Bab 4 menginap di pinggir pantai.

Lina dan Wita, Langsung merebahkan tubuh Mereka diatas kasur empuk milik Hotel..

gadis berparas ayu itu menatap langit-langit kamar hotel,ia memejamkan mata meresepi.Apa yang terjadi hari ini.Seperti mimpi tapi nyata..

Tiba-tiba ia teringat dengan ponselnya yang ia simpan didalam tas kecil.

" Wit tas kecil ku,Mana ya? ada handphone aku, didalam tas itu?? Kenapa aku, mendadak amnesia gini sih??"Wita ikutan mencari didalam tas besar yang isinya baju ganti Wita dan Lina saat dirias tadi pagi..

"Waduh... Jangan-jangan ketinggalan didalam mobil Honda jazz yang nganterin kita tadi?"Seru Wita.

Kedua gadis itu,kalang kabut mencari handphone Lina yang entah dimana lina menyimpannya

Niat hati tidur di hotel ingin menenangkan hati dan pikiran.. Dan rehat sejenak dari rutinitas hari ini, yang sangat mengurus tenaga dan pikiran.Kedua gadis itu,sibuk mencari benda yang bernama ponsel.

Seperti gasing kedua gadis itu muter-muter mencari benda yang bernama ponsel.

kejadian hari ini benar-benar membuat Lina frustasi.Ia sampai lupa kalau ia belum makan dan minum dari pagi.

" Aku, baru ingat! Handphoneku tertinggal didalam mobil Honda jazz.Handphone itu,aku simpan didalam tas kecil dan tas kecil tersebut ku sangkutkan di belakang jok mobil depan.."ucap Alina penuh keyakinan... sambil mengingat-ngingat.

" Tapi kita tidak punya nomer handphone supir Mobil itu,mau nyariin dia kemana coba?" Sahut Wita..

Dering telepon Wita menghentikan kehebohan kedua gadis itu..

"Astaghfirullah."Ucap Wita saat ia melihat Siapa penelepon tersebut.

"Kenapa Wit?" tanya Lena.

" Kenapa kita tidak kepikiran menelepon mas David ya? Ini dia menelepon aku."jawab Wita.

Lina terkesima David menelepon, pasalnya sudah hampir sebulan David tidak bisa Lina hubungi bahkan asistennya pun saat Lina menelepon mengatakan jika David sedang diluar negeri.

"Apa? Mas David telepon? Apa,ia sudah pulang dari luar negeri?? "Wita langsung menekan tombol ponsel berwarna hijau dan ia loudspeaker panggilan Masuk dari David..

"Halo Wit, kalian dimana? Alina saya telepon dari pagi tidak diangkat? Kamu juga sama tidak mengakat telepon saya.."tanya David diujung telepon.

"Wit,aku baru saja dapat kabar dari salah satu karyawan wedding ku,Alina tidak jadi menikah dengan Ardi? Ternyata Ardi menikah dengan Ira adiknya?? Pantas saja mereka secara tiba-tiba membatalkan tidak memakai Wedding ku.Jahatnya, Ardi mengatakan Lina yang tidak ingin memakai David wedding.Aku langsung emosi jiwa dengan Lina,makanya ia aku blokir males sekali aku berhubungan dengan manusia munafik.Ehh . . Ternyata ini semua ulah si Ardi dan Ira.Lina ada gak,Wit? Mas David mau minta maaf."Lina hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan David.

Ia baru tahu sekarang, kenapa David menghindarinya satu bulan terakhir itu.

Lina benar-benar sudah ditipu habis-habisan oleh Ardi dan Ira.ia menyesal kebodohannya yang terlalu percaya penuh pada kakaknya dan tunangannya itu.

Alina minta izin ke Wita, untuk berbicara dengan David .Ia ingin menjelaskan semuanya bahwa ia tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan David.

"Assalamualaikum,Mas David ini lina.aku tidak pernah membatalkan tidak memakai wedding Mas David! Logikanya saja, aku sudah menjadi reseller bertahun-tahun, masa iya, saat aku menikah memakai wedding orang lain?? Nggak masuk logika kan?."jelas Lina ke David, David menghela nafas berat, Wita masih bisa mendengar helaan nafas itu.

