Alhamdulillah

Alya tidak membaca pesan-pesan tersebut, namun Alya tidak sengaja membaca pesan Tante Mira melalui notifikasi pop-up di ponselnya.

*Kamu itu ya jadi anak bisanya bikin susah aja, lihat Ibu kamu sampai nangis gini, udahlah gak bilang mau kemana. Kamu itu Kakak harusnya contoh Izma, dia anak yang nurut, baik gak kayak kamu, jadi anak berguna dikit gitu bagi keluarga, bisanya cuma jadi aib aja. Kesal banget Tante lihat kamu Alya, wajar sih kalau gak ada yang mau nikah sama kamu, kamunya aja gak bener gini, kamu pergi jadi p*lacur biar cepet nikah atau mau mati kamu karena gak nikah-nikah*.

Alya menangis melihat pesan Tante Mira, niatnya hanya ingin menenangkan diri, namun justru makian yang Alya terima. Alya sengaja tidak memberitahu karena Alya yakin jika semua orang akan menolak kepergian Alya.

"Ya Allah, aku capek, aku gak sanggup hidup di keluarga itu lagi," gumam Alya dengan tangisan yang menyelimuti malamnya.

Keesokan harinya, Alya kembali pergi ke Masjidil Haram dan kali ini Alya ingin melaksanakan tawaf, setelah tawaf Alya duduk sambil membaca dzikir di Masjidil Haram.

Ditengah bacaannya, Alya tudak dapat menahan air matanya. Ia kembali menangis, Alya menumpahkan seluruh keluh kesahnya di rumah Allah. Meskipun saat tawaf tadi Alya menangis, namun air matanya tetap saja mengalir saat ini.

"Ya Allah, Yang Maha Kuasa lagi Maha Besar. Bahwasanya aku adalah hambamu yang lemah, mudahkanlah segala urusanku Ya Allah, sebagaimana engkau memudahkan urusan Fir'aun bagi Musa. Lunakkanlah hati keluarga hambamu ini sebagaimana engkau melunakkan besi bagi Nabi Daud. Aku pasrahkan hidupku Ya Allah, jika memang engkau belum memberikanku jodoh maka akan aku jalani hidupku dengan memperdalam imanku padamu dan jika engkau mempertemukanku dengan jodoh pilihanmu maka aku siap Ya Allah, kirimkanlah calon suami saleh untuk meminangku, lembutkan hatinya untukku dengan haq firman-mu yang dahulu dan utusan-mu yang mulia dan penuh berkah. Aku tidak ingin menjadi aib bagi keluargaku Ya Allah, sudah cukup semua hinaan yang aku dapatkan. Ya Allah, engkaulah pemimpin kami, sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik penolong. Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Maha Penguasa, wahai Tuhan Yang Maha Mulia atas segala sesuatu, amin," doa Alya.

Dalam setiap doanya, tangisan Alya tidak dapat lagi dibendung, siapapun yang melihat Alya pasti akan ikut sedih dan tak terkecuali Umi Fatimah yang sejak tadi melihat Alya menangis.

"Umi, kenapa?" tanya Bu Fitri.

"Tidak apa-apa, kamu tawaf dulu, saya tunggu disini," ucap Umi Fatimah dan diangguki Bu Fitri.

"Siapakah engkau wahai wanita? tangisanmu begitu memilukan, apa masalahmu begitu berat hingga kau mengadu begitu dalam di rumah Allah," gumam Umi Fatimah.

Umi Fatimah memberanikan diri menghampiri Alya, "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam Umi Fatimah.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Alya yang masih terisak.

Melihat tangisan Alya yang tidah berhenti, Umi Fatimah memberikan sebuah tisu pada Alya, "Ini," ucap Umi Terimakasih.

"Terimakasih," jawab Alya dan membersihkan wajahnya dari air mata.

"Siapa nama kamu Nak?" tanya Umi Fatimah.

"Nama saya Alya, Bu," jawab Alya dan terkejut ketika Umi Fatimah yang tiba-tiba memeluknya.

"Sudah merasa tenang?" tanya Umi Fatimah.

"Alhamdulillah, Bu," jawab Alya lalu Umi Fatimah melepaskan pelukannya.

"Perkenalkan nama saya Fatimah, saya juga orang Indonesia," ucap Umi Fatimah.

"Iya, Bu. Senang bisa bertemu, Ibu," jawab Alya.

"Ibu sudah memperhatikan kamu sejak kemarin dan Ibu sangat tersentuh melihat kamu yang menangis di depan ka'bah," ucap Umi Fatimah.

Alya cukup terkejut mendengarnya, Alya pikir tidak akan ada yang peduli dengan tangisannya, namun ternyata pikirannya salah.

"Maaf karena saya sudah menganggu," ucap Alya.

