2 Mendapatkan Sistem

...⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️...

...Happy reading...

...⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️⛹️‍♂️...

Mentari pagi belum sepenuhnya terang ketika Alga terbangun. Udara dingin menusuk kulitnya, mengingatkannya pada hari-hari sebelumnya, saat ia masih bisa merasakan kehangatan pelukan istrinya. Namun, kini hanya senyap sepi.

Dengan langkah gontai, Alga menuju dapur. Ini hari pertamanya tanpa sang istri, dan ia harus memulai semuanya dari awal.

Ia membuka lemari es, mencari bahan untuk sarapan. Akhirnya, ia memutuskan untuk menggoreng ikan, menu sederhana namun cukup bergizi untuk Grisha.

Saat menggoreng ikan, pikirannya kembali teringat pada mantan istrinya. Ia teringat saat istrinya selalu menyiapkan sarapan untuknya dan Grisha setiap pagi saat istrinya masih kuliah. Ia merindukan senyumnya, canda tawanya, dan semua hal kecil yang dulu terasa biasa saja, namun kini terasa begitu berharga.

Setelah selesai menyiapkan sarapan, Alga membangunkan Grisha. Ia tersenyum lembut pada putrinya, berusaha menyembunyikan kesedihannya. "Selamat pagi, Sayang. Ayo kita sarapan."

Grisha mengucek matanya, lalu memeluk Alga erat-erat. "Papa, Mama mana?" tanyanya dengan suara serak.

Alga terdiam sejenak, mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan putrinya. "Mama sedang pergi jauh, Nak," jawabnya akhirnya. "Tolong jangan ingat itu lagi ya."

Setelah sarapan, Alga mulai memikirkan pekerjaannya. Sebagai seorang nelayan, ia harus tetap pergi ke laut untuk menjaring ikan. Tapi, ia tak mungkin membawa Grisha bersamanya. Angin laut bisa membahayakan putrinya, dan ia tak ingin mengambil risiko.

Namun, ia juga tak bisa meninggalkan Grisha sendirian di rumah. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada putrinya. Ia merasa takut jika Grisha tinggal sendiri.

Alga berdiri di depan rumahnya yang sederhana itu, ia terlihat lelah. Di sampingnya, Grisha, putri kecilnya berusia lima tahun dengan mata bulat yang polos, menatapnya.

"Grisha, hari ini kamu libur dulu ya, Nak. Ikut Papa menjaring ikan," ucap Alga, suaranya agak beban.

Grisha mengangguk, meski ia sedikit kecewa. "Tapi, Pa... Grisha kan mau belajar menggambar sama Ibu Guru," sahutnya dengan nada polosnya.

Alga hanya bisa menghela nafas, Grisha seharusnya bermain dan belajar di taman kanak-kanak, bukan ikut dengannya yang di mana di laut ombak yang mungkin membahayakan mereka.

Alga berjongkok, menggenggam tangan mungil Grisha. "Papa tahu, Sayang. Tapi, kalau kita tidak menjaring ikan, kita tidak punya uang untuk bayar sekolah kamu. Papa janji, nanti kalau ada rezeki lebih, Papa akan belikan kamu buku gambar yang paling bagus."

Alga sangat kekhawatiran membiarkan Grisha pergi sekolah sendiri. Akhir-akhir ini, ada berita tentang penculikan anak di sekitar kota. Jika ia membiarkan Grisha pergi dan pulang sekolah sendiri, bagaimana jika sesuatu terjadi padanya? Sementara itu, ia harus bekerja menjaring ikan di laut.

Grisha mengangguk pelan. "Baik, Papa," ucapnya sambil memeluk erat kaki Alga. Wajahnya polos.

Alga tersenyum getir, mengusap lembut kepala putri kecilnya. "Anak pintar," bisiknya, berusaha menyembunyikan rasa kesedihan yang masih ada di wajahnya.

"Ayo kita berangkat," ajak Alga, senyumnya dipaksakan namun penuh tegar. Ia meraih jaring dan ember kecil milik Grisha. Mereka berjalan menuju pantai, tempat di mana nelayan menjaring ikan.

Alga memperhatikan langkah kecil Grisha yang riang, melompat-lompat di atas pasir. Ia sangat bahagia melihat keceriaan putrinya.

"Papa, lihat! Ada kepiting!" seru Grisha, menunjuk seekor kepiting kecil yang berusaha bersembunyi di balik batu.

Alga tertawa kecil. "Iya, itu kepiting kecil. Dia juga mau bermain seperti Grisha."

