Merebutmu Kembali

Merebutmu Kembali

Bab 1 Senyum Palsu sang executive muda.

Cahaya gemerlap Jakarta menyambut senja, membingkai jendela kaca besar di lantai lima belas sebuah apartemen mewah. Aroma truffle oil dan anggur merah yang mahal memenuhi ruang makan minimalis itu. Megan tersenyum, menyesap anggurnya perlahan sambil menatap suaminya, Jose, yang duduk di seberangnya.

Hidupnya, setidaknya dari luar, adalah definisi kesempurnaan. Ia menikah dengan Jose, seorang eksekutif muda yang sukses dan ambisius. Mereka tinggal di jantung ibu kota, menikmati kemewahan tanpa perlu khawatir masalah finansial. Malam ini, seharusnya menjadi malam yang sempurna, merayakan dua tahun pernikahan mereka.

“Anggur ini enak sekali, Sayang,” ujar Megan, meletakkan gelasnya. “Aku senang kau berhasil mendapatkan Château Margaux edisi terbatas ini.”

Jose tersenyum tipis, tetapi matanya—mata yang dulu selalu berkobar penuh gairah saat menatapnya—kini terlihat dingin dan jauh. Ia tidak memandang Megan, melainkan memandangi ponsel mahalnya yang tergeletak di samping piring porselennya.

“Ya, aku minta asistenku yang mencarinya,” jawab Jose, suaranya terdengar datar. “Kau tahu, ini hari yang sangat sibuk di kantor. Ada proyek besar yang harus segera diselesaikan.”

Megan menghela napas, berusaha mengusir rasa cemas yang mulai menggerogoti. Sudah berbulan-bulan, Jose selalu ‘sibuk’. Dulu, bahkan saat badai pekerjaan datang, Jose akan selalu meluangkan waktu untuk menatap matanya, menceritakan segalanya, dan menjadikan Megan prioritas.

“Sibuk, selalu sibuk,” canda Megan, mencoba mencairkan suasana. “Apakah kantor akan mengambil semua waktumu, bahkan di malam ulang tahun pernikahan kita?”

Jose meraih ponselnya, seolah kalimat Megan adalah sinyal untuknya memeriksa notifikasi. Jari-jarinya bergerak cepat di layar, menciptakan cahaya biru yang memantul di wajahnya.

“Astaga, Megan. Bisakah kau tidak berlebihan?” Jose meletakkan ponsel itu lagi, kini menghadap ke bawah. “Aku sedang membangun masa depan kita. Jika aku tidak bekerja keras sekarang, bagaimana kita bisa membeli villa di Bali seperti yang kau impikan?”

“Aku tidak meminta villa di Bali, Jose. Aku hanya meminta kehadiranmu,” balas Megan, nadanya mulai dipenuhi kekecewaan yang nyata. “Kau pulang semakin larut, kau menghindari kontak mata, dan ponselmu kini seperti kotak Pandora yang tidak boleh kusentuh.”

Jose menggeser kursinya ke belakang, tatapan lelahnya bercampur iritasi. “Itu karena aku bosan dengan pertanyaan-pertanyaanmu yang paranoid. Ponselku berisi data rahasia perusahaan, Megan. Kau tahu itu. Aku tidak ingin ada risiko kebocoran.”

Alasan itu terdengar masuk akal, tetapi hati Megan berteriak sebaliknya. Sudah berapa kali ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa Jose hanya sedang stres, bahwa kesibukan ini akan segera berlalu? Namun, perubahan Jose terlalu drastis.

“Aku minta maaf,” kata Megan pelan, kembali duduk tegak. Ia memaksa dirinya tersenyum. “Aku hanya merindukanmu. Mari lupakan pekerjaan. Ceritakan tentang hari ini.”

Jose terlihat sedikit lebih tenang. Ia kembali meraih garpunya, memotong steak yang sudah mulai dingin. “Tidak ada yang menarik. Hanya pertemuan dengan klien di Sanjaya Tower. Dan, oh, Wina datang. Kau ingat Wina, kan? Kekasihku jaman SMA?”

