bab 2

"Tugas khusus yang mulia, sena abah suruh untuk berbakti pada orang tua kandungnya." Jawab abah.

"Jadi sena akan pergi dari pondok bah, trus yang ngajar anak santri ilmu hizib siapa bah?" Tanya gus rofik lagi.

"Mustofa yang gantiin, nanti asrhofi yang gantiin mustofa, lagian abah juga bisa sekali kali nanti kalo waktu senggang." Jawab abah.

"Kamu siap dek?" Tanya gus rofik pada sena.

"InsyaAllah mas, sena siap dan memang ini kewajiban sena!" Jawab sena.

"Ya udah kalo kamu siap, nanti kalo butuh apa apa kabari mas ya!" Kata gus rofik.

"Siap mas, sena lagi butuh kakak ipar 1 lagi." Jawab sena sambil melirik pada mustofa.

Sontak semuanya jadi tertawa.

"Ha ha ha ha .... kamu ini, bisa aja bikin semua ketawa." Kata gus rofik.

"Aku ga ketawa ya mas!" Kata mustofa, kemudian memiting sena lagi.

"Ha ha ha ha....ampun mas ampun!!!" Kata sena dalam dekapan mustofa.

"Ini yang akan aku rindukan dari kamu dek!" Kata mustofa kemudian memeluk sena.

Pantaslah mustofa menjadi orang yang akan sangat kehilangan sena nantinya setelah sena pergi, sebab yang menginginkan sena untuk jadi adiknya adalah mustafa sendiri.

Walau saat itu ia masih umur 5 tahun, tapi rasa sayangnya pada sena sampai sekarang mereka beranjak dewasa, mustofa lah orang pertama yang akan bersedih jika sena sakit atau terluka karena jatuh saat bermain.

"Heiii, bukankah aku pergi juga bisa kembali nantinya?" Kata sena kemudian.

"Tentu saja, kamu bisa kembali kapan saja sen, disini adalah rumahmu juga, dan kami adalah keluargamu juga." Kata umi.

Mereka sekeluarga lanjut ngobrol, mengingat masa lalu saat anak anak abah dan umi masih kecil, saat rofik smp, mustofa kelas 2 SD dan sena baru masuk TK.

Sampai adzan isya berkumandang, abi mengajak 3 anaknya ke masjid, umi akan sholat di rumah.

Selepas isya sena masuk kamar sebentar mengambil kitab hizib nawawi, untuk bahan mengajar para santri santri yang secara ilmu memang sudah mumpuni.

Sena mengajar ilmu hizib di gasebo pondok paling belakang, dan jarang para santri pergi kesana kecuali santri senior yang memang mengaji pada iman.

Tempatnya memang di buat sedikit remang, agar para santri fokus saat wirid tidak terganggu cahaya.

Sena mengajar sampai sebosannya, kadang sampai subuh, kadang juga hanya duduk ngobrol ringan tapi penuh makna.

Seperti malam ini sena hanya mengajak para santri ngobrol.

"Kang fuad, aslinya sampean mana kang?" Tanya sena pada fuad salah satu santrinya.

"Kulo asli kabupaten K gus." Jawab fuad.

"Cek, sudah dibilangin jangan panggil saya gus, masih ngeyel aja." Kata sena.

"He he he he.... maaf kang sena, suka kelupaan." Jawab fuad.

"Di kabupaten K ada makam wali kan?" Tanya sena lagi.

"Ada kang, tapi yang ziaroh kadang suka aneh aneh." Jawab fuad lagi.

"Ya itu kan tergantung niat masing masing kang, kita juga ga berhak menghakimi, mau aneh apa engga itu urusan mereka sama GustiAlloh, yang penting saat kita ziaroh niat kita mendoakan yang kita zuarohi, dan kalaupun ada permohonan ya mintanya sama Alloh." Kata sena menjelaskan.

Para santri menyimak setiap yang di ucapkan sena, sebab tak jarang inti pelajaran muncul dari obrolan ringan.

"Nur, bikin kopi!" Perintah sena pada santri yang bernama nur rohim.

"Siap kang!" Jawab nur.

"Kamu beli rokok nang, 3 bungkus!" Lanjut sena.

Santri yang bernama nanang langsung berangkat beli rokok setelah terima uang dari sena.

"Ngapunten maaf kang, mau tanya, kalo saya pas pulang ke desa kadang ada saja tetangga yang minta air doa sama saya, kadang saya merasa risih dan takut kalo nanti kemudian saya di sebut dukun, padahal saya ga bisa apa apa, cara ngadepinnya gimana ya kang?" Tanya seorang santri yang bernama badri.

"He he he he....aku nanya dulu sama sampean kang, awal mulanya tetangga sampean tau kalo mau minta air doa pada sampean itu gimana?" Tanya sena balik.

