02. Zayden Arya Pratama

.

“Bukan berada di rumah sakit, ya? Berarti kamu sedang ada di apartemen Vivian?. Apa tebakanku ini benar?”

Hening lagi-lagi tak ada jawaban membuat Sharmila semakin terkekeh.

“Maafkan aku, Mila. Kemarin aku nggak kasih tahu kamu. Itu karena aku takut kamu salah paham.” Devan mencoba menenangkan calon istrinya.

Sharmila kembali terkekeh. “Takut aku salah paham? Di saat genting seperti ini kamu tidak datang tetapi malah memilih menemaninya, lalu kamu bilang takut aku salah paham? Kalau takut aku salah paham, kamu tidak akan pergi ke sana!” Sharmila sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak.

“Sharmila. Kenapa kamu tidak suka pada Vivian? Dia adalah adikmu. Aku menjaganya hanya karena dia adalah adikmu. Tidak ada yang lebih. Tidak ada hubungan apa-apa antara aku dan Vivian.” Devan memberikan alasan. “Dia terluka dan aku ada di sana. Mana mungkin aku pura-pura tidak lihat? Apalagi dia adalah salah satu model di perusahaanku.”

Sharmila tertawa, menertawakan kebodohannya sendiri. “Iya kamu benar. Vivian adalah adikku. Tapi ini juga benar, dia adalah mantanmu. Kamu pergi mengurusi dia sebelum hari pernikahan kita, lalu kamu bilang aku yang nggak suka sama dia?”

Devan mendesah frustrasi. Kenapa Sharmila sama sekali tak mau mendengar alasannya. Bukankah ini terlalu kekanakan? Bagaimana bisa cemburu pada adik sendiri?

“Sharmila... pergi ke luar kota menjelang hari pernikahan memang adalah salahku. Tapi yang terpenting sekarang adalah menjelaskan kepada pihak WO dan para tamu yang terlanjur datang. Oke?”

Sharmila menarik nafas dalam-dalam. Ia harus membuat keputusan. Ini bukan sekali dua kali Devan. Lebih mementingkan Vivian. Ia tak mau terus berada dalam bayang-bayang Vivian. Bahkan untuk bersama dengan calon suaminya, dia harus mengalah pada Vivian. Menunggu Vivian selesai dengan urusannya dan melepas Devan . Tidak. Ia tak mau seperti itu.

“Devan pernikahan ini batal. Kita putus!”

“Sharmila, jangan bicara sembarangan!” Devan berteriak tidak terima dengan ucapan Sharmila.

“Aku akui. Seharusnya aku tidak boleh tidak datang di acara sakral seperti ini. Aku ngerti kamu marah. Aku akan jelaskan semua saat aku kembali nanti. Tapi tolong, jangan jadikan batal nikah dan putus itu sebagai candaan. kamu keterlaluan!”

Sharmila berdecak sinis. “Kamu kira aku bercanda? Kamu sudah melakukan hal seperti ini dan Kamu kira aku bercanda? Sejak kapan kamu jadi naif seperti itu?” Sharmila tertawa terbahak-bahak.

Devan merasa panik mendengar ucapan Sharmila, apalagi mendengar tawa wanita itu yang tak seperti biasanya. Tawa penuh cemooh menertawakan kebodohannya menertawakan kekonyolannya.

“Sharmila, tolong pikir dengan tenang! aku benar-benar minta maaf. Aku akan perbaiki semuanya. Aku yang akan tanggung semua ganti rugi pada pihak hotel dan WO yang harus bekerja dua kali.”

“Devan, jadi kau pikir ini hanya soal uang? Apa kau tidak pernah berpikir sedikitpun tentang harga diriku? Apa kau tidak berpikir aku sedang menjadi bahan lelucon? Apa kau tidak berpikir bahwa seluruh dunia sedang mencemooh aku?”

“Sharmila, aku tahu ini salah, tapi… “

Sudah cukup, Devan. Keputusanku sudah bulat. Mulai saat ini, tidak ada hubungan apa-apa di antara kita!”

“Sharmila, tunggu…!”

Mendengar Devan yang terus memohon kepada Sharmila, membuat Vivian merasa kesal.

“Kak Devan, pinggangku sakit sekali. Bisakah kakak tolong panggilkan dokter?”

Dengan susah payah Devan mencoba membujuk Sharmila, tapi dengan liciknya wanita itu memperburuk keadaan. Vivian ingin Sharmila semakin salah paham kepada Devan.

