Menemui Tuan Angkasa

Hana mengunci pintu ruang tamu, menutup semua jendela sekaligus gordennya. Dia bergegas mengecek semua berkas penting miliknya yang dia sembunyikan. Menggeser sendiri meja kayu itu, dan di sana terlihat ada empat keramik yang posisinya aneh. Bukan aneh dalam artian buruk, tapi pola keramik yang dibalik-balik sehingga terlihat tidak rapi.

Dengan obeng kecil Hana membukanya. Dan semua berkas penting miliknya masih aman berada di tempatnya.

"Syukurlah semuanya masih utuh, sertifikat rumah masih tetap atas namaku. Mobil yang dipakai Adam itu, juga BPKBnya masih di sini tertulis pemiliknya adalah Hana Nayaka. Dan buku tabungan serta ATM deposito masih aman." Gumam Hana.

"Beruntung aku ingat pesan Ibu Panti dulu saat mengantarku menikah." Ucapnya menerawang mengingat ucapan Ibu Yanti. Orang baik yang sudah dianggapnya sebagai orang tua sendiri.

'Kamu mengumpulkan semua harta benda ini sebelum menikah dengan Adam. Ada baiknya kamu simpan dengan baik, karena kita tidak tahu masa depan akan seperti apa.'

'Kita memang tidak mengharapkan hal buruk terjadi dalam hidup kita. Tapi sebagai perempuan mandiri yang tidak punya keluarga kandung yang melindungi, kamu wajib bisa melindungi dirimu sendiri.' Ucap Ibu Yanti.

Wanita paruh baya itu baru meninggal dunia setahun yang lalu. Setelah Panti Asuhannya digusur karena ternyata kepemilikan tanahnya masih ilegal.

Hana juga mengingat pesan terakhir Ibu Yanti sebelum meninggal dunia.

'Hana di dunia ini, terkadang yang kita anggap sebagai cinta. Dialah yang mungkin penyebab luka. Apa pun yang terjadi, kamu harus kuat, harus bisa selalu tegak berdiri dengan kakimu sendiri. Suami kadang orang yang menjadi sebab kamu harus tetap kuat.'

Waktu itu, Hana hanya mendengarkan tanpa banyak berkomentar. Karena Hana tahu, jika sepanjang usianya Ibu Yanti hanya hidup seorang diri. Setelah sebelumnya pernah menikah dan dikhianati karena dia wanita mandul.

Kini, Hana tahu apa maksud semua perkataan Ibu Pantinya itu. Karena kini, Hana sudah mengalami sakit hati akibat telah dikhianati.

"Mumpung masih jam tiga sore, sebaiknya aku harus segera beberes. Akan aku kemas barang Adam ke dalam koper, setelah itu aku kirimkan ke rumah ibunya. Dan untuk sementara aku butuh tempat persembunyian, bukan karena takut. Tapi aku hanya ingin menjaga kewarasan, sebelum akta cerai keluar. Bisa saja Adam bertindak impulsif."

Tidak butuh waktu lama untuk Hana mengemas seluruh pakaian Adam. Tidak lupa, dia juga mengemas pakaiannya sendiri, surat-surat berharga. Dan yang paling penting akta nikah harus dia bawa juga. Setelah itu, Hana mengunci semua jendela dan pintu dengan rapat.

"Mungkin setelah ini, lebih baik aku jual saja rumahku." Gumamnya.

Hana sudah memanggil Ojek Online untuk mengantarkan koper milik Adam. Sekarang tujuan Hana adalah rumah Tuan Angkasa, dia butuh bantuan dari mantan bosnya bekerja dulu.

"Astaga, aku sama sekali tidak punya uang cash. Tabunganku yang itu sudah habis untuk kebutuhan." Ya, Hana punya tabungan yang terbuat dari kaleng khong guan.

Sebenarnya Hana punya dua buku tabungan. Yang satu tabungan deposito, yang isinya mencapai 1 Miliar. Yang satunya lagi yang memang dia peruntukkan untuk gesek tunai. Awal mula menikah isinya 500 juta, tapi 2 tahun menikah uang itu tersisa 500 ribu. Yang belum dia ambil dari mesin ATM karena terburu-buru.

Sedangkan yang ada di kaleng adalah uang nafkah dari Adam yang setiap bulannya diberi 5 juta untuk semua kebutuhan hidup, termasuk bayar listrik, dan air. Padahal dia tahu gaji Adam sebagai Manager Keuangan setelah setahun menjabat sudah mencapai 15 juta. Lantas yang 10 juta setiap bulannya lari ke mana? Pikirnya.

