Chapter 4

"Ma-maksud Mommy apa?"

Shafura menatap lekat Hanika yang terlihat berusaha menahan air matanya. Namun sekuat apa pun mertuanya itu tetap tidak sanggup menahan lelehan air mata yang mulai membasahi pipinya.

"Mommy tahu perlakuan Keygan selama ini padamu, Sayang." Hanika mengeratkan genggamannya pada Shafura, mencoba mencari kekuatan di sana. "Mommy pikir Keygan akan berubah, tapi ternyata..." Hanika menghembuskan napasnya perlahan, terlalu sakit mengatakan jika putranya selama ini sudah menyakiti menantu kesayangannya.

"Mom, aku gak apa-apa."

Shafura berusaha menenangkan mertuanya. Bibirnya mencoba tersenyum di tengah-tengah keterkejutan nya. Wanita cantik itu tidak menyangka jika selama ini Hanika mengetahui sikap Keygan padanya.

"Mommy tidak menyangka Keygan akan berbuat sejauh ini."

Tangis Hanika pecah, wanita paruh baya itu memeluk Shafura dengan erat. Menumpahkan semua rasa bersalahnya selama ini, karena keegoisannya sudah membuat Shafura menderita.

Fagan sudah menceritakan tentang Jovanka pada Hanika. Hanika sangat kecewa ternyata selama ini putranya itu membohonginya. Keygan selama ini masih berhubungan dengan Jovanka di belakang keluarganya yang jelas-jelas tidak merestui nya.

Hanika merenggangkan pelukannya, dan kembali menggenggam jemari Shafura.

"Sekarang Mommy minta, bercerai lah dengan Keygan! Sudah cukup selama ini Kamu berjuang."

"Tapi, Mom---"

"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan mommy. Mommy baik-baik saja," ucap Hanika dengan yakin. "Dan satu hal lagi, sampai kapanpun Kamu tetap putri kesayangan mommy."

...----------------...

"𝘚𝘦𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢."

Satu kata sebagai jawaban yang Keygan berikan untuk Jovanka, nyatanya tak membuat Keygan lega. Bayang-bayang wajah kecewa Shafura tadi siang mendadak membuatnya bimbang.

Bukankah ini rencananya sejak awal?

Keygan tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya, di satu sisi Keygan ingin bersama Jovanka. Tapi di sisi lainnya, rasanya berat melepaskan Shafura.

Entahlah...

Yang ia inginkan saat ini hanyalah bertemu Shafura. Ada rasa bersalah yang menjalar di hatinya, saat Shafura memergokinya bersama Jovanka siang tadi.

"Pasti Dia marah," gumam Keygan.

Keygan melajukan kendaraannya secepat kilat, ia ingin secepatnya sampai di rumah untuk menjelaskannya pada Shafura.

Tidak membutuhkan waktu lama, Keygan akhirnya sampai di pekarangan rumahnya. Dengan langkah lebarnya, pria itu masuk ke dalam rumah mewahnya.

Ceklek

Hening

"Ke mana dia?"

Keygan menghembuskan napasnya. Lagi dan lagi tidak ada Shafura yang menyambutnya. Suasana rumah pun nampak sepi karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.

"Pasti dia sudah tidur."

Keygan tidak pernah menyadari, selama tiga tahun ini ocehan Shafura setiap menyambutnya pulang sudah menjadi kebiasaannya. Senyumnya selalu tulus walaupun Keygan bisa melihat lelah di mata istrinya.

Shafura memiliki pekerjaan sendiri. Menjadi model brand ambassador di salah satu perusahaan ternama yang bekerja sama dengan brand internasional.

Namun di tengah-tengah kesibukannya, Shafura tidak pernah melupakan tugas utamanya sebagai seorang istri. Ia selalu berada di rumah lebih dulu sebelum Keygan pulang.

Memasak dan memastikan perut suaminya tidak kelaparan adalah salah satu tugasnya. Shafura bahkan memasak sendiri untuk memastikan perut suaminya terisi dengan baik. Padahal banyak asisten rumah tangga di rumahnya, namun Shafura selalu berdalih, 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢.

Namun Keygan tidak pernah menghargai sedikitpun pengorbanan Shafura, pria itu tidak pernah sekalipun memakan masakan Shafura walaupun untuk sekedar mencicipi.

"𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘵, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘳𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘯𝘵𝘰𝘳 𝘴𝘢𝘫𝘢." Padahal jam masih menunjukkan pukul 6 pagi.

Begitu pun saat jam makan malam, 𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘭𝘪𝘦𝘯, selalu menjadi alasan Keygan untuk menolak hidangan yang sudah Shafura siapkan.

Walaupun begitu, Shafura tidak menyerah. Ia tetap berharap suatu hari suaminya mau memakan masakannya, atau paling tidak, mencicipi satu suapan saja sudah cukup membuat Shafura bahagia.

Sampai beberapa bulan terakhir ini, sikap Keygan mulai melunak. Pria itu mulai sedikit menghargainya. Keygan selalu menyempatkan sarapan di rumah, bahkan terkadang meminta Shafura untuk membawakannya makan siang ke kantor.

Shafura merasa bahagia, karena perjuangannya selama ini tidak sia-sia. Selalu ada hasil yang manis di setiap perbuatan ikhlasnya.

Namun belakangan ia baru mengetahui, ternyata sikap Keygan belakangan ini hanyalah sandiwara.

Sakit hati Shafura, bahkan robekan luka di hatinya lebih besar dari sebelumnya.

Hati Keygan mulai gusar saat tak mendapati Shafura di kamarnya. Bahkan di kamar sebelah yang akhir-akhir ini di tempati istrinya pun tidak menunjukkan kehadiran sang istri.

"Cih! Apa dia sedang melayani atasannya?"

Keygan mengepalkan tangannya, membayangkan Shafura bersama pria lain membuat darahnya mendidih. Bahkan rasa bersalah yang sempat ia rasakan pun lenyap begitu saja.

Namun ada desiran aneh yang pria itu rasakan, rasa tidak rela jika Shafura dimiliki orang lain.

Tidak lama kemudian, suara deru mobil terdengar berhenti di pekarangan rumahnya. Keygan menyeringai saat menyadari Shafura lah pemiliknya.

Dan benar saja, beberapa menit kemudian Shafura muncul dengan wajah lelahnya, membuat Keygan semakin tersulut api cemburu.

Cemburu?

"𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘶𝘳𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶. 𝘔𝘦𝘯𝘫𝘪𝘫𝘪𝘬𝘬𝘢𝘯!"

Hati dan logikanya terus berperang. Jika hatinya mengakui, berbeda dengan logikanya yang terus menentang keras.

"Apa melayani atasanmu begitu melelahkan?" Keygan melipat tangannya di atas dadanya, bibirnya tersenyum sinis sambil menatap Shafura penuh ejekan.

Shafura tersentak saat menyadari keberadaan Keygan. Wanita cantik itu melihat sekeliling kamarnya dengan dahi sedikit berkerut.

"Aku tidak salah kamar, kok," gumamnya. "Kamu ngapain di sini, Mas?"

Keduanya sedang berada di kamar tamu, tepat di sebelah kamar utama yang biasanya mereka tempati.

"Ck, jangan mengalihkan pembicaraan!" Keygan semakin kesal, ia pikir Shafura sengaja mengalihkan pembicaraan. "Jawab aku, apa melayani atasanmu begitu menyenangkan, sampai melupakan tugasmu sebagai istri?"

"Maksud Kamu apa, Mas?" Shafura semakin bingung dengan maksud perkataan Keygan. "Jika maksud Kamu, aku melupakan tugasku sebagai seorang istri, memangnya sejak kapan Kamu menganggap ku sebagai istrimu?"

Shafura terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. Namun ada kegetiran dalam setiap kalimat yang Shafura katakan.

"Sebagai seorang istri, aku selalu menyiapkan makanan untukmu, tapi apa pernah Kamu memakannya? Jangankan menyentuh, melirik saja Kamu tidak pernah, Mas."

Shafura menghembuskan napasnya lebih dulu sebelum kembali mengeluarkan suaranya.

"Jadi, jangan salahkan aku, mulai hari ini dan seterusnya aku tidak akan repot-repot menyiapkan makanan untukmu lagi."

Keygan terpaku di tempatnya, ia ingin menyanggah ucapan Shafura. Namun apa yang istrinya katakan itu tidak salah. Selama ini Shafura selalu melakukan tugasnya sebagai istri, justru ia yang tidak pernah menghargainya.

