BAB 2 kerumah nenek juminten

Sebetul nya keluarga milea adalah orang yg berada, orang tua milea memiliki usaha restoran dan juga mebel, akan tetapi semua harta milik orang tua milea yg di hasilkan bersama itu kini telah di rampas oleh nenek nya yg bernama juminten, yg katanya itu hak nya sebagai ibu dari ayah nya milea, dulu sewaktu ayah nya milea berpacaran dengan ibunya, nenek juminten melarang keras hubungan ayah dan ibunya milea di karenakan ibunya dari keluarga yg miskin dan tidak sepadan dengan derajat nya.

Beberapa tahun lalu ketika ibu dan ayah nya meninggal dalam kecelakaan, nenek juminten pun menyalahkan Milea dan ketiga adik-adiknya karena di cap pembawa sial yg menyebabkan anak laki-laki nya meninggal, milea dan ketiga adiknya pun diusir oleh nenek nya dari rumah mereka sendiri, kedua bibi nya pun sampai hati menyeret milea dan ketiga adik nya keluar dari rumah nya tersebut, milea yg tak berdaya pun terpaksa keluar dari rumah itu dengan ketiga adik-adiknya tanpa membawa apapun, beruntung milea saat itu masih memiliki perhiasan yg di pakai nya, dengan langkah gontai milea pun menuju toko emas untuk menjual perhiasan nya, setidaknya uang dari penjualan perhiasan nya cukup untuk membayar kontrakan dan makan adik-adiknya, milea bahkan rela mengubur cita-cita nya untuk melanjutkan kuliah, dan dirinya hanya fokus mencari uang untuk makan dan sekolah adik-adiknya, itulah yg ada di pikiran milea saat itu, berbekal ijazah SMA milea pun akhirnya di terima kerja di pabrik gula, hampir 5 tahun milea kerja di pabrik itu dan keuangan setidaknya cukup untuk nya dan adik-adiknya makan dan membayar kontrakan, hingga 2 hari yg lalu milea mendapatkan surat PHK dari pabrik itu di karenakan pabrik mengalami kebangkrutan dan dengan terpaksa seluruh karyawan di PHK dari pabrik tersebut.

"Kak, besok aku harus membayar SPP dan buku di sekolah." Ucap Felix tiba-tiba dan itu sukses membuat Lea yg sedang merenung tersentak kaget.

"Astaghfirullah." Ucap Lea mengusap dada nya karena terkejut.

"Apa kakak melamun,? Maaf aku mengagetkan kakak." Ucap Felix merasa bersalah.

"Tidak apa-apa kok Felix." Ucap milea tersenyum simpul pada Felix.

"Apa yg membuat kakak melamun,? Apa kakak memikirkan sesuatu.?" Ucap Felix memperhatikan wajah lelah kakak nya.

"Eh tidak ada kok, Kakak tidak memikirkan apapun." Ucap milea berusaha menyembunyikannya sesuatu.

"Felix, Zero, tetaplah di sini jaga Sasa, kakak akan keluar sebentar, tidak lama kok." Ucap milea pada kedua adiknya.

"Kakak mau kemana.?" Ucap Zero.

"Hanya jalan-jalan sebentar." Ucap milea.

Milea pun keluar dari ruangan tersebut sedangkan kedua adiknya hanya memperhatikan kakak mereka yg seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka.

"Zero, apa kakak menyembunyikan sesuatu dari kita.?" Ucap Felix pada Zero.

"Aku juga tidak tau bang, aku kasihan melihat kak milea harus menanggung semua biaya untuk kita, rasanya aku ingin berhenti sekolah saja bang." Ucap Zero menunduk sambil mengayunkan kaki nya yg saat ini dirinya sedang duduk di ranjang pasien.

"Abang juga sempat berpikir begitu zero, tapi kalau kakak mendengar ucapan kita barusan, pasti kakak akan marah pada kita." Ucap Felix.

Felix dan zero pun hanya menghela nafas saja.

.

Sedangkan milea saat ini sedang duduk di koridor rumah sakit yg tampak sepi itu seorang diri, milea yg sedari tadi berusaha menahan airmata nya di depan adik-adiknya kini akhirnya airmata itu tumpah juga.

"Hiks hiks, aku harus apa sekarang,?" Ucap milea dalam tangis nya.

Setelah puas menangis Milea pun menghapus airmata nya dengan kasar.

"Tidak, aku tidak boleh begini, aku harus mencari uang buat biaya rumah sakit Sasa dan juga bayar spp sekolah adik-adik ku, aku harus kuat, apa aku kerumah nenek juminten saja ya, barangkali dia sudah berubah setelah sekian lama tidak ketemu, ya aku harus mencoba untuk meminjam uang pada nenek juminten." Ucap milea lalu dirinya pun pergi dari rumah sakit itu.