Setelah menimbang-nimbang akhirnya Hana ke rumah Tuan Angkasa dengan ojek online. Selain lebih cepat juga hemat sesuai isi dompetnya.

"Semoga saja Tuan Angkasa jam empat nanti sudah pulang, jadi aku tidak perlu menunggu lama."

Tapi mungkin keberuntungan sedang berpihak pada wanita bertubuh gemuk itu. Karena Tuan Angkasa sudah pulang.

Hana baru turun dari ojek, di saat bersamaan mobil Tuan Angkasa tiba di depan gerbang.

Dengan membawa banyak beban, Hana berlari tergopoh-gopoh mendekati mobil. Ya benar beban Hanya begitu banyak, beban koper, beban berat badan dan ditambah beban hidup. Hana adalah definisi wanita terkuat di bumi untuk saat ini.

"Tuan Angkasa, boleh saya bicara?" Tanya Hana dengan suara lantang. Tuan Angkasa menatap bingung ke arahnya, pikirnya siapa gajah ini. Kenapa bisa mengenali namanya, padahal Tuan Angkasa merasa tidak pernah berurusan dengan penghuni Taman Safari.

Mengerti jika mantan bosnya, melupakannya. Hana langsung menyebutkan nama lengkapnya.

"Saya Hana Nayaka." Ucap Hana.

"Hana? Tidak mungkin kamu Hana. Jangan mengaku-ngaku sebagai mantan sekretaris pribadiku yang imut itu. Masa iya hanya dalam waktu dua tahun dari kelinci imut menjadi gajah bengkak yang jelek seperti ini, kamu jangan fitnah." Ucapan Tuan Angkasa bagaikan godam yang menghantam tepat pada hatinya. Hana pun menangis meratapi nasibnya.

"Jadi aku memang sejelek itu, sampai Tuan Angkasa tidak mengenaliku. Tapi aku masih ingat jargon Anda, Tuan Angkasa." Ucap Hana.

"Jargon apa, aku tidak pernah buat jargon. Jangan mengada-ngada! Sekarang juga menyingkir dari jalanku, biar sopirku memasukkan mobilku." Ucap Tuan Angkasa sudah mulai jengah.

"Langit... Jangan mendungkan hati Mamamu."

"Haahhh... bagaimana bisa kamu tahu? Jadi kamu beneran Hana Nayaka? Astaga kenapa jadi sejelek ini? Ya sudah ayo masuk rumah, ada Mamanya Langit di dalam."

Sepanjang jalan dari gerbang hingga pintu rumah, Hana berulang kali mengusap air mata yang jatuh di pipinya dengan gerakan kasar.

"Pantas kalau Adam selingkuhi aku."

"Ma... Mama... Ada Hana di depan, sepertinya ada hal sangat penting yang ingin dia sampaikan." Teriak Tuan Angkasa pada istrinya.

"Apa sih Pa.. Kenapa harus teriak-teriak seperti di hutan." Ucap Nyonya Senja tersenyum hangat.

"Ayo buruan, kamu pasti tidak percaya jika wanita di depan itu adalah Hana mantan sekretarisku."

Saat ini, tiga orang itu sedang duduk di ruang tamu.

"Jadi katakan apa tujuanmu datang?" Setelah melihat sorot mata terluka dari mantan sekretaris pribadinya itu, Tuan Angkasa tahu jika masalah yang mungkin sedang dihadapi Hana sangat besar, sebesar bentuk tubuhnya.

"Saya minta rekaman CCTV di area Lobby siang hari ini."

"Dan rekaman yang ada di ruangan Manager keuangan." Ucap Hana.

"Memangnya kenapa? Apa ada masalah dengan Adam, suami kamu itu?"

"Adam telah berselingkuh dengan Veronika, dia juga sudah menjatuhkan talak. Dan saya butuh bukti perselingkuhannya untuk menuntut Adam ke Pengadilan." Suara tegas tapi bergetar dari Hana membuat Nyonya Senja terenyuh.

Terpopuler

Comments

Shin Himawari

Shin Himawari

ssyukurlah Hana emang cerdas, lulusan S2 cumlaude pasti dia concern hal ini dari awal🫶

2025-11-09

1

Putrii Marfuah

Putrii Marfuah

body shamming asli tuh pak bos. merasa tersindir aku

2025-10-28

1

Lisa Yacoub

Lisa Yacoub

Hana jadi Aurora, thor?

