Suasana makan malam di rumah Bu Aina terasa hangat, meski di baliknya terselip kegelisahan yang tak diucapkan semua orang.
Meja makan sudah tertata rapi. Lauk sederhana namun menggugah selera tersaji—sayur bening, ikan goreng, sambal, dan sepiring tempe hangat. Bu Aina duduk di ujung meja, tenang dan berwibawa seperti biasa. Rezky duduk di samping Raisha, sementara Nadia berhadapan dengan Bu Aina.
Beberapa saat mereka makan dalam keheningan, hanya suara sendok yang beradu pelan dengan piring. Hingga akhirnya Nadia meletakkan sendoknya perlahan, menarik napas sejenak sebelum berbicara.
"Bu…” Ucapnya ragu, matanya menatap Bu Aina dengan sopan. "Aku mau minta pendapat Ibu.”
Bu Aina mengangkat wajahnya, sorot matanya lembut. "Iya, Nad. Kenapa?”
Nadia menunduk sejenak, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih pelan, “Awalnya, setelah Rizal nggak ada… Nadia berniat resign. Soalnya Nadia kepikiran mau menetap di Bandung, mulai hidup yang baru di sini.”
Kalimat itu membuat tangan Raisha yang memegang sendok sedikit mengeras. Namun dia tetap diam, menunduk, berpura-pura fokus pada makanannya.
Nadia melanjutkan, “Tapi tadi siang, bos aku menelepon. Katanya… kalau aku mau, ada kesempatan mutasi ke cabang perusahaan di Bandung.”
Bu Aina terdiam sejenak, menimbang-nimbang. Tatapannya tak lepas dari wajah Nadia. “Lalu… kamu sendiri bagaimana?”
Sebelum Nadia sempat menjawab, Rezky ikut angkat bicara, suaranya terdengar mantap.
"Menurut saya itu pilihan yang bagus, Bu,” katanya sambil menoleh ke arah Nadia. “Daripada resign dan mulai dari nol lagi, lebih baik Nadia tetap kerja. Mutasi ke Bandung itu solusi paling masuk akal.”
Nada bicara Rezky terdengar terlalu yakin, seolah keputusan itu sudah final.
Nadia menoleh ke Rezky, matanya sedikit berkaca-kaca. “Iya Kak, aku juga mikir begitu. Kerjaannya masih aku suka, cuma tempatnya saja yang berubah.”
Bu Aina mengangguk pelan. “Kalau begitu, Ibu rasa itu keputusan yang baik. Kamu butuh kesibukan, Nad. Hidup harus terus berjalan. Lagia…
RAHASIA MASA LALU SUAMI DAN SANG IPAR
59. Rencana Ke Jakarta
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 144 Episodes
Comments