"Awalnya ada tetangga saya kesurupan, lalu saya menyembuhkannya dan alhamdulillah berhasil, dengan metode yang kang sena ajarkan." Jawab badri.

"Lah itu, karena bisa menyembuhkan kesurupan jadi kang badri dianggap orang pinter sama tetangga kang badri, jadi ya dilayani saja! He he he..." jawab sena.

"Tapi saya merasa takut kang, kalo nanti ga di ijabah Alloh saya yang disalahin." Kata badri kemudian.

"Ya itulah manusia kang, saking gampangnya menyalahkan pada yang seharusnya tidak disalahkan, padahal harusnya melihat diri sendiri dulu." Jawab sena.

"Jadi dilayani saja ya kang?" Tanya badri lagi.

"Iya dilayani sambil meningkatkan diri dan hati kita lebih dekat dengan Alloh, setiap waktu, setiap laku diusahakan ingat Allah, dengan apa? Ya dengan berzikir lesan maupun dalam hati." Jawab sena kemudian.

Obrolan diselingi tanya jawab terus berlanjut, tak terasa rokok tinggal beberapa batang dan kopi telah tandas habis, pas saat bacaan ayat ayat suci Al Quran berkumandang dari masjid, menandakan memasuki waktu subuh.

Sena mengakhiri perbincangan dan kajian malam ini, semua santri pondok telah bangun bersiap sholat subuh berjamaah.

Setelah sholat subuh sena menuju kamarnya, ia duduk di sofa kamarnya, mencoba mencerna dan memahami maksud abi farid yang menyuruhnya kembali pada orang tua kandungnya.

"Jujur aku merindukan mereka, dan apakah mereka merindukanku?

Ah!  Ya Alloh jauhkan aku dari sifat dendam dan benci, jauhkan aku dari keragu raguan." Ucap sena bermonolog sendiri.

"Sena, sarapan dulu le!" Umi memanggil dari balik pintu kamar sena.

"Nggih umi, sebentar lagi sena keluar." Jawab sena dari dalam kamar.

Sekeluarga sarapan bersama dengan menu yang sama juga untuk para santriwan dan santriwati.

Abah farid dari dulu memang menerapkan seperti itu, tak ada yang berbeda, jika abah farid dan keluarga makan ayam, para santri pun sama akan makan ayam.

Kecuali abah dan keluarga makan diluar atau di restoran hal itu jelas berbeda dan juga jarang dilakukan.

"Kalo kamu belum siap abi ga maksa sen, tapi perlu kamu tahu, kedua orang tua kandungmu adalah orang yang sangat baik, kamu diperbolehkan kami bawa kesini bukan karena mereka tidak menginginkanmu, tapi karena menginginkan anaknya memiliki masa depan yang lebih baik." Kata abah setelah sarapan selesai dan bersantai di ruang keluarga.

"Sena siap abi, bahkan sena sudah sangat merindukan mereka." Jawab sena dengan senyum yang tulus.

"Syukur kalo kamu sudah siap, dan abi bangga padamu, ternyata pemikiranmu dan sikapmu jauh lebih dewasa dari usiamu." Kata abi membalas senyum sena.

"Itu semua karena didikan abi dan umi." Jawab sena.

"Kapan rencananya kamu berangkat le? Tanya umi.

"InsyaAllah besok pagi umi, sena belum pamitan sama para santri." Jawab sena.

"Kalo mau pake mobil pake aja sen, mau bawa yang mana!" Kata abi lagi.

"Ga perlu abi, sena pake vespa saja, kalo pake mobil ga bisa leluasa." Jawab sena.

"Yakin vespamu mampu jalan jauh?" Tanya abi lagi.

"InsyaAllah abi, kan perjalanan ga sampe 1 hari 1 malam bi, he he he he...." jawab sena sedikit bercanda.

"Ha ha ha ha.... kamu itu, bisa saja jawabnya!" Kata umi menepuk lengan sena.

"Sena nanti minta alamat dan nama asli orang tua kandung sena ya abi?" Kata sena selanjutnya.

"Sebentar umi masih nyimpen fotocopy KK orang tua kamu." Jawab umi kemudian bangkit jalan masuk kamar.

"Ini sen KK nya!" Kata umi menyerahkan selembar kertas fotocopy KK.

Sena menerimanya dan memandangi kertas itu.

"Berarti sena anak pertama ya abi?" Tanya sena pada abi farid setelah melihat di kertas KK hanya tertera nama bapak ibu dan dirinya.

"Iya, kamu anak pertama, itulah kenapa abi katakan orang tuamu adalah orang baik, rela terpisah dari anak pertama mereka untuk kami rawat, tentunya dengan harapan supaya kamu punya masa depan yang bagus." Jawab abi.

"Iya sena mengerti bi, kalo gitu sena permisi ke kamar dulu." Kata sena kemudian bangkit berjalan masuk kamarnya untuk istirahat, sebab semalaman ia tidak tidur.

