Menolak Bertunangan

Deon sudah siap dengan setelan jas baru miliknya, sedangkan Luna sudah cantik dengan pakaian gaun putih elegan miliknya yang memang di desain khusus oleh ibunya sendiri, ah iya, for information, Wendy itu salah satu designer gaun terkenal di sini.

"Wah, cantik sekali anak ayah." David cukup takjub melihat tampilan putri kecilnya yang sekarang sudah tumbuh dewasa.

Luna tersenyum lebar lalu menggandeng lengan ayahnya. "Terimakasih ayah."

"Bajunya kan yah yang cantik, bukan orangnya." entah datang dari mana, tiba-tiba Deon muncul dan mulai mencari keributan dengan Luna.

Sejak dulu keduanya memang suka ribut untuk mendapatkan perhatian David, padahal keduanya sama-sama mendapat kasih sayang yang setara.

Wendy sendiri hanya bisa mendengus kesal saat Luna dan juga Deon mulai saling dorong untuk bisa menggandeng suaminya. Dengan cepat dia menarik tangan David dan menggenggamnya dengan erat. "Minggir kids, ayah hanya milik ibu."

Deon dan Luna langsung ternganga saat kedua orang tua itu pergi meninggalkan mereka.

"Hais, kau menyebalkan sekali." keluh Luna yang langsung menyenggol lengan Deon dan segera pergi menyusul ayah dan ibunya.

Deon sendiri tidak mau kalah dia segera menyusul adiknya itu lalu merangkul bahu sempit Luna hingga wanita itu menunduk karena lengan kakaknya yang berat.

"Ihh berat kakkk." rengek Luna, tapi Deon tidak perduli, pria itu malah menyeret adiknya hingga mereka sampai di luar.

...

Julian menatap pantulan dirinya di cermin dengan puas. Dari dulu dia sadar kalau dirinya ini sangat tampan. Pantas saja banyak wanita yang suka mengejar-ngejar nya.

Terutama Luna.

Wijaya segera menghampiri Julian, menepuk pundak kekar anaknya itu. "Ayo." ajaknya.

Julian menoleh lalu tersenyum. "Iya yah."

Keduanya segera turun kebawah.

"Lama sekali, tidak anak tidak ayah nya, sama-sama lambat." omel Yuri yang membuat kedua pria itu menutup telinga mereka.

...

Luna menatap takjub gedung hotel cabang milik keluarganya. Kebetulan David memang memiliki bisnis hotel yang cukup sukses, bisa dihitung jika mereka sudah memiliki tiga cabang hotel dan sekarang, David ingin menambah cabang hotel miliknya.

"Jika kau mau menjadi babuku selama tiga tahun, hotel ini akan ku berikan padamu." ucap Deon yang terkesan kurang ajar.

Mata Luna menyipit, memandang sinis pria yang merupakan kakak kandungnya itu. "Dalam mimpimu saja, aku akan meminta warisan pada ibu." ujarnya kesal.

Deon terkekeh kecil, dia ingin tertawa terbahak-bahak, hanya saja mereka sudah dikerumuni oleh orang-orang penting, dan dia tidak mungkin merusak citra dirinya yang merupakan pewaris bisnis hotel ayahnya ini.

Sebenarnya apa yang dikatakan Luna itu ada benarnya. David dan juga Wendy sudah memikirkan masa depan anak mereka, David sengaja mengenalkan bisnis hotelnya pada Deon sejak pria itu kecil.

Begitupun dengan Wendy, dia sudah mengajari Luna kecil untuk menggambar karena dia sendiri bekerja sebagai desainer, yah meskipun dia melihat bakat Luna yang bisa dikatakan sebagai pelukis. Tapi tidak masalah, pelukis dan desainer tidak terlalu beda.

Wijaya yang baru sampai lobby hotel langsung datang menghampiri David yang tengah mengobrol dengan beberapa koleganya.

"Kenapa baru sampai?" tanya David yang langsung memeluk teman lamanya itu.

"Macet, biasa." jawab Wijaya sedikit kesal.

Julian dan juga Yuri langsung menyalami David.

"Wah, anakmu benar-benar tampan, pantas saja Luna tergila-gila padanya." David memandang takjub Julian yang memang semakin hari semakin tampan, padahal belum lama ini mereka juga bertemu. Tapi melihat Julian yang memakai jas membuatnya terpana, aura pewarisnya sangat terlihat.

David langsung membawa keluarga itu kedalam.

"Oh Julian ikut juga." Wendy menyambut hangat keluarga itu.

"Iya, wen, aku saja kaget saat anak itu mau di ajak ke acara seperti ini." jawab Yuri yang langsung memeluk wanita itu. kedua suami mereka berteman, mereka juga memutuskan untuk berteman.