Dalam hati, Alga bersyukur Grisha tidak lagi mengingat ibunya. Ia takut jika ingatan itu akan membawa trauma mendalam bagi putrinya.

Alga berusaha sekuat tenaga untuk menjadi ayah sekaligus ibu bagi Grisha, memberikan seluruh cinta dan perhatiannya agar putrinya tidak merasa kehilangan.

Namun, di balik senyumnya, Alga menyimpan kekhawatiran. Ia tahu, cepat atau lambat, Grisha akan bertanya tentang ibunya lagi. Dan saat itu tiba, ia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan semuanya tanpa menyakiti hati putrinya.

Hari ini, laut terasa tenang dan tiba-tiba Alga mendapatkan tangkapan besar. Jaringnya terasa berat luar biasa.

"Berat sekali jaring ini? Ikan apa yang aku tangkap?" tanya Alga, otot-ototnya menegang saat berusaha menarik jaring itu. Sampannya mulai oleng, terombang-ambing karena tarikan kuat dari bawah laut.

Benda di dalam jaring bergerak liar, membuat Alga semakin kesulitan. Ia tak mampu lagi menahan tarikan itu. Tiba-tiba, tubuhnya terhuyung dan...

Byurrrr!

Alga tercebur ke dalam laut yang dingin.

"Papa!" jerit Grisha dari atas sampan, teriakan karena panik.

Alga tersentak. Ia berusaha berenang ke permukaan, namun sesuatu terasa aneh. Tubuhnya terasa berat, seolah ada beban yang menariknya ke bawah. Ia menoleh ke bawah, mencari tahu apa yang menghalanginya.

Namun, air laut yang keruh tidak memperlihatkan apa pun. Semakin ia berusaha berenang ke atas, semakin berat tubuhnya, seolah ada kekuatan tak kasat mata yang menahannya.

Napasnya mulai sesak. Ia merasakan panik yang luar biasa. Grisha ada di atas sana, sendirian di atas sampan yang terombang-ambing. Ia harus menyelamatkan diri, demi Grisha.

Dengan sisa tenaga yang ada, Alga terus berjuang melawan tarikan misterius itu. Ia mencoba menggapai permukaan, berharap bisa menghirup udara segar dan kembali ke sampannya. Namun, semakin dalam ia berusaha, semakin kuat pula tarikan yang menahannya.

Oksigen di paru-paru Alga semakin menipis. Pandangannya mulai kabur, dan kepanikan semakin kuat. Namun, di tengah kegelapan yang mulai datang, ia seperti mendengar suara anaknya. Suara Grisha yang memanggilnya dari atas sampan.

"Papa! Papa di mana! Papa keluarlah!" teriak Grisha, suaranya pecah oleh isak tangis.

Hati Alga hancur mendengar tangisan putrinya. Ia ingin membalas, ingin mengatakan bahwa ia baik-baik saja, namun bibirnya terasa kaku. Ia tahu, ia tidak punya banyak waktu lagi.

"Maafkan Papa, Grisha," bisik Alga dalam hati, air mata bercampur dengan air laut di sekitarnya. "Papa tidak menepati janji Papa padamu untuk menjagamu. Papa gagal..."

Bayangan wajah Grisha yang tersenyum muncul di benaknya. Ia teringat janji yang pernah ia ucapkan, untuk selalu menjaga dan melindungi Grisha. Namun, kini ia akan meninggalkan putrinya sendirian.

"Jika ada kehidupan selanjutnya, Papa tetap ingin kau menjadi anakku," ucap Alga dalam hati, kata-kata terakhir yang ia tujukan untuk putrinya tercinta.

Kesadarannya semakin menipis. Kegelapan semakin pekat. Alga pasrah. Ia membiarkan tubuhnya tenggelam semakin dalam, menyerah pada tarikan misterius yang sejak tadi menariknya.

Dan akhirnya, Alga pun kehilangan kesadaran. Tubuhnya lemas, terombang-ambing di kedalaman laut yang dingin dan gelap.

Ting!

Memuat...

Loading...

Menemukan Tuan...

Memindai...

Pengenalan Tuan...

Memproses....

Selesai...

Mengscan tubuh Tuan...

Selesai.

Nama: Alga Arond

Umur: 29 tahun.

Pekerjaan: Nelayan.

Jenis kelamin: Pria.

Status: Duda.

Memproses...

Selesai.

Perlahan-lahan mata Alga terbuka, ia melihat seperti dunia lain.

"Dimana aku?" tanya Alga kebingungan.

