keberangkatan Vano.

Malam semakin larut.... Tapi kedua mata cinta enggan terpejam, kehidupan yang ia jalani, semakin kesini semakin rumit, badai tak henti-hentinya menerjang.

Dia teringat Affan.... laki-laki dingin,tapi tak pernah sekalipun berbuat kasar padanya, penolakan-penolakan halus tak membuat dirinya goyah, ia berusaha selalu mendekat, laki-laki itu... Walaupun tidak perduli, tapi cukup membuatnya aman... Puncaknya saat mengetahui Affan sudah menikah, dan melihat cinta nya begitu besar pada istrinya, barulah dirinya mundur.

Kini ia menyadari, cinta tak harus memiliki " semoga kamu selalu bahagia fan, bersama istri cantikmu itu, aku sadar.... kalau aku tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan istrimu itu...." cinta tersenyum getir....

Lama kelamaan rasa kantuk itu datang, akhirnya cinta terlelap dengan sendirinya membawa hati yang penuh luka.

***

Keesokan harinya....

" ah.... Harum sekali masakannya...." Sandra penuh dengan semangat dan percaya diri, turun dari tangga menuju ke ruang makan .

Di sana sudah ada mama dan papanya, menyambut dirinya dengan senyuman.

" selamat pagi...pah, mah" ucapnya ceria, seperti hari-hari biasanya....

Sandra duduk dengan nyaman di tempat biasanya, di samping mama tercinta,

Tak lama kemudian, datang lah cinta dengan tubuh gontai... Lingkar mata sangat terlihat, rambut tidak di sisir tapi, sangat terlihat kalau jam tidurnya berantakan, bahkan membutuhkan waktu yang lama agar mata itu bisa terpejam.

"selamat pagi semua" ucapnya pelan, lalu duduk di kursi nya.

Tak sengaja tuan Agam melihat, punggung tangan sebelah kanan cinta berbalut kain Kassa,

"ada apa dengan tangan mu?" tanya tuan Agam datar, matanya hanya melirik sesaat melihat itu .

Cinta menatap tajam mama tirinya, sekaligus berpindah menatap saudara tirinya.

kedua orang itu sudah bersiap-siap akan menyela kalau sampai, cinta berbicara jujur.

"tidak kenapa-kenapa, ini hanya luka kecil, semalam, tidak sengaja terkena pecahan gelas kaca yang terjatuh saat aku minum " ucapnya tersenyum menatap ke dua orang itu dengan penuh arti, membuat kedua orang itu...lega

"lain kali...lebih hati-hati, kau begitu ceroboh, sering sekali terluka oleh ulahmu sendiri" kata tuan Agam menatap sekilas wajah datar putrinya yang terlihat tidak biasanya, auranya berbeda, ... dia teringat, waktu putrinya sebelum ikut Karin ke negaranya, tangannya terkena luka setrika, dia bertanya.... katanya cinta iseng, dia ingin belajar menyetrika bajunya sendiri, nyatanya itu semua suruhan Mama tirinya, dan yang Lebih mengenaskan lagi, setrika panas itu, nyonya Veronica tempelkan pada lengan cinta yang terbuka, sampai melepuh, dan membuat rasa terbakar pada seluruh tubuhnya, sehingga butuh beberapa hari untuk menghilangkan bekas luka nya, cinta terbebas dari siksaan mama tirinya setelah dia pergi bersama Tante Karin.

"iya pah..." balasnya datar, kali ini cinta tidak merengek, kini dia begitu tegar dan terkesan tidak perduli.

Mereka makan dalam diam, sesekali kedua wanita yang duduk bersebelahan itu melirik cinta yang tidak seperti biasanya, lebih pendiam dan terkesan misterius.

Setelah semuanya selesai, tuan Agam pamit bersama Sandra untuk ke kantor.mereka akan mengurus surat-surat peralihan pemilik perusahaan, karena tuan Agam sudah sepakat untuk menjualnya....