Keduanya langsung mencari tempat untuk mengobrol, biasa perempuan.

David sendiri mulai mencari keberadaan anak-anaknya, kemana mereka.

"Ah iya vid, bagaimana dengan acara pertunangan anak kita?" tanya Wijaya yang membuat Julian terkejut.

Pertunangan?

siapa?.

Dia dan Luna?.

"Ah aku lupa, aku belum bilang sama anakku Jay." David benar-benar lupa dengan rencana mereka.

Wijaya tersenyum. "Tapi sepertinya tidak masalah jika Luna tidak tahu, kan anakmu itu menyukai Julian, pasti dia senang bisa bertunangan dengan Julian." ucapnya santai.

"Memangnya Julian mau tunangan dengan Luna?" tanya David yang menatap Julian dengan tatapan dalam.

Julian sendiri masih terkejut mendengar jika dirinya akan di tunangkan dengan Luna.

"Kamu mau kan nak?" Wijaya bertanya pada anaknya dengan tatapan penuh harap.

Julian ingin menolak, tapi entah kenapa rasanya berat sekali untuk memberitahu ayahnya.

"Aku menolak yah." entah datang dari mana, tiba-tiba Luna berdiri disamping ayahnya. wanita itu tadinya sedang berdebat dengan sang kakak hingga akhirnya ibunya datang dan menyuruh mereka untuk menyambut Wijaya dan juga Julian.

Luna sendiri kaget saat mendengar jika Julian ada disini, masalahnya dulu, pria itu sama sekali tidak mau datang ke acara keluarganya. Makanya dulu dia dengan bodohnya meninggalkan acara penting keluarganya demi menyusul Julian yang saat itu tengah bermain game dengan Arthur di rumah pria itu dan berujung dirinya yang di tenggelamkan di kolam renang dan berakhir dirinya demam.

Tapi meskipun begitu, dia tetap berangkat kuliah demi bertemu dengan pujaannya.

Kalau dipikir-pikir, dulu dia bodoh sekali.

Tapi yang dia heran sekarang, kenapa pria itu ada disini?, bukankah Julian tidak suka bertemu dengannya.

Apalagi dia sempat mendengar obrolan ayahnya akan menjodohkannya dengan Julian?.

Itu tidak boleh terjadi.

Deon menatap penasaran wajah adiknya yang terlihat enggan menatap ke arah Julian. Tidak biasanya Luna bersikap acuh pada seseorang yang disukainya.

"Maaf pak Wijaya, tapi saya menolak usulan untuk bertunangan dengan Julian." ucap wanita itu sopan tanpa menoleh ke arah pria yang ingin dia hindari.

Wijaya tersenyum ramah, lalu menepuk pundak wanita itu. "Tidak masalah nak, itu hanya rencana kami untuk mengeratkan hubungan kekeluargaan, tapi kami juga tidak bisa memaksa." ujar pria tua itu yang membuat Luna merasa lega.

"Kau tidak mau menyapa Julian nak?" kata David sambil menaik turunkan alisnya, mencoba menggoda anak perempuannya itu.

Wajah Luna seketika mendatar. ayahnya ini benar-benar menyebalkan.

"Selamat datang Julian, semoga kau menikmati pesta ini." kata Luna sedikit terpaksa, bahkan dia tidak sudi menoleh ke arah pria itu.

Julian mengangkat sebelah alisnya. Menatap bingung wanita yang biasanya menatapnya dengan tatapan cinta, sekarang wanita itu malah enggan untuk menoleh ke arahnya.

"Kalian ada masalah?" tanya David yang membuat tubuh Luna kaku.

Dia harus jawab apa?.

