Dua hari berlalu. Edward menggunakan uangnya dengan sangat hemat. Dia hanya makan di warteg dan menginap di penginapan murah per malam. Setiap malam, dia berusaha memicu misi kecil dengan membelanjakan uang.
Edward menemukan sebuah iklan dan membacanya dengan seksama
"Apartemen Studio Dijual Cepat. Lokasi agak masuk ke dalam, butuh renovasi ringan. Sertifikat hak milik. Harga Rp 500 juta (nego). Bisa dicicil dengan DP Rp 15 juta."
Sepertinya ini bagus. Harganya masih berada didalam jangkauannya, dan jika dia bisa menawar, dia bisa menyisakan lebih banyak uang untuk membelanjakan hal lain.
Edward menghubungi pemiliknya, seorang bapak paruh baya yang suaranya terdengar putus asa. Setelah mereka mengobrol sebentar, Mereka pun sepakat untuk bertemu keesokan harinya.
Edward menyadari dia butuh pakaian yang lebih layak. Dia tidak bisa menawar sebuah properti dengan kaos compang-camping. Dia pun pergi ke sebuah pusat perbelanjaan kelas menengah, tentu saja bukan pakaian yang mewah.
Di sana, Edward mulai merasakan tatapan intens dari beberapa wanita. Salah satunya, seorang gadis dengan pakaian trendi yang cukup terbuka dan tas mahal, yang dengan sengaja berjalan mendekat kemudian "tidak sengaja" menjatuhkan barangnya di dekat Edward.
"Aduh, dompetku jatuh," katanya dengan suara manis sambil membungkuk, memberikan Edward pandangan yang jelas seolah olah memberikan isyarat agar Edward membantunya untuk mengambil dompetnya.
Edward dengan tenang mengambil dompet itu dan menyerahkannya tanpa sedikit pun matanya bergerak untuk melihat lebih dari yang seharusnya.
"Ini, mbak," katanya singkat, lalu berbalik untuk melanjutkan mencari kaos.
Gadis itu sedikit terkejut dengan reaksi Edward yang datar. "Eh, iya. Makasih, ya. Namaku Cindy. Kamu?" katanya dengan senyum menggoda.
Edward menoleh, tatapannya datar tapi tetap sopan juga terlihat dingin. "Maaf, saya sedang terburu-buru." Edward lalu pergi begitu saja, meninggalkan Cindy yang tersipu malu.
...***...
Bagi Edward, interaksi seperti itu adalah gangguan yang tidak perlu. Dia tidak tertarik pada hubungan dan ketertarikan sesaat. Jika suatu hari nanti dia menyukai seseorang, itu akan karena karakter dan kedewasaan mereka, bukan karena pancingan yang murahan. Dia tidak akan pernah membiarkan siapa pun, apalagi wanita, mendekatinya hanya untuk iseng.
Dia membeli dua kaos polos berkualitas bagus, sepasang jeans, dan sepatu sneakers. Totalnya Rp 1.500.000. Sistem langsung bereaksi.
[Transaksi terdeteksi: Rp 1.500.000]
[Penggandaan acak: x1.8]
[Total pengembalian: Rp 2.700.000]
[Saldo saat ini: Rp 15.980.000]¹
Keuntungannya tidak sebesar sebelumnya, tapi tetap signifikan. Modalnya terus bertahap.
***
Keesokan harinya, Edward bertemu dengan pemilik apartemen, Pak Jaya. Pak Jaya menjelaskan bahwa dia membutuhkan uang untuk biaya pengobatan istrinya. Apartemen itu memang kecil, catnya mengelupas, dan terdapat beberapa keretakan di dinding, tetapi strukturnya masih kokoh.
Setelah memeriksa seluruh ruangan dengan teliti, Edward menghela napas pelan.
“Kalau begitu, saya siap ambil, Pak. Tapi jujur saja, kondisi apartemen ini masih butuh banyak perbaikan,” ujarnya.
Pak Jaya menatapnya dengan harap. “Lalu, berapa yang bisa kamu tawarkan, Nak?”
“Harga yang kita sepakati tetap Rp 470 juta, Pak,” kata Edward dengan nada tenang.