"hati-hati pah.... hati-hati nak, semoga urusannya cepat selesai, dan kita segera pindah dari sini" ucap nyonya Veronica penuh harap.

"iya ...mama juga baik-baik di rumah" kata tuan Agam.

Sandra hanya tersenyum, sambil sesekali melirik ke arah belakang mamanya, mencari-cari keberadaan cinta, yang biasanya ikut mengantar mereka ke tempat kerja.

"dada mama" ucapnya setelah naik ke dalam mobilnya.

Sandra dan tuan Agam terpisah mobil, Sandra lebih suka mengemudikan mobilnya sendiri, sedangkan Tuan Agam, selalu memakai sopir .

Setelah memastikan mobil suami dan putrinya sudah tidak terlihat, nyonya Veronica masuk kedalam rumahnya, dia melihat cinta yang asik dengan ponselnya dan duduk dengan nyaman di sofa ruang keluarga.

"hei.... Nona...enak sekali ya...!, setelah makan langsung bersantai, tidak lihat itu ! , meja makan masih berantakan" kata nyonya Veronica tajam, ia menunjuk meja makan yang begitu terlihat dari ruang keluarga.

Cinta menatap mama tiri nya sekilas " sudah ada pembantu.... ngapain repot-repot" jawabnya acuh.

Nyonya Veronica marah melihat sikap anak tirinya acuh. Dia mendekat dan berusaha menarik rambut cinta seperti biasanya,dan akan menyeretnya ke tempat yang ia mau, tapi kali ini, tangan itu ....di tepis kasar oleh cinta sebelum mendarat ke rambutnya.

"Sudah cukup nyonya Veronica yang terhormat....aku lelah" ucapnya lalu beranjak dari duduknya...dan pergi untuk kekamar nya kembali, bagi cinta, ... tempat itu teraman untuk nya kali ini, asal dirinya mengunci pintunya dengan baik .

"sialan dia... Sudah berani rupanya,... akan ku pastikan, besok awal penderitaan dirinya di tangan suaminya...tuan Devano " ucapnya tersenyum penuh arti, lalu menoleh ke arah pembantu yang sedari tadi berada di belakang nya, pembantu yang bertugas untuk mengawasi cinta , kalau sedang mengerjakan pekerjaan rumah.

"kau bereskan semuanya" ucapnya...lalu pergi meninggalkan pembantu itu yang sedang berjalan ke ruang makan.

"huh... Mulai lagi, ku kira dengan kedatangan non cinta, aku bisa bersantai tanpa mengerjakan pekerjaan rumah, seperti biasanya saat non cinta berada di rumah" gumamnya pelan, lalu ia membereskan piring kotor bekas majikannya sarapan...

Brakkkkk...

Cinta membanting pintunya sangat keras, dia tidak punya teman ataupun sahabat, semuanya mendekat kalau cinta sedang banyak uang, tapi semenjak semua fasilitas dari papanya di ambil, kini semuanya menjauh ... untung nya ada Tante Karin yang selalu membantu dirinya, memberikan apa yang cinta minta, asal dirinya menurut.

Kini ... dirinya hanya seorang diri.

***

"doain papi ya, agar papi bisa membawa mami kesini" kata Vano lembut pada putranya.

Kini mereka sedang berada di bandara, jet pribadi sudah terparkir di sana.

" iya....papi hati-hati ya!, Tian akan nurut sama mommy, Daddy! " ucapnya tersenyum, mengurai pelukan papinya.

" sudah sana papi cepat berangkat, biar cepet-cepet bawa mami ke sini" ucapnya tidak sabaran,

Vano terkekeh, dia mengacak-acak rambut putranya, sampai membuat Tian cemberut.

"mommy... lihatlah, papi membuat ku tidak tampan lagi" adunya pada Maura.

Maura tersenyum lalu merapikan rambut Tian yang sedikit berantakan tapi tetap tampan.lalu menatap tajam Vano.