Senyum Megan langsung membeku. Wina. Ya, ia ingat. Wina baru-baru ini bergabung di departemen pemasaran di kantor Jose. Megan pernah bertemu dengannya sekali, dan ia langsung merasakan aura persaingan yang dingin dari wanita itu.

“Wina? Kenapa dia?” tanya Megan, mencoba terdengar santai, meskipun tenggorokannya terasa tercekat.

“Dia sangat membantu dalam presentasi hari ini. Dia jauh lebih cekatan dari yang kukira,” puji Jose, tanpa menyadari dampak kata-katanya pada Megan. “Dia juga terlihat jauh lebih matang sekarang.”

Megan merasakan pukulan telak. Pujian yang begitu tulus dari Jose untuk wanita lain, di malam yang seharusnya sakral bagi mereka.

“Oh, begitu,” hanya itu yang bisa diucapkannya.

Keheningan kembali menyelimuti meja makan. Megan berusaha fokus pada makanannya, tetapi nafsu makannya hilang. Ia memperhatikan Jose lagi. Pria itu tampak gelisah, seolah menunggu sesuatu.

Tiba-tiba, ponsel Jose yang tadinya terbalik di meja bergetar keras. Itu bukan getaran notifikasi biasa; itu adalah getaran panggilan masuk, disertai lampu layar yang menyala terang.

Jose meraih ponsel itu dengan gerakan panik yang jauh lebih cepat dari yang dibutuhkan. Dalam sepersekian detik ia berhasil membungkamnya, Megan sempat melihat sekilas nama yang tertera di layar.

Nama itu muncul dengan ikon hati berwarna merah.

Bukan "Kantor", bukan "Klien Penting", dan jelas bukan "Wina (Kantor)".

Nama yang tertera di layar itu adalah:

**Wina – My Love.**

Napas Megan tercekat di dada. Rasa cemas dan kekecewaan yang ia rasakan sepanjang malam tiba-tiba berubah menjadi kepastian yang dingin dan mematikan. Piring mahal, anggur mewah, pemandangan kota—semuanya terasa runtuh, hanya menyisakan kebohongan pahit yang baru saja terungkap.

Jose menatap Megan, wajahnya pucat. Ia tahu Megan melihatnya.

“Itu…” Jose tergagap, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. “Itu salah ketik. Maksudku, itu kontak klien baru bernama Wina, dan aku…”

Megan tidak membiarkannya menyelesaikan kalimat. Ia bangkit dari kursi, menjatuhkan serbetnya ke lantai. Suaranya bergetar, tetapi matanya memancarkan rasa sakit yang menusuk.

“Kau tidak perlu berbohong lagi, Jose,” bisik Megan, merasakan dunianya hancur berkeping-keping. “Kotak Pandora sudah terbuka.”