"Mas David minta maaf.Ya, Lin sudah memblokir nomor ponselmu, dan Mas David sudah menghindari kamu. Seharusnya, Mas David tidak percaya penuh pada Ardi dan harusnya menanyakan kebenarannya terlebih dahulu sama mu.. sekaki lagi Mas David minta maaf Lina, dan untuk kamu tetap semangat menjalani hidup, gagalnya menikah bukan berarti dunia mu berakhir.. Siapa tahu, Allah menghindarkan mu dari musibah besar.."hati David plong, setelah mendengar fakta yang ada. Bahwa salah satu reseller tidak mengkhianatinya.

Alina pun demikian beban yang mengganjal di hatinya mengenai David yang hilang, dan sulit dihubungi,merasa lega setelah mendengar penjelasan David

beban yang menghimpit hilang seketika. Sekarang yaang Alina pikirkan Di mana pria misterius itu, membawa ponselnya.

Wita membuka aplikasi berwarna hijau, untuk memeriksa identitas pria yang mengantarkan mereka ke gedung pernikahan.

Alangkah kagetnya Deswita, saat mengetahui taksi online yang ia pesan dari aplikasi berwarna hijau itu, membatalkan orderannya.

Ia bengong menatap Alina, mobil yang mereka tumpangi Ternyata bukan taksi online yang Wita order.

"Mas yang mengantarkan kita, bukan driver taksi online? Aku baru saja mengecek aplikasi ku? Ternyata orderan ku, dibatalkan Lin. Siapa pria itu,ya?? Aku pun tidak memperhatikan nomor mobil dan jenis mobil yang aku order. Ada mobil di depan salon, aku pikir itu taksi online? Keluh Deswita.

Alina pun tidak kalah terbelalak mendengar penjelasan Deswita..

tok tok tok.

Suara ketukan kamar hotel.. Mengehentikan kepanikan kedua gadis itu, keduanya saling tatap dan saling tanya..

"Siapa yang datang?? Perasaan tidak ada yang tahu deh, kita tidur di hotel, selain Mas misterius itu dan Mas David?.."tidak satu pun diantar keduanya mau membukakan pintu kamar hotel tersebut..

"Kenapa,mendadak horor gini sih Lin?? Kamu kan, gagal nikah karena calon laki di embat kaka sepupu. Bukan gagal menikah karena calon suamimu meninggal dunia. mendadak angker seperti ini."ucap Wita penuh kepanikan. Pasalnya kedua gadis itu tidak pernah menginap di hotel.Spekulasi memenuhi pikiran kedua gadis itu, yang sudah pasti diisi dengan pikiran negatif.

"Ayo lah, temenin aku buka pintu.."Lina menarik pergelangan tangan Wita,dan kedua gadis itu, sangat hati-hati membukakan pintu kamar hotel..

Kreeeett!!!

wajah pemuda tampan dan rupawan, menjadi pemandangan pertama saat pintu terbuka..

Lina melongo melihat pemuda tersebut menentang tas kecil miliknya.. keduanya saling beradu pandang,mata elang laki-laki rupawan itu menembus bola mata indah milik Alina Saraswati.

"Ohhh my goood!!ganteng sekali pangeran dari mana ini? begitu indah mahluk ciptaan Tuhan yang ada didepan ku ini.." seru Wita,ia terkesima melihat pria misterius itu.

"Maaf, kalau saya mengganggu..saya mau mengembalikan benda ini.. getaran dan deringannya mengganggu saya yang sedang istirahat.." ucap Pria rupawan itu..

" Kenapa bisa,tas aku sama anda? anda siapa? Kok tahu ,kami tidur dikamar ini??"pertanyaan Alina, membuat laki-laki yang ada di depannya menatap Lina heran.

Pria tersebut baru menyadari, gadis yang berdiri didepannya bingung dengan kehadirannya karena,gadis itu tidak pernah melihat wajahnya.

"Haduh! baru beberapa menit yang lalu,saya mengantarkan kalian berdua dari tempat MUA, kegedung pernikahan, terus saya ajak ke pantai buat menenangkan diri.. Kalian melupakan saya.. Padahal saya bukan taxi online !! tapi saya rela kalian repot kan.."Gerutu pria rupawan yang belum diketahui namanya oleh Alina dan Wita..

"astagfirullah Mas yang mengantarkan kita tadi,ya?? Mohon maaf yang sebesar-besarnya Mas, kami tidak tahu jika Mas bukan taksi online yang kami order.. setelah saya order taksi online Saya tidak mengecek lagi statusnya, keluar dari salon ada mobil yang terparkir di depan salon, saya pikir itu, taxi online yang kami order."ucap Wita penuh dengan penyesalan, yang ada rasa takut beserta cemas di hati Alina dan Wita.

