mencari cincin pernikahan

"aletta..., " panggil sang ibu dari luar yang sudah berkali-kali mengetuk pintu kamarnya.

"iya bu, " sahut aletta dari dalam.

"cepetan bangun. dibawah ada Lucien sudah menunggu kamu."

"baik bu, " letta membuka selimut nya dan berjalan ke kamar mandi. sesekali ia menggerutu kesal karena Lucien pagi-pagi sudah membuat mood nya berantakan.

"mau apa sih dia, pagi-pagi ganggu aja. gak tau apa gue lagi mimpi ngedate sama oppa ke Chun, " aletta tak berhenti mendumel disela mandi paginya.

setelah selesai mandi dan berias. ia pun menapaki anak tangga satu persatu turun ke bawah.

ketika tiba dibawah, pandangan aletta langsung menyorot tajam ke Lucien. seakan-akan bisa menggambarkan kekesalannya.

"mau apa pagi-pagi udah dateng? " tanya nya ketus dengan tangan terlipat di dada.

"he.. anak ingusan, kalau bukan karena permintaan mama, gue juga ogah tau nemuin bocah piyik kayak lu. " jawab Lucien sambil memainkan ponselnya.

"hei.. enak aja lo ngomong ingusan. gue gak ingusan ya. nih liat bener-bener, " aletta memajukan wajahnya mendekat ke arah Lucien.

sejenak pandangan mereka terpaku. Lucien mengamati pahatan wajah calon istrinya dengan lamat-lamat. wajah putih mulus dengan bulu mata yang panjang dan lentik. hidung yang mancung dan kecil kayak prosotan. mata yang bulat dan bening.

'sialan nih bocah. kenapa jantung gue gak teratur kayak gini' batin Lucien yang wajahnya terlihat memerah. ia pun menjauhkan wajah aletta dengan jari telunjuknya mendorong kening aletta.

"ehm...gak usah deket-deket ntar lo cinta mati sama gue, " kilah Lucien yang berusaha menetralkan debaran jantungnya.

"perasaan. yang ada lo nanti yang klepek-klepek sama gue secara gue primadona sekolah, " jawab aletta sombong.

"cih...primadona katamu. emang gak ada lagi yang lebih wow dari kamu, " cibir Lucien. padahal dalam harinya ia sedikit mengagumi kecantikan calon istrinya. ingat ya hanya sedikit. karena baginya lupita lebih cantik.

padahal aslinya lupita jauh dibawah aletta kadar cantik dan glowing nya. hanya karena tertutupi oleh dempul dan bedak mahal jadi terlihat wow.

mereka asik beradu mulut disaat bu mimi sedang di dapur.

"aletta... cepetan sarapan. habis itu nak Lucien mau ajak kamu keluar. katanya mau cari cincin. " sahut ibunya yang tiba-tiba datang dari dapur. membawa nampan isi minuman buat calon menantunya.

"heh.. om. gue sarapan dulu ya, " sahut aletta yang sudah meliputi ke dapur.

sedangkan Lucien sudah melotot kesal. mau dibalas ada bu mimi yang sedang menemaninya ngobrol.

'sialan bocah itu. gue dipanggil om. muka gue baby face gini kayak remaja malah dipanggil om-om. katarak mata tu bocah' batin Lucien bersungut-sungut kesal.

tak lama, aletta pun datang. "ayo pergi. " ajaknya pada Lucien.

"bu, kami pamit dulu, " aletta mengalami tangan ibunya dan berjalan keluar. diikuti oleh Lucien yang sudah pamit dan mengekor dibelakangnya.

didalam mobil mewah itu suasana seketika hening. Lucien yang fokus menyetir mobil dan aletta yang menghadap jendela. melihat jalanan dan gedung tinggi yang berderet-deret yang mereka lewati ke toko Jewelry.

"ekhm" Lucien berdehem. "heh bocah.. nanti kalau disana jangan panggil aku dengan om. panggil sebutan yang lebih pantas. ngerti gak lo!"

"iya kakek, "aletta memutar bola mata malas.

CTAKK

" Auch... KDRT lo ya. sakit nih jidat gue. kalo benjol gimana. hilang sepuluh persen kadar cantiknya gue, " aletta mengelus dahinya yang disentil oleh Lucien.

"panggil gue dengan sebutan kakak, " titahnya.

"gak mau, enak aja. lo bukan kakak gue. "

"Lucien mengerem mendadak. ia menoleh ke letta dan mendekatkan wajahnya dengan pandangan dingin.

" eh.. mau apa lo. gue teriak ni ya kalo lo macem-macem, "aletta beringsut mundur ke belakang. kepalanya mentok ke jendela.

" sedang Lucien tak bersuara. ia semakin dekat dengan aletta. hidung mereka nyaris bersentuhan. "kalo lo masih membangkang. siap-siap gue perkaos lo disini sekarang juga. " bisik Lucien di telinga aletta dengan menampilkan wajah datarnya.

jantung aletta sudah jumpalitan dengan posisi mereka yang terlalu dekat. "i.. iya, " ucap letta terbata-bata seraya menganggukkan kepala.