"Sama sekali tidak, justru Ibu sangat senang melihatnya. Maaf sebelumnya, umur kamu berapa?" tanya Umi Marwa.

"32 tahun, Bu," jawab Alya yang mulai tidak nyaman dengan pertanyaan Umi Fatimah.

Sebaliknya, Umi Fatimah yang mendengar jawaban Alya justru tersenyum. "Sekali lagi, saya minta maaf jika pertanyaan saya kurang sopan. Tapi, apa kamu sudah menikah atau memiliki pasangan?" tanya Umi Fatimah.

Alya yang mendengar pertanyaan Umi Fatimah langsung kembali bersedih dan air matanya mengalir begitu saja.

"Maaf karena Ibu sudah menyinggung kamu," ucap Umi Fatimah yang merasa bersalah.

"Tidak Bu, Ibu tidak salah. Saya saja yang terlalu kebawa perasaan," ucap Alya.

"Jadi bagaimana?" tanya Umi Fatimah.

"Saya belum memiliki pasangan, Bu. Saya masih sendiri," jawab Alya yang berusaha tersenyum.

"Tidak ada calon atau yang dekati gitu?" tanya Umi Fatimah yang berusaha untuk memastikannya.

"Tidak ada, Bu," jawab Alya.

"Alhamdulillah," ucap Umi Fatimah spontan.

Alya yang mendengarnya pun sedih, padahal keluarga Alya menginginkan Alya segera menikah, tapi Umi Fatimah justru bersyukur Alya belum menikah.

"Saya punya anak laki-laki, usianya 35 tahun, apa kamu mau saya kenalkan dengan anak saya, jika kalian berjodoh insyaallah perkenalan ini bisa dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius," ucap Umi Fatimah.

Alya yang mendengar perkataan Umi Fatimah pun terkejut, 'Ya Allah, apakah ini jawaban dari doaku tadi, jika ini memang yang terbaik untukku maka akan aku jalani Ya Allah,' batin Alya.

"Insyaallah saya mau, Bu," jawab Alya.

"Alhamdulillah, Ibu minta tolong ya tulis nomor lamu. Nanti Ibu akan hubungi ketika sampai di Indonesia," ucap Umi Fatimah lalu Alya pun menulis nomor teleponnya pada kertas yang diberikan oleh Umi Fatimah.

"Kapan kamu akan kembali?" tanya Umi Fatimah.

"Insyaallah hari selasa, Bu," jawab Alya.

"Masih lama ya, saya pulangnya besok. Nanti Ibu kabarin ya," ucap Umi Fatimah.

"Iya, Bu," jawab Alya.

"Kamu yang kuat ya, semua masalah pasti ada solusinya, kamu percayakan semuanya pada Allah. Kamu kuatkan iman kamu agar tidak terpengaruh hal-hal buruk," ucap Umi Fatimah dan diangguki Alya.

"Terimakasih, Bu. Perasaan saya sekarang lebih tenang," ucap Alya.

"Sama-sama, saya pergi dulu ya karena saya ikut rombongan," ucap Umi Fatimah.

"Iya, Bu. Semoga Allah mempertemukan kita lagi," ucap Alya.

"Insyaallah, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam Umi Fatimah.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab Alya.

Umi Fatimah pun kembali ke rombongan, "Umi darimana saja?" tanya Abi Zaky.

"Abi ingat yang kemarin Umi cerita kalau Umi ketemu sama perempuan yang lagi nangis di Masjidil Haram?" tanya Umi Fatimah.

"Iya, kenapa memangnya?" tanya Abi Zaky.

Setelah itu, Umi Fatimah pun menceritakan semuanya pada Abi Zaky tanpa ada yang disembunyikan.

"Apa Rayhan mau, Umi? kita sudah pernah mengenalkan Rayhan pada beberapa perempuan, tapi Rayhan menolaknya," tanya Abi Zaky.

"Umi juga tidak tau, tapi kita coba saja Abi. Umi sudah suka dengan Alya," ucap Umi Fatimah dan diangguki Abi Zaky.

.

.

.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

panjul man09

panjul man09

banyak orang yg seperti alya , tapi biasanya mereka masih ada dukungan dari salah satu keluarga tapi alya kasian/Cry//Cry//Cry//Cry/

2026-02-11

0

nuraeinieni

nuraeinieni

ya allah,luar biasa aliya,do'a mu langsung di jabah oleh allah,ada saja jalannya,,srmoga di mudahkan ya aliya.