Apalagi Alina mengingat Ia tidur di hotel meminjam uang pria misterius itu..

"Aku mohon maaf, karena telah lancang menaiki mobil mas misterius, pertanyaanku? Kenapa Mas tidak protes saat kami menaiki mobil mas??"sahut Alina.

Laki-laki yang berdiri di depan Alina dan Wita, hanya mengangkat kedua bahunya.

"Aku Mita maaf lagi sama mas, uang aku pinjam belum bisa aku kembalikan sekarang.ATM ku, sudah aku blokir dan Mas denger sendiri kan saat saya menelpon customer service meminta blokir nomor rekeningku. Karena ATM itu, dipegang oleh laki-laki baji*** itu."jelas Alina, penuh dengan permohonan.

Lagi lagi, pria tersebut mengangkat kedua bahunya. tujuannya menemui kedua gadis itu, bukan seperti apa yang ada di pikiran Alina. Ia hanya ingin mengantarkan tas kecil yang berisi ponsel Alina.

"oke !Besok kita bertemu lagi saja!! dan saya minta kamu cantumkan alamat lengkap rumah kamu juga!! siapa tahu kamu ingkar janji."ucap pria itu. Alina mendengus kesal menatap pria itu.. Tapi ia tetap mencatat alamat rumahnya lalu,ia berikan kepada pria tersebut.

Alina telah menyimpan nomor ponsel pria misterius tersebut, ia sudah menjelaskan panjang kali lebar permasalahannya. Lagi-lagi Alina lupa menanyakan nama pria itu.

"Oke sampai bertemu besok.Ingat ya,

handphone harus aktif 24 jam!!"ucap pri itu.

"Iya!" jawab Lina ketus..