"sudah sana pergi, kau mengacaukan hari baik putramu" ketus Maura mengusir Vano

Vano hanya terkekeh" aku titip Tian kak" ucapnya serius.

" alah.... biasanya juga selalu nitip " kata Dave tersenyum mengejek.

" hahaha"

Vano tergelak " kalau begitu...aku pergi dulu.... assalamualaikum...." ucapnya.melambaikan tangan....

" waalaikumsalam ... hati-hati" ucapnya serempak.

Vano berjalan penuh percaya diri ,mendekat ke arah jet pribadi nya yang sudah melambai-lambai ingin ia naiki.

Dari kejauhan Vano berbalik saat sudah berada di atas anak tangga, melambaikan tangannya kembali, sampai pintu nya tertutup.

" semoga Alloh selalu mengiringi langkahmu van " gumam Maura dalam hati, lalu menoleh ke arah tian.

" ayo sayang ,kita pulang, saudaramu sudah menunggu mu " ajak Maura dengan lembut.

"Agar lebih cepat , biar Daddy yang menggendong mu" ucapnya langsung mengangkat tubuh mungil Tian, sebenarnya Tian tidak butuh sosok ibu lagi, karena sudah cukup dengan mommy, tapi dia kasihan melihat papinya yang tidak punya pasangan.

Terpopuler

Comments

Ima Kristina

Ima Kristina

Tian itu anaknya siapa Thor

2026-06-11

1

Mas Budian

Mas Budian

tian bukannya anaknya sepupu maura dan tomi

2026-01-07

1

Sweet Girl

Sweet Girl

Anak pintar

2025-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 sakit .
2 rencana
3 luka fisik, tidak ada apa-apanya
4 keberangkatan Vano.
5 persiapan pernikahan
6 SAH
7 pergi meninggalkan kediaman Tuan Agam.
8 menuju bandara.
9 pulang membawa istri.
10 pulang.....
11 gara-gara tamu bulanan
12 keluarga Cemara
13 berkumpulnya istri Sultan
14 sebuah rencana.
15 berangkat ke pesta.
16 di tempat pesta
17 akibat noda darah.
18 kebersamaan keluarga di kolam renang.
19 mall
20 mall 2
21 keadaan tuan Agam
22 kabar duka
23 pemakaman
24 pemakaman 2
25 kedatangan Veronica
26 berkebun.
27 serangan ulat bulu
28 kondisi nyonya Veronica
29 berubah
30 kegundahan hati Cinta .
31 jasuke mozzarella.
32 putus.
33 keracunan.
34 mencari kebenaran
35 menunggu hasil lab
36 kadaluarsa
37 titik terang.
38 pulang
39 hukuman untuk suster.
40 di usir
41 menemui nyonya Veronica.
42 penyesalan
43 rencana menjebak suami sendiri.
44 menyatu...
45 kembali...
46 rencana menjenguk bayi.
47 malu-malu.
48 mall
49 menjenguk bayi kembar.
50 aksi kejar-kejaran.
51 kalah...
52 kembali
53 visual
54 mendatangi musuh.
55 sebuah rencana
56 pernikahan Sandra
57 permulaan.
58 awal penderitaan.
59 salah orang.
60 balasan...
61 akhir dari nyonya Veronica
62 menjemput Sandra
63 penyesalan yang mendalam
64 memaafkan.
65 resepsi.
66 selesai resepsi
67 akhir dari nyonya Veronica.
68 pemakaman
69 meluluhkan hati Tian
70 perasaan yang sulit di artikan
71 kejujuran Vano
72 kepergian Mayang dan nyonya Sari.
73 kejujuran Vano pada sang putra.
74 masuk perangkap
75 mengusir parasit.
76 hamil
77 kebun binatang
78 kejujuran adalah kunci utama sebuah hubungan.
79 talak tiga
80 kepergian Sandra
81 kebeneran yang sesungguhnya.
82 gosip murahan.
83 kecelakaan.
84 anugerah di balik musibah
85 kedatangan Maura
86 menemukan buruan
87 hukuman untuk Sintia
88 jebakan untuk Adrian dari anak buah Vano
89 pertemuan Adrian dengan Sandra
90 tiga bulan berlalu
91 keadaan Sintia.
92 keterkejutan Sandra
93 kedatangan tamu masa lalu Cinta
94 secercah harapan
95 kehancuran Vano
96 keajaiban datang di saat detik-detik terakhir.
97 rasa syukur yang tiada Tara
98 kedatangan Sandra
99 kabar baik
100 kelahiran....
101 kebersamaan keluarga kecil sebelum kedatangan para tamu.
102 perkumpulan keluarga.
103 ketenangan yang tertunda
104 misi tenang
105 end
Episodes