"good girl. jangan coba coba melawan ku, " Lucien memundurkan kepalanya dan melajukan kembali kendaraan roda empat nya.

'aish.. bajingan. baru kali ini gue dibuat gemeteran ama laki-laki. biasanya juga gue paling garang. kenapa tadi aku gak berani melawan. takut banget gue tadi mau dimakan sama tuh om-om', batin aletta berbisik. ia bergidik ngeri melihat perubahan wajah Lucien seperti seorang iblis yang sudah keluar tanduknya.

...****************...

di toko mas Jewelry. aletta diam tak bersuara. dia malas melihat semua koleksi yang dikeluarkan oleh penjaga toko.

"mau pilih yang mana mas, mbak? " tanya karyawan toko yang masih muda itu. sesekali ia melirik ke Lucien mencuri curi pandang.

"bocah.. kamu pilih yang mana? "

"yang mana aja. "

"pilih cepetan. aku gak punya waktu buat lama-lama."

"lo aja yang pilih. gue males. "

alhasil.. karena malas debat Lucien pun memilih sebuah cincin simpel dengan berlian kecil yang terlihat indah. "yang ini saja, " tunjuknya.

"baiklah kak. kita bungkus dulu ya. "

Lucien hanya mengangguk saja.

setelah selesai mereka pun pergi keluar dari gedung perhiasan.

getaran ponsel Lucien bergetar disaku celana. Lucien merogoh sakunya dan melihat nama penelepon. my honey tertera disana. wajahnya langsung tersenyum sumringah. Lucien pun menoleh ke aletta, " lo diem. jangan bersuara, " ia mengangkat panggilan dari wanita pujaan hatinya selama tiga tahun terakhir.

aletta hanya mengangkat bahunya acuh.

"halo sayang...."ucap Lucien.

sedangkan aletta hanya mencibir melalui mulutnya yang maju mundur. mencibir kelakuan calon suami dadakannya.

" ya.. sayang. oh kamu mau take off setengah jam lagi. oke.. oke aku kesana. bye honey. "

"sok mesra, " letta mendengus.

"bocah.. aku mau menemui kekasihku dulu. kau jangan coba coba mengacaukan nya. "

"antarkan gue pulang dulu, " sahut letta

"gak ada waktu. keburu pesawatnya take off. "

"terserah." aletta langsung memasuki mobil.

Lucien mengendarai kuda besinya dan membelah jalanan yang padat merayap. sesekali ia bersiul dan tersenyum sambil menyetir.

"om.. kemarin ayam tetanggaku mati lho gara-gara kebanyakan senyum, " ucap letta menyindir kelakuan Lucien yang berbeda 180 derajat ketika sedang bersamanya.

"emang ayam bisa senyum. udah gak waras nih bocah. bisa-bisanya papa sama mama menjodohkan ku dengan manusia aneh ini, " ucap Lucien dengan senyuman mengejek.

"om belum tau aja kelebihanku. awas nanti gak bisa move on. "

"DIAM!! " Lucien berucap dengan nada sedikit tinggi dengan wajah datarnya.

"jangan banyak berharap lebih dariku. aku memiliki kekasih. pernikahan kita hanya diatas kertas, " Lucien berkata tegas pada aletta.

aletta menatap garang, "aku tau dan aku tidak akan pernah mengharapkan apa-apa dari pria tua dan kaku sepertimu. "aletta melengos keluar jendela. menatap riuhnya kendaraan yang berlaku lalang.

setelah perdebatan tadi, baik Lucien maupun aletta pada diam. suasana didalam mobil itu hening tanpa suara mereka dan juga tanpa suara musik dari mobil.

tak lama, tibalah mereka di bandara. Lucien memarkirkan kendaraannya di lobi. ia bergegas turun. sebelum ia meninggalkan aletta, ia menoleh kebelakang. menatap gadis yang masih terdiam. " jangan kemana-mana. aku hanya sebentar. paham!! "

"heum." jawab letha singkat.

akhirnya aletta pun keluar dari mobil. ia mencoba berkeliling sembari menunggu kedatangan Lucien.

"jalan-jalan dulu ah, kayaknya si beruang tua itu masih lama. " letta pun berjalan kedepan. melihat sekitarnya dengan pandangan berbinar binar.

