Pukul empat pagi, lorong penjara masih gelap dan sunyi. Hanya suara langkah sepatu yang bergema di antara dinding-dinding dingin. Pintu sel Jessica terbuka dengan bunyi berderit kasar.
Dua petugas masuk tanpa banyak bicara. Mereka langsung menarik Jessica dari tempat tidurnya, memborgol kedua tangan dan kakinya dengan kasar.
“Kalian ingin membawaku ke mana?” tanya Jessica dengan suara gemetar, matanya masih setengah terjaga namun penuh kewaspadaan. Ia mencoba menahan langkah, tetapi cengkeraman mereka terlalu kuat.
“Waktu eksekusi telah tiba. Cepat jalan!” jawab salah satu petugas dengan nada dingin. Tangannya mencengkeram lengan Jessica begitu keras seolah takut kehilangan buruannya.
Jessica membelalak. Jantungnya berdetak liar. “Apa? Bukankah belum tiba waktunya? Apakah Pengadilan Tinggi Provinsi S sudah menandatangani? Apakah suratnya sudah sampai ke pengadilan dalam negeri? Kalau belum, kalian tidak bisa melaksanakan eksekusinya!” suaranya meninggi, bercampur antara panik dan kemarahan.
Petugas itu mendengus sinis. “Jessica Zhou, kau menjadi tersangka membunuh kedua orang tuamu. Putusan sudah dijatuhkan. Kenapa harus menunda?”
“Tidak! Aku ingin bicara dengan Hakim Li! Kalian tidak bisa membuat keputusan sendiri!” teriak Jessica, meronta sekuat tenaga. Borgol di pergelangan tangannya beradu keras, menimbulkan bunyi logam yang menyakitkan.
“Diam! Di sini Hakim Chen yang berkuasa, bukan Hakim Li,” balas petugas itu tajam.
Langkah mereka semakin cepat. Lorong panjang terasa seperti tak berujung.
“Hakim Chen yang mengatur semua ini? Siapa yang memintanya melakukan ini padaku? Dia tidak berhak sama sekali!” suara Jessica pecah, antara amarah dan ketakutan.
“Diam!” bentak petugas itu, lalu mendorong Jessica ke sebuah ruangan gelap di ujung lorong.
Lampu menyala redup. Di tengah ruangan, kursi listrik berdiri seperti bayangan kematian yang menunggu.
“Aku tidak mau! Aku tidak bersalah sama sekali! Aku ingin bertemu dengan Hakim Chen!” teriak Jessica Zhou histeris saat tu…
Gadis Milik Raja Macau
Promo novel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 82 Episodes
Comments