Namun tetap saja membayangkan Shafura bersama pria lain membuatnya marah dan menganggap Shafura yang bersalah.

"Jangan beralasan! Apa Kamu lupa, akhir-akhir ini aku selalu sarapan di rumah, aku juga selalu pulang lebih awal hanya untuk makan malam di rumah."

"𝘐𝘺𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘥𝘪𝘸𝘢𝘳𝘢. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘶𝘳𝘢-𝘱𝘶𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘶𝘱𝘢𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘶𝘳𝘪𝘨𝘢𝘪 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯𝘮𝘶, 𝘬𝘢𝘯?"

Ingin rasanya Shafura berteriak dan menumpahkan segala kemarahannya pada Keygan. Namun ia terlalu lelah untuk melakukan itu. Berdebat dengan pria seperti Keygan, yang keegoisannya di atas rata-rata, hanya akan menguras energinya saja.

Shafura memilih diam tidak menanggapi ucapan Keygan. Ia hendak berlalu ke kamar mandi, tubuhnya sudah cukup lelah setelah seharian bekerja, Shafura ingin segera beristirahat dan tidur nyenyak malam ini.

Namun, Keygan berhasil mencekal tangan Shafura saat istrinya itu berjalan melewatinya.

"Mau sampai kapan Kamu menjadi wanita murahan seperti ini?"

Plak

Shafura melayangkan tangannya sangat keras, dan sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Keygan.

Mata Shafura memerah menahan amarah. Dadanya naik turun karena luapan emosi yang kian membuncah.

"Beraninya Kamu mengatai ku murahan dengan mulut kotormu itu, Keygan!" Shafura tanpa sadar meninggikan suaranya.

Belum juga kering luka hatinya, namun Keygan justru sengaja menambahkan goresan di atas lukanya.

Air mata Shafura mengalir deras, namun tidak mengurangi rasa sesak di dadanya.

Deg

Melihat Shafura menangis seperti ini, hati Keygan tiba-tiba merasa perih tanpa sebab. Keygan merasa ribuan jarum menancap tepat di ulu hatinya.

Perih...

Namun lagi-lagi logika Keygan berpikir sebaliknya. Ia menganggap Shafura hanya berakting polos saja. Karena Keygan jelas tahu, istrinya itu hanya wanita murahan yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

"Kenapa aku harus takut? Kamu memang wanita mu---"

Plak

Lagi-lagi Shafura melayangkan tamparan untuk Keygan. Kali ini lebih keras dari sebelumnya, bahkan sudut bibir Keygan terlihat pecah dan mengeluarkan sedikit darah.

"Bagaimana bisa Kamu mengatai ku murahan, sementara Kamu sendiri belum pernah sekalipun menyentuhku?"

"Oh... jadi Kamu ingin aku menyentuhmu?" Keygan tersenyum smirk. Tatapannya tidak lepas sedikitpun dari Shafura.

"Jika itu bisa membuktikan ucapanmu salah, maka lakukanlah!" Bibir Shafura bergetar hebat, seiring dengan air mata yang kian mengalir deras. "Tapi dengan satu syarat."

"Tanpa menyentuhmu sekalipun aku yakin Kamu memang wanita murahan," ucap Keygan, tanpa rasa belas kasih sedikitpun. Dan lagi-lagi membuat hati Shafura semakin remuk. "Tapi, jika Kamu memaksa aku untuk menyentuhmu, katakan apa syaratnya!?"

"Mari bercerai."

Deg

Duar

𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥

Terpopuler

Comments

Ilaika Vit

Ilaika Vit

kalimat ini tidak cocok... krn bukankah beberpa bulan ini sikap si suami udah berunaj sedikit dengan mau memakan makanan buatannya...

2026-05-21

1

Mei Saroha

Mei Saroha

ngapain sampe 3 tahun ya..

2026-04-25

0

Habib Derisno

Habib Derisno

telak

2026-05-07

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91 Final episode
92 PROMO NOVEL BARU DI BALIK DENDAM SANG IBU SUSU
93 PROMO NOVEL BARU TAWANAN CINTA DOSEN KILLER
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91 Final episode
92
PROMO NOVEL BARU DI BALIK DENDAM SANG IBU SUSU
93
PROMO NOVEL BARU TAWANAN CINTA DOSEN KILLER

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!