Bab 3 Protes pada Bagas

Diandra terbangun dari tidurnya disubuh hari. Dan didapati suaminya sudah ada disampingnya terlelap. Entah jam berapa Bagas semalam sudah ada di rumah. Diandra menatap Bagas tapi kemudian segera beranjak dari tempat tidur dan menuju kekamar mandi. Di kamar mandi Diandra membersihkan tubuhnya,kemudian segera dia mengerjakan sholat subuh saat adzan sudah berkumandang.

Tidak berapa lama Diandra selesai dan memulai aktifitasnya di dapur. Membuatkan suaminya kopi dan juga sarapan.

"Apakah kali ini Bagas mau sarapan dan minum kopi di rumah?" tanya Diandra dalan hati. Diandra takut kecewa lagi saat harus mendengar penolakan suaminya untuk tidak sarapan di rumah.

Selesai dengan pekerjaannya,Bagas pun tampak sudah siap untuk pergi kerja.

"Mas gak sarapan di rumah lagi?" tanya Diandra pelan.

Bagas menatapnya sejenak kemudian mengalihkan pandangannya dari Diandra.

"Enggak"

"Lain kali bilang deh mas biar aku gak usah repot buatkan" Diandra sedikit protes.

"Yaa,maaf aku lupa kalau mau memberitahu kamu" jawab Bagas santai.

Diandra mendekati suaminya,meraih tangan bagas dan menggenggamnya.

"Mas,kenapa sekarang sudah gak mau lagi sarapan di rumah?"tanya Diandra sambil menatap mata Bagas.

Bagas membuang muka dan melepaskan genggaman tangan Diandra kemudian melangkah menuju ke luar rumah tanpa menjawab pertanyaan Diandra. Diandra mengikut dan kali ini nafasnya sedikit berpacu karena menahan rasa kesal,kesal yang sudah lama dia pendam.

"Diam aja sih mas gak mau jawab?" tanya Diandra lagi dengan nada sedikit keras.

"Iya,,aku gak sempat sekarang" akhirnya Bagas menjawab pertanyaan Diandra.

"Kenapa kok gak sempat,mas kan berangkat juga seperti biasanya,dan masih ada waktu untuk sarapan dulu. Sekedar minum kopi aja juga enggak" Diandra mulai protes.

"Apa semua yang aku siapkan sudah tidak enak lagi dilidah mas?"

"Karena lembur mas juga sudah gak pernah makan lagi di rumah,apa yang aku masak sudah gak pernah mas sentuh lagi" Diandra masih terus mencoba mengeluarkan keluh kesahnya pada Bagas.

Terlihat Bagas menghela nafas kemudian duduk dikursi teras dan bersiap memakai sepatu safetynya.

"Gimana aku mau makan di rumah,aku kan selalu pulang malam. Kalau aku menahan lapar supaya aku bisa makan di rumah harus berapa jam aku menahannya" jelas Bagas dan seperti penjelasan yang dibuat buat.

"Tapi bisa kan kamu gak harus lembur setiap hari?,malam minggu pun kamu juga lembur"

"Sebenarnya mas lembur tu buat apa sih? Aku merasa sudah cukup kok kamu beri uang gajimu itu?"

"Memangnya kita gak pengen punya sesuatu yang lebih,gak harus mengandalkan uang gaji" jawab Bagas.

"Bukan begitu mas,tapi aku juga pengen kamu punya waktu buat aku. Sudah 2 minggu ini mas kamu lembur terus,waktu kita semakin sedikit untuk bersama"

"Baru 2 minggu ini kan aku kerja lembur,dulu aku selalu banyak waktu kan buat kamu. Bisa kan sekarang kamu mengerti keadaannya? Toh ini juga buat kita kok"

Diandra menatap Bagas yang terlihat sudah selesai memakai sepatunya.

"Sampai kapan mas? Aku lebih senang dengan keadaan kemarin,aku gak kehilangan waktuku bersama kamu" jelas Diandra dengan nada seperti memohon.

"Sudahlah,,,aku harus segera berangkat kerja. Kamu baik baik di rumah" pamit Bagas benar benar tidak perduli dengan keluhan Diandra.

"Massss,,," Diandra memanggil Bagas dengan suara sedikit keras.

Bagas menghentikan langkahnya yang sudah mulai mendekati motornya.

"Ada apa lagi?"