Terpopuler

Comments

Ambu Rinddiany Thea

Ambu Rinddiany Thea

tambah lagi ath laaahh , takutnya ga bisa bobo nih nunggu kisah s alga kasian tuh c grisa sendirian d sana thoor 😮‍💨😮‍💨

2025-11-10

0

𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)

𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)

Laras saha? Kok meninggoy. Kalo ibunya Grisha kan selingkuh sama bos nya 🤔

2025-11-12

0

reaaannaaa

reaaannaaa

yang bikin mc mati tuh lho sistem bego

2026-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 1 Di Cerai
2 2 Mendapatkan Sistem
3 3~
4 4~ Misi Baru
5 5~ Misi Selesai
6 7~
7 8~
8 9~
9 10~
10 11
11 12 Misi Baru
12 13~
13 14 Misi Selesai
14 15~
15 16
16 17
17 18
18 19
19 20
20 21
21 22~ Pembelian Permen
22 23~
23 24
24 24~
25 26~ Poin untuk rekaman CCTV satelit.
26 27
27 28~ Misi
28 29
29 30~ Pemotongan Poin
30 31 Misi Selesai
31 32
32 33
33 34
34 34 Pembelian Ponsel Baru
35 36
36 37
37 38~
38 39
39 40 Misi Baru
40 41 Misi Selesai
41 42
42 43
43 44~
44 45~ Misi Baru
45 46
46 47
47 48 a point untuk mencari udang
48 49
49 50 Misi Selesai
50 51
51 52 Biaya Pengobat Ibu Andra
52 53
53 54
54 55
55 56
56 57
57 57
58 58
59 #59 Misi baru
60 60 Misi Selesai
61 61 Menyelamatkan Awak kapal
62 62
63 63
64 64
65 65 Uang Untuk Ongkos.
66 66
67 67
68 68
69 68
70 69
71 #71
72 72
73 73
74 74
75 75 Misi Baru
76 76
77 77 Misi Selesai
78 77
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87 Jajan Untuk Grisha
88 88
89 89
90 90
91 91 Misi Baru
92 92
93 93 Misi Selesai
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102 Mencari Rekaman CCTV
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113 Misi Baru
114 114 Mencari Ikan Tuna
115 115
116 116
117 117
118 118 Misi Selesai
119 119
120 120
121 121 Beli Eskrim.
122 122
123 123 Gunakan Poin Untuk mengidentifikasi Korupsi
124 124 Karyawan Yang Memanipulasi Keuangan
125 125
126 126
127 127 Perusahaan Naik Tingkat top 3
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141 TAMAT
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 164
165 165
166 166
167 167
168 TAMAT
169 Pengumuman
Episodes

Updated 169 Episodes

1
1 Di Cerai
2
2 Mendapatkan Sistem
3
3~
4
4~ Misi Baru
5
5~ Misi Selesai
6
7~
7
8~
8
9~
9
10~
10
11
11
12 Misi Baru
12
13~
13
14 Misi Selesai
14
15~
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22~ Pembelian Permen
22
23~
23
24
24
24~
25
26~ Poin untuk rekaman CCTV satelit.
26
27
27
28~ Misi
28
29
29
30~ Pemotongan Poin
30
31 Misi Selesai
31
32
32
33
33
34
34
34 Pembelian Ponsel Baru
35
36
36
37
37
38~
38
39
39
40 Misi Baru
40
41 Misi Selesai
41
42
42
43
43
44~
44
45~ Misi Baru
45
46
46
47
47
48 a point untuk mencari udang
48
49
49
50 Misi Selesai
50
51
51
52 Biaya Pengobat Ibu Andra
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
57
58
58
59
#59 Misi baru
60
60 Misi Selesai
61
61 Menyelamatkan Awak kapal
62
62
63
63
64
64
65
65 Uang Untuk Ongkos.
66
66
67
67
68
68
69
68
70
69
71
#71
72
72
73
73
74
74
75
75 Misi Baru
76
76
77
77 Misi Selesai
78
77
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87 Jajan Untuk Grisha
88
88
89
89
90
90
91
91 Misi Baru
92
92
93
93 Misi Selesai
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102 Mencari Rekaman CCTV
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113 Misi Baru
114
114 Mencari Ikan Tuna
115
115
116
116
117
117
118
118 Misi Selesai
119
119
120
120
121
121 Beli Eskrim.
122
122
123
123 Gunakan Poin Untuk mengidentifikasi Korupsi
124
124 Karyawan Yang Memanipulasi Keuangan
125
125
126
126
127
127 Perusahaan Naik Tingkat top 3
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141 TAMAT
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
164
165
165
166
166
167
167
168
TAMAT
169
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!