2025-10-22

0

❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉

❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉

Alhamdulillah Semoga Dimudahkan Iya Alya..🤗🥰

2025-12-02

1

lihat semua
Episodes
1 Alya
2 Perjodohan
3 Menjadi Istri Kedua
4 Tangisan Alya
5 Alhamdulillah
6 Bukan Jodohku
7 Kamu Tau Darimana?
8 Tidak Perlu
9 Umi Ikut!
10 Gimana, Rayhan?
11 Jadi, Bagaimana?
12 Berhenti!
13 Pernikahan
14 Menantu Umi Mana?
15 Insyaallah, Mas Sanggup
16 Siapa?
17 Jebakan?
18 Pergi
19 Gus Rayhan?
20 Jangan Tinggalin Aku
21 Kenapa Kamu Disini?
22 Dihukum
23 Salah Tingkah
24 Masih Mau Pacaran
25 Suka Banget
26 Istrinya Gus Rayhan
27 Ini Pasti Aku
28 2 Miliar
29 Mengobrol
30 Pulang
31 Foto?
32 Napas Sayang
33 Istri Kedua
34 Kamu Akan Menikah Lagi?
35 Meminta Izin
36 Dira? Siapa?
37 Iri
38 Semangat Alya
39 Sakit Banget Ya?
40 Peraturan apa, Mas?
41 Mas, Malu!
42 Pintar Sekali Merayunya
43 Ayo! Foto
44 Mau Mas
45 Sekarang Masih Nyeri?
46 Takutnya Penipu
47 Kenapa Diam Sayang?
48 Siap Punya Anak?
49 Pertengkaran
50 Ini Penting Sayang
51 Kecelakaan
52 Gus Lupa Sama Saya?
53 Kamu Takut Gak?
54 Fitnah
55 Kecewa
56 Aku Salah Mas
57 Kenapa Kamu Gak Ikut?
58 Terima kasih untuk apa, Bu?
59 Mas Betah Disini?
60 Jangan Diambil Hati
61 Bukan Aib
62 Ini Istrinya Gus Rayhan?
63 Kalau, Mas?
64 Selamat Sayang
65 Janji Ya, Mas?
66 Pingsan!
67 Hamil?
68 Bahagia, Kenapa?
69 Ngidam
70 Terlalu Bersemangat
71 Mbak Alya, Kenapa?
72 Bukan Karena Aku?
73 Masih Pusing?
74 Ingat Kata Gus Rayhan
75 Percuma Penyesalan Kamu
76 Ngidam Versi Alya
77 Ibu Sudah Tau?
78 Kamu Hebat
79 Arsakha dan Arsyila
80 Hidayah Dari Allah
81 Cerita Baru - Suamiku Bukan Preman
82 Sudah Mau Merangkak!
83 SELESAI
84 Lanjut atau gak nih?
85 S2 - Siapa Namamu?
86 S2 -Mampir?
87 S2 - Dia Berbohong
88 S2 - Melamar
89 S2 - Alhamdulillah!
90 S2 - Dasar Munafik!
91 S2 - Hilangkan Rasa Takutmu
92 Cerita Baru - Dokter Tampan Itu Suamiku
93 S2 - Sah!
94 S2 - Aku Adalah Suamimu
95 S2 - Jangan Mimpi!
96 S2 - Jelaskan Apa?
97 S2 - Seperti Orang Jahat
98 S2 - Pelanggaran Apa?
99 S2 - Air Mata Buaya
100 S2 - Tugasku Sebagai Suami
101 S2 - Rendy
102 S2 - Mbak Aiza! Bang Shaka!
103 S2 - Kita Sudah Sampai
104 S2 - Kamu Suka?
105 S2 - Pakai Cinta
106 S2- Keponakan Lucu
107 S2 - Ini Istri Saya
108 S2 - Hati-hati Di Jalan
109 S2 - Makan Siang
110 S2 - Berteduh
111 S2 - Masih Kedinginan?
112 S2 - Aku Aman Karena Mas
113 S2 - Masih Takut?
114 S2 -Jangan Tinggalin Aku
115 S2 - Perasaan Iri
116 S2 - Rasa Bersalah
117 S2 - Belahan Jiwa
118 S2 - Assalamualaikum!
119 S2 - Hamil?
120 S2 - Tidak Boleh Kelelahan
121 S2 - Ngidam
122 S2 - Mas Jangan Tertawa!
123 S2 - Adiknya?
124 S2 - Nyaman?
125 S2 - Aiza! Ya Allah!
126 S2 - Arkanza Zaidan Athaya
127 S2 - Mas Gak Marah?
128 S2 - Tugas Kamu Adalah Istirahat
129 S2 - SELESAI
130 Cerita Baru - Pengagum Rahasia
131 Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
132 Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
133 Cerita Baru - My Possessive Husband
134 Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
135 Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
136 Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
137 Cerita Baru - Cintai Aku
138 Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak
Episodes