Episodes
1 Bab 1 Senyum Palsu sang executive muda.
2 Bab 2 Dalih perselingkuhan, Rencana B?
3 Bab 3 Keadaan Genting...
4 Bab 4 Ruang 101
5 Bab 5 Kamar yang salah.
6 Bab 6 Takdir Baru untuk Megan
7 Bab 7 Janji untuk Megan.
8 Bab 8 BunkerYang Terkepung
9 Bab 9 Pesta Perpisahan dengan Sang Pengkhianat
10 Bab 10 Di buru
11 Bab 11: Misi Diam-Diam Sang Ibu
12 Bab 12: Menghilang di Balik Kabut
13 Bab 13: Bayangan Xylos di Kabut
14 Bab 14: Perang Senyap dan Pengawasan Xylos
15 Bab 15: Perang Senyap dan Pesan Pemberontakan
16 Bab 16: Badai Ketenangan dan Kemarahan Sang Xylos
17 Bab 17: Obsesi yang Dibungkus Amarah Dingin
18 Bab 18: Pertarungan di Ambang Pintu
19 Bab 19: Sang Ratu Menolak Klaim
20 Bab 20: Kelahiran Sang Pewaris di Kegelapan malam tak berbintang...
21 Bab 21 Persembunyian Sempurna yang Terusik...
22 Bab 22
23 Bab 23 Kartu Memori Sang Singa
24 Bab 24: Tawanan Di Dalam Sutra
25 Bab 25: Sangkar Emas Sang Iblis
26 Bab 26: Jaringan Laba-laba Sang Hacker
27 Bab 27: Api Kemarahan Sang Xylos.
28 Bab 28: Bayang-Bayang Kepemilikan
29 Bab 29: Kunci dan Pewaris
30 Bab 30: Benteng Musuh dan Operasi Penyelamatan
31 Bab 31: Operasi Anggrek Hitam Dimulai.
32 Bab 32: Jebakan Emas dan Perang Level Lima.
33 Bab 33: Jebakan di Pintu A-17.
34 Bab 34: Rencana Dua Langkah Axel.
35 Bab 35: 777 di Ruang Rapat.
36 Bab 36: Merebut Sang Pewaris.
37 Bab 37: Sangkar Emas Xylos.
38 Bab 38: Pelajaran Pertama Sang Ratu.
39 Bab 39 Klaim Sang Ratu di Venesia
40 Bab 40 Dentuman di Palazzo San Marco.
41 Bab 41: Perang di Udara dan Ratu yang Bangkit.
42 Bab 42 Badai Pasir dan Pergeseran Strategis.
43 Bab 43 Pelukan Dingin Pengkhianatan.
44 Bab 44: Jebakan Sang Pengkhianat Kecil.
45 Bab 45: Rencana Invasi Club Heaven.
46 Bab 46 Pasangan Alpha Memasuki Neraka
47 Bab 47: Terjun ke Neraka Bawah Tanah.
48 Bab 48 Pilihan yang Mematikan.
49 Bab 49: Kepulangan Sang Ratu.
50 Bab 50: Sang Mantis dan Rahasia Paling Kelam.
51 Bab 51: Garis Depan Sang Ratu.
52 Bab 52: Pulau Hitam dan Sinyal Mantis.
53 Bab 53: Queen Mafia dan Perangkap Scorpion.
54 Bab 54: Pengkhianatan Sang Tangan Kanan.
55 Bab 55: Deklarasi Perang di Udara.
56 Bab 56: Protokol Alpha Zero Lima.
57 Bab 57: Kode di Balik Jeruji Titanium.
58 Bab 58: Mata Elang di Jantung Benteng.
59 Bab 59: Kode Balik Sang Pewaris.
60 Bab 60: Apex Predator.
61 Bab 61: Mata-mata dari Jakarta.
62 Bab 62: Jurang Pengkhianatan dan Pengakuan Penuh.
63 Bab 63: Api di Dalam Kegelapan.
64 Bab 64: Strategi Bumi Hangus.
65 Bab 65: Hantu Masa Lalu di Sektor Gamma.
66 Bab 66: Protokol Penghapusan Total.
67 Bab 67: Perang di Siang Hari.
68 Bab 68: Sang Ratu Mulai Dilatih.
69 Bab 69: Safe House Omega dan Jam yang Berdetak
70 Bab 70: Pembaptisan Darah di Benteng Aethelred.