"Nanti gak lembur kan?,aku pengen malam mingguan sama kamu"

"Gak bisa Di,," jawab Bagas dan kembali membuat kecewa Diandra. Diandra diam dan pasrah dan membiarkan Bagas berlalu pergi dengan motornya. Dan tanpa ciuman yang biasa Bagas berikan sebelum berangak bekerja.

Diandra masuk kedalam rumah mengunci pintu kemudian masuk kedalam kamarnya.

Diambil ponsel yang ada dinakas dan mencari kontak Nina. Tidak lama terdengar sapaan dari ujung ponsel.

*Assalamualaikum Di* sapa Nina.

* Waalaikum salam Nin*

"* Heii kenapa,kayanya lemes banget?*

*Enggak papa Nin,o iya aku mau Kabarin ntar malam jadi ya* jelas Diandra.

*O,,oke. Aku jemput jam berapa?* tanya nina antusias.

*Eeee,,jam 7 aja deh*

*Oke oke,,,* & Bagas sudah berangkat kerja?*

*Sudah*

* Lembur lagi ya*

*Iya,makanya aku telpon kamu*

*Okeee,,,ya Udah sampai nanti malam ya*

*Oke Nin* jawab Diandra. Kemudian telpon sama sama terputus.

Episodes
1 Bab 1 Perubahan Bagas
2 Bab 2 Curiga
3 Bab 3 Protes pada Bagas
4 Bab 4 Malam Minggu
5 Bab 5 Curiga Yang Terjawab
6 Bab 6 Tangisan Diandra
7 Bab 7 Sikap Manis Bagas
8 Bab 8 Bagas Mencari Perhatian
9 Bab 9 Di Pantai
10 Bab 10 Sinta Menelpon Bagas
11 Bab 11 Sinta Bertemu Diandra
12 Bab 12 Rencana Mencari Bukti
13 Bab 13 Menguntit Bagas dan Sinta
14 Bab 14 Sinta hamil
15 Bab 15 Kepedihan Hati Diandra
16 Bab 16 Keputusan Diandra
17 Bab 17 Kedatangan Bagas
18 Bab 18 Mengumpulkan Berkas
19 Bab 19 Akhirnya Berpisah
20 Bab 20 Memulai Kembali
21 Bab 21 Bertemu Masa Lalu
22 Bab 22 Cerita Diandra pada Nina
23 Bab 23 Nina Menggoda Diandra
24 Bab 24 Bertemu Wisnu Lagi
25 Bab 25 Obrolan Panjang
26 Bab 26 Bagas tiba tiba Datang
27 Bab 27 Ketakutan Diandra
28 Bab 28 Diandra Terancam
29 Bab 29 Perjalanan Panjang
30 Bab 30 Tempat Baru Diandra
31 Bab 31 Bercengkrama
32 Bab 32 Pesan dari Wisnu
33 Bab 33 Kecewa Sinta pada Bagas A new chapter
34 Bab 34 Pertengkaran Bagas dan Sinta
35 Bab 35 Nina pulang
36 Bab 36 Wisnu Menghubungi Diandra
37 Bab 37 Kegiatan Baru Diandra
38 Bab 38 Kabar Dari Nina
39 Bab 39 Surprise Buat Ibu Dewi dan Diandra
40 Bab 40 Penjelasan Nina Soal Wisnu pada Diandra
41 Bab 41 Makan Pagi Bersama
42 Bab 42 Jebakan Nina
43 Bab 43 Air Mata Diandra
44 Bab 44 Cerita Kehidupan Diandra dan Wisnu
45 Bab 45 Kekesalan Nina pada Diandra
46 Bab 46 Wejangan Ibu Dewi untuk Diandra
47 Bab 47 Kabar dari Bagas
48 Bab 48 Penyesalan Bagas
49 Bab 49 Emosi Sinta pada Bagas
50 Bab 50 Sinta Pergi
51 Bab 51 Kekhawatiran Bagas pada Sinta
52 Bab 52 Bagas Menjemput Sinta
53 Bab 53 Bagas Sampai Di Kota Tujuan
54 Bab 54 Perjalanan
55 Bab 55 Sampai di Kampung Halaman
56 Bab 56 Refreshing Diandra