Terpopuler

Comments

Nur Hafidah

Nur Hafidah

jangan-jangan itu jodoh lina

2025-10-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab1 Gedung pernikahan
2 Bab 2 Perdebatan
3 Bab 3 Menikmati sunset
4 Bab 4 menginap di pinggir pantai.
5 Bab 5 prodeo.
6 Bab 6 Tidak sesuai harapan.
7 Bab 7 Terusir
8 Bab 8 Menabung.
9 Bab 9 dijodohkan
10 10 Bab perginya para benalu.
11 Bab 11 bertemu lagi.
12 Bab 12 Derita Zahra.
13 Bab 13 sudah diusir balik lagi.
14 Bab 11 Bertemu lagi.
15 Bab 15 mendapat kiriman kopi masa lalu.
16 Bab 16 berkunjung ke butik sahabat.
17 Bab 17 ajakan menikah.
18 Bab 18 renovasi toko ibu.
19 Bab 19 Menjadi MC.
20 Bab 20 diajak foto bersama.
21 Bab 21 Alina VC Ira
22 22. Alina sakit
23 Bab 23 Ira ingin pinjam uang Alina.
24 Bab 24 berbicara dengan Pak Subandi.
25 Bab 25. mulai aktivitas kembali.
26 Bab 26 launch bersama pujaan hati.
27 Bab 27 keguguran
28 Bab 28 Ira dirumah Alina.
29 Bab 29 jawaban untuk Evan.
30 Bab 30 lamaran diterima.
31 Bab 31 joging
32 Bab 32 gelisah.
33 Bab 33 sama-sama kaget.
34 Bab 34 hidup Ira semakin kacau
35 Bab 35 Membeli kos-kosan.
36 Bab 36 Harta Karun peninggalan ibu.
37 Bab 37. Dua milyar tabungan ibu.
38 Bab 38 punya kost-an
39 Bab 39.. lupa tekan enter.
40 Bab 40 Talak untuk Hamida
41 Bab 41 tasyakuran minimarket.
42 Bab 42 tidak bisa menempati janji
43 Bab 43 kecewa.
44 Bab 44. dapat pekerjaan.
45 Bab 45 Grand Opening
46 Bab 46 malam Minggu.
47 Bab 47 mertua dan menantu.
48 Bab 48. Alina Wisuda.
49 Bab 49 Ira bikin ulah.
50 Bab 50. Oma Leni
51 Bab 51 bridal shower.
52 Bab 51 Sah.
53 Bab 53 Wedding.
54 Bab.54 honeymoon.
55 Bab 55 tidak tahu malu.
56 Bab 56. berdebat.
57 Bab 57 babak belur.
58 Bab 58 hamil baby twin.
59 Bab 59 mahar 5 miliar.
60 Bab 60 Ibu durhaka.
61 Bab 61. butik dibeli oleh kekasih.
62 Bab 62. Di todong menikah.
63 Bab 63. ternyata bapakku orang kaya.
64 Bab 64. pernikahan ditunda.
65 Bab 65. merasa asing.
66 Bab 66. kembali ke kota.
67 Bab 67. tasyakuran 7 bulanan.
68 Bab 68. minta maaf kok sulit.
69 Bab 69. nasib Ira.
70 Bab 70.Ira Koma.
71 Bab 71 Alina melahirkan
72 Bab 72. Selamat datang baby twins.
73 Bab 73 mulai merespon.
74 Bab 74. Ira hilang.
75 Bab 75. Ira telah ditemukan.
76 Bab 76. damai.
77 Bab 77. Juwita menikah.
78 Bab 78. keluarga bahagia.
79 Bab 79. hidup sederhana.
80 Bab 80. baby kembar untuk Juwita.
81 Bab 81 Tamat
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Bab1 Gedung pernikahan
2
Bab 2 Perdebatan
3
Bab 3 Menikmati sunset
4
Bab 4 menginap di pinggir pantai.
5
Bab 5 prodeo.
6
Bab 6 Tidak sesuai harapan.
7
Bab 7 Terusir
8
Bab 8 Menabung.
9
Bab 9 dijodohkan
10
10 Bab perginya para benalu.
11
Bab 11 bertemu lagi.
12
Bab 12 Derita Zahra.
13
Bab 13 sudah diusir balik lagi.
14
Bab 11 Bertemu lagi.
15
Bab 15 mendapat kiriman kopi masa lalu.
16
Bab 16 berkunjung ke butik sahabat.
17
Bab 17 ajakan menikah.
18
Bab 18 renovasi toko ibu.
19
Bab 19 Menjadi MC.
20
Bab 20 diajak foto bersama.
21
Bab 21 Alina VC Ira
22
22. Alina sakit
23
Bab 23 Ira ingin pinjam uang Alina.
24
Bab 24 berbicara dengan Pak Subandi.
25
Bab 25. mulai aktivitas kembali.
26
Bab 26 launch bersama pujaan hati.
27
Bab 27 keguguran
28
Bab 28 Ira dirumah Alina.
29
Bab 29 jawaban untuk Evan.
30
Bab 30 lamaran diterima.
31
Bab 31 joging
32
Bab 32 gelisah.
33
Bab 33 sama-sama kaget.
34
Bab 34 hidup Ira semakin kacau
35
Bab 35 Membeli kos-kosan.
36
Bab 36 Harta Karun peninggalan ibu.
37
Bab 37. Dua milyar tabungan ibu.
38
Bab 38 punya kost-an
39
Bab 39.. lupa tekan enter.
40
Bab 40 Talak untuk Hamida
41
Bab 41 tasyakuran minimarket.
42
Bab 42 tidak bisa menempati janji
43
Bab 43 kecewa.
44
Bab 44. dapat pekerjaan.
45
Bab 45 Grand Opening
46
Bab 46 malam Minggu.
47
Bab 47 mertua dan menantu.
48
Bab 48. Alina Wisuda.
49
Bab 49 Ira bikin ulah.
50
Bab 50. Oma Leni
51
Bab 51 bridal shower.
52
Bab 51 Sah.
53
Bab 53 Wedding.
54
Bab.54 honeymoon.
55
Bab 55 tidak tahu malu.
56
Bab 56. berdebat.
57
Bab 57 babak belur.
58
Bab 58 hamil baby twin.
59
Bab 59 mahar 5 miliar.
60
Bab 60 Ibu durhaka.
61
Bab 61. butik dibeli oleh kekasih.
62
Bab 62. Di todong menikah.
63
Bab 63. ternyata bapakku orang kaya.
64
Bab 64. pernikahan ditunda.
65
Bab 65. merasa asing.
66
Bab 66. kembali ke kota.
67
Bab 67. tasyakuran 7 bulanan.
68
Bab 68. minta maaf kok sulit.
69
Bab 69. nasib Ira.
70
Bab 70.Ira Koma.
71
Bab 71 Alina melahirkan
72
Bab 72. Selamat datang baby twins.
73
Bab 73 mulai merespon.
74
Bab 74. Ira hilang.
75
Bab 75. Ira telah ditemukan.
76
Bab 76. damai.
77
Bab 77. Juwita menikah.
78
Bab 78. keluarga bahagia.
79
Bab 79. hidup sederhana.
80
Bab 80. baby kembar untuk Juwita.
81
Bab 81 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!