“Untuk sekarang, saya hanya bisa memberikan DP sebesar Rp 15 juta. Sisanya akan saya lunasi bulan depan.”
Pak Jaya terlihat ragu sejenak. “Kamu yakin bisa melunasinya bulan depan?”
Edward mengangguk mantap. “Saya tidak akan berjanji kalau tidak yakin, Pak. Ini semua uang yang saya miliki saat ini, tapi saya bertanggung jawab penuh.”
Tatapan Pak Jaya melembut saat melihat ketulusan Edward. Ia terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas panjang.
“Baiklah, Nak. Saya percaya padamu. Kita buat perjanjian tertulis supaya sama-sama tenang.”
Mereka pun menyepakati kontrak perjanjian jual beli apartemen tersebut. Edward langsung mentransfer uang DP sebesar Rp 15 juta kepada Pak Jaya.
“Bulan depan kita bertemu lagi,” kata Pak Jaya sambil menjabat tangan Edward. “Untuk pelunasan dan pengurusan pembalikan nama apartemen ini.”
Edward membalas jabatannya dengan senyum tipis namun yakin.
“Siap, Pak. Saya akan datang.”
[Notifikasi! Misi Utama Tersedia!]
---
Misi Utama: Pondok Pertama
Deskripsi: Rumah adalah cerminan jiwa. Misi Anda adalah memiliki tempat perlindungan pertama Anda dengan tangan Anda sendiri, melalui negosiasi yang adil dan jujur.
Tugas: Selesaikan pembelian apartemen studio ini.
Hadiah:
- Skill: [Perbaikan Rumah Dasar (Ahli)]
- Bakat: [Seni Mengatur Ruang]
- Penggandaan Uang (x2) untuk transaksi ini.
Gagal: Misi akan ditunda selama 30 hari.
---
Edward tersenyum dalam hati. Dia mentransfer uangnya ke Pak Jaya. Dan Beberapa saat kemudian, ponselnya bergetar.
[Transfer selesai. Penggandaan x2. Rp 30.000.000 telah ditambahkan ke saldo Anda.]
[Saldo saat ini: Rp 31.980.000]
Dia baru saja membayar uang muka sebesar Rp 15 juta untuk sebuah apartemen dengan harga total Rp 470 juta, namun saldo uangnya justru bertambah. Inilah kekuatan sistem—selama digunakan dengan benar, kemampuan itu pasti akan menjadi senjata besar yang sangat membantunya di masa depan.
Setelah semua urusan hari itu selesai, Edward berdiri sendirian di apartemen yang sementara akan menjadi miliknya. Ruangan itu kosong dan usang. Cat di dinding mengelupas, udara terasa pengap, dan sama sekali tidak nyaman.
Tempat ini jelas bukan istana. Bahkan belum bisa disebut rumah.
Namun ini adalah langkah pertamanya.
Sebulan lagi, jika semuanya berjalan sesuai rencana, apartemen ini akan benar-benar menjadi miliknya sepenuhnya.
Edward membuka jendela, memandang kota yang mulai gelap. 2 hari yang lalu dia masih Christian Edward, anak yatim piatu dari panti asuhan yang masih memikirkan mencari kos kos yang murah agar dapat melanjutkan sekolah nya. Tapi sekarang, dia tidak perlu lagi memikirkan tentang uang lagi..
'semoga kedepannya bisa berjalan lancar '
...***...
*catatan*
¹Kenapa saldonya bertambah jadi lebih dari 15 juta? Disitu udah aku jelasin kalau dia membeli makanan di warung dan menginap di penginapan murah per malam untuk beristirahat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Author.N.
nangis banget harganya 😭😭 Murihh kali kak. Gaaass beli. Harga segini biasanya mah dapet DP doang. Beserta surat2 habis 50an, belum cicilan 15 tahun 😅
2026-01-13
1
Diah Susanti
diatas saldonya 12jt kurang 20rb, beli apartemen harganya 15jt, trus yang 3jt 20rb dapat dari mana untuk tambahannya 🧐🧐🧐
2025-11-05
0
Agang Junior
lha..lansung tambahkan lah thor uangnya 5 jt tuk si Bapak kan bantu² biaya pengobatan. he..he
2025-12-17
1