Dan benar, Sharmila yang mendengar suara Vivian semakin terkekeh. “Itu dengar! Kekasihmu sedang ingin dibelai. Sana layani dia!” ucap wanita itu sinis, lalu menutup panggilan.

*

Sementara itu, di dalam hotel yang akan dijadikan tempat resepsi pernikahan, di salah satu sudut yang agak tersembunyi, seorang pria tampan dengan wajah dingin, dia adalah Zayden Arya Pratama duduk di kursi paling belakang. Wajah tampannya terlihat dingin dan matanya menatap kosong ke arah keramaian yang mulai memenuhi ruangan. Zayden adalah musuh bebuyutan Sharmila sejak mereka masih duduk di bangku SMA.

“Sharmila, apa akhirnya aku benar-benar tak memiliki kesempatan?” gumamnya lirih, hampir tak terdengar di tengah hiruk pikuk persiapan pernikahan.

“Setelah hari ini kamu akan bahagia dengan pria itu. Kenapa kau tak pernah melihat ke arahku?” Kedua mata itu tertuju pada ponsel di tangannya, di mana layarnya menampilkan berita yang sedang beredar saat ini tentang pernikahan Sharmila.

“Kalau saja aku membongkar kedok pria itu di hadapanmu, kau akan berterima kasih, atau semakin membenciku?” Zayden menghela napas, pikirannya berkecamuk. Ia merasa dilema. Ia ingin Sharmila bahagia, namun ia juga tidak rela melihatnya menikah dengan pria yang menurutnya tidak pantas.

*

Kembali ke dalam kamar Sharmila.

Sharmila meletakkan ponselnya di meja rias, lalu mengambil duduk dengan tenang. Ia harus berpikir tenang. Tidak boleh terbawa emosi.

“Vivian, kamu menang. Kamu berhasil membuktikan ucapanmu yang ingin merebut segalanya dariku.”

Sharmila memukul-mukul dadanya yang terasa sesak. Dia bisa saja berbicara dengan tegas dan kuat, seolah tak terjadi apa-apa. Namun, sebenarnya ia merasa sakit yang luar biasa.

Mengambil nafas dalam-dalam, tak masalah baginya jika batal menikah dengan Devan. Namun, bukan itu masalah yang ia pikirkan. Tapi tentang kakeknya. Kakek Julian sudah tua, dan sudah sangat lama menantikan pernikahan Sharmila. Pernikahan mereka sebelumnya selalu ditunda oleh Devan dengan berbagai alasan.

“Nona Sharmila!" Jeni masuk dengan tergopoh. “Asisten Tuan Devan baru saja telepon, katanya acaranya diundur jadi besok. Apakah itu benar?” Wajah wanita itu tampak panik.

.

Sharmila mengambil nafas panjang menatap ke arah Jeni. “Aku sudah tahu,’ ucap wanita itu.

“Apa? Apa maksudnya sudah tahu?” Jeni menjadi bingung. “Semua persiapan sudah selesai, hanya tinggal menunggu pengantin pria, lalu kenapa tiba-tiba dibatalkan?”

“Itu karena….”

“Mila! Apa maksudnya Devan ini?” Dewi, sahabat setia Sharmila berlari menerobos masuk ruang rias dengan membawa ponselnya yang terbuka menunjukkan layar ponsel itu pada Sharmila. Gosip terbaru yang sedang viral ada di layar ponsel Dewi.

“Aktris baru Vivian sakit, dan dilarikan di rumah sakit ditemani oleh pacarnya.”

Tiba-tiba bermunculan video di mana Devan sedang menggendong Vivian

Berbagai komentar muncul di postingan Vivian Ada yang mendukung Vivian, ada juga yang komentar yang merasa kasihan terhadap pengantin wanita.

“Akun sampah yang hanya asal,” pekik Dewi marah. “Mila, katakan padaku! Apa selama ini hubunganmu dengan Devan tidak baik-baik saja?"

"Sudahlah, lagian hubungan mereka juga sudah jadi rahasia umum.” Sharmila menanggapinya dengan enteng.

“Apa maksudmu, Mila? Jadi kau akan membiarkan saja pernikahan ini diundur? Aku yang tidak terima!" Dari benar-benar marah bahkan wanita itu hampir saja membanting ponselnya.