Updated 105 Episodes

1
sakit .
2
rencana
3
luka fisik, tidak ada apa-apanya
4
keberangkatan Vano.
5
persiapan pernikahan
6
SAH
7
pergi meninggalkan kediaman Tuan Agam.
8
menuju bandara.
9
pulang membawa istri.
10
pulang.....
11
gara-gara tamu bulanan
12
keluarga Cemara
13
berkumpulnya istri Sultan
14
sebuah rencana.
15
berangkat ke pesta.
16
di tempat pesta
17
akibat noda darah.
18
kebersamaan keluarga di kolam renang.
19
mall
20
mall 2
21
keadaan tuan Agam
22
kabar duka
23
pemakaman
24
pemakaman 2
25
kedatangan Veronica
26
berkebun.
27
serangan ulat bulu
28
kondisi nyonya Veronica
29
berubah
30
kegundahan hati Cinta .
31
jasuke mozzarella.
32
putus.
33
keracunan.
34
mencari kebenaran
35
menunggu hasil lab
36
kadaluarsa
37
titik terang.
38
pulang
39
hukuman untuk suster.
40
di usir
41
menemui nyonya Veronica.
42
penyesalan
43
rencana menjebak suami sendiri.
44
menyatu...
45
kembali...
46
rencana menjenguk bayi.
47
malu-malu.
48
mall
49
menjenguk bayi kembar.
50
aksi kejar-kejaran.
51
kalah...
52
kembali
53
visual
54
mendatangi musuh.
55
sebuah rencana
56
pernikahan Sandra
57
permulaan.
58
awal penderitaan.
59
salah orang.
60
balasan...
61
akhir dari nyonya Veronica
62
menjemput Sandra
63
penyesalan yang mendalam
64
memaafkan.
65
resepsi.
66
selesai resepsi
67
akhir dari nyonya Veronica.
68
pemakaman
69
meluluhkan hati Tian
70
perasaan yang sulit di artikan
71
kejujuran Vano
72
kepergian Mayang dan nyonya Sari.
73
kejujuran Vano pada sang putra.
74
masuk perangkap
75
mengusir parasit.
76
hamil
77
kebun binatang
78
kejujuran adalah kunci utama sebuah hubungan.
79
talak tiga
80
kepergian Sandra
81
kebeneran yang sesungguhnya.
82
gosip murahan.
83
kecelakaan.
84
anugerah di balik musibah
85
kedatangan Maura
86
menemukan buruan
87
hukuman untuk Sintia
88
jebakan untuk Adrian dari anak buah Vano
89
pertemuan Adrian dengan Sandra
90
tiga bulan berlalu
91
keadaan Sintia.
92
keterkejutan Sandra
93
kedatangan tamu masa lalu Cinta
94
secercah harapan
95
kehancuran Vano
96
keajaiban datang di saat detik-detik terakhir.
97
rasa syukur yang tiada Tara
98
kedatangan Sandra
99
kabar baik
100
kelahiran....
101
kebersamaan keluarga kecil sebelum kedatangan para tamu.
102
perkumpulan keluarga.
103
ketenangan yang tertunda
104
misi tenang
105
end

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!