Suasana di dalam mobil terasa mencekam. Mesin menderu pelan, namun ketegangan di antara Arvino dan Savira jauh lebih keras dari suara kendaraan itu sendiri. Jalanan menuju pusat kota masih lengang, cahaya pagi menembus kaca depan, memantulkan bayangan wajah Savira yang tampak memanas oleh amarah dan rasa tidak terima.
“Vino,” suara Savira pecah di antara napas beratnya. “Kau tahu nggak siapa sebenarnya perempuan itu? Dokter Zhao itu perempuan tidak baik. Dia bahkan hamil sebelum menikah!”
Kata-kata itu meluncur tajam, menusuk udara di dalam mobil. Arvino yang tengah fokus pada kemudi langsung menegang, jemarinya menggenggam erat setir hingga buku-buku jarinya memutih.
Savira terus berbicara, suaranya meninggi, “Aku cuma mau melindungimu dari orang seperti dia! Dia cuma numpang nama besar keluarga Prasetya! Semua orang tahu dia bukan perempuan baik-baik, Vino! Kau harus percaya padaku!”
Arvino tak segera menjawab, rahangnya mengeras, dadanya naik turun menahan emosi yang semakin mendidih. Mobil yang melaju tiba-tiba berhenti mendadak di pinggir jalan, suara rem berdecit membuat Savira tersentak.
“Turun,” kata Arvino pelan tapi dingin, matanya menatap lurus ke depan.
Savira menatapnya tidak percaya. “A-apa maksudmu, Vino? Kau … kau marah sama aku karena perempuan itu?”
“Turun, Savira.” Suara Arvino kali ini lebih berat, terdengar menahan amarah yang nyaris meledak. Savira masih berusaha mendekat, matanya berkaca-kaca.
“Aku cuma mau kau percaya padaku! Aku yang selalu ada di sisimu, bukan dia! Aku...”
Dugh!
Tangan Arvino menghantam setir, membuat Savira terlonjak ketakutan. Tatapan pria itu kini tajam, penuh amarah.
“Cukup, Savira!” suaranya menggema di dalam kabin sempit itu.
“Sekali lagi kau berani menjelekkan Dokter Zhao atau menyentuh anak itu ... aku pastikan kau akan menyesal pernah lahir di dunia ini.”
Savira membeku, tak percaya dengan nada ancaman yang keluar dari mulut pria yang selama ini ia kejar. Mata Arvino memantulkan kilatan dingin, sesuatu yang belum p…
Dok, Berikan Aku Obat Cintamu!
22. Ethan adalah Cucu Tuan Besar Prasetya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments
Teh Euis Tea
safira emang enak di buang ditengah jln, huhhhh menyedihkan ya safira tp ko aku senang ya km di turunin tengah jln untung aj ga di turunin tengah hutan🤣
2025-10-14
0
Eva Karmita
jangan terlalu pelan juga Vano takutnya malah Kinara percaya kalau Adrian ayah dari anak nya
2025-10-14
0
ken darsihk
Savira kebakaran jenggot apalagi kalau dia tau hasil DNA nya antara Ethan dan dady nya
2025-10-14
0