“Yang aku tahu dulu, waktu Vivian pacaran sama Devan, mereka memang betul-betul serasi.” Sharmila berbicara sambil memainkan ujung rambutnya.

“Mereka putus karena Vivian memutuskan mengejar mimpi sampai ke luar negeri. Waktu itu Devan sempat depresi dalam waktu lama, dan akhirnya dia keluar negeri untuk mengejar Vivian.”

“Tapi itu kan dulu? Bukankah setelah itu Devan memutuskan untuk menikah denganmu. Lalu kenapa sekarang lebih mementingkan Vivian? Bahkan sampai mengundur acara pernikahan?” Dewi masih juga tidak terima.

Sharmila tersenyum mengangkat wajahnya lalu menatap ke arah jeni. “Pernikahan tidak akan diundur. Lanjutkan saja semua persiapan!” perintahnya.

Jeni mengangguk, lalu segera keluar dari ruangan untuk mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Sharmila. Mengkoordinir semua kru WO, mengabaikan berita dari asisten Devan.

Tring

Notif pesan di ponsel Sharmila kembali berbunyi. Sharmila membukanya dan ada kiriman video dari Vivian di mana dirinya sedang berduaan dengan Devan di apartemen.

Senyum miring tercetak di bibir Sharmila. “Kamu pikir kamu sudah menang? MIMPI!!!”

Terpopuler

Comments

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

coba di mirroring posisi sharmila yg lagi nolongin adek atau sodara devan sekaligus mantan nya kira2 devan emosi ga, gt aja hehe ngadepin orang otak ½ mah di mirroring aja biar dia sadar 😏

2026-05-05

2

MAWAR MERAH

MAWAR MERAH

sabar sharmila , jgn panik ngadepin pasangan sampah yg toxic , berpkir jernih wl pun nyesek n ckietny luar biasa cpt cari solusi biar harga dirimu n kluarga tdk hancur 💪

2025-12-16

1

꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂

꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂

aku mampir,ceritanya menarik👍

2025-12-28

1

lihat semua
Episodes
1 01. Pernikahan batal. Kita, putus
2 02. Zayden Arya Pratama
3 03. Kesepakatan
4 04. Menjelang Pernikahan
5 05. Sah
6 06. Liciknya Vivian
7 07. Kedatangan ayah Vivian.
8 08. Perdebatan dalam mobil
9 09. Bertemu Kakek Julian
10 10. Syok nya Devan dan Vivian
11 11. David mati kutu
12 12. Apa aku seburuk itu?
13 13. Kebenaran di masa lalu
14 14. kontrak pernikahan
15 15. Tidur seranjang
16 16. Bertemu mantan
17 17. Alasan konyol
18 18. Awal pengkhianatan
19 19. Masalah di perusahaan Devan
20 20. Ke rumah Zayden
21 21. Mulai dekat
22 22. Kartu hitam
23 23. Garasi atau showroom
24 24. Bertemu Vivian
25 25. Zayden datang
26 26. Pelajaran untuk Vivian
27 27. Tom and Jerry. # Kembali ke perusahaan
28 28. Liciknya Devan. # Rencana Zayden
29 29. Devan yang nekat
30 30. Red Lily
31 31. 1. Obsesi dan Kehancuran Devan #Pinjam Charger
32 32. Dada apa beton. #Sarapan bersama
33 33.. Tidak akan bercerai
34 34. Mencuci piring bersama
35 35. First kiss
36 36. Morning kiss
37 37. Buku harian Pricilia
38 38. Jejak terakhir
39 39. Kehancuran di mulai
40 40. Obrolan dengan Dewi
41 41. Romantisme di spa
42 42. Semakin dekat
43 43. Kedatangan Devan
44 44. Liciknya Devan
45 45.
46 46. Pertarungan antar bodyguard
47 47. Hukuman untuk Devan
48 48.
49 49. Kondisi Devan
50 50. Bertemu nyonya Karina
51 51.
52 52.
53 53. Alergi
54 54. Impoten atau tidak
55 55. Titik terang
56 56.
57 Devan dan Tristan
58 58. Hancurnya Devan dan Vivian
59 59. Rencana busuk Karina
60 60. Rapat Direksi dan Pemegang Saham
61 61. Surat perjanjian pra nikah
62 62. Pukulan untuk Karina 1
63 63.
64 64. Kalah telak
65 65. Kehancuran Karina
66 66. Dokumen yang ditukar
67 67. #Persiapan ke pesta #Vivian dan pria tua
68 68. Aroma 21. Bocil, minggir!!
69 69. Ruang Perhiasan
70 70. Milik cinta pertama
71 71. Kesalnya Joshua
72 72.
73 73. Hamil?
74 74. Ditangkap
75 75.
76 76. Jus semangka
77 77. Sharmila dan pemikirannya
78 78 . Positif
79 79
80 80. Rumah mewah untuk cinta pertama
81 81. Akhirnya bahagia
82 82. Akhir yang indah. END
83 Promo karya baru
84 83. Boncap.
85 84. Boncap
86 85. Boncap
87 86. Boncap
88 88. Boncap
89 Boncap
90 90. SATRIA ARYA PRATAMA
91 90. Benar-benar END
92 MAS KADES, I LOVE YOU
93 promo karya baru
94 Promo Karya Teman
95 promo karya baru
96 A Killer Reborn
97 1000 Hari Perjalanan Mama Mia bersama NOVELTOON
Episodes

