatan nenekmu dan neneknya bisa bertahan puluhan tahun hingga memutih rambut mereka, maka benih yang mereka tanam dalam dirimu tentulah bukan benih sembarangan. Percayalah pada insting mereka, namun lebih dari itu, percayalah pada kekuatan ketulusanmu sendiri.
Langit tidak perlu menjelaskan betapa tingginya ia, dan engkau tidak perlu membuktikan betapa berharganya dirimu. Biarkan waktu yang membukakan matanya.
2025-12-30
1
se ʕ´•ᴥ•`ʔ an
"Definisi terjebak dalam ekspektasi orang tua/nenek. Dua-duanya sama-sama nggak berdaya buat nolak. Penasaran gimana reaksi Alana nanti pas tahu kalau Randy sudah ada yang punya. Apakah Alana bakal kecewa atau justru merasa lega juga karena dia sebenarnya pengen mundur?"
2026-03-11
1