Bab 22

Di luar angin malam menghembus dingin, tapi di dada Chesna justru terasa hangat dan gelisah bersamaan. Ia duduk di tepian ranjang, menatap kosong ke arah jendela kamar  yang memantulkan cahaya kota. Pikirannya masih melayang pada momen makan malam tadi.

“Kenapa sih malah grogi kayak anak SMA?” gumamnya pelan, lalu tersenyum malu sendiri.

Ia berusaha membaca catatan pasien di pangkuannya, tapi setiap kali membaca nama, yang muncul di kepala malah satu wajah Gideon dengan senyum miringnya yang tenang.

Sementara itu, di rumah keluarga Sanggana, Gideon juga sama tidak tenangnya. Ia duduk di balkon kamar, ditemani secangkir kopi yang dari tadi tidak disentuh. Angin malam mengibaskan rambutnya, tapi pikirannya berputar di satu adegan yang sama cara Chesna datang dengan gaun pastel, senyumnya yang gugup, dan kalimat singkatnya di meja makan, “Kalau itu keinginan orang tua, aku tidak keberatan.”

Ia tertawa kecil, pelan. “Tidak keberatan, ya?” katanya lirih. “Kalau saja kamu tahu seberapa keras aku menahan diri buat tidak langsung senyum di depan semua orang.”

Dari ruang tamu, terdengar suara lembut Nyonya Vera memanggil.

“Gideon, sudah malam. Tidurlah. Besok masih banyak urusan di kantor.”

“Iya, Ma,” jawabnya singkat. Tapi matanya tetap ke langit malam.

Perlahan, ia tersenyum lagi.

Malam itu, dua hati di dua tempat berbeda sama-sama mencoba meyakinkan diri dalam diam, mereka berdua tahu ada sesuatu yang baru saja bersemi kembali.

--

Udara pagi di klinik Castella terasa segar, wangi aromaterapi lembut bercampur dengan suara langkah perawat yang sibuk berlalu lalang. Di ruang terapi utama, Chesna sedang memeriksa jadwal pasien ketika suara pintu terbuka pelan.

Seseorang masuk dengan langkah mantap dan suara ketukan tongkat yang khas di lantai.

“Selamat pagi, Dokter.”

Nada baritonnya tenang, tapi cukup untuk membuat detak jantung Chesna berhenti sejenak. Ia mendongak dan menatap sosok di hadapannya. Gideon Sanggana terlihat lebih rapi dari biasanya, dengan kemeja putih dan set…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Dar Pin

Dar Pin

ketawa terus bawaannya thor JD semangat nunggu lanjutannya kawal sampai halal chesna Gidion 💪😄

2025-10-16

0

Raveena

Raveena

meleyot aq bacanya...seneng bgt kl disuguhin yg manis2 kek gini.
thor kapan giliran alan??

2025-10-16

0

tari

tari

bacanya sambil senyum senyum nih thor😀🥰

2025-10-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!