Updated 97 Episodes

1
01. Pernikahan batal. Kita, putus
2
02. Zayden Arya Pratama
3
03. Kesepakatan
4
04. Menjelang Pernikahan
5
05. Sah
6
06. Liciknya Vivian
7
07. Kedatangan ayah Vivian.
8
08. Perdebatan dalam mobil
9
09. Bertemu Kakek Julian
10
10. Syok nya Devan dan Vivian
11
11. David mati kutu
12
12. Apa aku seburuk itu?
13
13. Kebenaran di masa lalu
14
14. kontrak pernikahan
15
15. Tidur seranjang
16
16. Bertemu mantan
17
17. Alasan konyol
18
18. Awal pengkhianatan
19
19. Masalah di perusahaan Devan
20
20. Ke rumah Zayden
21
21. Mulai dekat
22
22. Kartu hitam
23
23. Garasi atau showroom
24
24. Bertemu Vivian
25
25. Zayden datang
26
26. Pelajaran untuk Vivian
27
27. Tom and Jerry. # Kembali ke perusahaan
28
28. Liciknya Devan. # Rencana Zayden
29
29. Devan yang nekat
30
30. Red Lily
31
31. 1. Obsesi dan Kehancuran Devan #Pinjam Charger
32
32. Dada apa beton. #Sarapan bersama
33
33.. Tidak akan bercerai
34
34. Mencuci piring bersama
35
35. First kiss
36
36. Morning kiss
37
37. Buku harian Pricilia
38
38. Jejak terakhir
39
39. Kehancuran di mulai
40
40. Obrolan dengan Dewi
41
41. Romantisme di spa
42
42. Semakin dekat
43
43. Kedatangan Devan
44
44. Liciknya Devan
45
45.
46
46. Pertarungan antar bodyguard
47
47. Hukuman untuk Devan
48
48.
49
49. Kondisi Devan
50
50. Bertemu nyonya Karina
51
51.
52
52.
53
53. Alergi
54
54. Impoten atau tidak
55
55. Titik terang
56
56.
57
Devan dan Tristan
58
58. Hancurnya Devan dan Vivian
59
59. Rencana busuk Karina
60
60. Rapat Direksi dan Pemegang Saham
61
61. Surat perjanjian pra nikah
62
62. Pukulan untuk Karina 1
63
63.
64
64. Kalah telak
65
65. Kehancuran Karina
66
66. Dokumen yang ditukar
67
67. #Persiapan ke pesta #Vivian dan pria tua
68
68. Aroma 21. Bocil, minggir!!
69
69. Ruang Perhiasan
70
70. Milik cinta pertama
71
71. Kesalnya Joshua
72
72.
73
73. Hamil?
74
74. Ditangkap
75
75.
76
76. Jus semangka
77
77. Sharmila dan pemikirannya
78
78 . Positif
79
79
80
80. Rumah mewah untuk cinta pertama
81
81. Akhirnya bahagia
82
82. Akhir yang indah. END
83
Promo karya baru
84
83. Boncap.
85
84. Boncap
86
85. Boncap
87
86. Boncap
88
88. Boncap
89
Boncap
90
90. SATRIA ARYA PRATAMA
91
90. Benar-benar END
92
MAS KADES, I LOVE YOU
93
promo karya baru
94
Promo Karya Teman
95
promo karya baru
96
A Killer Reborn
97
1000 Hari Perjalanan Mama Mia bersama NOVELTOON

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!