71 Bab 71: Enam Jam Menuju Neraka dan Petunjuk dari Masa Lalu.
72 Bab 72: Lubang Tikus dan Rencana Penyerbuan Timur Tengah.
73 Bab 73: Pengeboman Gurun dan Penyamaran Sang Ratu.
74 Bab 74: Kaca Spion dan Kebangkitan Ratu.
75 Bab 75: Jantung Sandstorm dan Detik-detik Terakhir.
76 Bab 76: Ratu yang Tidak Terbendung.
77 Bab 77: Perburuan di Bunker Sandstorm.
78 Bab 78: Perlombaan Melawan Radiasi.
79 Bab 79: Manuver Kematian di Udara
80 Bab 80: 600 Detik Menuju Kematian.
81 Bab 81: Lima Belas Detik Keputusan.
82 Bab 82: Kelahiran Ratu Mafia, tanpa keraguan.
83 Bab 83: Perang Dingin di Jakarta.
84 Bab 84: Kode Darurat Alpha.
85 Bab 85: Baku Tembak di Jantung Jakarta.
86 Bab 86: Ratu yang Datang untuk Perang.
87 Bab 87: Pintu Belakang Sang Pengkhianat.
88 Bab 88: Api Pembuka Sang Pewaris.
89 Bab 89: Pengkhianatan dan Kebenaran yang Terkubur.
90 Bab 90: Pengejaran di Udara dan Kekuatan Sang Hacker Cilik.
91 Bab 91: Jantung Kerajaan yang Tercuri.
92 Bab 92: Proyek Medusa: Pengkhianatan dari Dalam.
93 Bab 93: Api Pembaptisan Ratu.
94 Bab 94: Manuver Medusa.
95 Bab 95: Pengakuan di Neraka Gurun.
96 Bab 96: Duel di Langit Gurun.
97 Bab 97: Pertarungan di Tanah Gurun dan Bisikan Pengkhianatan
98 Bab 98: Di Balik Tirai Besi Sang Xylos
99 Bab 99: Penobatan Ratu Xylos di Tengah Perang.
100 Bab 100 Akhir dari pertarungan. ( The End).
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 Senyum Palsu sang executive muda.
2
Bab 2 Dalih perselingkuhan, Rencana B?
3
Bab 3 Keadaan Genting...
4
Bab 4 Ruang 101
5
Bab 5 Kamar yang salah.
6
Bab 6 Takdir Baru untuk Megan
7
Bab 7 Janji untuk Megan.
8
Bab 8 BunkerYang Terkepung
9
Bab 9 Pesta Perpisahan dengan Sang Pengkhianat
10
Bab 10 Di buru
11
Bab 11: Misi Diam-Diam Sang Ibu
12
Bab 12: Menghilang di Balik Kabut
13
Bab 13: Bayangan Xylos di Kabut
14
Bab 14: Perang Senyap dan Pengawasan Xylos
15
Bab 15: Perang Senyap dan Pesan Pemberontakan
16
Bab 16: Badai Ketenangan dan Kemarahan Sang Xylos
17
Bab 17: Obsesi yang Dibungkus Amarah Dingin
18
Bab 18: Pertarungan di Ambang Pintu
19
Bab 19: Sang Ratu Menolak Klaim
20
Bab 20: Kelahiran Sang Pewaris di Kegelapan malam tak berbintang...
21
Bab 21 Persembunyian Sempurna yang Terusik...
22
Bab 22
23
Bab 23 Kartu Memori Sang Singa
24
Bab 24: Tawanan Di Dalam Sutra
25
Bab 25: Sangkar Emas Sang Iblis
26
Bab 26: Jaringan Laba-laba Sang Hacker
27
Bab 27: Api Kemarahan Sang Xylos.
28
Bab 28: Bayang-Bayang Kepemilikan
29
Bab 29: Kunci dan Pewaris
30
Bab 30: Benteng Musuh dan Operasi Penyelamatan
31
Bab 31: Operasi Anggrek Hitam Dimulai.
32
Bab 32: Jebakan Emas dan Perang Level Lima.
33
Bab 33: Jebakan di Pintu A-17.
34
Bab 34: Rencana Dua Langkah Axel.
35
Bab 35: 777 di Ruang Rapat.
36
Bab 36: Merebut Sang Pewaris.
37
Bab 37: Sangkar Emas Xylos.