Dengan berbekal uang seadanya Milea pun menuju rumah nenek juminten yg jarak nya sekitar satu jam menggunakan angkutan umum.

Setelah satu jam lebih akhirnya milea pun tiba di rumah nenek juminten yg kebetulan saat ini rumah nenek juminten terlihat anak cucunya sedang berkumpul.

"Assalamualaikum." Ucap milea.

Tak ada yg menjawab salam nya.

Dengan ketukan keras dan ucapan salam nya akhirnya pintu itu pun terbuka yg memperlihat kan bibi nya yg bernama sari lah yg membuka pintu itu.

" Mau apa kamu ke sini.?" Ucap bibi sari dengan ketus.

Rupanya bibi sari langsung mengenali nya karena wajah milea yg tidak berubah sedari dulu.

"Aku ingin menemui nenek bi." Ucap milea.

"Aku bukan bibi mu, lebih baik kau pergi saja." Ucap bibi sari.

"Siapa sar." Ucap nenek juminten dari dalam rumah.

"Milea Bu." Ucap bibi sari berteriak.

Nenek juminten dan seluruh keluarga nya pun keluar menemui milea.

"Kenapa kamu ke sini, dasar pembawa sial." Ucap nenek juminten dengan sarkas.

"Aku hanya ingin meminta hak ku nek, adikku masuk rumah sakit dan perlu biaya." Ucap milea tanpa basa-basi.

"Apaaa hahahaha, meminta hak kata mu, hak apa yg kau ingin kan, kau dan adik-adikmu hanya sampah yg tidak berguna, sama seperti ibumu yg miskin itu, untung dirinya sudah mati, tapi kenapa harus membawa Kakak laki-laki kami." Ucap bibi Gita adik ketiga ayah milea dengan nada marah.

"Bibi boleh menghina ku tapi jangan menghina ibuku dan adik-adikku." Ucap milea dengan tatapan tak suka pada bibi Gita.

"Nenek tolong aku sekali ini saja." Ucap milea merendah pada nenek juminten.

"Dasar miskin." Ucap mila anak dari bibi sari.

"Iya, dasar pembawa sial, pasti hidup nya melarat, lihat lah pakaian nya kucel sekali haha." Ucap Ani anak dari bibi Gita.

Nenek juminten hanya tersenyum miring melihat milea di hina.

"Pergilah, sebelum aku meneriakimu maling, biar kau di hajar oleh warga di sini." Ucap nenek juminten mengusir milea.

BRUK

Mila dan Ani pun mendorong tubuh milea, spontan milea pun jatuh akibat dorongan tersebut dan tanpa sengaja jari milea terkena duri bunga di teras rumah nenek juminten.

Darah itu pun mengalir mengenai cincin batu rubi merah delima itu dan seketika mengeluarkan cahaya merah kecil tanpa di ketahui oleh siapapun, cincin itu pun menghilang dan berganti dengan pola berbentuk tato berwarna gold bercorak mahkota di jari manis milea.

BRAK

Bunyi pintu tertutup, semua orang pun masuk kedalam rumah tersebut dan meninggal kan milea sendiri di teras rumah itu, airmata milea pun jatuh, dengan langkah gontai milea pun bangkit dan berjalan keluar dari pintu pagar rumah nenek nya sambil memegang jari nya yg terasa perih akibat terkena goresan duri tanaman.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Siti Solikah