Updated 138 Episodes

1
Alya
2
Perjodohan
3
Menjadi Istri Kedua
4
Tangisan Alya
5
Alhamdulillah
6
Bukan Jodohku
7
Kamu Tau Darimana?
8
Tidak Perlu
9
Umi Ikut!
10
Gimana, Rayhan?
11
Jadi, Bagaimana?
12
Berhenti!
13
Pernikahan
14
Menantu Umi Mana?
15
Insyaallah, Mas Sanggup
16
Siapa?
17
Jebakan?
18
Pergi
19
Gus Rayhan?
20
Jangan Tinggalin Aku
21
Kenapa Kamu Disini?
22
Dihukum
23
Salah Tingkah
24
Masih Mau Pacaran
25
Suka Banget
26
Istrinya Gus Rayhan
27
Ini Pasti Aku
28
2 Miliar
29
Mengobrol
30
Pulang
31
Foto?
32
Napas Sayang
33
Istri Kedua
34
Kamu Akan Menikah Lagi?
35
Meminta Izin
36
Dira? Siapa?
37
Iri
38
Semangat Alya
39
Sakit Banget Ya?
40
Peraturan apa, Mas?
41
Mas, Malu!
42
Pintar Sekali Merayunya
43
Ayo! Foto
44
Mau Mas
45
Sekarang Masih Nyeri?
46
Takutnya Penipu
47
Kenapa Diam Sayang?
48
Siap Punya Anak?
49
Pertengkaran
50
Ini Penting Sayang
51
Kecelakaan
52
Gus Lupa Sama Saya?
53
Kamu Takut Gak?
54
Fitnah
55
Kecewa
56
Aku Salah Mas
57
Kenapa Kamu Gak Ikut?
58
Terima kasih untuk apa, Bu?
59
Mas Betah Disini?
60
Jangan Diambil Hati
61
Bukan Aib
62
Ini Istrinya Gus Rayhan?
63
Kalau, Mas?
64
Selamat Sayang
65
Janji Ya, Mas?
66
Pingsan!
67
Hamil?
68
Bahagia, Kenapa?
69
Ngidam
70
Terlalu Bersemangat
71
Mbak Alya, Kenapa?
72
Bukan Karena Aku?
73
Masih Pusing?
74
Ingat Kata Gus Rayhan
75
Percuma Penyesalan Kamu
76
Ngidam Versi Alya
77
Ibu Sudah Tau?
78
Kamu Hebat
79
Arsakha dan Arsyila
80
Hidayah Dari Allah
81
Cerita Baru - Suamiku Bukan Preman
82
Sudah Mau Merangkak!
83
SELESAI
84
Lanjut atau gak nih?
85
S2 - Siapa Namamu?
86
S2 -Mampir?
87
S2 - Dia Berbohong
88
S2 - Melamar
89
S2 - Alhamdulillah!
90
S2 - Dasar Munafik!
91
S2 - Hilangkan Rasa Takutmu
92
Cerita Baru - Dokter Tampan Itu Suamiku
93
S2 - Sah!
94
S2 - Aku Adalah Suamimu
95
S2 - Jangan Mimpi!
96
S2 - Jelaskan Apa?
97
S2 - Seperti Orang Jahat
98
S2 - Pelanggaran Apa?
99
S2 - Air Mata Buaya
100
S2 - Tugasku Sebagai Suami
101
S2 - Rendy
102
S2 - Mbak Aiza! Bang Shaka!
103
S2 - Kita Sudah Sampai
104
S2 - Kamu Suka?
105
S2 - Pakai Cinta
106
S2- Keponakan Lucu
107
S2 - Ini Istri Saya
108
S2 - Hati-hati Di Jalan
109
S2 - Makan Siang
110
S2 - Berteduh
111
S2 - Masih Kedinginan?
112
S2 - Aku Aman Karena Mas
113
S2 - Masih Takut?
114
S2 -Jangan Tinggalin Aku
115
S2 - Perasaan Iri
116
S2 - Rasa Bersalah
117
S2 - Belahan Jiwa
118
S2 - Assalamualaikum!
119
S2 - Hamil?
120
S2 - Tidak Boleh Kelelahan
121
S2 - Ngidam
122
S2 - Mas Jangan Tertawa!
123
S2 - Adiknya?
124
S2 - Nyaman?
125
S2 - Aiza! Ya Allah!
126
S2 - Arkanza Zaidan Athaya
127
S2 - Mas Gak Marah?
128
S2 - Tugas Kamu Adalah Istirahat
129
S2 - SELESAI
130
Cerita Baru - Pengagum Rahasia
131
Cerita Baru - Pengkhianatan Dalam Pernikahan
132
Cerita Baru - Suami Untuk Shanum
133
Cerita Baru - My Possessive Husband
134
Cerita Baru - Oh! Mantan Kekasihku
135
Cerita Baru - Dicintai Sang Berandal Tampan
136
Cerita Baru - Teman Tapi Menikah
137
Cerita Baru - Cintai Aku
138
Cerita Baru - Balas Dendam Seorang Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!