38
Bab 38: Pelajaran Pertama Sang Ratu.
39
Bab 39 Klaim Sang Ratu di Venesia
40
Bab 40 Dentuman di Palazzo San Marco.
41
Bab 41: Perang di Udara dan Ratu yang Bangkit.
42
Bab 42 Badai Pasir dan Pergeseran Strategis.
43
Bab 43 Pelukan Dingin Pengkhianatan.
44
Bab 44: Jebakan Sang Pengkhianat Kecil.
45
Bab 45: Rencana Invasi Club Heaven.
46
Bab 46 Pasangan Alpha Memasuki Neraka
47
Bab 47: Terjun ke Neraka Bawah Tanah.
48
Bab 48 Pilihan yang Mematikan.
49
Bab 49: Kepulangan Sang Ratu.
50
Bab 50: Sang Mantis dan Rahasia Paling Kelam.
51
Bab 51: Garis Depan Sang Ratu.
52
Bab 52: Pulau Hitam dan Sinyal Mantis.
53
Bab 53: Queen Mafia dan Perangkap Scorpion.
54
Bab 54: Pengkhianatan Sang Tangan Kanan.
55
Bab 55: Deklarasi Perang di Udara.
56
Bab 56: Protokol Alpha Zero Lima.
57
Bab 57: Kode di Balik Jeruji Titanium.
58
Bab 58: Mata Elang di Jantung Benteng.
59
Bab 59: Kode Balik Sang Pewaris.
60
Bab 60: Apex Predator.
61
Bab 61: Mata-mata dari Jakarta.
62
Bab 62: Jurang Pengkhianatan dan Pengakuan Penuh.
63
Bab 63: Api di Dalam Kegelapan.
64
Bab 64: Strategi Bumi Hangus.
65
Bab 65: Hantu Masa Lalu di Sektor Gamma.
66
Bab 66: Protokol Penghapusan Total.
67
Bab 67: Perang di Siang Hari.
68
Bab 68: Sang Ratu Mulai Dilatih.
69
Bab 69: Safe House Omega dan Jam yang Berdetak
70
Bab 70: Pembaptisan Darah di Benteng Aethelred.
71
Bab 71: Enam Jam Menuju Neraka dan Petunjuk dari Masa Lalu.
72
Bab 72: Lubang Tikus dan Rencana Penyerbuan Timur Tengah.
73
Bab 73: Pengeboman Gurun dan Penyamaran Sang Ratu.
74
Bab 74: Kaca Spion dan Kebangkitan Ratu.
75
Bab 75: Jantung Sandstorm dan Detik-detik Terakhir.
76
Bab 76: Ratu yang Tidak Terbendung.
77
Bab 77: Perburuan di Bunker Sandstorm.
78
Bab 78: Perlombaan Melawan Radiasi.
79
Bab 79: Manuver Kematian di Udara
80
Bab 80: 600 Detik Menuju Kematian.
81
Bab 81: Lima Belas Detik Keputusan.
82
Bab 82: Kelahiran Ratu Mafia, tanpa keraguan.
83
Bab 83: Perang Dingin di Jakarta.
84
Bab 84: Kode Darurat Alpha.
85
Bab 85: Baku Tembak di Jantung Jakarta.
86
Bab 86: Ratu yang Datang untuk Perang.
87
Bab 87: Pintu Belakang Sang Pengkhianat.
88
Bab 88: Api Pembuka Sang Pewaris.
89
Bab 89: Pengkhianatan dan Kebenaran yang Terkubur.
90
Bab 90: Pengejaran di Udara dan Kekuatan Sang Hacker Cilik.
91
Bab 91: Jantung Kerajaan yang Tercuri.
92
Bab 92: Proyek Medusa: Pengkhianatan dari Dalam.
93
Bab 93: Api Pembaptisan Ratu.
94
Bab 94: Manuver Medusa.
95
Bab 95: Pengakuan di Neraka Gurun.
96
Bab 96: Duel di Langit Gurun.
97
Bab 97: Pertarungan di Tanah Gurun dan Bisikan Pengkhianatan
98
Bab 98: Di Balik Tirai Besi Sang Xylos
99
Bab 99: Penobatan Ratu Xylos di Tengah Perang.
100
Bab 100 Akhir dari pertarungan. ( The End).

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!