Terpopuler

Comments

Lina Hibanika

Lina Hibanika

jawabnya kamu sudah menyerah mengejarnya,, mending cari yang lain saja

2025-10-18

0

Siti Solikah

Siti Solikah

mending cari yang lain aja yang emang menyukaimu luna

2026-06-20

0

hfzd

hfzd

semangat thorr 🤗

2026-08-26

0

lihat semua
Episodes
1 Aku Hidup Lagi?
2 Pindah Jurusan
3 Mencoba Menjauh
4 Menolak Bertunangan
5 Julian Yang Plin-plan
6 Kehidupan Yang Berbeda
7 Kemunculan Kirana
8 Penolakan Luna
9 Menuduh Tanpa Bukti
10 Menyebalkan
11 Kembali Meminta Restu
12 Berkat Bantuan Justin
13 Menyedihkan
14 Mengungkapkan
15 Pantai
16 Trauma
17 Justin Pria misterius
18 Ruang musik
19 Undangan Ulang Tahun
20 Dejavu
21 Cinta?
22 Rasa Itu Sudah Hilang
23 Ulang Tahun Julian
24 First kiss
25 Kekerasan Yang di Dapatkan Kirana
26 Pacar Julian
27 Omong kosong Julian
28 Pantai Dengan Kakak
29 Kedatangan Tamu Yang Tidak Diundang
30 Baikan
31 Sadar Diri
32 Pembatalan Perjodohan
33 Pacar Justin?
34 Wanita Yang Dekat Dengan Justin
35 Kado Dari Julian
36 Masa Lalu Justin
37 Rumah Justin
38 Salah sangka
39 Memalukan
40 Muka Dua
41 Bersalah
42 Ingin Pindah
43 Usaha Justin
44 Bertemu Arthur
45 Bangkrut
46 Merasa Kehilangan
47 Berangkat lagi
48 Pilihan Luna
49 Sahabat Sejati
50 Hampir salah paham
51 Persaingan
52 Di Jebak
53 Di Jebak 2
54 Licik Dibalas Licik
55 Plotwist
56 Pernikahan?
57 Berhasil
58 Flashback again
59 Sama-sama Sakit
60 Sahabat Sejati
61 Belum Selesai
62 Mencari
63 Penjelasan lagi
64 rencana Julian
65 Masih flashback
66 Johan?
67 Jaman SMP
68 Bebas?
69 Kabar Buruk
70 Tidak Tahu Malu
71 Makan malam
72 Anak?
73 Perusahaan Baru muncul
74 Luna Diculik
75 Flashback Pertemuan Dengan Johan
76 Membunuhmu
77 Trauma
78 Alasan Bolos
79 Kacau
80 Kecelakaan Palsu
81 Ketemu
82 Pacaran
83 Kembali Lagi
84 Bertemu
85 Patah Hati seorang Justin
86 Wanita Misterius
87 Wanita Iblis
88 Kecewa
89 Hamil Lagi
90 Salah Prediksi
91 E N D
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Aku Hidup Lagi?
2
Pindah Jurusan
3
Mencoba Menjauh
4
Menolak Bertunangan
5
Julian Yang Plin-plan
6
Kehidupan Yang Berbeda
7
Kemunculan Kirana
8
Penolakan Luna
9
Menuduh Tanpa Bukti
10
Menyebalkan
11
Kembali Meminta Restu
12
Berkat Bantuan Justin
13
Menyedihkan
14
Mengungkapkan
15
Pantai
16
Trauma
17
Justin Pria misterius
18
Ruang musik
19
Undangan Ulang Tahun
20
Dejavu
21
Cinta?
22
Rasa Itu Sudah Hilang
23
Ulang Tahun Julian
24
First kiss
25
Kekerasan Yang di Dapatkan Kirana
26
Pacar Julian
27
Omong kosong Julian
28
Pantai Dengan Kakak
29
Kedatangan Tamu Yang Tidak Diundang
30
Baikan
31
Sadar Diri
32
Pembatalan Perjodohan
33
Pacar Justin?
34
Wanita Yang Dekat Dengan Justin
35
Kado Dari Julian
36
Masa Lalu Justin
37
Rumah Justin
38
Salah sangka
39
Memalukan
40
Muka Dua
41
Bersalah
42
Ingin Pindah
43
Usaha Justin
44
Bertemu Arthur
45
Bangkrut
46
Merasa Kehilangan
47
Berangkat lagi
48
Pilihan Luna
49
Sahabat Sejati
50
Hampir salah paham
51
Persaingan
52
Di Jebak
53
Di Jebak 2
54
Licik Dibalas Licik
55
Plotwist
56
Pernikahan?
57
Berhasil
58
Flashback again
59
Sama-sama Sakit
60
Sahabat Sejati
61
Belum Selesai
62
Mencari
63
Penjelasan lagi
64
rencana Julian
65
Masih flashback
66
Johan?
67
Jaman SMP
68
Bebas?
69
Kabar Buruk
70
Tidak Tahu Malu
71
Makan malam
72
Anak?
73
Perusahaan Baru muncul
74
Luna Diculik
75
Flashback Pertemuan Dengan Johan
76
Membunuhmu
77
Trauma
78
Alasan Bolos
79
Kacau
80
Kecelakaan Palsu
81
Ketemu
82
Pacaran
83
Kembali Lagi
84
Bertemu
85
Patah Hati seorang Justin
86
Wanita Misterius
87
Wanita Iblis
88
Kecewa
89
Hamil Lagi
90
Salah Prediksi
91
E N D

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!