Siti Solikah

dasar nenek jahat

2026-08-16

0

Ty

Ty

kasian milea....
dasar nenek jahat, harta punya cucu malah dikangkangi sendiri 😠

2026-03-07

1

Ds Phone

Ds Phone

apa akan jadi

2026-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Awal mula
2 BAB 2 kerumah nenek juminten
3 BAB 3 Sistem ruang dimensi
4 BAB 4 Merencanakan pindah
5 BAB 5 Sasa sembuh
6 BAB 6 Diusir
7 BAB 7 Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian
8 BAB 8 Berpamitan pada Mbah wati
9 BAB 9 Ke kampung Rawasari dan membeli mobil
10 BAB 10 Kerumah kakek Rahman dan nenek sarimah
11 BAB 11 Menerapkan skill-skill
12 BAB 12 Perjalanan menuju kota S
13 BAB 13 Belanja tipis-tipis
14 BAB 14 Tiba di mansion
15 BAB 15 Tiket umroh untuk kakek Rahman dan nenek sarimah.
16 BAB 16 Berbelanja gila-gilaan ke mall terbesar.
17 BAB 17 Membeli motor dan mobil lagi.
18 BAB 18 Memberikan ramuan SKIL mengemudi profesional pada Felix dan Zero
19 BAB 19 Tak sengaja bertemu Mila dan ani
20 BAB 20 SKIL kekuatan super
21 BAB 21 Bertemu pria asing
22 BAB 22 Mengantarkan kakek dan nenek ke bandara
23 BAB 23 Barra
24 BAB 24 Barra 2
25 BAB 25 Mengantar Amel.
26 BAB 26 Kepulangan Lea dari luar negeri
27 BAB 27 Sepupu barra
28 BAB 28 Anggota baru keluarga Mahendra
29 BAB 29 Kedatangan para sahabat Felix dan sasa
30 BAB 30 Berkenalan
31 BAB 31 Barra patah hati
32 BAB 32 Kepergian barra ke luar negeri
33 BAB 33 Bertemu Nalendra
34 BAB 34 Mengadopsi Beby Cio
35 BAB 35 Kepulangan kakek Rahman dan nenek sarimah
36 BAB 36 Milea menerima cinta Nalendra
37 BAB 37 Bondan hampir keceplosan
38 BAB 38 Mengunjungi papi Jhonson dan mami Monica
39 BAB 39 Kedatangan Fanny ke mansion orang tua Nalendra
40 BAB 40 Membunuh musuh dalam sekejap
41 BAB 41 Kematian ketua mafia Lion blood
42 BAB 42 Lamaran Nalendra dan Lea
43 BAB 43 Keluarga benalu berulah
44 BAB 44 Mengusir keluarga benalu
45 BAB 45 Membuat keluarga nenek juminten bangkrut
46 BAB 46 Di hadang Fanny dan antek-anteknya
47 BAB 47 Memberi Fanny dan sahabatnya pelajaran
48 BAB 48 Nenek juminten
49 BAB 49 Mami Monica pamer foto cucu
50 BAB 50 Vina, Diana dan Mimi
51 BAB 51 Markas black dragon dan mansion Sanjaya di serang musuh
52 BAB 52 Menyelamatkan papi Jhonson dan mami Monica
53 BAB 53 Gelisah
54 BAB 54 Curhatan Nalendra pada mami dan papi nya
55 BAB 55 Mengungkap kebenaran tentang Beby Cio
56 BAB 56 Bertemu sahabat lama ibu nya Lea
57 BAB 57 Bi Asih
58 BAB 58 Membabat habis para pembunuh bayaran
59 BAB 59 Surprise Nalendra yg bikin penasaran
60 BAB 60 Nathan
61 BAB 61 Nathan 2
62 BAB 62 Ketegaran laras
63 BAB 63 Pernikahan Milea dan Nalendra
64 BAB 64 Kehamilan laras
65 BAB 65 Lea menemui laras
66 BAB 66 Ke mansion Sanjaya
67 BAB 67 Malam pertama Nalendra dan Lea
68 BAB 68 tamasya kecil-kecilan di taman bunga
69 BAB 69 Nathan dan Deon tiba di mansion Mahendra
70 BAB 70 Berbicara pada nathan
71 BAB 71 Mempertemukan Laras dan Nathan
72 BAB 72 Pernikahan Nathan dan laras
73 BAB 73 7 tahun kemudian
74 BAB 74 Liburan ke pantai
75 BAB 75 Rasa terpendam Keenan akan kerinduan dengan mami dan papi
76 BAB 76 Berkunjung ke mansion Mahendra
77 BAB 77 Kedatangan calon istri barra dan felix
78 BAB 78 Memindai kepribadian calon-calon ipar Lea
79 BAB 79 Hadiah perkenalan
80 BAB 80 Keserakahan Tri dan yiyi berujung tangan melepuh parah
81 BAB 81 Penjelasan lea
82 BAB 82 Lea menemui Tri dan Yiyi
83 BAB 83 Kedatangan mami Monica dan papi Jhonson dari luar negri.
84 BAB 84 Berita Kehamilan Milea
85 BAB 85 Pengumuman kehamilan Lea pada seluruh keluarga
86 BAB 86 mengunjungi Mbah wati
87 BAB 87 Ke rumah Mbah Wati dan perkenalan pasutri baru
88 BAB 88 Gustian
89 BAB 89 Pamit pulang
90 BAB 90 Makan bersama warga
91 BAB 91 End
Episodes