Jam 11 siang sena sudah bangun, baginya tidur 2 jam sudah cukup untuk memulihkan tubuh, yang penting kualitas tidurnya bagus.

Sena segera mandi, setelahnya sambil menanti waktu dhuhur sena mengemas baju dan celana yang akan ia bawa besok, serta barang barang yang harus ia bawa, seperti handuk, parfum dan yang lainnya, ia masukan dalam tas ransel.

Terpopuler

Comments

Poplar Taneshima

Poplar Taneshima

Author, kita fans thor loh, jangan bikin kita kecewa, update sekarang 😤

2025-10-08

1

Maya Ratnasari

Maya Ratnasari

gak teladan neh masih mempropagandakan rokok lewat story. maaf kan saya kurang respek

2026-04-27

0

Yoyoh Dariyah

Yoyoh Dariyah

lanjut thor 💪

2026-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 bab 1
2 bab 2
3 bab 3
4 bab 4
5 bab 5
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 97
98 bab 98
99 bab 99
100 bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 bab 104
105 bab 105
106 bab 106
107 bab 107
108 bab 108
109 bab 109
110 bab 110
111 bab 111
112 bab 112
113 bab 113
114 114
115 bab 15
116 bab 116
117 bab 117
118 bab 118
119 bab 119
120 bab 120
121 bab 121
122 bab 122
123 bab 123
124 bab 124
125 bab 125
126 bab 126
127 bab 127
128 bab 128
129 bab 129
130 bab 130
131 bab 131
132 bab 132
133 bab 133
134 bab 134
135 bab 135
136 bab 136
137 bab 137
138 bab 138
139 bab 139
140 bab 140
141 bab 141
142 bab 142
143 bab 143
144 bab 144
145 145
146 bab 146
147 bab 147
148 bab 148
149 bab 149
150 bab 150
151 bab 151
152 bab 152
153 bab 153
154 bab 154
155 bab 155
156 bab 156
157 bab 157
158 bab 158
159 bab 159
160 bab 160
161 bab 161
162 bab 162
163 bab 163
164 bab 164
165 bab 165
166 bab 166
167 bab 167
168 bab 168
169 bab 169
170 bab 170
171 bab 171
172 bab 172
173 bab 173
174 bab 174
175 bab 175
176 bab 176
177 bab 177
178 bab 178
179 bab 179
180 bab 180
181 bab 181
182 bab 182
183 bab 183
184 bab 184
185 bab 185
186 bab 186
187 bab 187
188 bab 188
189 bab 189
190 bab 190
191 bab 191
192 bab 192
193 bab 193
194 bab 194
195 bab 195
196 bab 196
197 bab 197
198 bab 198
199 bab 199
200 bab 200
201 bab 201
202 bab 202
203 bab 203
204 bab 204
205 bab 205
206 bab 206
207 bab 207
Episodes

Updated 207 Episodes

1
bab 1
2
bab 2
3
bab 3
4
bab 4
5
bab 5
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
97
98
bab 98
99
bab 99
100
bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
bab 104
105
bab 105
106
bab 106
107
bab 107
108
bab 108
109
bab 109
110
bab 110
111
bab 111
112
bab 112
113
bab 113
114
114
115
bab 15
116
bab 116
117
bab 117
118
bab 118
119
bab 119
120
bab 120
121
bab 121
122
bab 122
123
bab 123
124
bab 124
125
bab 125
126
bab 126
127
bab 127
128
bab 128
129
bab 129
130
bab 130
131
bab 131
132
bab 132
133
bab 133
134
bab 134
135
bab 135
136
bab 136
137
bab 137
138
bab 138
139
bab 139
140
bab 140
141
bab 141
142
bab 142
143
bab 143
144
bab 144
145
145
146
bab 146
147
bab 147
148
bab 148
149
bab 149
150
bab 150
151
bab 151
152
bab 152
153
bab 153
154
bab 154
155
bab 155
156
bab 156
157
bab 157
158
bab 158
159
bab 159
160
bab 160
161
bab 161
162
bab 162
163
bab 163
164
bab 164
165
bab 165
166
bab 166
167
bab 167
168
bab 168
169
bab 169
170
bab 170
171
bab 171
172
bab 172
173
bab 173
174
bab 174
175
bab 175
176
bab 176
177
bab 177
178
bab 178
179
bab 179
180
bab 180
181
bab 181
182
bab 182
183
bab 183
184
bab 184
185
bab 185
186
bab 186
187
bab 187
188
bab 188
189
bab 189
190
bab 190
191
bab 191
192
bab 192
193
bab 193
194
bab 194
195
bab 195
196
bab 196
197
bab 197
198
bab 198
199
bab 199
200
bab 200
201
bab 201
202
bab 202
203
bab 203
204
bab 204
205
bab 205
206
bab 206
207
bab 207

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!