57 Bab 57 Gosip dari Nina
58 Bab 58 Wisnu Datang Lagi
59 Bab 58 Wisnu Meminta Ijin Ibu Dewi
60 Bab 60 Rencana yang Gagal
61 Bab 61 Masih Menunggu
62 Bab 62 Diandra Badmood
63 bab 63 Mengantar Diandra
64 Bab 64 Berkunjung ke Rumah Ibu Dewi
65 Bab 65 Pertemuan Sinta dan Diandra
66 Bab 66 Bertemu Ibu Dewi
67 Bab 67 Kabar Baik
68 Bab 68 Kesibukan di Rumah Ibu Dewi
69 Bab 69 Lamaran
70 Bab 70 Ungkapan Rasa Wisnu
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Bab 1 Perubahan Bagas
2
Bab 2 Curiga
3
Bab 3 Protes pada Bagas
4
Bab 4 Malam Minggu
5
Bab 5 Curiga Yang Terjawab
6
Bab 6 Tangisan Diandra
7
Bab 7 Sikap Manis Bagas
8
Bab 8 Bagas Mencari Perhatian
9
Bab 9 Di Pantai
10
Bab 10 Sinta Menelpon Bagas
11
Bab 11 Sinta Bertemu Diandra
12
Bab 12 Rencana Mencari Bukti
13
Bab 13 Menguntit Bagas dan Sinta
14
Bab 14 Sinta hamil
15
Bab 15 Kepedihan Hati Diandra
16
Bab 16 Keputusan Diandra
17
Bab 17 Kedatangan Bagas
18
Bab 18 Mengumpulkan Berkas
19
Bab 19 Akhirnya Berpisah
20
Bab 20 Memulai Kembali
21
Bab 21 Bertemu Masa Lalu
22
Bab 22 Cerita Diandra pada Nina
23
Bab 23 Nina Menggoda Diandra
24
Bab 24 Bertemu Wisnu Lagi
25
Bab 25 Obrolan Panjang
26
Bab 26 Bagas tiba tiba Datang
27
Bab 27 Ketakutan Diandra
28
Bab 28 Diandra Terancam
29
Bab 29 Perjalanan Panjang
30
Bab 30 Tempat Baru Diandra
31
Bab 31 Bercengkrama
32
Bab 32 Pesan dari Wisnu
33
Bab 33 Kecewa Sinta pada Bagas A new chapter
34
Bab 34 Pertengkaran Bagas dan Sinta
35
Bab 35 Nina pulang
36
Bab 36 Wisnu Menghubungi Diandra
37
Bab 37 Kegiatan Baru Diandra
38
Bab 38 Kabar Dari Nina
39
Bab 39 Surprise Buat Ibu Dewi dan Diandra
40
Bab 40 Penjelasan Nina Soal Wisnu pada Diandra
41
Bab 41 Makan Pagi Bersama
42
Bab 42 Jebakan Nina
43
Bab 43 Air Mata Diandra
44
Bab 44 Cerita Kehidupan Diandra dan Wisnu
45
Bab 45 Kekesalan Nina pada Diandra
46
Bab 46 Wejangan Ibu Dewi untuk Diandra
47
Bab 47 Kabar dari Bagas
48
Bab 48 Penyesalan Bagas
49
Bab 49 Emosi Sinta pada Bagas
50
Bab 50 Sinta Pergi
51
Bab 51 Kekhawatiran Bagas pada Sinta
52
Bab 52 Bagas Menjemput Sinta
53
Bab 53 Bagas Sampai Di Kota Tujuan
54
Bab 54 Perjalanan
55
Bab 55 Sampai di Kampung Halaman
56
Bab 56 Refreshing Diandra
57
Bab 57 Gosip dari Nina
58
Bab 58 Wisnu Datang Lagi
59
Bab 58 Wisnu Meminta Ijin Ibu Dewi
60
Bab 60 Rencana yang Gagal
61
Bab 61 Masih Menunggu
62
Bab 62 Diandra Badmood
63
bab 63 Mengantar Diandra
64
Bab 64 Berkunjung ke Rumah Ibu Dewi
65
Bab 65 Pertemuan Sinta dan Diandra
66
Bab 66 Bertemu Ibu Dewi
67
Bab 67 Kabar Baik
68
Bab 68 Kesibukan di Rumah Ibu Dewi
69
Bab 69 Lamaran
70
Bab 70 Ungkapan Rasa Wisnu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!