Updated 91 Episodes

1
BAB 1 Awal mula
2
BAB 2 kerumah nenek juminten
3
BAB 3 Sistem ruang dimensi
4
BAB 4 Merencanakan pindah
5
BAB 5 Sasa sembuh
6
BAB 6 Diusir
7
BAB 7 Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian
8
BAB 8 Berpamitan pada Mbah wati
9
BAB 9 Ke kampung Rawasari dan membeli mobil
10
BAB 10 Kerumah kakek Rahman dan nenek sarimah
11
BAB 11 Menerapkan skill-skill
12
BAB 12 Perjalanan menuju kota S
13
BAB 13 Belanja tipis-tipis
14
BAB 14 Tiba di mansion
15
BAB 15 Tiket umroh untuk kakek Rahman dan nenek sarimah.
16
BAB 16 Berbelanja gila-gilaan ke mall terbesar.
17
BAB 17 Membeli motor dan mobil lagi.
18
BAB 18 Memberikan ramuan SKIL mengemudi profesional pada Felix dan Zero
19
BAB 19 Tak sengaja bertemu Mila dan ani
20
BAB 20 SKIL kekuatan super
21
BAB 21 Bertemu pria asing
22
BAB 22 Mengantarkan kakek dan nenek ke bandara
23
BAB 23 Barra
24
BAB 24 Barra 2
25
BAB 25 Mengantar Amel.
26
BAB 26 Kepulangan Lea dari luar negeri
27
BAB 27 Sepupu barra
28
BAB 28 Anggota baru keluarga Mahendra
29
BAB 29 Kedatangan para sahabat Felix dan sasa
30
BAB 30 Berkenalan
31
BAB 31 Barra patah hati
32
BAB 32 Kepergian barra ke luar negeri
33
BAB 33 Bertemu Nalendra
34
BAB 34 Mengadopsi Beby Cio
35
BAB 35 Kepulangan kakek Rahman dan nenek sarimah
36
BAB 36 Milea menerima cinta Nalendra
37
BAB 37 Bondan hampir keceplosan
38
BAB 38 Mengunjungi papi Jhonson dan mami Monica
39
BAB 39 Kedatangan Fanny ke mansion orang tua Nalendra
40
BAB 40 Membunuh musuh dalam sekejap
41
BAB 41 Kematian ketua mafia Lion blood
42
BAB 42 Lamaran Nalendra dan Lea
43
BAB 43 Keluarga benalu berulah
44
BAB 44 Mengusir keluarga benalu
45
BAB 45 Membuat keluarga nenek juminten bangkrut
46
BAB 46 Di hadang Fanny dan antek-anteknya
47
BAB 47 Memberi Fanny dan sahabatnya pelajaran
48
BAB 48 Nenek juminten
49
BAB 49 Mami Monica pamer foto cucu
50
BAB 50 Vina, Diana dan Mimi
51
BAB 51 Markas black dragon dan mansion Sanjaya di serang musuh
52
BAB 52 Menyelamatkan papi Jhonson dan mami Monica
53
BAB 53 Gelisah
54
BAB 54 Curhatan Nalendra pada mami dan papi nya
55
BAB 55 Mengungkap kebenaran tentang Beby Cio
56
BAB 56 Bertemu sahabat lama ibu nya Lea
57
BAB 57 Bi Asih
58
BAB 58 Membabat habis para pembunuh bayaran
59
BAB 59 Surprise Nalendra yg bikin penasaran
60
BAB 60 Nathan
61
BAB 61 Nathan 2
62
BAB 62 Ketegaran laras
63
BAB 63 Pernikahan Milea dan Nalendra
64
BAB 64 Kehamilan laras
65
BAB 65 Lea menemui laras
66
BAB 66 Ke mansion Sanjaya
67
BAB 67 Malam pertama Nalendra dan Lea
68
BAB 68 tamasya kecil-kecilan di taman bunga
69
BAB 69 Nathan dan Deon tiba di mansion Mahendra
70
BAB 70 Berbicara pada nathan
71
BAB 71 Mempertemukan Laras dan Nathan
72
BAB 72 Pernikahan Nathan dan laras
73
BAB 73 7 tahun kemudian
74
BAB 74 Liburan ke pantai
75
BAB 75 Rasa terpendam Keenan akan kerinduan dengan mami dan papi
76
BAB 76 Berkunjung ke mansion Mahendra
77
BAB 77 Kedatangan calon istri barra dan felix
78
BAB 78 Memindai kepribadian calon-calon ipar Lea
79
BAB 79 Hadiah perkenalan
80
BAB 80 Keserakahan Tri dan yiyi berujung tangan melepuh parah
81
BAB 81 Penjelasan lea
82
BAB 82 Lea menemui Tri dan Yiyi
83
BAB 83 Kedatangan mami Monica dan papi Jhonson dari luar negri.
84
BAB 84 Berita Kehamilan Milea
85
BAB 85 Pengumuman kehamilan Lea pada seluruh keluarga
86
BAB 86 mengunjungi Mbah wati
87
BAB 87 Ke rumah Mbah Wati dan perkenalan pasutri baru
88
BAB 88 Gustian
89
BAB 89 Pamit pulang
90
BAB 90 Makan bersama warga
91
BAB 91 End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!