**********************

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

lucien, pasti Aletta, cewek sejuta cowok pramugari pula, di mana " ada yg ngedemplong 😄

2026-03-29

0

lihat semua
Episodes
1 permintaan ibu
2 bertemu dengan calon suami
3 kegalauan letta.
4 mencari cincin pernikahan
5 kabar duka
6 cafe dan kawan-kawan se profesi.
7 akhirnya tiba
8 mansion davian
9 pagi pertama setelah married.
10 lantai lima kamar dua puluh lima
11 hari pertama masuk sekolah setelah married.
12 Regan
13 pergi ke perusahaan Aiden.
14 hati yang terluka.
15 jari sepuluh milyar.
16 selingkuhan dan istri sah
17 ke pergok mama.
18 hantu blau
19 kunjungan sang mertua.
20 club
21 gara-gara drakor
22 shopping dengan mertua.
23 harapan sang mertua.
24 perdebatan kecil.
25 nasehat sang ibu.
26 bath up
27 kayak anak bebek.
28 kumpulan tikus curut
29 penguntit
30 pesan misterius
31 siapa pria itu?!
32 buatkan mama cucu
33 mang.... cilok.
34 perkelahian tak terelakkan.
35 serangan brutal.
36 halo... sayang
37 istri atau kekasih?!
38 ALEA
39 Stanford atau Harvard?!
40 Aletta diculik alea
41 misi menyelamatkan letta.
42 detektif Ruli.
43 hilang
44 Helios Grand Towers.
45 penyambutan dingin.
46 Dealll
47 dua bulan lagi
48 setelah dua minggu ternyata dia manis.
49 pewaris davian Corp
50 tragedi di malam prompt night.
51 penerbangan ke Stanford dengan membawa luka.
52 pagi kelabu, kehilangan sang istri.
53 obsesi lupita
54 sebulan berlalu dengan kekosongan.
55 Bryan aku hamil.
56 wanita penggoda
57 hasilnya nihil
58 misi sang Nyonya besar
59 apa kurangnya aku dimatamu
60 flashdisk dan amplop coklat
61 sikat aja, libasss
62 kembali ke indonesia
63 tiba waktunya, dan pernikahan akhirnya batal.
64 bintang dan semesta
65 istri durhakim
66 setelah tiga tahun.
67 PT ABADI SENTOSA
68 klien dari Indonesia ternyata adalah suami ku.
69 masih disini.... menunggumu.
70 makan malam dan meluruskan semuanya.
71 kang cipokk
72 kewong yuukk
73 Liora, sekertaris edan.
74 ajakan Ethan
75 Ethan dan Liora bersekutu.
76 unboxing..
77 malam penjebakan berujung nikmat.
78 setelah malam itu.
79 kembali pulang
80 Drama pagi hari.
81 hadiah terindah..
82 kebahagiaan yang sempurna.
Episodes

Updated 82 Episodes

1
permintaan ibu
2
bertemu dengan calon suami
3
kegalauan letta.
4
mencari cincin pernikahan
5
kabar duka
6
cafe dan kawan-kawan se profesi.
7
akhirnya tiba
8
mansion davian
9
pagi pertama setelah married.
10
lantai lima kamar dua puluh lima
11
hari pertama masuk sekolah setelah married.
12
Regan
13
pergi ke perusahaan Aiden.
14
hati yang terluka.
15
jari sepuluh milyar.
16
selingkuhan dan istri sah
17
ke pergok mama.
18
hantu blau
19
kunjungan sang mertua.
20
club
21
gara-gara drakor
22
shopping dengan mertua.
23
harapan sang mertua.
24
perdebatan kecil.
25
nasehat sang ibu.
26
bath up
27
kayak anak bebek.
28
kumpulan tikus curut
29
penguntit
30
pesan misterius
31
siapa pria itu?!
32
buatkan mama cucu
33
mang.... cilok.
34
perkelahian tak terelakkan.
35
serangan brutal.
36
halo... sayang
37
istri atau kekasih?!
38
ALEA
39
Stanford atau Harvard?!
40
Aletta diculik alea
41
misi menyelamatkan letta.
42
detektif Ruli.
43
hilang
44
Helios Grand Towers.
45
penyambutan dingin.
46
Dealll
47
dua bulan lagi
48
setelah dua minggu ternyata dia manis.
49
pewaris davian Corp
50
tragedi di malam prompt night.
51
penerbangan ke Stanford dengan membawa luka.
52
pagi kelabu, kehilangan sang istri.
53
obsesi lupita
54
sebulan berlalu dengan kekosongan.
55
Bryan aku hamil.
56
wanita penggoda
57
hasilnya nihil
58
misi sang Nyonya besar
59
apa kurangnya aku dimatamu
60
flashdisk dan amplop coklat
61
sikat aja, libasss
62
kembali ke indonesia
63
tiba waktunya, dan pernikahan akhirnya batal.
64
bintang dan semesta
65
istri durhakim
66
setelah tiga tahun.
67
PT ABADI SENTOSA
68
klien dari Indonesia ternyata adalah suami ku.
69
masih disini.... menunggumu.
70
makan malam dan meluruskan semuanya.
71
kang cipokk
72
kewong yuukk
73
Liora, sekertaris edan.
74
ajakan Ethan
75
Ethan dan Liora bersekutu.
76
unboxing..
77
malam penjebakan berujung nikmat.
78
setelah malam itu.
79
kembali pulang
80
Drama pagi hari.
81
hadiah terindah..
82
kebahagiaan yang sempurna.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!