2025-12-02

0

lihat semua
Episodes
1 Tiba-Tiba Dijatuhi Talak
2 Mengusir Ibu Mertua
3 Menemui Tuan Angkasa
4 Mengantongi Banyak Bukti
5 Membuat Keributan Di Hotel
6 Melaporkan Kasus Perselingkuhan
7 Menggugat Ke Pengadilan Agama
8 Realita Yang Mengecewakan
9 Saling Mumupuk Dendam
10 Veronika Bebas
11 Ada Apa Dengan Langit
12 Tamu Tak Diundang
13 Keputusan Besar Hana
14 Awal Cinta Langit
15 Usaha Langit Mencari Hana
16 Rencana Licik Marisa
17 Sebuah Konspirasi Besar
18 Langit Yang Malang
19 Kepulangan Hana
20 Lawanmu Aku, Adam!
21 Langit Bahagia, Adam Berduka
22 Menerima Langit, Tapi...
23 Kericuhan Di Ruang Sidang
24 Siapa Hana Sebenarnya
25 Mencari Jati Diri Hana
26 Identitas Baru Hana
27 Musuh Dari Musuh Adalah Teman
28 Rencana Menghancurkan Veronika
29 Kedatangan Teman Masa Kecil
30 Ketegasan Tuan Thomas
31 Kembali Berbaikan
32 Persiapan Lamaran
33 Lamaran Resmi
34 Kembali Menjadi Sekretaris
35 Menjatuhkan Veronika
36 Pertama Kali Melawan
37 Adam Kabur Dari Penjara
38 Hana Kembali Menghilang
39 Hana VS Adam
40 Akhir Riwayat Adam
41 Langit Yang Cerah
42 Cerah Tapi Hujan
43 Murkanya Seorang Langit
44 Langit Kalang Kabut
45 Hukuman Untuk Calon Pelakor
46 Langit Masuk Rumah Sakit
47 Akhirnya Bulan Madu
48 Candle Light Dinner
49 Akhirnya Goal Juga
50 Yang Ditunggu Tunggu
51 Rencana Diet Hanya Fatamorgana
52 Hana Hamil, Langit Rusuh
53 Bertemu Mantan Ibu Mertua
54 Menjadi Suami Siaga
55 Aku Bahagia Hidup Bersamamu
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Tiba-Tiba Dijatuhi Talak
2
Mengusir Ibu Mertua
3
Menemui Tuan Angkasa
4
Mengantongi Banyak Bukti
5
Membuat Keributan Di Hotel
6
Melaporkan Kasus Perselingkuhan
7
Menggugat Ke Pengadilan Agama
8
Realita Yang Mengecewakan
9
Saling Mumupuk Dendam
10
Veronika Bebas
11
Ada Apa Dengan Langit
12
Tamu Tak Diundang
13
Keputusan Besar Hana
14
Awal Cinta Langit
15
Usaha Langit Mencari Hana
16
Rencana Licik Marisa
17
Sebuah Konspirasi Besar
18
Langit Yang Malang
19
Kepulangan Hana
20
Lawanmu Aku, Adam!
21
Langit Bahagia, Adam Berduka
22
Menerima Langit, Tapi...
23
Kericuhan Di Ruang Sidang
24
Siapa Hana Sebenarnya
25
Mencari Jati Diri Hana
26
Identitas Baru Hana
27
Musuh Dari Musuh Adalah Teman
28
Rencana Menghancurkan Veronika
29
Kedatangan Teman Masa Kecil
30
Ketegasan Tuan Thomas
31
Kembali Berbaikan
32
Persiapan Lamaran
33
Lamaran Resmi
34
Kembali Menjadi Sekretaris
35
Menjatuhkan Veronika
36
Pertama Kali Melawan
37
Adam Kabur Dari Penjara
38
Hana Kembali Menghilang
39
Hana VS Adam
40
Akhir Riwayat Adam
41
Langit Yang Cerah
42
Cerah Tapi Hujan
43
Murkanya Seorang Langit
44
Langit Kalang Kabut
45
Hukuman Untuk Calon Pelakor
46
Langit Masuk Rumah Sakit
47
Akhirnya Bulan Madu
48
Candle Light Dinner
49
Akhirnya Goal Juga
50
Yang Ditunggu Tunggu
51
Rencana Diet Hanya Fatamorgana
52
Hana Hamil, Langit Rusuh
53
Bertemu Mantan Ibu Mertua
54
Menjadi Suami Siaga
55
Aku Bahagia Hidup Bersamamu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!